狼と香辛料 MERCHANT MEETS THE WISE WOLF
The first 184 lines.
KARYA ORISINAL OLEH ISUNA HASEKURA
- Pencatat sejarah? - Ya. Apa di kota ini ada?
Maksudmu orang-orang yang dibayar oleh bangsawan dan gereja
untuk menulis diari tentang kota?
Mereka mencatat sejarah, bukan menulis diari.
Sama saja.
Mereka hanya duduk dan menulis seharian, dan mereka minta dibayar untuk itu.
Aku sungguh tak suka.
- Jadi, tidak ada? - Seingatku ada satu.
Tapi tampaknya orang ini lari dari sebuah biara
setelah dituduh melakukan bidah.
Aku hanya mau menanyakan beberapa hal.
Aku mau lebih tahu tentang dongeng dan legenda dari utara.
Minatmu aneh, ya.
Aku tidak mau tiba-tiba mampir.
Apa kau kenal orang yang bisa menjadi perantara?
- Kau pasti mau orang dari Rowen, 'kan? - Ya.
Ada pedagang bernama Gi Batos yang merupakan veteran di serikat.
Dia orang yang pemberani.
Dia berbisnis dengan orang-orang yang dijauhi oleh penduduk kota ini.
Jadi, aku yakin dia cukup mengenal pencatat sejarah itu.
- Aku akan kenalkan dia kepadamu. - Tolong, ya.
Aku juga berencana pergi ke Nyohhira.
Apa kau bisa menanyakan jalan dan medannya kepada pelanggan dari utara?
Itu bukan masalah.
- Akan kutanyakan. - Aku berutang kepadamu.
Aku tahu lebih baik dari meminta ganti untuk hal sekecil ini.
Lalu apa aku bisa minta satu hal lagi?
Ha? Apa lagi?
Aku mencari roti yang enak.
Apa kau bisa beri tahu ke mana kau mengantar gandummu?
Baunya lezat...
Bagaimana perasaanmu?
Aku lapar.
Sudah kuduga kau akan bilang begitu. Jadi, aku membeli roti gandum yang mahal.
Kau tidak akan makan?
Tidak apa-apa. Aku sudah mencobanya tadi.
Begitukah?
- Hei... - Hmm?
Apa kita bisa pergi ke festival sekarang?
Maaf, tapi belum bisa.
Apa kau bisa berhenti melakukan itu, walaupun hanya iseng?
Sudah kuduga, tingkah seperti ini ampuh kepadamu.
- Aku akan mengingatnya. - Ayolah...
Hei, apa aku tidak boleh pergi ke kota sendiri?
Kalaupun aku bilang "tidak", pasti kau akan tetap pergi.
Memang benar, tetapi...
Oh, benar juga.
Aku sedang tidak punya uang kecil, tapi...
Jangan terlalu boros.
Ada apa?
Aku jadi berpikir, mungkin tidak sepadan jika aku pergi sendiri.
Urusan apa yang harus kau lakukan?
Jika kau bisa mengajakku, akan kukembalikan ini.
Yah, itu...
Sebenarnya, aku akan bertemu dengan orang.
Kalau kita tidak bisa terlihat bersama, aku akan menjaga jarak.
Jadi, apa kau bisa mengajakku?
Aku benar-benar minta maaf,
tapi mungkin aku juga harus pergi ke tempat lain.
Bisa saja nanti kau menunggu lama sekali.
Seharusnya semua akan selesai besok.
Apa kau bisa bersabar dan sendirian dulu hari ini?
Yah, aku juga tidak mau menghalangimu.
Baiklah, aku akan berkeliling sendiri.
- Maafkan aku. - Omong-omong,
kalau aku kembali dengan orang lain, maukah kau tinggalkan kamar ini demi aku?
Setelah aku melihat wajahmu yang manis,
aku bisa bersabar sendiri hari ini.
Kau ini...
Yah, untuk saat ini, tidak ada yang bisa menandingi pelukanmu.
- Jadi, tidak usah khawatir. - Baiklah...
Kota itu menyembah dewa serigala Pagan...
Dan kota ini, Yoitsu, tampaknya dihancurkan
oleh seekor beruang raksasa.
Belum tentu itu benar.
Oh, kau akan tahu begitu melihatnya.
Dia pria besar yang terlihat seperti peti gepeng.
Tuan Lawrence?
Terima kasih atas penginapannya.
Bukan masalah.
Kudengar kau memesan banyak ikan. Terima kasih banyak.
Rekanku, yang sangat pilih-pilih makanan, memujimu
karena memiliki mata yang tajam untuk ikan.
Senang mendengarnya!
Aku berjanji akan menemukan lebih banyak hal yang bisa kau nikmati.
Omong-omong, apa rencanamu setelah ini?
Aku mau bertemu Tuan Batos dan menanyakan beberapa hal.
- Begitu, ya? - Apa ada masalah?
Ya... Sebenarnya, aku mau mengajakmu berkeliling kota.
- Mengajakku? - Ya.
