The first 200 lines.
CATCH THE GHOST
CATCH THE GHOST
DRAMA INI ADALAH FIKSI
KARAKTER, ORGANISASI, TEMPAT, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI TIDAK NYATA
PENGUMUMAN PEREKRUTAN POLISI METRO
KANTOR POLISI METRO STASIUN WANGSURI
1 ORANG
0 ORANG
EPISODE 1
Tidak ada masalah, 'kan?
Ada.
Tapi sudah kubereskan.
1 ORANG
HANTU DI KERETA METRO
Ada delapan juta dari sepuluh juta orang
yang tinggal di Seoun pergi ke bawah tanah
setidaknya sekali sehari.
Itu karena Sistem Metro Seoun
adalah terbesar ketiga di dunia dengan 15 rute dan 300 stasiun.
Namun, karena banyak yang menggunakan moda ini,
banyak juga penjahat menargetkan penumpang metro.
Apa kalian tahu bahwa kami punya petugas polisi khusus
untuk melindungi area bawah tanah?
Hari ini, tim Polisi Metro itu
merayakan ulang tahunnya yang ke-30.
POLISI
POLISI
Beri hormat.
POLISI METRO
Istirahat di tempat.
Tim Polisi Metro
terdiri dari empat tim investigasi dan 24 tim patroli.
Kami menangkap sekitar 50 penjahat per hari.
Kami akan tunjukkan kepada kalian sebaik apa mereka bekerja hari ini.
Kapten Ko.
Kapten Ko dari tim Polisi Metro Wangsuri
akan menunjukkan cara menangkap pencopet hari ini.
Selamat menyaksikan.
Terima kasih sudah datang.
Tolong tulis artikel yang bagus untuk kami. Terima kasih.
Kapten Ko.
PENCOPET
DETEKTIF POLISI METRO
WARGA
Sakit sekali.
Berdiri.
Seperti yang kalian lihat,
berkat petugas dari tim Polisi Metro,
dompetku aman...
Dompetku.
Belalang?
Belalang?
Dompetku juga hilang.
Punyaku juga.
-Apa? -Semuanya! Tolong diam.
Benar. Matikan kamera.
Tolong matikan kamera.
APA METRO SEOUN AMAN?
Sebentar.
Kapten Ko. Hentikan keretanya!
Itu...
Jika menggunakan rem darurat tanpa alasan kuat,
kita bisa dipenjara hingga 2 tahun atau...
-Kapten Ko. -Siap.
Minggir.
REM DARURAT
Akan kuhentikan keretanya! Satu, dua, tiga!
Semuanya, tolong dengarkan.
Aku yakin dompetku ada sebelum masuk ke metro.
Tidak ada yang turun sejak saat itu,
jadi, pelakunya pasti ada di sini.
Ini bukan lagi simulasi.
Ini menjadi investigasi aktual.
Mulai inspeksi, Kapten Ko.
Aku Kapten Ko Ji-seok dari tim Polisi Metro.
Aku harus menggeledah tas kalian.
Aku juga korban. Kenapa tasku digeledah?
Permisi.
Di mana kuncinya?
Maaf, biarkan aku mengecek tasmu.
Apa ini?
Apa?
Permisi. Tolong berdiri.
-Apa? -Permisi.
Maaf.
PEMBUNUHAN BERANTAI METRO KORBAN KEEMPAT DITEMUKAN
POLISI MENGADAKAN FESTIVAL DI DEPAN MAYAT
POLISI TIDAK KOMPETEN
PEMBUNUHAN BERANTAI METRO
PEMBUNUHAN BERANTAI METRO KORBAN KEEMPAT DITEMUKAN
Korban lain pembunuhan berantai di metro ditemukan.
Aku akan bertanggung jawab penuh
dan mundur dari posisiku sebagai komisaris.
Tapi tidak sekarang.
Beri aku tiga bulan.
Aku akan menangkap pembunuh itu.
Tak hanya pembunuh berantai itu,
aku juga akan menangkap kelompok pencopet yang mengolok-olok polisi.
Dalam tiga bulan.
Jika gagal menepati janji ini,
aku akan mengundurkan diri.
Apa tersangkanya sudah ditemukan?
Ada jaminan kau bisa menangkap pembunuhnya?
Maaf. Aku sudah periksa di bawah kursi tadi malam, tapi...
Kenapa? Ini menyenangkan.
Apa?
Polisi mengundang para wartawan ke metro
dengan mayat di dalamnya.
Ketua Ha Ma-ri dari Unit Investigasi Daerah.
