The first 200 lines.
Bagus!
Tangkap aku!
Astaga!
Apa-apaan itu? Cuaca terlalu cerah untuk itu.
Ayah! Padahal tadi aku mulai terbawa suasana!
Maaf, Ayah rasa petir pun tidak bisa menghentikanmu.
Lupakan saja. Aku tidak mau berfoto lagi.
Apa? Kau mau ke mana?
Halo?
Aku Lee Ui-yeong. Kita bicara di telepon tadi.
Pak Lee?
Pak Lee?
Pak Lee.
Astaga!
Astaga, maafkan aku!
Maafkan aku!
Tae-seop!
Sedang apa kau di sini?
Ui-yeong?
Kau datang untuk menemuiku?
Apa? Aku?
Tidak, aku datang untuk bekerja.
Apa kau...
Lee Eun-ho?
Aku CEO HOME.
Begitu rupanya.
Kau CEO Home... Apa?
Ayah! Ada wanita di tenda Paman!
Apa maksudmu?
EPISODE 4
Terima kasih.
Jadi, kalian berdua CEO.
Siapa namamu?
- Lee Sua. - Sua.
Dia putriku. Usianya tujuh tahun.
Jadi, kau sungguh tidak tahu dia CEO HOME?
- Ya. - Tapi kalian berdua pergi kencan.
Aku punya bisnis desain interior, HOME, dengan teman dekat.
Desain interior?
Kau pasti sangat dekat dengan temanmu.
Kurasa begitu.
- Astaga. - Tapi kau tahu, bukan?
- Ya. - Benarkah?
Kau bisa saja memberitahuku lewat SMS atau telepon singkat.
Maka keadaan tidak akan seburuk ini.
Kukira kau akan tahu jika kita bekerja sama.
Namun, keadaan tidak berjalan lancar.
Benar, itu salah kami.
Bagaimana kau tahu kami ada di perkemahan ini?
Apa kau menguntit kami?
Tidak, aku melakukannya dengan cara biasa
seperti orang biasa.
Terima kasih.
Permisi! Halo.
Kau tahu bosmu pergi ke Chuncheon bagian mana?
- Apa? - Aku harus bicara dengannya.
Dia akan menyesal jika tidak mendengarkanku.
Aku
ingin memberi tahu kalian
aku sangat menyesal.
Insiden ini mengajariku
kurangnya rasa hormat berasal dari terlalu lunak ke diriku sendiri.
Aku juga sangat menyesal telah menjiplak desain kalian.
Aku sudah membaca artikelnya. Hotel juga tidak tahu.
Kami tak tahu.
Tapi ini tidak akan terjadi
andai kami memeriksa latar belakangnya.
Aku tidak menduga kau sungguh akan datang.
Kau baik sekali.
- Kau membuatku terlihat buruk. - Sama sekali tidak.
Tentu saja, Tae-seop yang terjaga semalaman untuk proposal itu.
Tapi kami akan menerima
permintaan maafmu.
Terima kasih banyak.
Saatnya langsung ke intinya
dan memberi tahu mereka aku punya proposal baru.
Aku harus meyakinkan mereka bahwa mereka harus setuju
karena aku punya solusi sempurna untuk semua orang.
Aku harus memberi tahu mereka, tapi...
Aku tahu aku harus...
Aku tahu, tapi...
Aku tidak bisa memulainya.
Ada lagi yang ingin kau katakan?
Begini...
Aku punya hadiah!
Aku membawanya dari hotel.
Ini sempurna untuk meja ini.
Ini daging.
Lalu, Sua.
Aku bahkan menyiapkan cokelat.
Tampak enak, bukan?
Ya, tidak sopan membahas kesepakatan baru
saat aku baru minta maaf.
Aku akan menceriakan suasana dan membangun hubungan dahulu.
Kurasa kita tidak perlu berbelanja nanti.
Aku akan memberi tahu mereka nanti.
Kau sudah datang jauh-jauh. Ikutlah makan malam dengan kami.
Ada yang bisa kubantu?
