The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX
Ini tahun baru di kampung halaman, Chicago.
Salah satu keuntungan punya atap yang menghadap ke Wrigley Field
adalah kau bisa melihat Hari Pembukaan.
Bukan pertandingan pertama, melainkan saat orang-orang berselang besar muncul.
Maksudku penjaga lapangan!
Selama bertahun-tahun, aku dan tetanggaku menonton setiap pertandingan kandang
sambil berpesta dengan sosis dan kerang.
Astaga, itu masa-masa yang indah.
Sebagian besar geng lama pindah ke pinggiran kota atau dapat pekerjaan,
tapi aku masih di sini
dan tak ada yang bisa menghentikanku mempertahankan tradisi keren ini!
Taburi rumput itu, Bernice!
Bagus!
Bagus sekali, 'kan, Daniel?
Apa yang sedang kulihat?
Kru lapangan!
Sanchez makin ahli memakai garpu taman saat akhir musim.
Dia mungkin pakai doping.
Kakiku mati rasa.
Char dog solusinya.
Kurt! Atap ini untuk orang yang tinggal di sini
atau menikah dengan orang yang tinggal di sini,
sementara kau tidak!
Oke. Senang bertemu kau juga, Di.
Hai, Paman Kurt!
Mantan paman.
Aku cuma mau ambil panggangan.
Heidi mengadakan klub buku burungnya minggu depan.
Mereka membaca The Pelican Brief. Lagi.
Kau masih mengencani perempuan... Heidi! Apa kabar, Sayang?
Hai, Diane. Hai, Daniel.
Sialan! Aku harus menunggunya dingin.
Kurt, burungnya ada di mobil.
Oke, Sayang. Aduh.
Baik, selamat Hari Pembukaan. Dah!
Kini agak berat tanpa daging panas!
Hei, kita tak butuh makanan dan kehangatan untuk bersenang-senang.
Saat kubilang, "Kru," kau bilang, "Lapangan!" Kru!
Dingin!
Ya, putingku juga keras.
Bukan dengan cara yang baik.
Bukankah hebat, Daniel?
Kita bisa melakukan ini bersama sepanjang musim!
Ayo, Cubbies!
Pesta atap sempurna lainnya.
Aneh sekali kau menganggap itu pesta.
Pendinginnya masih di lorong.
Biar kuambil. Aku lupa sandal jepitku.
Hei!
Maaf, kukira ini bir lorong.
Bukan, itu baru bir lorong.
Oke, itu keren parah!
Apa katamu?
Kubilang, "Itu keren parah."
Kukira cuma aku yang bicara seperti itu.
Itu keren parah!
Aku Diane.
Amanda. Aku pindah ke ujung lorong,
tapi aku perlu istirahat minum White Claw. Mau ikut?
Apa beruang buang air di hutan?
Tidak, mereka buang air di Soldier Field.
Keluarkan cakar!
Butuh bantuan dengan kardus ini?
"Kardus."
Boleh kubelikan minuman karena membantuku pindahan?
Dengan senang hati!
Aku ke bar di siang hari karena saat itulah Judge Mathis...
Judge Mathis dimulai!
Aku dikeluarkan dari ruang sidangnya karena mengganggu Bailiff Doyle!
Aku juga pernah. Doyle kece!
Di sinilah warga Chicago sejati berkumpul.
Bar terbaik di kota.
Dan pizza puff mereka enak.
Yang bisa kusajikan tanpa izin makanan, berkat teman-temanmu, Pete Bersaudara!
Ya, mereka bekerja di, dalam tanda kutip, "Balai Kota".
Diane jago berteman dengan orang-orang menyedihkan.
- Banyak kenalan, banyak keuntungan. - Ya.
Omong-omong, gedung kita sangat menarik.
Apartemen 3A, ada Pak Jorgavich. Petugas kebersihan SMA.
Masalah judi yang parah.
Aku tahu karena bandar kami sama.
Lalu di 3B, ada Sophie si Keparat Berisik.
"Keparat Berisik" Amanda ada di sini.
Ya! Aku suka sekali dia.
Lalu ada Wanita Rambut Basah di 1B.
Aku tak tahu namanya, tapi rambutnya selalu basah.
Ada satu di setiap gedung.
Diane, aku tahu ini terlalu cepat, tapi kurasa kau roh jiwaku.
Jelas!
Kukira roh jiwaku adalah jerapah di kebun binatang yang sering pipis,
tapi kurasa sebenarnya adalah gadis cantik bernama Amanda.
Daniel. Ini sahabat sejati baruku, Amanda.
Dia baru pindah.
Senang bertemu denganmu.
Kau pria termanis yang pernah kulihat.
Masuklah ke sakuku. Secara harfiah.
Terima kasih! Tapi kurasa maksudmu "kiasan".
Apa kau anak kuliahan? Kau kuliah di mana?
Aku seharusnya kuliah di Stanford, tapi aku cuti setahun.
Ya, aku pernah "jeda setahun". Rehabilitasi!
Ya! Benar sekali!
