The first 200 lines.
Kau bilang begitu tentang semua orang.
Itu benar!
Setiap gadis di TV melakukan operasi plastik.
- Paham? - Baiklah.
- Bukalah. - Coba lihat.
Berikan kaus dan barang lain milikku.
- Semprot aku juga. - Tentu, Minkyung.
- 80 dolar? - 100 dolar.
Apa? 80 dolar?
- 100 dolar! - Bagus!
- Cantik, bukan? - Itu terlalu pendek!
Ini sedang musim dingin, kau tahu.
Kenapa kau membuang itu?
Dapat!
Kita dapat tempat hangat untuk bermalam.
Ya.
Bagaimana?
Ini tidak berhasil.
Tenang...
Hentikan! Menjijikkan.
Mereka datang.
- Hai. - Halo.
Ini motor Honda.
Kuncinya?
Uang.
Biar kucoba dulu.
Aku akan tetap di sini.
Berikan kuncinya, kami tidak akan lari.
Tolong kuncinya.
Sampai jumpa.
Apa-apaan kau? Bedebah!
Berengsek!
Bocah tengik! Apa kau sudah gila?
Apa kalian pikir kami bodoh?
Apa kau punya STNK? Tidak?
Apa kau mau aku panggil polisi?
Lepaskan aku. Bedebah!
Bajingan!
Pergilah ke neraka!
Pergilah ke neraka!
Hei.
Bajingan. Beraninya kau!
Pergilah ke neraka!
Cepat naik, Bodoh!
Berhenti!
Lepaskan! Kubilang, lepaskan!
- Berhenti! - Lepaskan!
Bajingan...
Sial!
Bagaimana dengan cucian? Aku merasa kotor dan menjijikkan.
Aku ingin tidur di bawah selimut lembut di motel hari ini.
- Sial. - Aku tahu. Makanlah.
Apa gunanya bekerja? Kita diusir tanpa dibayar.
Apa perlu kita lakukan penipuan wanita penggoda?
- Kita bisa tidur di motel. - Hei!
- Beli pulsa, mandi... - Minkyung!
Penipuan wanita penggoda? Jangan konyol.
Bukankah katamu terakhir kali kau ditolak?
Siapa yang mau membayar untuk tidur denganmu?
Lihat mataku dan katakan itu.
Apa perlu aku yang lakukan?
Apa kau sudah gila?
Lalu kita akan tidur di mana? Sauna?
Pokoknya tidak boleh.
Hanya sekali ini saja.
Kenapa? Apa kau takut?
Bukan karena itu!
Ini menyebalkan.
Lalu kita harus bagaimana?
Bagaimana bisa kau duduk dan diam saja?
Apa kau tak keberatan Minkyung pergi ke motel bersama hidung belang?
Itu hanya pura-pura.
Kau harus belajar dewasa, Bodoh.
Apa kau mau hidup begini selamanya?
Tolong satu mangkuk sup ikan lagi.
Tunggu...
Hei! Tunggu!
Tunggu!
Hei.
Hei, sebelah sini.
Dasar bodoh!
Aku harus lebih banyak berolahraga.
Sepertinya aku akan muntah.
Telepon gadis-gadis itu.
"Motel Mont Blanc"
Permisi.
Cleopatra, bukan?
Aku Terminator.
Senang bertemu. Masuk ke mobil. Ayo pergi.
Bukan aku.
Kau bukan apa?
Kau bukan apa?
Lalu sedang apa kau di sini?
Aku tahu itu kau. Ada apa?
Tidak apa. Masuklah ke mobil.
Kurasa aku pergi saja.
Hei, awas mobil!
Yang benar saja...
Kau menyuruhku kemari...
agar kau bisa dapat uang, bukan?
Aku sudah bawa uang tunai.
Jika tidak...
Apa perlu kita makan dahulu?
Ayo masuk ke motel saja.
Kalau begitu naiklah ke mobil.
