The Scarecrow

The Scarecrow (ํ—ˆ์ˆ˜์•„๋น„)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

[๐—–๐—ผ๐—ณ๐—ณ๐—ฒ๐—ฒ๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ผ๐—ป] ๐—ง๐—›๐—˜ ๐—ฆ๐—–๐—”๐—ฅ๐—˜๐—–๐—ฅ๐—ข๐—ช ๐—ฆ๐Ÿฌ๐Ÿญ๐—˜๐Ÿฌ๐Ÿญ ๐—ฉ๐—œ๐—จ ๐—ช๐—˜๐—• ๐—œ๐——
A Commentary by Coffee_Prison
๐‘ซ๐’–๐’“๐’‚๐’”๐’Š : ๐ŸŽ๐Ÿ:๐ŸŽ๐Ÿ”:๐ŸŽ๐Ÿ || ๐‘บ๐’–๐’ƒ๐’•๐’Š๐’•๐’๐’† ๐‘น๐’†๐’•๐’‚๐’Š๐’ ๐‘ฝ๐‘ฐ๐‘ผ || *เชกเฑฟแฅฃษ‘แƒษ‘๐— ๐–ฌเฑฟ๐“ฃ๐—ˆ๐“ฃ๐—๐—ˆ๐“ฃ

Tags

webdl
official_release
Published on: 2026-04-22
Downloads: 39
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"The Scarecrow."

"Dalam drama ini fiktif."

"Aktor cilik dan hewan syuting."

"Bersama para ahli dalam lingkungan yang aman."

- Kelasnya cukup sampai di sini. - Terima kasih.

Opsir Lee.

Bukankah kamu sudah terlalu tua

untuk mengikuti kelasku?

Opsir Lee.

Mendengar kamu memanggilku begitu seperti kembali ke masa lalu.

Detektif Kang.

Maaf. Padahal kamu sudah lama jadi kapten. Kebiasaan.

Kasus pembunuhan berantai Kangseong.

Pelaku sebenarnya sudah tertangkap.

Setelah tiga puluh tahun.

"Kartu Identitas Narapidana, Lee Yong Woo."

Dia dulu tinggal di Wilayah Kangseong,

lalu pindah ke Cheongju.

Tahun 1994, dia dihukum seumur hidup karena membunuh adik iparnya,

dan sampai sekarang masih menjalani hukumannya.

Dia ada di penjara.

- Jadi... - Kebetulan kami mendatanginya,

setelah sidang bebas bersyaratnya selesai.

Kalau kami terlambat sedikit saja, Lee Yong Woo

pasti sudah dibebaskan sebagai narapidana teladan.

Membayangkannya saja sudah mengerikan.

Masalahnya,

DNA Lee Yong Woo hanya ditemukan dalam tiga kasus.

Untuk sisanya, kami memerlukan pengakuannya.

Meskipun masa kedaluwarsanya sudah lewat

mendapatkan pengakuan darinya tidak akan mudah.

Senior.

Tolong bantu kami.

Kamu yang paling ingin menangkap pelakunya, bukan?

"Lapas Musan, Lee Yong Woo."

Sebenarnya,

Lee Yong Woo yang memintanya.

Dia meminta kami memanggilmu.

Aku?

"Investigasi Mandek, Warga Lokal Frustrasi."

"Mayat Wanita Ditemukan di Wilayah Kangseong."

"The Scarecrow."

Piagam penghargaan akan dianugerahkan.

"Upacara Penghargaan Polisi Teladan 1988."

"Episode 1."

Ini kursi para penerima penghargaan. Penonton di belakang.

Kursinya kosong, memangnya kenapa?

Selanjutnya adalah penganugerahan untuk polisi Jongno

atas penangkapan geng kriminal. Yang dipanggil, silakan maju.

Kamu tuli atau apa? Ini bukan kursimu.

Ini juga

bukan kursimu.

Kalau begitu, jangan sampai direbut.

- Yang bodoh yang gagal menjaganya. - Kamu harusnya bersikap begitu.

Dengan begitu, kedatanganku ke sini jadi tidak sia-sia.