Kau sudah dengar, 'kan?
-Waktu kita tiga bulan. -Ya.
Kau tidak dapat menyelesaikannya dalam dua tahun terakhir.
Jika tak bisa kau selesaikan, bentuk unit khusus baru.
Ini bukan satu-satunya kasus yang kukerjakan dalam dua tahun terakhir.
Penculikan dan pembunuhan Hwangseo-dong, pembunuhan berantai di Namcheon,
dan pembunuhan berantai di Mugil-dong. Aku memecahkan semuanya.
Jadi, kau bisa memecahkan kasus pembunuhan berantai metro
jika kau hanya fokus pada kasus ini?
Ya, aku yakin.
Baiklah.
Unit Investigasi Daerah Satu. Fokus kerjakan kasus ini.
-Baik. -Baik, Komisaris.
Jangan hanya berdiri di sana.
Tangkap si Belalang dan dapatkan dompetku kembali.
Baik, Komisaris.
Langsung laporkan kepadaku mengenai investigasinya.
Baik.
Panas sekali di sini.
Ma-ri.
Karena aku bekerja dengan tim Polisi Metro,
aku akan bekerja sama denganmu dengan memberimu
semua data yang kau butuhkan.
Berkolaborasi, bukan bekerja sama.
Dan hanya saat aku memintanya.
Aku akan menjelaskan soal pembunuhan berantai metro.
Total tiga orang diculik dan dibunuh
di stasiun metro dalam dua tahun terakhir.
Hari ini, korban keempat ditemukan.
Mereka mencopet semua orang dalam satu kereta,
jadi, media mulai menyebut mereka Gerombolan Belalang.
Karena nama panggilan itu,
mereka mulai membuat sobekan berbentuk kaki belakang belalang.
Kamera menangkap para korban
turun dari metro,
tapi, tidak ada catatan mereka pergi melalui pintu putar.
Jadi, para korban menghilang
di suatu tempat di antara peron dan pintu putar.
Pelakunya menculik, membunuh, dan meninggalkan para korban
di tempat-tempat umum yang dilewati banyak orang,
tapi, belum ada yang melihat pembunuhnya.
Itu sebabnya media memberinya
nama panggilan Hantu Metro.
Kita tidak bisa memeriksa ribuan sidik jari dan jejak kaki
dan kamera pengawas tidak membantu karena ramai.
Jadi, strategi kita adalah...
KERETA PERTAMA, KERETA TERAKHIR
Kita akan berkeliling dari kereta pertama sampai terakhir.
ELANG LAUT BERSAUDARA
Aku akan menyamar di kereta terakhir.
Jalur Dua, Stasiun Wangsuri, Kereta Tiga.
Ada wanita mabuk.
Dia seharusnya tidak tidur di sini seperti ini.
Pencopetnya telah tiba.
Apa kau baik-baik saja?
Dia tidak baik-baik saja.
Belalang.
Ini wilayahku.
-Apa kalian bersekongkol? -Apa?
Hei, kau salah paham.
Tunggu. Kau tahu siapa aku?
-Lepaskan aku. -Hei!
Lepaskan borgolnya!
Berkelilinglah sekali. Aku akan kembali.
Hei!
Pintu akan ditutup.
Hei, ini kereta terakhir!
Apa?
Jadi, semuanya termasuk kalung emas itu hanya umpan?
Setelah dia berbelok ke sudut itu, ada lorong 100 meter.
Di ujungnya ada eskalator.
Lalu ada 12 anak tangga dan ada toko-toko.
Toko-toko berbaris sekitar 500 meter dan ada Pintu Keluar Dua.
Tak terkejar dalam lorong 500 meter.
Mari tangkap dia di depan barisan toko.
Aku saat ini di tangga utama Stasiun Wangsuri.
Setelah 22 anak tangga, ada lorong sepanjang 50 meter.
Ada tangga di ujung lorong.
Jika dia naik tangga, itu pasti Pintu Keluar Enam.
Lalu apa yang harus kulakukan?
Aku keluar dari Pintu Keluar Tiga.
Aku harus melintasi persimpangan, lalu ada Pintu Keluar Enam.
Kau hantu?
Bukan.
Yoo Ryeong.
Korban turun di sini dan menghilang.
Minta rekaman kamera pengawas pada Ko Ji-seok.
Kau tahu ini bukan kesalahan Ji-seok, 'kan?
Aku tidak peduli.
Kau tampak peduli.
Dapat.
No comments yet. Be the first to leave one.