Love Me

Love Me (러브 미)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

[π‚π¨πŸπŸπžπžππ«π’π¬π¨π§] π‹π¨π―πž 𝐌𝐞 π’πŸŽπŸπ„πŸŽπŸ• 𝐖𝐄𝐁 π•πˆπ”
A Commentary by Coffee_Prison
π‘«π’–π’“π’‚π’”π’Š : πŸ“πŸ—:πŸ“πŸ || π‘Ίπ’–π’ƒπ’•π’Šπ’•π’π’† π‘Ήπ’†π’•π’‚π’Šπ’ 𝑽𝑰𝑼 || *ΰͺ‘ΰ±Ώα₯£Ι‘ოɑ𝗍 π–¬ΰ±Ώπ“£π—ˆπ“£π—π—ˆπ“£

Tags

webdl
Published on: 2026-01-09
Downloads: 16
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ayah pergi.

Baiklah.

Tolong beri makan Oscar, ya.

Baiklah, bersenang-senanglah.

Oscar, kenapa kamu lesu begini?

Apa kamu lapar?

Daniel, kamu...

Makanan Oscar...

Aku tidak suka wanita itu.

Ayah.

Tidak bisakah Ayah putus dengannya?

Kalau begitu, aku...

Apa aku kembali saja pada Ibu?

Dulu, saat pulang kerja, badanku lelah dan hatiku puas.

Akhir-akhir ini aku harus perhatikan raut wajah direktur. Aku tak nyaman.

Benar, 'kan? Pasien ibu hamil berkurang drastis.

Aku malah suka karena belakangan ini sepi.

Hei, kalau kamu bilang sepi, artinya kita tak butuh banyak staf.

Terutama kita.

Suasana hatiku sedang buruk dan tenagaku masih banyak.

Bagaimana kalau kita makan-makan bersama?

- Boleh. - Setuju!

- Aku juga setuju. - Kita mau ke mana?

- Aku mau usus panggang. - Aku ingin makan sate kambing.

- Mau sampai ronde berapa? - Ya, Do Hyun.

- Setidaknya harus tiga ronde. - Ya, ronde pertama sate kambing.

- Apa? - Aku baru saja selesai.

Sashimi juga boleh.

- Do Hyun, kamu mabuk di jam segini? - Ada apa?

Gawat.

Do Hyun.

Kamu baik-baik saja?

Maafkan aku.

Mau jalan-jalan sebentar?

"Aku baik-baik saja."

"Aku baik-baik saja."

Dia hanya terus berkata "Aku baik-baik saja."

Tapi,

mana mungkin ini baik-baik saja.

Itu semua sudah jelas.

Aku sungguh tidak tahu.

Tentu saja kamu tidak tahu.

Hal seperti itu tidak ada yang tahu.

Karena dia tidak bilang dan tidak menunjukkannya,

dia berusaha sekuat tenaga untuk menyembunyikannya.

Aku

ingin akrab dengan Daniel.

Kenapa?

Menurutmu itu tidak akan berhasil?

Bukan.

Aku...

Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.

Biar aku yang melakukannya.

Karena Daniel pasti punya cara dan waktunya sendiri.

Aku tidak tahu kapan atau akan seperti apa nantinya,

tapi aku harus jeli mencari kesempatannya.

Siapa tahu? Mungkin lebih cepat dari dugaan.

Aku sungguh

tidak menyangka Jun Kyung

akan berkata seperti itu.

Perasaan Daniel

tidak bisa aku apa-apakan

dan kamu pun akan kesulitan.

"Bagaimana jika kamu meninggalkanku?"

"Bagaimana jika kamu mencampakkanku?"

Itu yang kupikirkan.

Bicaramu seniman sekali.

Dramatis sekali.

"Gereja Katolik"

Dua orang dewasa, pria dan wanita lajang

menghabiskan satu malam bersama.

Atas dasar suka sama suka.

Apa masalahnya?

Itu...

- Itu, bukannya masalah... - Apakah itu hanya cinta satu malam?

Bukan, bukan, itu bukan sekadar main-main...

Kalau begitu, pastilah itu cinta.

Itu...

- Itu bukan cinta juga... - Yah...

Apa yang paling mengganggumu saat ini?

Kami bertemu pertama kali saat masih di taman kanak-kanak.

Lalu?

Maksudku,

bagaimana jika ini menjadi kacau dan persahabatan 20 tahun hancur?

- Aku mengkhawatirkannya. - Memangnya kenapa kalau hancur?

Ya?

Aku bertanya, memangnya kenapa kalau persahabatan 20 tahun itu hancur?

Itu...

"Umat"

Ada orang.

Hei, keluarlah.

Ya?

Kubilang keluar.

Sudah sebesar ini kamu masih saja dipukuli?

Ini bukan karena dipukuli, Pastor.

- Ini adalah tindakan pembalasan. - Astaga.

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, hal seperti ini pun mirip.

Apa?

Tidak usah memanggilku "Pastor." Panggil saja seperti biasanya.

Baiklah, Chang Sik.

Baiklah, jadi begini...

Ini soal antara cinta dan persahabatan, 'kan?

Kisah klasik yang membosankan.

Hubungan kami tidak sesederhana itu, tapi...

