The first 200 lines.
SERIAL TELEVISI INI DIBUAT UNTUK TUJUAN HIBURAN
SEMUA KARAKTER, LATAR, ENTITAS
DAN LATAR BELAKANG DALAM DRAMA INI HANYALAH FIKSI
Kau memikirkan berandal itu?
Kau frustrasi sejak bertemu dengannya.
Aku tidak mau seperti ini.
Kau mau ini berhenti?
Kau tahu cara membantuku?
Ya.
Tapi aku butuh kerja samamu.
Aku tahu kau membenciku.
Benar. Aku sangat membencimu.
Earn, awas!
Aku masih mencintaimu.
Cinta? Beraninya kau menggunakan kata itu.
Itu benar. Aku mencintaimu.
Dan aku akan melakukan segalanya untuk mendapatkanmu kembali.
Itu tidak akan terjadi.
KURASA KAU AKAN MENYUKAINYA
Astaga, hidangan ini lezat.
- Kau benar. - Ya.
Lada.
Ini, nikmati makanannya.
Dia tidak menikmati.
Kau cemburu, bukan?
Itu sebabnya kau marah.
Apa maksudmu?
Jangan pura-pura bodoh.
Kau tidak sadar
sudah bersikap seperti ini
sejak melihat mantanmu dengan aktris itu?
Kau salah.
Terserah.
Katakan apa pun yang kau mau.
Kau bisa berbohong kepada kami,
tapi tidak kepada diri sendiri.
Tindakanmu mengatakan semuanya.
Dengar, kau tak perlu mengatakan
semua yang ada di pikiranmu.
Dia tahu perasaannya.
Aku baik-baik saja.
Itu urusannya mau bersama dengan siapa. Kenapa aku harus peduli?
Baiklah, kau tidak perlu peduli.
Aku hanya gapil.
Dengar, kita jarang bisa menikmati makanan di luar rumah sakit.
Aku tidak bisa makan omakase gratis.
Hei, makanan ini juga gratis
karena Lada yang membayar.
Kalau begitu, ayo makan.
Aku bahagia sekarang.
- Mari makan. - Ini tampak lezat.
Ini makanan gratis.
- Aku menikmatinya sekarang. - Aku juga.
Kau basah kuyup oleh keringat.
Kau berkeringat.
Manis sekali.
Astaga.
Terima kasih, Engfah.
Aku akan melakukannya sendiri.
Baiklah.
- Engfah. - Ya.
Boleh aku bertanya?
Ada apa? Kenapa serius sekali?
Jujurlah padaku.
Kau suka wanita, bukan?
Kenapa bertanya?
Aku hanya penasaran.
Ya.
Aku suka wanita.
Begitu, ya.
Tunggu.
Aku belum selesai bicara.
Apa?
Apa responsmu jika kubilang...
aku menyukaimu?
RUMAH SAKIT PRINC SUVARNABHUMI
Lada, kau harus baik-baik saja.
Kau baik-baik saja.
Kau baik-baik saja.
Bagus.
Dokter, pasien pertama datang.
Suruh dia masuk.
Halo, Dokter.
Tidak baik-baik saja.
Apa katamu?
Tolong tunggu di luar.
Aku akan menangani pasien ini sendiri.
Baiklah.
Tentu, Dokter.
Aku membelikanmu pai Banoffee.
Aku tidak bisa mendengar mereka dari sini.
Mari minta bantuan dr. Bow dan dr. Tan.
Kau sudah tidak suka Banoffee?
Aku berhenti menyukainya dua tahun lalu.
Silakan pergi.
Aku tahu kau tidak mau menemuiku,
tapi aku masih ingin bertemu denganmu setiap hari.
Itu masalahmu.
Masalahku adalah mencari cara untuk menyingkirkanmu dari hidupku.
Tidak, aku tidak akan...
Aku mencintai orang lain.
Aku akan segera menikahi orang itu.
Maksudmu
dr. Wisanu?
