The first 69 lines.
Old Enough!
Kami menemukan
pesuruh kecil genius!
- Kau bisa melakukannya? - Ya.
Usianya baru dua tahun sembilan bulan.
Benar! Pegang lurus ke depan!
Baik, ada mobil datang!
Begini.
- Benar. - Dia jelas responsif...
- Baik, pergilah. Sampai jumpa. - Baik.
"Pergilah?" Kau yakin ini ide bagus, Bu?
Sampai jumpa!
Dengan memercayai ibunya bahwa dia lebih dari mampu,
kami mengikuti suara sepatunya yang berdecit!
Sampai jumpa.
- Sampai jumpa! - Sampai jumpa! Hati-hati!
Ya!
Apa? Dia menemukan sesuatu.
Ranting panjang!
Aku menangkap ikan!
Jika boleh berpendapat, wajahmu lebih mirip bayi daripada balita!
Mau memancing, lalu pulang?
Ambulans!
Ambulans? Kurang tepat...
KEPOLISIAN PREFEKTUR KAGOSHIMA
Ambulans!
Tapi kau ramah!
Pemadam kebakaran!
Bukan itu juga.
Ambulans!
Otak bocah dua tahunnya sudah kembali ke titik awal!
Mobil polisi!
Di usia ini, butuh sedikit waktu
agar sirkuit otakmu tersambung!
Dia tahu bus kesayangannya. Tapi hanya jika itu lewat...
Bus.
Sirkuit telah tersambung.
Sejak kita mengamati si kecil Hiroki,
dia sudah berjalan jauh.
Dia langsung berjalan maju tanpa air mata setetes pun.
Tugas ini sebenarnya membutuhkan perjalanan satu kilometer sekali jalan!
Jarak itu adalah rekor baru
untuk tugas solo di usia dua tahun sembilan bulan!
Ya, tugas yang diberikan ibunya
adalah membeli kari manis
dan otak-otak goreng merek Boten.
Dia juga meminta bunga untuk dipersembahkan di altar Nenek,
tapi akankah dia mengingat ketiganya?
Dia tiba di toserba berjarak satu kilometer setelah 23 menit.
Kecepatan rata-ratanya 2,6 km per jam. Lumayan!
Pintu telah terbuka,
tapi sirkuitnya belum tersambung.
Astaga! Respons yang cepat.
"Untuk apa aku di sini?" Kepalanya berderak seperti gacha !
Baiklah! Sirkuit telah tersambung!
Kau disuruh berbelanja!
Dia berlari!
Derit sepatunya makin keras, lalu tenang lagi.
Apa? Ini tak terlihat seperti kari.
Wah! Satu bungkus Boten, masuk ke tas!
Berikutnya kari? Lebih baik tanya penjaga toko
untuk kari yang manis.
Di mana bunga?
Hebat!
- Di mana bunga? - Bunga?
- Dia bicara! - Ada di sini. Ikuti aku.
Tampaknya, dia selalu menyegarkan air untuk altar!
Dia mengambil krisantemum untuk Nenek.
Dia baru ingat harus mengambil keranjang saat tiba.
No comments yet. Be the first to leave one.