Sama sekali tidak! Duduk saja.
Kami tidak bisa membuatmu bekerja.
Ini.
Jadi, apa rencanamu sekarang?
Kau menunggu pesannya.
Jalan-jalanlah di tepi sungai dan cari udara segar.
Aku akan membawa ini.
TERSEDIA KAYU BAKAR
Semuanya sudah beres di sini.
Semoga berhasil, Ui-yeong!
- Hyun-min. - Ya?
Kurasa aku tidak akan mendapatkan kontrak tetap, ya?
Belum ada yang tahu. Terlalu dini untuk mengatakannya.
Mau makan malam? Serta minum soju?
Lain kali saja.
Sae-byeok
makanlah makanan enak, tontonlah film bagus
dan jangan banyak berpikir selama akhir pekan.
Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi.
- Baiklah. - Semua akan baik-baik saja.
Sua, biar kurekam untukmu.
Tidak usah.
Kau bahkan tidak tahu betapa hebatnya aku.
Aku videografer yang hebat.
Apa maumu? Sorotan vertikal? Jarak dekat?
Atau video penampilan?
Rupanya kau paham soal video.
Kalau begitu, buat saja aku terlihat langsing.
Bermainlah denganku jika kau menyukainya, ya?
- Baiklah. - Baiklah!
Kau ingin terlihat langsing?
Kau terlihat seperti model!
Mungkin bisa lebih baik.
Tunggu.
Ikut aku.
Baiklah.
Sempurna. Lihat aku.
Kau manis sekali!
Apa kau menyukainya?
Ini sempurna untuk cuaca hari ini!
Berbaliklah dan lihat! Benar.
Sempurna.
Ke sini, ke bunga! Ya!
Mendekatlah sedikit.
Di sana. Sempurna!
Kau ingin melihatnya?
Lihatlah. Apa kau menyukainya?
Ya.
Aku hebat, bukan?
Itu Paman!
Paman!
SAYANGNYA, TIDAK ADA PESAN BARU
DUA PULUH DELAPAN ORANG MENYUKAIMU!
KAU SENGGANG HARI INI?
Aku sudah lembap
tapi tidak ada yang bisa ditemui!
Aku sedang tidak ingin melihat-lihat lagi.
Haruskah aku membaca komik saja?
DISKON BESAR
Aku ingin membeli buku komikmu.
Apa itu sudah kuno?
Ini benar-benar saatnya berpamitan.
Aku akan melakukan yang terbaik dan menagihnya sesuai nilaimu.
"Kuno"? Maksudmu klasik.
Ini mahakarya yang bisa menginspirasi orang kapan saja.
Apa ada banyak karakter tampan juga?
Ya, ilustrasinya luar biasa.
Baik, bisakah kita bertemu hari ini? Aku ingin segera melihatnya.
Aku akan memeriksanya langsung dan membayar.
Hari ini?
Dia akan membaca komik terbaik.
Baiklah!
Ui-yeong, apa yang suka kau masukkan ke hot pot-mu?
Aku suka suun dan yubu. Bagaimana denganmu?
Aku suka jamur salju dan tahu kering.
- Benarkah? - Sua!
Apa kau memanggil namanya?
Kukira kau malu!
Tidak.
Kau mau menyiapkan makan malam, Tae-seop?
Ya.
Ini, Sua.
Letakkan di sana.
Aku bisa membantumu membawanya.
Bagaimana dia tahu sepatuku basah?
Bagus.
Ini sangat segar.
Sua-ku sudah besar.
Lihat.
- Kau baik-baik saja? - Astaga.
Berikan kepadaku. Biar aku saja.
Baiklah.
Maaf, aku hanya ingin membantu.
Aku tahu kau merasa tidak enak, tapi duduklah.
Ini api. Berbahaya.
Ya, Ui-yeong, kemarilah.
Berikan jusku.
- Ayah seperti berutang kepadamu. - Terima kasih.
Satu lagi.
- "Tolong." - Tolong.
Ui-yeong, kenapa wajahmu merah sekali?
Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.