Van der Valk

Van der Valk (Detective Van der Valk)

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

Van Der Valk S02 WEB-DL CATCHPLAY
A Commentary by tedi
Murni Retail Catchplay Belum sinkron versi apapun

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2023-08-21
Downloads: 14
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"36 jam kemudian"

Hei, Pookie? Hei, Pookie?

"Van der Valk"

"'Wabah di Amsterdam' Disutradarai oleh Jean van de Velde"

- Hai. - Halo.

Halo.

Aku Katrin dan ini Emmen.

- Yelena. - Kami baru tiba dari Tallin.

Kau kenal Amsterdam dengan baik?

- Aku? - Ya.

Soal itu... sedikit.

- Bagus. Berarti... - Keren.

Kau bisa bantu ubah malam yang membosankan ini...

menjadi malam yang menyenangkan, 'kan?

Kami suka malam yang menyenangkan!

Benarkah?

Apa yang membuat kalian berpikir aku memenuhi syarat...

untuk memberi kalian malam yang menyenangkan?

- Intuisi. - Ya.

Jadi, kau mau ke mana?

- Pulang? - Menarik.

Itu jawaban yang benar. Aku suka pria yang tak berbasa-basi.

- Sendirian! - Tidak...

- Dengar, aku harus pergi. - Jangan, kumohon...

- secepat itu, mengecewakan. - Hei, Sayang.

Maaf aku terlambat. Semua baik-baik saja?

Karena barusan, kupikir kau mungkin sedang mengobrol dengan seseorang.

Tidak, dia hanya beri tahu arah.

Sampai jumpa.

- Kau tampak perlu diselamatkan. - Kita semua begitu, 'kan?

- Mungkin aku jual mahal. - Apa kau jual mahal?

Tidak. Tidak, kau benar. Aku...

Mungkin aku butuh bantuan.

- Anggap dirimu terbantu. - Terima kasih sudah membantu.

- Lena. - Lena.

- Kurasa kau bisa pergi sekarang. - Ya, kurasa begitu.

Sudah kubayar... Aku bisa...

Sebaiknya aku pergi.

Jadi...

Maaf.

Maaf.

Sang pengembara kembali. Malam yang menyenangkan, ya?

Ya. Ya, sangat.

- Kau sudah menunggu lama? - Tidak, tidak lama.

Baiklah, minum itu, kau akan membutuhkannya.

Ada jejak ban keluar-masuk di sini. Dan jejak sepatu bot di mana-mana.

- Seperti yang di sana... - Bagus.

Kurasa dia pria kulit putih, 178 cm, mungkin 177 cm.

Dan dilihat dari lebar langkahnya, kurasa pertengahan 30-an.

- Bagaimana kau bisa menebaknya? - Kurasa dia menggambarkanmu, Brad.

- Hendrik. - Hei.

- Apa yang kita dapat? - Entahlah.

Ada bekas suntikan di pergelangan tangan kanannya.

Tidak terlihat seperti pecandu biasa.

Kita tidak pernah tahu di zaman sekarang.

Penyebab kematiannya mungkin keracunan...

tapi aku butuh toksikologi untuk memastikan.

- Dibunuh di tempat lain? - Kurasa begitu.

Lebam pada aspek anterior bahu, torso, menunjukkan...

bahwa tubuhnya sudah lama dalam posisi tengkurap...

jadi, kami harus melakukan pemeriksaan yang layak.

Ya, kemungkinan besar dibunuh di tempat lain, dibawa ke sini.

- Kapan? - Rigor mortis mulai hilang...

menurutku dia sudah di sini dua atau tiga hari.

Tak ada upaya menyembunyikan identitasnya.

Namanya Susie De Windt.

Pengacara di De Windt, Coeman, dan Berg.

Banyak panggilan tak terjawab. Seseorang berusaha menghubunginya.

- Mari kita cari tahu siapa. - Ada hal lain.

Implementasi benda tajam, hanya luka di permukaan.

Dilihat dari hilangnya sedikit darah, jelas pascakematian.

Bukan membabi-buta. Menurutku itu penanda.

- Penanda apa? - X menandai tempatnya?

Sepuluh dalam angka Romawi?

- Kincir angin? - Ini mungkin membantu.

"Ini Tentang Etika. Di mana XX? Ikuti Mata Filsuf".

Pembunuh dengan etika. Aku baru mendengarnya.

Ada ide?

Tidak.

Di mana Cloovers saat dibutuhkan?

Semua akan baik-baik saja.

Semoga baik-baik saja.

- Pasti. Kau tak berbuat salah. - Aku membunuh seseorang.

Kau ikut campur saat rekan polisi membutuhkanmu. Titik.

- Konseling berjalan lancar? - Kurasa kita harus masuk.

Mari cek apa ada tulisan tangan, kertas, tinta, apa pun.

- Ya, baiklah. - Ada tanda X ditorehkan di jasad.

Catatan itu menyebutkan X ganda.

Jadi, kita mungkin mencari jasad kedua, 'kan?

Ya. Ini kematian terencana.

Teatrikal. Ada pesan teka-teki.

Mungkin itu bagian dari rencana yang lebih besar.

Jadi, siapa yang kita bicarakan? Orang sakit jiwa?

Mereka biasanya begitu.

Kerabat, suami Roland De Windt.

Rekan senior di firma yang sama.

Dia juga sejarawan dan polimatik, apa pun maksudnya itu.

- Artinya dia pintar. - Selamat pagi, Pak, bisa kubantu?

- Permisi, Roland de Windt? - Ya.

Ada tempat pribadi untuk kita bicara?

