The first 200 lines.
Ayo berkumpul Dengarkan ceritanya
Di Taman Xus, tempat para sukma bermain
Wilayah Chumash harus dilindungi
Siapa yang akan datang menyelamatkan hari?
- Ini dia, Spirit Rangers - Oh, ya!
- Ini dia, Spirit Rangers - Cho-ho!
- Ini dia, Spirit Rangers - Ya
Badai atau banjir Mendung atau badai salju
Kodi, Rajawali Summer, Kura-kura Eddy juga
- Bersama Koyote - Dan sahabat mereka, Kadal
Kita bergembira
- Dan katakan - Haku!
- Ini dia, Spirit Rangers - Oh, ya!
- Ini dia, Spirit Rangers - Cho-ho!
Ini dia, Spirit Rangers
Spirit Rangers
Spirit Rangers
"Trio Usil Mencuri Matahari."
Ide siapa bermain stik sepagi ini?
Ayolah, Kodi. Tak seburuk itu.
Ibu membawa stik putih, tapi aku punya stik pemenang.
Ada garisnya.
Oh, belalang sembah.
Kau akan jadi serangga terlezat… di lasagna serangga-ku.
Satu stik pemenang ketemu. Di mana lainnya?
Siapa yang siap bermain stik?
Masuk, Kadal, sebelum Ibu lihat.
Mimpi indah.
Pagi yang indah untuk permainan stik. Kalian siap?
Ini sangat seru, dan aturannya mudah.
Kita tunjukkan. Ada dua tim.
Satu tim sembunyikan stik di tangannya.
Tim kedua menebak tangan siapa yang memegang stik bergaris.
Coba tebak, jika kau berani.
Astaga!
Kena kau.
Itu latihan. Tunggu sampai kita dalam tim.
Makin banyak tangan, makin sulit ditebak.
Ada masalah, Semuanya. Kurasa waktunya salah.
- Aku tak melihat matahari terbit. - Mungkin Matahari tidur.
Jamnya pasti salah. Kalian tunggu. Kami cek grafik matahari terbit stasiun.
Kita tak pernah tahu. Mungkin sukma usil merubah jam kita.
Kenapa Matahari belum terbit, ya? Dia selalu bangun pagi.
DeeDee bilang sukma usil mungkin mengubah jam kita.
Mungkin Koyote tahu masalahnya.
Ayo ke Taman Sukma dan cari tahu.
Ayo, Spirit Rangers
Memanggil Spirit Rangers Ayo, Spirit Rangers
Memanggil Kodi, Summer, Eddy
Beruang Kodi!
Rajawali Summer!
Spirit Rangers
Spirit Rangers
dan Kura-kura Eddy!
Ayo, Spirit Rangers Memanggil Spirit Rangers
Mereka sudah siap
Matahari!
Qsi!
Di mana kau?
Hai, 'Away, lihat Matahari?
Tidak, mungkin dia main stik dengan sukma bintang.
Karena dia sudah pergi, aku bisa mendekorasi ulang.
Indahnya. Kau lihat Koyote? Mungkin dia bisa bantu menemukan Matahari.
Kalian tak seru. Dia di sana.
Kudengar kalian mencari Matahari yang hilang.
Ya. Kau melihatnya?
Atau kau sembunyikan dia dan menjaili kami?
Kalian pikir aku mencuri Matahari? Kalian salah.
Aku sibuk memoles kerang berkilau ini.
Keren, 'kan?
- Aduh. - Itu stik pemenang kami.
Jika kau sembunyikan itu, apa lagi yang kau sembunyikan?
Ayolah, Koyote. Di mana dia?
Entahlah!
Aku memang "pinjam" stiknya, tapi aku takkan mencuri Matahari.
- Sumpah. - Kau yakin? Tak ada tipuan?
Aku tak melakukan tipuan begitu,
tapi aku tahu sukma usil yang melakukannya.
Ada sukma usil lainnya?
Tentu. Bulan, sedikit bantuan?
Baiklah.
- Pertunjukan bayangan bulan? - Keren!
Dahulu, ada empat teman yang suka jail.
Pertama, sukma Gagak dari Barat Laut Pasifik.
Dia otak dari kebanyakan lelucon mereka.
Dia sering berusaha mencuri Matahari.
Kedua, sukma Kelinci dari Tenggara.
Dia sukma liar yang suka dua hal, wortel dan lelucon.
Dan wortelnya habis.
Ketiga, sukma Rakun dari Timur Laut.
Dia otot tim ini.
Dia amat kuat, dan pernah memindahkan pohon Burung Pelatuk
ke Kutub Selatan saat burung itu tidur.
Burung itu terbangun membeku!
Oh, tidak!
Aku gemetar.
Mereka menyebut diri mereka Trio Usil.
Mereka akan menjaili sukma, manusia, bahkan Matahari!
Tapi kenapa mereka mencurinya?
Mungkin karena Matahari selalu menang bermain stik.
Mereka benci kalah. Matahari suka pamer.
Bukankah kau bilang ada empat teman jail, Koyote?
