Warkop DKI Reborn 3

Warkop DKI Reborn 3

Download Indonesian Subtitle

Release info

Warkop DKI Reborn 3 2019 INDONESIAN WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF | 1h 35m Fix common errors

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2023-09-28
Downloads: 52
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

UNTUK ORANG TUA KAMI TERKASIH, SRI HIROO & SRI VINITA BHARWANI

Mirip Milea.

Aduh!

Indro!

Indro!

Mau minta gendong.

Minta gendong?

Ya.

Ayo.

Satu, dua, tiga.

Mau dibawa ke mana anakku?

Berani-beraninya kau bawa anakku.

Maaf, aku tak tahu.

Kurang ajar kau.

Beraninya kau!

SIARAN LANGSUNG

Aku punya cerita.

Dokter bisa tahu pekerjaan orang hanya dengan mendeteksi detak jantung.

- Bagaimana bisa? - Serobot saja seperti bemo.

Saat pasien diperiksa dengan stetoskop, suaranya "dug dug dug"

dia pasti ABRI.

Biasa berbaris.

Ada-ada saja.

Jika suara dari stetoskopnya itu seperti "kur kur kur"?

Itu suara jantung siapa?

Entahlah. Memangnya aku dokter hewan?

Maklum saja. Teman kita ini orang Jawa.

Tukang perkutut.

Aku tahu dia dari Jawa.

Tahu dari mana?

- Kakinya besar. - Jarang pakai sandal.

Bagaimana? Mereka lucu?

Lucu. Tapi kita polisi rahasia.

Apa kita akan merekrut pelawak?

Jadi, kau itu apa dahulu?

Jangan selalu mengungkit masa lalu.

Aku juga sudah bosan,

setiap pagi selalu menjahit.

Jadi, tiga tahun ikut aku, tak ada yang kau ungkap.

Tiga anak ini pun aku rekrut karena informasi darimu.

Elang menuju sarang.

Sasaran kita sedang bertemu jaringan internasional.

Jika bisa, kita lumpuhkan hari ini.

Hei, Tukang obras.

Kopiku mana?

- Cepat. - Baik.

Aduh!

Aku berikan bumbu.

Nikmatilah.

Segar.

Kenapa asin?

Asin? Itu gurih.

Habiskanlah.

Ternyata tukang obras.

Aku minta tolong. Bawa mangkuk ini ke depan.

Boleh saja.

Kau mencari apa?

Aku sedang mencari bon, Bang.

Mungkin ada yang membuangnya.

Bang? Bawa mangkuknya!

Apa ada gadis yang kaku seperti itu?

Kenapa tadi kau mengintip?

Aku mau membersihkan ruangan Bapak.

Membersihkan ruanganku dengan mangkuk bakso?

Mungkin saja kau juga ingin pesan bakso.

Bohong! Periksa dia!

Mereka pindah lokasi, pindah ruangan.

Apa ini? Pistol?

Ini mainan, Pak. Hanya properti.

- Aku coba jika begitu. - Jangan, Pak.

Karman!

Karman!

Karman...

Jangan mati, Karman!

Aku tak bermaksud melukaimu!

Aku tak bermaksud menggantikanmu dengan yang lain, Karman!

Maaf, Pak.

Bukankah seharusnya aku ditendang? Kenapa malah dipeluk?

- Berhenti! - Kau bukan Karman? Aku salah orang.

Siapa dia? Di mana satpam?

- Lapor, Pak! - Siapa yang bicara?

Aku.

- Kau menakutiku! - Pintu keluarnya ada dua.

Dua-duanya tak ada mobil yang mencurigakan.

Perlihatkan dirimu saat bicara padaku.

Aku bisa salah menembakmu.

Kau beruntung aku tak bawa pistol.

Siap, Pak!

Jangan menyorotku.

- Aku bisa ditembak musuh. - Siap.

Pak...

- Kau mau mati? - Maaf.

Pasti ada pintu keluar lain.

