The first 188 lines.
Mau makan tteokbokki?
Boleh.
KALIAN INGIN KELUAR KE DUNIA NYATA, 'KAN?
Halo, Pak.
- Eui-ju! Kau masih di sini? - Ya.
Aku mau mampir ke perpustakaan.
Lagi memikirkan sesuatu?
Kurasa
wali kelasku tak menyukaiku.
Kenapa?
Sejak salah paham soal rekaman itu,
sepertinya dia membenciku.
Tak mungkin.
Itu benar.
Aku dibuat malu di depan semua orang dengan menanyakan nilai matematikaku.
Lalu aku disuruh menulis permintaan maaf karena benci matematika.
Kini aku dapat poin minus karena alasan konyol.
Dia tak mungkin asal melakukan itu.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa besok.
Hei, Yoon!
Kukira kau mau mengambil Matematika Diskret bareng.
Tidak.
Akhirnya jelek.
Tae-ha tak sanggup merelakan Si-on pergi.
Si guru matematikaโฆ
Maksudku,
Ju Si-on.
Kau pantas dihajar.
Ini bakal sakit.
Salahkan saja kepribadian orang yang kau tiru itu.
Bagus.
TATAPANNYA PENUH OBSESIโฆ
Hei, Ju Si-on!
TAE-HA MEMUKUL SI-ON
- Ayo. - Kau berdarah.
- Tak apa-apa. - Tunggu.
Satu pukulan tak cukup. Pukul lagi.
Apa?
- Lagi? - Sekali lagi?
Tunggu!
Nah, begitu.
Pas sekali.
Itu lebih bagus!
Ini luar biasa.
Mana mungkin kusimpan sendiri?
Apa kuunggah saja?
Ya, 'kan?
Kalian ingin keluar ke dunia nyata, 'kan?
Kalau aku saja seheboh ini,
kalian pasti lebih heboh lagi.
- Lakukan! - Lakukan!
- Lakukan! - Lakukan!
- Lakukan! - Lakukan!
Apa kuunggah saja?
Takkan ada yang tahu.
KIRIM PROYEK BARU
- Kita akan keluar ke dunia nyata! - Kita akan keluar ke dunia nyata!
DULU KITA BERTEMAN
APA KACAMATANYA SEPENTING ITU?
EPISODE 4
Separah itu, ya?
Nanti membaik.
Siapa mau ambil kacamata yang tak bisa dipakai?
Itu dia!
Di atas pohon.
Kau bilang kau melemparnya.
Jika tak ada di tanah, pasti di pohon.
Aku kepikiran itu, jadi kucari saat pulang.
Tidak ada juga.
Terus, ke mana hilangnya?
Apa diambil merpati untuk dijadikan sarangnya?
Ya!
Katanya burung murai dan sejenisnya suka benda berkilau.
Konon, kadang mereka ambil untuk menghias sarang.
Buat saja yang baru.
Masalahnya, tak semudah itu membuat yang baru.
Kau sudah selesai?
Makannya sedikit sekali.
Kacamatanya di sarang.
Dia kenapa?
Kurasa dia sakit.
Kurasa aku harus izin sakit.
Baik, akan kusampaikan ke sekolah.
Istirahatlah.
Tumbang gara-gara kacamata.
SMA PUTRI MURIM
Pak Ga tidak enak badan,
jadi saya yang mengajar hari ini.
Mari kita absen dulu.
- Kim Ga-yeong. - Hadir!
Kim Dan-ji.
- Hadir! - Kim Young-jae.
Hadir.
- Oh A-rin. - Hadir.
Semoga wali kita diganti.
- Choi Yu-mi. - Pasti seru jika wali kita Dong-ju.
- Ya, 'kan? - Ya.
- Jeon Ji-min. - Hadir.
Padahal, dia tampak sehat kemarin.
Mungkin dia bolos karena jalan dengan pacarnya.
Luar biasa.
Dia dihukum karena kejam pada Eui-ju.
Dia seenaknya mengurangi nilai sahabatku.
- Ya, 'kan? - Ya.
Imutnya.
- Jenny, kau pernah diet? - Kenapa?
Halo, Pak Ga. Bapak baik-baik saja?
Ya ampun! Jaga kesehatan, ya, Pak.
Jangan khawatirkan kami.
Aku akan beri tahu teman-teman di kelas.
Baik. Selamat istirahat.
Saya menjelaskan konsep Teorema Rolle.
Jika kita masukkan satu di siniโฆ
Jika kita masukkan lima di siniโฆ
Bagus.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Akhirnya selesai.
Aku mengantuk.
Aku mengantuk.
Teman-Teman, mohon perhatiannya.
Apa Pak Ga juga absen besok?
Batas pendaftaran ekstrakurikuler paling lambat besok, jangan lupa.
Itu saja.
- Dia tak memedulikanku, ya? - Ya.
Aku mau ke akademi seni.
Dah.
Apa dia benar-benar sakit?
Itu bukan urusanku.
KACAMATA HILANG
Kalau begini terus, dia harus cuti.
Apa kata dokter?
Dia harus tetap istirahat.
Jika dipaksakan, mata satunya bisa ikut rusak.
Halo.
Itu formulir pendaftaranmu?
Kacamata Pak Ga kenapa?
Beginiโฆ
KACAMATA HILANG
Apa kacamatanya sepenting itu?
Itu kacamata khusus.
Dia sempat memaksakan diri, tapi akhirnyaโฆ
Akan butuh waktu lama untuk membuat yang baru.
Saya cukup khawatir.
Gawat!
Hei!
Ga-yun!
- Stop! - Ada apa?
Aku mau pinjam sepedamu sebentar.
- Sepedaku? - Nanti kukembalikan. Cepat!
- Baiklah. - Cepat!
Terima kasih.
Minggir!
Hei!
Hei!
Hei!
Astaga!
Tunggu!
Tidak!
Ayolah!
Tunggu!
Stop!
Hei! Kumohon!
Hei!
Hei!
Hei!
Tolonglah!
Mau sampai sejauh mana?
Tolong berhenti!
Paman!
Apa-apaan kau? Itu berbahaya!
Maafkan aku.
Tapiโฆ
Paman harus membantuku.
Guruku bakal mati tanpa itu.
Apa maksudmu?
Beginiโฆ
Aku membuang kacamata guruku ke tempat sampah.
Tanpa kacamata itu, dia akan mati.
Bisakah Paman membantuku?
Kumohon. Ada di dalam situ.
Kumohonโฆ
TPA KOTA
Kau yakin ada di sini?
Ya, aku membuangnya kemarin.
Kenapa kau buang?
Aku tahu.
Kenapa kau cari lagi?
No comments yet. Be the first to leave one.