The first 200 lines.
ERI (28) DAN MASASHI (36)
BERPACARAN SELAMA 3,5 TAHUN, LALU PUTUS 11 BULAN LALU
AMI (24) DAN KOHEI (25)
BERPACARAN SELAMA 2,5 TAHUN, LALU PUTUS 16 BULAN LALU
ARISA (23) DAN KYOHEI (23)
BERPACARAN SELAMA 8 BULAN, LALU PUTUS 8 BULAN LALU
TRANSIT CINTA
- Selamat pagi. - Pagi.
Lihat.
Kukuku berkilau.
Tunjukkan kukumu.
- Ini! - Manisnya.
Tunjukkan.
Cantik sekali.
- Manis. - Desainnya bagus.
- Sungguh manis. - Bagus sekali.
- Itu kuku magnet? - Ya.
Itu kata ahli manikurku.
- Selamat pagi. - Hai.
Kalian di sini saja hari ini?
Aku akan di sini saja.
Ada yang mau pergi?
Ya, Arisa juga. Ayo pergi.
- Tentu. - Bagus.
- Tampan sekali. - Ya.
- Kau potong rambut? - Kohei yang memotongnya.
Dia mencukur yang pinggir dan belakang.
Berkat sang penata rambut hebat.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Sampai nanti.
Ayo makan steik.
Beri aku steik.
Aku bersikap konyol.
- Ayo minum kopi dan mengobrol. - Ayo.
Kau sering keliling naik mobil?
Saat awal kuliah.
Baiklah.
Namun, sudah jarang, aku tak bisa menyetir.
Sungguh? Kau tak bisa menyetir?
- Aku tak bisa. - Tak punya SIM?
Aku mau, tetapi tak punya waktu.
- Itu tak perlu. - Sungguh?
Hubungi aku jika butuh tumpangan.
Kejutan pertama.
Apa itu?
Astaga. Apa itu?
Putih, warna favoritmu.
- Apa ini? - Itu teh susu.
Luar biasa!
Kau beli botolnya juga?
- Ya. - Hore!
- Apa? Sungguh? - Ini pria yang menyiapkan bar.
- Benar. - Bar kolam malam itu.
Itu dia.
- Sudah sampai. - Terima kasih sudah menyetir.
- Pemandangannya indah. - Ya.
Ini menyenangkan. Aku suka tempat seperti ini.
Ini lezat.
Ini enak.
- Pilihan tepat, bukan? - Ya.
- Jangan tertawa. - Mentertawakan apa?
Kudapan rendah karbo.
- Kau membuatnya? - Tampilannya buruk.
Kau membuatnya sendiri?
- Tadi pagi. - Boleh kucoba?
- Dia luar biasa. - Mustahil!
Apa ini? Kue bolu?
Ini kue bolu kering.
Seharusnya tak kubuat setipis ini.
Ini enak.
Aku belum pernah membuat kue.
Sungguh?
Ini kali pertamaku.
Kau baik sekali. Kue pertamamu.
Ya.
Ini pertama kali untuknya, tetapi dia berusaha. Itu manis sekali.
Aku akan senang dengan apa pun yang dia buatkan untukku.
- Berhentilah mendesah. - Apa?
Itu menjauhkan kebahagiaan.
Rasanya seperti hantu memberatkan bahuku.
Terasa berat.
Kau mungkin dikutuk.
- Hentikan. - Dikutuk?
- Itu komentar macam apa? - Ada apa, Luca?
Sebaiknya kau hati-hati.
Aku harus bersiap-siap.
Untuk apa?
Aku tak bisa pergi seperti ini.
- Kau mau pergi? - Ya.
- Untuk makan siang. - Sungguh?
- Kau mau pergi. Baiklah. - Ya.
Nanti aku bergabung.
- Kita berangkat? - Ya, mari.
Ayo berangkat.
- Kau harum sekali. - Sungguh?
- Selalu. - Sungguh?
Aku suka mobil. Aku bisa berlama-lama naik mobil.
- Ayo? - Ya, ayo lakukan itu.
Kita lihat akan sampai mana jika kita lurus terus.
Itu seru. Aku sering melakukan itu.
- Sungguh? - Ya.