"Tergelincir"
Masuklah.
Duduklah sebentar.
Tidak ada minuman...
Aku akan mandi dulu.
Tidak, tunggu. Tidak perlu.
Kemari sebentar.
Kemarilah.
- Kenapa? - Duduklah sebentar.
Aku ingin bicara sebentar.
Tentang apa?
Duduklah dan dengarkan aku jika kau ingin tahu.
Duduklah sebentar. Kenapa buru-buru?
Ini, minumlah.
Kau pasti populer dengan para pria, bukan?
Kenapa bertanya?
Hanya penasaran. Jangan marah.
Aku punya kesepakatan untukmu.
Kenapa kau tidak berhenti lakukan ini?
Carilah uang denganku saja.
Dia bilang kau akan panik.
Jadi aku hanya boleh hubungi kau setelah dia masuk ke motel.
Kapan dia masuk?
Aku langsung meneleponmu.
Kenapa dia belum kirim pesan nomor kamarnya?
Aku bukan pria jahat.
Aku pemilik tempat karaoke. Bar karaoke.
Aku ingin membantu gadis sepertimu yang tidak punya tempat tinggal.
Aku bisa beri kau pekerjaan dan tempat tinggal.
Dengar. Maksudku...
Kurasa kau sangat cantik.
Akan bagus jika kau bekerja untukku.
Kau pasti dapat banyak uang.
Kau pasti minum dan berpesta dengan teman, bukan?
Kini kau bisa lakukan itu dan hasilkan uang.
- Bibi! - Astaga...
Apa seorang pria dan gadis menyewa kamar di sini?
- Apa? - Aku tahu mereka kemari!
Mereka ada di sini atau tidak?
Cepat jawab!
- Kenapa? - Gadis itu pacarnya!
- Dia masih di bawah umur! - Lupakan.
- Telepon polisi! - Hei.
Apa nama motel ini?
Periksa nama motelnya.
Aku kirim mereka semua ke penjara!
Itu lebih baik daripada melakukan ini.
- Bagaimana menurutmu? - Tidak.
- Aku akan mandi saja. - Tunggu.
Kenapa kau ingin sekali mandi?
Apa kau kepanasan?
Ayolah. Coba pikirkan.
Apa kau mau hidup seperti ini selamanya?
Apa begitu?
Gayoung...
Ada apa ini?
Astaga...
- Apa kau baik-baik saja? - Ya.
- Gayoung, kau baik-baik saja? - Ya.
Kemari, Bedebah Kecil.
Bocah tengik.
Hei, kemari.
Kemari...
Bedebah.
Dari mana kau belajar tindakan macam ini?
Mau ke mana kau?
Apa yang coba kau lakukan?
Apa kau belajar ini dari film?
Hei...
- Hei! - Pergilah ke neraka!
Pergilah ke neraka...
Dasar bedebah!
Cepat keluar! Nyalakan mobilnya!
Kurang ajar...
Astaga! Jantungku masih berdegup kencang!
Gayoung, kenapa kau pergi dengannya?
Pria itu seperti Hulk!
Kenapa tidak jawab telepon? Kau juga tidak kirim nomor kamarnya!
Tadinya aku ingin kirim pesan dari kamar mandi...
tapi pria itu terus bicara kepadaku.
Tentang apa?
Dia bilang punya bar karaoke.
Dia bilang aku cantik.
Apa?
Itu tadi wawancara pekerjaan?
Tapi kita tetap dapat mobilnya.
Jika kita jual ini, kita bisa sewa kamar, bukan?
Ya, kita bisa tetap hangat musim dingin ini.
Ayo beli kasur elektrik dan mesin cuci.
Kita bahkan bisa beli penanak nasi!
Apa ini menyenangkan?
Kenapa kau bersikap kejam padanya?
Terserahlah.
Kita bahkan dapat kartu kreditnya.
Ayo kita makan steik.
No comments yet. Be the first to leave one.