Ya. Aku akan segera kembali. Silakan lewat sini.

Kami harus mengajukan beberapa pertanyaan tentang kasus istrimu.

Apa dia mengerjakan sesuatu yang kontroversial?

Ada klien yang tidak puas? Ada yang punya dendam?

- Setahuku tidak. - Kapan terakhir kau melihatnya?

Tiga hari lalu.

Saat dia tidak pulang, bukankah menurutmu itu aneh?

Ya, tapi aku tak berpikir...

Aku tidak memikirkan ini.

Apa yang kau pikirkan?

Bahwa dia mungkin mengunjungi teman, saudara.

Ada lagi?

Apa istrimu biasanya menghilang selama tiga hari?

Tidak. Dan aku khawatir, tentu saja.

Tapi tak sampai meneleponnya.

- Kalian bertengkar? - Tidak. Aku yakin meneleponnya.

Tidak. Dia mendapat 37 panggilan tak terjawab.

Sebagian besar berkaitan dengan pekerjaan.

Tapi tidak satu pun darimu.

Aku sedang sibuk. Aku belum sempat melakukannya.

Jasad istrimu ditemukan di ladang angin di luar kota.

- Apa itu masuk akal bagimu? - Tidak. Maaf.

Bagaimana kau bisa terluka?

Jatuh saat bermain skuas. Itu kegiatan senggangku.

Ya, itu bagus.

Asisten pribadi memastikan Roland De Windt bermain skuas.

Juga menyiratkan bahwa pernikahannya tak berjalan lancar.

Dia tidak menelepon istrinya itu aneh, 'kan?

Terutama jika dia membunuhnya.

Jika dia membunuhnya, dia akan meneleponnya, 'kan?

Untuk menutupi jejaknya.

Bagaimana perkembangan investigasi atas Susie De Windt?

Pada pagi kematiannya, dia naik bus kembali ke kota dari Sporenburg...

pukul 7.06.

Sporenburg jauh dari rumah. Apa yang dia lakukan di sana?

- Hei, Lena. - Hai.

Kau menjawab teleponmu.

Tidak sopan jika tidak.

Itu tak pernah menghentikanmu sebelumnya.

Aku terkesan, itu hampir berfungsi.

- Dia tahu pekerjaanmu? - Tidak.

Suatu hari kau harus mengatakan yang sebenarnya kepada seseorang.

Ya, suatu hari.

Sibuk?

- Aplikasi kencan, Brad? - Yang benar saja.

"Temukan"

Ya, baiklah, tapi asal kau tahu, ini karena aku pemilih.

Itu situs di mana wanita yang memilih. Asal kau tahu saja.

- Ada informasi apa? - Situs diamankan.

Tak ada laporan jasad kedua atau orang hilang.

- Kau sudah memecahkan pesannya? - Hampir dapat. Ya.

Artinya, tidak.

Ini kasus yang ditangani Susie De Windt saat ini.

Sekarang tanah itu milik kota, tapi baru-baru ini masuk berita.

Kelompok seniman liar, Pemberontak Polder akan pindah ke sana.

Mereka hidup di tanah terbengkalai di kota selama bertahun-tahun...

tapi kalah melawan pengusiran empat hari lalu...

ditawari tanah sebagai alternatif, tapi langsung ditolak.

- Itu jauh sekali dari kota. - Tanahnya terkontaminasi...

dan ada rencana memperluas industri, di sekitar sini.

Kasus Polder adalah salah satu kasus Susie De Windt.

Dia pengacara yang memenangi sidang kota melawan penghuni liar.

Halo.

Dibebaskan.

Ya!

- Bagus, Kawan. - Kau hebat.

Ada yang perlu kuketahui?

Tidak. Seperti biasa.

Itu tidak jelas. Bahkan dengan standarmu sendiri.

- Ada yang perlu kuketahui? - Tidak.

Kau sudah berpikir untuk memelihara anjing lain?

Trojan satu-satunya untukku.

Bukan hanya aku yang merindukannya, 'kan?

Kenapa kau tak memelihara anjing, Piet?

Tidak. Terlalu merepotkan seperti komitmen.

Sudah sampai mana soal penghuni liar Polder?

Komunitas seniman, bukan hanya penghuni liar.

Sebenarnya ini kasus yang sangat menarik.

Kita punya banyak informasi, berkat berkas Susie de Windt.

Foto, kliping koran.

Dengan memenangi kasus ini, Susie De Windt membuat mereka diusir.

Jadi, rakyat jelata membalas dendam ke pengacara yang menipu mereka.

Bukan rakyat jelata, Brad.

Amsterdam punya tradisi lama tentang penghuni liar.

Aku tak keberatan jadi penghuni liar...

terutama jika aku terjebak di tengah hutan.

Tapi tak semua orang mau sekelompok seniman mengotori pintu mereka.

Kalian berdua, pergilah ke sana. Nama, agitator, hal-hal yang biasa.

Kurasa orang Polder punya pengacara, yang kalah.

- Cassie Davids. - Baik, kau dan aku...

ayo bicara dengannya. Lihat apa yang ingin dia katakan.

Bisakah kau tinggal di sini?

Apa kau bisa?

Tidak mungkin.

- Kukira mereka kalah dalam kasus. - Benar.

Tapi tetap merayakan.

Kami bangga dengan semua yang kami capai di sini.

Dan kami punya beberapa hari sebelum diharuskan pergi, jadi...

Jadi, bagaimana situasi di sini?

Apa kalian semua seniman dan...

Van der Valk subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Van der Valk

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left