Aku datang untuk merusak acaramu.

- Kalau bisa, dengan heboh. - Sersan Choi Jeong Mo.

Hentikan tingkah konyolmu dan pergi. Nanti akan kutraktir.

Sersan Choi Jeong Mo.

Kamu ditangkap atas tuduhan menerima suap.

Kamu gila? Cepat lepaskan ini!

Kamu kenal Kim Dae Pyeong, orang nomor dua di Geng Dosan, kan?

Orang yang memberimu uang.

Aku tidak tahu apa-apa. Lepaskan ini.

Sersan Choi Jeong Mo?

Hei. Apa kamu tidak tahu kalau ini akan menyulitkan Direktur juga?

Kamu begitu ingin berdiri di sana?

Cepat lepaskan ini!

Baiklah, baiklah, sebentar. Baiklah, ini dia kuncinya.

Aduh!

Apa yang dia lakukan?

Polisi yang kamu beri penghargaan ternyata adalah polisi korup.

Seorang polisi korup. Coba pikirkan baik-baik.

Mana yang akan lebih menyulitkan Direktur?

Sial - Pilihan bagus.

Cukup dengan keributannya, mari kita keluar dengan tenang.

Angkat kepalamu, ayo.

Baik, kalau begitu kita lanjutkan acara penganugerahannya.

Kapten Ahn Young Mook, silakan ke depan.

Tadi saat upacara penghargaan, terjadi penangkapan seorang polisi.

Benarkah ada polisi korup di antara daftar penerima penghargaan?

Apa Anda tahu, tapi membiarkannya? Tolong jelaskan.

Apa ini sebuah peringatan dari Anda?

Anda bilang korupsi pejabat tidak bisa ditutupi jasa apa pun.

Tidak bisa ditutupi oleh jasa sebesar apa pun.

Bisakah ini kami anggap wujud dari keyakinan Anda tersebut?

- Benar. - Apa itu perintah Anda?

Daripada menutupi kesalahan anggota saya,

saya memilih mengungkapkannya dan memohon maaf.

Saya yakin itulah citra polisi yang bisa dipercaya oleh rakyat.

Pada kesempatan ini,

atas keterlibatan polisi dalam insiden buruk ini,

saya memohon maaf kepada seluruh rakyat.

"Nol toleransi untuk korupsi."

"Keputusan cemerlang Kapolnas."

Aku kembali.

Pulang. Sial.

"Kangseong."

"Jika tidak menyerahkan diri, tangan dan kakimu akan membusuk."

"Laporkan unsur subversif yang mengganggu stabilitas sosial."

"Poster selebritas."

Itu dia? Pria tertampan di Kangseong?

Ya, katanya mirip Yoo Deok Hwa.

- Yoo Deok Hwa di Kangseong? - Kubilang juga apa!

- Ternyata hanya pak tua. - Percuma kita datang.

- Bukannya itu Sammo Hung? - Hei, katakan yang sebenarnya.

Yoo Deok Hwa apanya? Siapa yang bilang dia tampan?

Ya, dengan Toko Buku Kangseong.

Hei, hei. Kalau wajahnya begitu, aku mau bawakan bekal tiap hari.

- Dia menatapku, dia menatapku! - Kak!

- Telepon. - Ya.

- Matanya seperti rusa. - Halo?

Ji Won. Hei.

Apa? Tae Joo sudah datang?

Ya. Aku segera ke sana.

Saat semua muat foto pejabat polisi yang menunduk, kami memuat wajahmu.

Kang Tae Joo, si sinting dari Kangseong.

Dengan rokok di mulutmu itu, kamu persis seperti Chow Yun Fat.

- Ini rokok, tapi bukan sungguhan... - Berhenti di sana, Berengsek!

Hei! Beraninya bajingan ini masuk?

Dasar bedebah!

Hei.

Itu Detektif Do dan Detektif Jang, bukan?

- Tidak kamu tangkap? - Penugasanku mulai besok.

Jadi, kamu membiarkannya pergi begitu saja?