Waktu kamu masih sekolah

kamu tahu hubunganku dengan Jun Kyung, 'kan?

Apa itu bisa disebut hubungan?

Kalau menurutku...

Kakakku menolakmu, tapi kamu bilang ke orang-orang dia pacarmu,

lalu ibuku menyirammu. Hubungan seperti itu?

Di masa jayaku yang penuh semangat muda,

entah kenapa, aku menyerah pada Jun Kyung, bukannya menahan rasa malu

Apa?

Saat itu, aku memilih persahabatan.

Setelah bimbang antara cinta dan persahabatan.

Macam persahabatan yang hebat saja.

Hei...

- Kamu bukan tipe kakakku... - Diam.

Persahabatan, omong kosong.

Aku hanya tidak punya keberanian dan rasa percaya diri.

Itulah alasan seorang pecundang.

Kamu yakin tidak benar-benar menyukainya?

Kalau tidak suka, kenapa kamu khawatir?

"Ruang Pemimpin Redaksi"

Dia baik-baik saja.

Dasar bodoh.

Perhatian!

Meskipun ini mendadak,

staf pemasaran kita, Hwang Beom Jun

baru saja menyerahkan surat pengunduran dirinya.

Karena merasa bersalah, dia akan traktir kita malam ini.

Jadi, ayo kita semua berkumpul setelah kerja nanti.

Supaya dia bisa pamer kekayaan sebelum pergi.

Katanya akan mentraktir yang mahal!

Sampai jumpa nanti! Akan kutraktir makanan lezat!

Keren, 'kan?

Mengundurkan diri demi cinta dan ke Eropa tanpa rencana pasti.

Andai aku seusiamu, Beom Jun.

Ayolah, Pak. Belum ada kata terlambat.

- Tak punya nyali dan kemampuan. - Ini bukan soal kemampuan.

Hanya bisa untuk orang sepertinya yang bekerja hanya untuk iseng.

Jadi, kamu mau ke mana di Eropa?

Kekasihku bilang ingin mengunjungi Estonia,

jadi, sepertinya kami akan mulai dari tiga negara Baltik.

Tiga negara Baltik? Aku hanya mendengarnya di buku.

Di mana tiga negara Baltik itu?

- Dia benar-benar pergi? - Sungguh?

Sepertinya begitu.

- Dia masih saja menyangkal... - Astaga.

- Sudahlah. Hei, hentikan. - Astaga, kue!

Harus inisiatif seperti ini! Ini pesta perpisahan, bukan?

Ternyata kamu pergi membeli itu?

Selamat.

Semoga tur tanpa batasmu di Eropa bersama kekasihmu menyenangkan.

Aduh, Hye On, aku...

Benar.

Kamu hanya setia pada perasaanmu, akulah yang bodoh.

- Tunggu. - Ada apa?

Tapi, kenapa?

"Handuk Aneka, Spesialis Handuk Cenderamata"

Jangan bilang begitu! Lebih dari 300 pun pasti kami kerjakan.

Astaga. Diamlah. Aku sedang menelepon.

Bukan apa-apa. Ya, silakan lanjutkan. Ya.

Akan kami kerjakan pesananmu. Baik, terima kasih.

Astaga, Jin Ho!

Wah, kenapa datang tanpa mengabari dahulu?

Halo.

Ya, Pak. Aku baru saja kirim pesan, sudah diterima, 'kan?

Benar. Abu-abu, merah muda, putih, masing-masing seratus lembar.

Ya, aku butuh semuanya sebelum tanggal 15. Terima kasih.

Mohon dimaklumi, Jin Ho.

Kamu tahu sifatnya seperti apa.

Memangnya kenapa dengan sifatnya?

Sifatnya baik sekali.

Baik? Apa sekarang neraka sudah membeku?

Manusia itu harusnya...

Aku tidak berharap dia selembut handuk baru.

Tapi jangan keterlaluan juga, 'kan? Astaga, dia itu kasar sekali.

Setidaknya jangan sekasar handuk eksfoliasi.

Apa salahnya handuk eksfoliasi?

Kamu membuatku kaget.

Sejak kapan kamu di sini?

- Bagaimana tokonya? - Kosong. Karena itu, cepat kembali.

Apa?

Baik.

Jin Ho, aku akan segera berkunjung.

Saat kakakku membawamu pertama kali dan bilang akan menikah,

semua orang heboh menentangnya.

- Tentu saja begitu. - Benar, 'kan?

Mengingat usia kakakku dan dirimu saat itu.

Tapi apa kamu tahu, saat itu hanya aku yang setuju?

Tentu, aku tahu.

Kakakku bertanya, kenapa aku menyetujuinya.

Menurutmu apa jawabanku?

Aku bilang kamu terlihat kampungan, jadi, kamu takkan disukai wanita.

Jadi, kamu sama sekali tidak akan bisa selingkuh.

Dalam situasi seperti ini, apa yang bisa kukatakan?

Tapi, itu benar-benar salah paham. Sungguh.

Selagi kakakku masih hidup dan sehat,

memangnya kamu punya nyali untuk selingkuh?

Love Me subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Love Me

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle β€” sync, quality, typos.500 characters left