Pasti Tuhan menghendaki kita bertemu di sini.
Dan aku yakin mengobrol dengan pedagang keliling
akan memperluas wawasanku.
Aku jadi ingat, rekanku, Holo,
ribut karena mau berjalan-jalan di kota tadi pagi.
Kalaupun kau tidak bisa, aku masih bisa mengajak Nona Holo!
Oh, aku tidak mau merepotkanmu.
Sejujurnya, pekerjaanku sudah selesai. Jadi, aku sedang luang.
Kalau sendiri, aku pasti menghabiskan uangku untuk minum-minum.
Jadi, aku mau mengajaknya berkeliling!
Benarkah? Tapi masalahnya, dia bukan tipe yang menurut
kalau aku menyuruhnya diam di penginapan. Jadi, aku tak tahu apa dia masih di sana.
Aku juga perlu membicarakan pembelian dengan penginapan itu.
Jadi, aku akan ke sana. Kalau dia ada, aku akan memintanya.
- Terima kasih. - Bukan apa-apa.
Lain kali, biar aku mengajakmu juga.
Apa kau Tuan Kraft Lawrence?
- Kau... - Aku Gi Batos.
Kudengar kau mencari pencatat sejarah
karena ingin mendengar dongeng dari utara.
Ya, itu benar.
Itu minat yang sangat menarik.
Apa kau berencana menggunakannya untuk bisnis?
Tidak, bukan begitu.
Ini hanya minat pribadi.
Begitu, ya?
Seleramu bagus, untuk anak muda.
Baru-baru ini, aku juga tertarik dengan hal seperti dongeng.
Setelah puluhan tahun mengunjungi tempat-tempat yang sama untuk bisnis,
suatu hari, aku berpikir...
Dunia yang kukenal sangat kecil.
Tapi bahkan dalam dunia yang kecil itu,
orang-orang sudah datang dan pergi selama berabad-abad.
Dan tentu saja, aku tidak tahu apa yang terjadi pada saat itu.
Karena itu, walaupun hanya cerita, aku mau mempelajari
dunia yang tidak bisa kulihat
dan kejadian dari zaman dahulu
yang dengan nakalnya disembunyikan oleh Tuhan dari kita.
Aku agak mengerti perasaan itu.
Saat aku masih muda,
aku hanya memikirkan cara mendapat untung.
Kalau dulu aku cukup dewasa untuk berpikir seperti itu,
hidupku pasti akan jauh berbeda.
Aku iri padamu karena sudah berminat seperti itu sedini ini.
Ini hanya minat pribadiku saja.
Em, orang yang tinggal di sini...
Ya, wilayah ini adalah tempat tinggal mereka yang melarikan diri dari gereja.
Ahli alkimia...
Betul.
"Mungkin di kota ini mereka bukan kriminal,
tapi di tempat seperti Ruvinheigen, mereka pasti langsung digantung."
Semua orang berpikir begitu.
Tapi semua orang di sini sangat ramah.
Apa ini belerang?
Oh, kau juga berbisnis dalam batu penyembuh?
Tidak, aku hanya tahu sedikit.
Yah, pengetahuan adalah senjata seorang pedagang.
Kau berlebihan.
Ada banyak burung, ya?
Tidak semua udara beracun memiliki bau tidak enak.
Berhati-hatilah kalau tiba-tiba semua burung mati.
Tuan Batos, apa berbisnis dengan ahli alkimia menguntungkan?
Sepertinya penuh dengan risiko.
Di samping emas, perak, dan tembaga,
mereka bahkan juga membeli besi, timbel, timah, merkuri,
belerang, dan fosforus.
Besi dan timbel, ya?
Itu lebih normal dari yang kukira.
Orang cenderung mengira bahwa ahli alkimia seperti penyihir,
tapi sebenarnya mereka tidak berbeda dari perajin emas.
Walaupun beberapa memang mempelajari ilmu sihir.
Baiklah...
Tapi aku hanya pernah mendengar tentang mereka melalui rumor.
Begitu, ya...
Tidak perlu gugup begitu. Dia orang yang sangat ramah.
Baiklah.
Permisi.
Oh, ternyata kau, Tuan Batos?
Senang bertemu denganmu lagi. Syukurlah kau terlihat sehat.
Seharusnya aku yang bilang begitu.
Sulit dipercaya kau tidak apa-apa setelah menjelajahi pegunungan Hyoram.
Tuhan pasti sangat menyukaimu.
Oh, pria yang tampan sekali.
Tapi dari raut wajahmu, kau pasti mengira aku penyihir.
Tidak, bukan begitu!
Dia pedagang keliling...
Namaku Kraft Lawrence.
Aku datang untuk menemui Tuan Dian Rubens.
Apa dia ada di rumah?
Oh, kau tidak memberitahunya, Tuan Batos?
- Aku Dian Rubens. - Ha?
Terdengar seperti nama pria, bukan?
Tolong panggil aku Diana.
No comments yet. Be the first to leave one.