Sudah jelas dia hanya penjahat kelas teri.

- Kubilang jangan pukul kepalaku. - Kang Tae Joo.

Lihat gayamu yang sok keren setelah dari Seoul?

Detektif, Pak Detektif!

- Tolong, aku tidak bersalah. - Siapa?

Pria yang pernah kutangkap. Hei, ada apa?

Saat kamu menangkapku, setidaknya aku tahu aku pantas ditangkap!

- Kenapa? Apa? Pergi! - Brengsek!

Detektif...

Detektif Kang, bukan?

Sudah berapa lama? Sekitar tiga tahun?

Astaga.

Kudengar kamu diusir dari Seoul?

Kamu pergi seolah tidak akan kembali. Rasakan.

Dasar berandal!

Aku dijebak! Aku sungguh tidak melakukan apa pun.

Sudah, ayo kita pergi, sialan.

Detektif...

Sampai jumpa besok.

Aku sudah bilang aku tidak melakukan apa-apa.

- Kamu yang melakukannya! - Bukan aku!

Sial!

Kamu diusir?

Kenapa?

Coba kulihat. Jangan-jangan karena ini?

Karena merokok di depan Komisaris?

- Bukan, ini bukan rokok. - Kalau bukan, lalu apa?

Aku menangkap dan menjebloskan orang yang menerima suap dari preman.

Sialnya orang itu ternyata keponakan Komisaris.

Makanya aku tiba-tiba dimutasi.

Konyol sekali. Ini jelas tindakan balasan, bukan?

Hei, Tae Joo. Kamu sungguh tidak apa-apa?

- Kenapa aku tidak baik-baik saja? - Awas saja kalau kamu pulang.

- Hari ini laku keras... - Tae Joo.

Hei. Hei, kalian. Sudah lama sekali.

Hei, pengantin baru sebaiknya pulang lebih awal.

Dia baru keluar setelah sekian lama. Sudah lama sekali.

Kak, sudah lama sekali tidak bertemu.

- Un Hui, kamu bekerja untuk Ji Won? - Benar.

Hei, hei. Kami sedang tidak ingin berbasa-basi.

Kalau mau makan, silakan makan. Masuk ke warung Paman, aku traktir.

Ayo masuk, ayo masuk.

- Hei, duduk bersama di sana. - Baik.

Ada apa dengan mereka?

Apa terjadi sesuatu?

Tapi kalau Senior Ji Won sampai begitu, sepertinya cukup serius.

Hei, kamu memanggilnya "senior".

Apa tidak canggung?

Aku dipukul saat memanggilnya Kakak di kantor surat kabar.

- Dia masih suka memukul? - Jangan ditanya.

Hei, hei. Jangan-jangan kamu ketahuan istrimu, Gi Beom?

Kalau begitu dia juga seharusnya duduk di sana.

Entahlah. Memangnya dia akan membunuhku?

Ayo!

Hei, hei, hei! Hei, sudah! Malam ini kita minum sampai pagi.

Awas kalau ada yang pingsan sebelum matahari terbit.

"Warung Bibi."

Aduh, ayolah.

- Diamlah, kita hampir sampai. - Aduh, punggungku.

Itu Sun Yeong. Hei, sadarlah.

Sun Yeong! Sadarlah.

Hei, hei, ada Sun Yeong. Pura-pura sadar. Bersikaplah normal.

Sun Yeong. Tunggu sebentar, dia berat sekali.

Di sini, baringkan di sini.

- Aduh, punggungku sakit. - Sun Yeong.

- Sun Yeong. - Aduh, pinggangku.

- Astaga! - Aku pulang.

Astaga, bau sekali.

Ini Sun Yeong-ku!

- Dia marah. - Berapa banyak yang dia minum?

Adik bungsu kakak yang cantik, Sun Yeong.

Astaga, dasar pembuat onar! Minumlah secukupnya.

- Kakak menyayangimu. - Astaga!

Kakak menyayangimu...

Apa dia sudah mati?

The Scarecrow subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for The Scarecrow

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle โ€” sync, quality, typos.500 characters left