Sial.

Kerja?

- Kerja apa? - Menjual ludah.

- Bicara di depan mik. - Tukang obat?

Penyiar.

Gajinya pasti besar.

- Hampir 10. - 10 juta?

Bukan. Maksudku, gajiku cukup untuk 10 hari.

Tangkap, Don.

Itu mulut atau lumba-lumba?

Tak hanya kacang rebus, durian pun bisa.

Itu ada durian.

Sulit sekali.

Aku dahulu, Ndro.

Kas, Ndro!

Dasar kulkas dua pintu! Pindah tanpa bicara.

Tutup gua! Kaleng kornet!

Ini dompet siapa?

Ada yang meninggalkannya.

Tak ada KTP.

Ini pasti milik wanita tadi. Si tutup gua.

Aku kenal bau ini.

Bau terasi.

Sok tahu. Mungkin dia baru makan sambal petis.

Aduh. Ini bau pesing toilet pasar.

Mari kembalikan dompet ini padanya.

Siapa tahu kita dapat rezeki.

Enak?

Permisi.

- Bu Inang. - Ya?

- Berapa harga jeruknya? - Hanya 25,000.

Mahal sekali. 20,000 saja.

Aku ambil 2 kg.

Baik, ambillah.

- Paman. - Kenapa memanggilku begitu?

Apa kau kira aku pamanmu? Ada apa?

- Kami mau tanya alamat. - Tanya apa?

- Di mana pabrik terasi? - Pabrik terasi?

Jalan di depan punya dua arah.

Kalian terus saja.

Jangan memutar ke barat.

Banyak yang berlubang di sana. Bahaya.

Tapi udaranya lebih segar karena banyak pohon.

Jika sudah sampai, cari jalan yang menurun,

jangan yang menaik.

Itu sekitar berapa kilometer?

Celanaku robek, takutnya bertambah parah.

Bawa saja itu ke tukang jahit di sana.

- Ongkosnya berapa? - Jangan bertanya lagi.

Apa kau kira aku Google?

- Bu Inang. - Kenapa kau?

- Jeruknya kecut! - Jangan protes.

Kau baru tertipu 2 kg. Lihat itu.

Aku yang tertipu dua keranjang diam saja. Jangan protes!

Pergi!

Aku membeli, kenapa dimarahi?

Tapi hati-hati.

- Hati-hati apa? - Ada banyak anjing di sana.

Kenapa masih di sini?

Kami sedang menanyakan alamat.

- Terima kasih. - Sama-sama.

Tapi tenang saja.

Kalian aman membawa tenggiling ini.

Tenggiling, berjalanlah dengan temanmu.

Tenggiling.

- Itu dia orangnya. - Tak ketemu, ada di mana lagi?

Untuk apa orang mencurinya? Aku tak kaya.

Aku harus bagaimana? Lihat ini.

Lihat.

Namanya...

Zakaria.

Ya, Nona. Aku percaya padamu.

Ya, 'kan? Kau percaya? Zakaria.

Copet!

- Copet! - Sial, kita disebut copet.

Mereka copet.

Ayo lari!

Cepat!

Copet!

Copet!

Ini, Bu!

Copet!

- Kenapa berisik? - Copet!

Satu, dua, tiga, empat, lima...

Permisi.

Tujuh, delapan. Satu, dua...

Aku rasa itu dia...

Copet!

Berhenti! Copet!

Copet!

- Don, bagaimana? - Berhenti!

Copet!

Cepat!

Don! Kas! Lihat!

Lompat.

Lompat?

Awas, ada banyak kotoran!

Don, dasar bodoh.

Siapa yang menyuruhmu ikut?

Daripada mati konyol.

Ya, 'kan, Ndro?

Benar. Kau sungguh bodoh.

Ini idemu.

Itu.

Kenapa?

Sopir! Kenapa ini?

Selamat bersenang-senang. Kalian lulus dari ujianku.

Warkop DKI Reborn 3 subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left