Dahulu aku sering melakukannya.
- Sungguh? - Ya.
Kapan kau berhenti menyetir?
Saat aku dan teman-temanku sudah bosan.
Itu lucu.
Menaiki bukit ini?
- Ini tempatnya? - Ya.
TAMAN INGGRIS YOKOHAMA
- Astaga. - Luar biasa.
- Ini cantik sekali. - Bagus.
Ini bagus sekali.
Cantiknya.
- Bagus sekali. - Ya.
Bunganya cantik.
- Aku mau rumah dengan taman seperti ini. - Kedengarannya bagus.
Ini sangat menenangkan.
Aku suka aroma hujan dan tanaman.
Ya.
Berdirilah di sana.
Kau serius?
Aku tidak suka, tetapi akan kulakukan.
Aku malu sekali.
Berjalanlah di depanku.
Cantik.
- Aku seperti gadis yang sedang kencan? - Tentu.
Ini dia. Aku mau bunganya terlihat di belakang kita.
Senyum.
Kita agak berjauhan.
- Aku senang kita ke sini. - Aku juga.
Menurutmu aku bisa beli ini dari toko bunga?
Mungkin.
Aku mau.
Ayo lakukan kegiatan seru.
Silakan.
Tangkap topiku dengan kepalamu.
Kau gagal.
- Dia tak tersenyum. - Kohei!
- Hampir saja. - Ini bodoh.
Itu dia.
- Hujannya menyenangkan, bukan? - Tentu.
Cantik sekali.
- Kau mencampurnya? - Tidak.
Kau mau coba?
- Nanti. - Baiklah.
- Kau senang ada di acara ini? - Ya.
Awalnya aku bertanya-tanya apa aku ingin rujuk dengan X-ku.
Namun, kini, aku mulai mengenal semua orang
dan kepribadian mereka.
Saat berkencan denganmu...
Aku pun merasa sama dengan kencan kita di Daikanyama,
aku merasa sangat nyaman.
Sungguh? Aku senang.
Kau membuatku nyaman dan senang.
Terus terang, aku tertarik kepadamu.
Sungguh?
Yang kusuka darimu adalah kau tahu siapa dirimu.
Kau jarang bicara di grup,
tetapi kau jujur kepada diri sendiri, dan tak terburu-buru.
Kau bisa menikmati semuanya.
Kau menemukan kebahagiaan dan humor bahkan dalam hal sehari-hari.
Aku suka itu.
Terima kasih.
Itu yang sangat kusukai darimu.
Kau yang paling membuatku tertarik.
Aku mau bicara serius tentang hal yang lebih penting.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Pergi bersama...
Aku akan suka jika kita bisa lebih sering bersama.
Tentu. Ayo lakukan itu.
Ini hampir habis.
- Boleh kucicipi? - Silakan.
- Maaf. Sisanya sedikit. - Ada kopi susu.
- Habiskanlah. - Sungguh?
Terima kasih.
Enak, bukan? Bagian itu enak sekali.
- Ya. - Aku senang.
Kita sekarang memasuki paruh kedua Transit Cinta.
- Ini tamu baru kita, Megumi. - Selamat datang.
Ada yang kau suka?
Kyohei...
Sepertinya dia tak bisa mengendalikan diri.
Semoga dia bisa lebih kuat.
- Mari ulas situasinya. - Ya.
Sudah diungkap bahwa Eri dan Masashi adalah X.
Lalu Ami dan Kohei, serta Arisa dan Kyohei.
Berdasarkan kencan mereka di tempat yang penuh kenangan,
kita juga tahu Mai dan Daiki, serta Luca dan Yoshihito adalah pasangan.
Namun, kita belum tahu detailnya.
Kita akan tahu yang terjadi dalam hubungan mereka.
Mai selalu tampak sangat bahagia.
Sulit menebak perasaannya yang sesungguhnya.
Benar.
COZUMEL RESTORAN & BAR
- Duduklah di sana. - Di sini?
- Di sini. - Terima kasih.
- Bersulang. - Bersulang.
Ini manis dan lezat.
Ini asam dan lezat.
Ini enak sekali.
No comments yet. Be the first to leave one.