Ya. Aku dahulu mungkin bekerja sama dengan mereka.
Bagaimana kami tahu kau sudah tak bersama mereka?
Tenanglah.
Dulu kami cuma lakukan lelucon kecil.
Tapi saat mereka mulai menjaili dan bertingkah konyol, itu kelewatan.
Bahkan bagiku! Aku harus keluar.
Kubuktikan.
Aku tahu mereka di mana. Waspadalah.
Persembunyian mereka penuh lelucon. Ayo.
Kau menjailiku.
Maaf. Sudah kubilang akan ada lelucon.
Ular!
Koyote!
Aku tak tahu ada ular bohongan. Sungguh.
Rasanya seperti pengejaran sia-sia.
Kita mencari Trio Usil ke mana pun, tapi malah dijaili.
Memang ada banyak lelucon, tapi sumpah, aku tak tahu soal itu.
Meski itu agak lucu. Ayo terus cari.
Mungkin kita harus cari Matahari sendiri.
Ya, kurasa Koyote hanya akan menjaili kita.
Bisa cari Matahari dengan mata-elangmu?
Baik! Aku segera kembali.
Cahaya itu mirip Matahari. Ayo!
Setidaknya kau masih bersamaku, 'kan, bunga?
Bunga bohongan.
Kalian lihat ini?
Lupakan saja.
Itu Matahari. Kita menemukannya.
Lihat.
Koyote benar tentang satu hal, Trio usil itu sungguhan.
Berkumpul. Saatnya beraksi, dan aku punya rencana.
Kutandai X merah besar di tanah dan menaruh lasagna serangga.
Sukma suka itu.
Eddy, buat sangkar dari stik.
Kodi, jatuhkan sangkar dan jebak mereka.
Baik. Jika mereka terjebak, kita bisa selamatkan Matahari.
Lihat! Ada lasagna serangga yang bisa dipakai.
Tunggu, dari mana asalnya? Apa X merah ini selalu ada di sini?
Tidak!
Kalian pikir kami bisa dijebak dengan lasagna serangga?
Kami ahli dalam lelucon lasagna serangga.
Hei, mereka pikir kita amatiran.
Kami selalu lebih unggul dari kalian.
- Siapa kalian? - Kami Spirit Rangers.
- Kembalikan Matahari. - Tidak. Dia tetap bersama kami.
Dan ingat, kalian takkan pernah bisa mengalahkan Trio Usil!
Mereka terlalu licik.
Matahari takkan kembali, kecuali kita berpikir seperti sukma usil.
Aku tahu harus bertanya pada siapa. Ayo!
Ular bohongan. Oh, tidak!
Spirit Rangers, kalian kembali.
Koyote, kau benar. Pelakunya Trio Usil.
Mereka menculik Matahari, dan… Tunggu.
Sedang apa kau dengan ular bohongan itu?
Tidak. Ini tak seperti kelihatannya.
Aku tak berniat menjaili.
Aku mungkin sukma usil, tapi aku teman kalian. Percayalah.
Aku menikmati sedikit lelucon sesekali
Baiklah, jadi aku sukma usil Yang suka menjaili
Tapi dalam hal pertemanan Aku kokoh seperti beton
Aku ada untukmu Dan itu bukan lelucon
Kulakukan keisengan Agar dapat pujian
Sukma usil paling licik Di aula ketenaran
Tapi persahabatan itu janji Yang tak kujadikan guyon
Aku ada untukmu Dan itu bukan lelucon
Ada saatnya aku menjadi serius
Saat semua lelucon akhirnya berakhir
Dan saat kau butuh bantuanku Aku selalu serius
Karena kita berteman dengan serius
Sumpah kau bisa memercayaiku Dan aku takkan menipu
Aku ada untukmu Dan itu bukan lelucon
Maaf kami tak percaya kau.
Aku bisa usil, tapi tidak saat teman butuh bantuan.
Ular bohongan!
Tunggu. Lelucon ini menyebabkan kekacauan, mungkin itu pun bisa menyelesaikannya.
Kini pikiranmu bak sukma usil. Aku tahu cara menjaili mereka.
Hei, Nak.
Pergi! Matahari takkan dikembalikan, paham?
Matahari tak perlu dikembalikan.
Dia sudah diselamatkan.
Usaha yang bagus. Tak ada yang bisa mengungguli kepintaranku.
Lihat saja sendiri.
Apa?
Bagaimana bisa?
Mustahil!
Indah sekali.
Siapa yang melepas Matahari?
Aku tak melakukannya. Aku sibuk memikirkan wortel.
Wortel bayi, dan wortel ungu, dan…
Hentikan!
- Tidak! - Hentikan dia!
- Dia terus terlepas dari cakarku! - Minggir!
Cepat! Mereka tak lihat!
Astaga. Terima kasih, Spirit Rangers.
Hei, Sukma Usil. Apa kalian rindu aku?
- Koyote? - Sedang apa kau?
Hanya melakukan keahlianku. Lelucon.
- Itu bukan Matahari! - Tidak!
No comments yet. Be the first to leave one.