Ya, aku butuh setahun agar bisa fokus pada seniku.
Itu luar biasa! Seni adalah segalanya.
Seni apa yang kau kerjakan?
Seni apa? Itu...
Kau tak bisa mendefinisikan "seni" sebagai sesuatu yang dikerjakan.
Aku tak tahan. Aku mau memotong dan memakan wajahnya. Secara harfiah.
Ya, 'kan? Sampai jumpa di rumah, Danny.
KELAS SENI!
Daniel, bisa gantikan aku?
Aku mau istirahat meditasi lima menit.
Memperluas wawasanmu, ya?
Ya, kupikir aku akan menyelam dan mengikuti hasratku.
Bicara soal hasrat, salah satu smoothie markisa kita
ditumpahkan seseorang dan stan tiga agak berantakan.
Baik.
Bersiap!
Bersiap!
Kalian mau apa?
Aku mengajarinya.
Jelas. Hanya kau yang mengatakan itu.
Gideon, Zuzana, Tina, perkenalkan sahabat baruku, Amanda.
Bagiku, semua wanita kulit putih mirip, tapi kalian berdua mirip sekali.
Aku setuju.
Astaga, kau orang Polandia?
Aku kuliah di Praha. Aku tak ingat apa pun.
Diane, sudah kubilang, di hari liburmu, jangan datang.
Kau pasti Gideon! Fedoramu memberiku kehidupan.
Itu bukan fedora, itu troubador, dan kau tak boleh menyentuhnya.
Oke, aku harus ke kamar mandi untuk buang air kecil.
Amanda hebat, 'kan? Dia itu aku, tapi lima tahun lebih muda.
Setidaknya sepuluh tahun.
Aku mau bilang 15.
Tidak, 20.
Astaga, kalian kece sekali.
Itu istilah yang diajarkan Amanda!
Yang kece di sini cuma aku.
Aku ingin membahas losion darimu saat Natal.
Astaga. Apa kulitmu iritasi? Itu bukan buatanku! Aku tak memberimu!
Itu Zuzana! Tuntut dia!
Tidak, itu sangat efektif dan kurasa kita harus...
Maaf atas perbuatanku. Bidikanku sangat buruk.
Dia paham maksudku.
Apa? Tidak.
Oke, kita menaklukkan tempat ini. Ayo beli burger, Mand!
Aku tak makan daging.
Apa? Astaga! Sial! Tidak!
Aku cuma bercanda!
Oke! Serius! Keluar!
Baik, aku ingin kau...
Hai, Bon! Kelasku sisa tiga menit.
Aku tak di posisi terakhir!
Aku dapat kabar dari dr. Blatz. Aku tak hamil.
Baik. Haruskah aku berhenti?
Jika aku tak hamil, kenapa dadaku sakit, dr. Blatz?
Astaga.
Mau melakukan hal menarik?
Yang tak bisa kita lakukan jika punya anak lagi?
Bagaimana jika aku mengajakmu ke Gibsons makan malam romantis?
Steik, anggur. Aku bahkan akan menyewa Lincoln.
Tak mencari tempat malam ini! Kecuali ada yang dekat.
Jika tak hamil, aku masih bisa makan seperti sekarang!
Sepertinya Mark W. jatuh dari sepedanya!
Aku baik-baik saja!
"Hei, Kawan, ini pukul 14,00. Sudah bangun?
Kirim pesan, telepon, atau kirim pesan.
Oke. Dah."
Kucing bermata hati dan panda.
Bonnie Whiddington?
Tergantung. Kau dari Rent-A-Center?
Sebab BarcaLounger itu sudah rusak saat kuterima.
Bukan, aku Ken Bundt, dari Even Corp, pengembang acara utama di sini?
Bonnie, kau pernah berpikir...
Jika kau ingin kami menjual akses atap kami,
tak perlu buang waktu.
- Tak tertarik. - Tapi...
Kalian kejam.
Entah berapa kali aku harus bilang kami tak jual atap.
Tapi tiap pemilik kondo ini...
"Dihargai besar," aku tahu kata-katanya.
Tapi seperti film dengan subtitle, aku tak tertarik!
Hubungi aku jika kau berubah pikiran, Bonnie.
Baca bibirku. Tak peduli!
Siapa itu?
Hanya orang berengsek yang ingin membeli atap.
Kenapa?
Kau tak tahu? Akan kutunjukkan.
PUSAT BELAJAR
Seni adalah tentang konfrontasi, hadapi ketakutanmu.
Hari ini, kita akan hadapi ketakutan budaya kita pada feminitas
dengan menggambar potret tubuh wanita telanjang.
Lihatlah bentuknya yang alami, bebas dari tatapan pria.
Heidi?
Sebagian besar tempat ini terjual habis,
dipasang bangku profesional dengan akses VIP.
Kita satu-satunya gedung yang masih asli.
- Berapa yang mereka tawarkan? - Sekitar 50,000 dolar.
Itu uang yang banyak.
Ya, tapi aku takkan menyetujuinya.
No comments yet. Be the first to leave one.