Bagaimana kau tahu?
Aku melihat wawancaranya di televisi
tempo hari.
Tapi kudengar...
kau tidak menyukainya.
Dia masih berusaha merebut hatimu.
Haruskah aku menciumnya
untuk membuktikannya padamu?
Lakukanlah.
Aku ingin melihat
apa kau bisa mencium pria.
WISANU
Sepertinya aku bukan hanya akan sekadar berciuman.
Halo, Nu.
Aku baru saja memikirkanmu.
Apa katamu?
Kau datang menemuiku?
Tentu.
Cepatlah datang.
Aku merindukanmu.
DEPARTEMEN BEDAH PLASTIK
DEPARTEMEN BEDAH PLASTIK
Halo, Nu.
Tadi?
Tidak, aku tidak bilang begitu.
Kau pasti salah dengar.
Kubilang aku merindukan Taohu.
Aku ingin bermain...
Baiklah.
Ya.
Dokter Fahlada.
Datanglah ke lantai dua untuk Kasus 001.
Ini mendesak, dr. Fahlada, datanglah ke lantai dua untuk Kasus 001.
Nu, ada kasus mendesak.
Sepertinya kita tidak bisa bertemu hari ini. Sampai nanti.
Hei, Lada, bukankah kau sudah keterlaluan?
Dia terlihat seperti menangis.
Jangan melebih-lebihkan.
Dia tidak menangis, hanya sedikit meneteskan air mata.
Kau tak bisa mengukur kesedihan seseorang dengan jumlah air mata.
Aku tahu dia sangat terluka dengan melihat wajahnya.
Itu bukan apa-apa dibandingkan perbuatannya kepadaku.
Ya.
Kau tak ada saat Lada menderita karena dia. Kau tidak akan mengerti.
Baiklah.
Entahlah. Sebagai sesama wanita, aku kasihan kepadanya.
Itu salahnya karena kembali.
Hei, Lada.
Apa perasaanmu sudah kembali?
Tidak.
Bagus. Itu baru Fahlada-ku.
Kau sudah mempertimbangkan dia mungkin melukai dirinya sendiri? Lalu apa?
Tidak mungkin.
Seseorang yang sangat mencintai dirinya
tidak akan berpikir untuk melukai diri sendiri.
Mereka hanya bisa menyakiti orang lain. Percayalah.
- Tapi kurasa... - Astaga, ayolah, Bow.
Kau memihak siapa?
Jangan buat Lada goyah.
Dia berusaha kuat.
Aku bertanya karena penasaran,
tapi jika kalian berdua yakin, baiklah.
Aku hanya berharap dia bisa segera melupakanmu.
Dokter Bow, departemen UGD menelepon.
Aku hanya pergi sebentar.
Seorang wanita tertabrak mobil di depan rumah sakit.
Benarkah?
Kau mau ke mana?
Ayo.
Di mana pasien yang tertabrak mobil?
Lewat sini, Dokter.
Earn.
Biar kuobati lukamu.
Mana yang sakit?
Dokter Fahlada,
aku dokter UGD-nya.
Kau lupa itu spesialisasiku?
Silakan pergi.
Departemen dermatologimu di sana.
- Ya. - Bagaimana perasaanmu?
Baik.
Aku akan menekan area yang berbeda.
Beri tahu aku jika terasa sakit.
Kau mencemaskannya,
tapi pura-pura tidak cemas.
Kau pembohong yang buruk, Lada.
Aku tidak mencemaskannya.
Aku hanya mengkhawatirkan pasien yang tertabrak mobil.
- Benarkah? - Benarkah?
Meski kau melakukan poligraf, tidak akan ada yang memercayaimu.
Orang itu sudah lama mati bagiku.
Bagaimana
jika dia hidup kembali?
Mana bisa orang yang sudah mati hidup kembali?
- Kejamnya. - Kejamnya.
INSTALASI GAWAT DARURAT
No comments yet. Be the first to leave one.