The first 200 lines.
Berdasarkan Kisah Nyata
Dago!
Kalian itu hanya sampah!
Tak bisa kalian mungkir.
Kalian berengsek! Kalian akan mati!
Dengar!
Dago!
Kalian itu hanya sampah!
Dago, kalian berengsek!
Kalian tak berharga!
Kalian berengsek!
Kami tak butuh kaum kalian!
Kami ingin lihat kalian musnah, Nak!
Kembalikan ke tempat asal mereka!
Orang-orang Italia ini...
Jarang yang memiliki rumah...
Selalu berkelompok.
Tak gunakan bahasa kita...
Dan tak hormat pada pemerintah...
Atau menaati hukumnya!
Diri dan rumah mereka kotor.
Mereka tak memiliki keberanian...
Kehormatan, kejujuran...
Kebanggaan, agama...
Atau kualitas apa pun...
Sebagai warga negara yang baik.
Masyarakat Italia ini harus musnah!
Aku bermaksud mengakhiri gangguan etnis Dago ini...
Meski harus menghapus setiap diri mereka dari muka bumi!
Aku berusia 15 tahun...
Saat Ayah bawa kami ke Amerika.
New Orleans!
Di Sisilia, ada wabah kelaparan.
Di Amerika, kami dijanjikan pekerjaan.
Kau! Hai, Dago! Kemari!
Hai! Siapa yang ingin kerja! Ayo, dapatkan pekerjaan!
- Ayah! - Ayah...
Ayo! Aku ingin orang yang berbadan besar kemari!
Kau! Hai, Dago! Kemari!
Ayo, naik ke kereta kuda!
Lihat, pekerjaan untuk semua orang!
Ayolah, para pemakan bawang!
Kalian harusnya lebih tahu!
Ayo, Nak, naik! Kau! Ayo, naik ke atas kereta kuda!
Ayo, aku ingin orang yang kuat. Kau! Naik ke sini! Ya!
Semuanya baik-baik saja, Tn. Macheca?
Semuanya baik-baik saja, Chief.
Hanya kali itu saat aku melihat David Hennessy, Kepala Polisi.
Dan aku melihat Joseph Macheca, yang mengelola dermaga.
Jika dirinya, aku akan jumpa lagi dengannya.
Marchesi! Keluarga Marchesi!
- Marchesi! Antonio Marchesi! - Aku Marchesi!
Aku Angelo Bagnetto.
Charles Mantranga memberi salam!
Ini pasar Perancis.
Pasar Perancis. Aku mengerti.
- Ini pisang. - Pisang!
- Ini apel. - Pisang, apel!
Ini kiosmu.
Bos harapkan bagian pendapatanmu.
Lima tahun lagi, kios ini milikmu.
Aku akan bekerja seperti bagal.
Hai, kemari sebentar!
Mantranga...
Bagnetto menjelaskan keadaan berbahaya pada ayahku.
Pasar Perancis dikelola Keluarga Mantranga.
Tapi Keluarga Provenzano, mereka mengelola dermaga.
Dia bilang, adanya perseteruan di antara kedua keluarga itu...
Dan memberi tahu bahwa hal ini tak pernah diperbincangkan...
Di jalan Decatur.
Di sini kita hidup bersama...
Tapi kau berutang kesetiaanmu...
Pada Keluarga Mantranga. Mengerti?
Aku beli sayuran.
Kau jual?
Baiklah.
Gaspare, buahnya!
Di hari yang sama, Kepala Polisi Hennessy...
Dan Wali Kota Joe Shakespeare diundang ke jamuan makan siang...
Di rumah pengekspor kapas terbesar di New Orleans...
James Houston.
Seluruh masalah Dago ini mulai lepas kendali.
Mungkin sekitar 30 ribu orang Italia menjijikkan di New Orleans saat ini.
Kau bisa jalan beberapa blok tanpa melihat kulit putih.
Maksudnya, kami mencemaskan masa depan.
Mereka pindah ke sini, dan tinggal bersepuluh dalam satu kamar...
Di jalan Decatur, berkembang biak seperti kelinci.
Dan apa yang kau dapat? Penyakit, kejahatan...
Dan kita takut kejahatan akan menyebar.
Kita datangkan mereka untuk menggantikan kulit hitam...
Setelah zaman emansipasi.
Sudah berlangsung selama 30 tahun sekarang.
Ini tak berhasil seperti seharusnya.
Ya, jangan lupakan Mick .
Kita datangkan mereka setelah kulit hitam dan sebelum Dago.
Kita punya seorang Dago, Joseph Macheca, mengelola dermaga.
Pintu gerbang ke kota, vital untuk kemakmuran kita.
Dermaga dikelola dengan baik.
Kita mengetahui dengan jelas, Tn. Macheca adalah pemimpin...
Organisasi kriminal Italia. Mafia?
Mereka bilang, dia mengendalikan Keluarga Provenzano dan Mantranga.
Aku tahu semua hal tentang Mafia, Tn. Parkerson.
Mafia telah mengancam nyawaku lebih dari satu kesempatan.
Tn. Macheca bukan anggota Mafia.
- Kami ingin kau tutup usahanya. - Atas dasar apa?
Ada bukti, Tn. Wali Kota?
Aku mengerti.
Tuan-tuan, saat kalian punya bukti kegiatan kriminal Tn. Macheca...
Aku akan senang untuk mendengarnya.
Terima kasih, Tuan.
Seandainya Macheca menyuap Wali Kota?
- Kita bisa melebihinya. - Dia tak akan membantu.
Kubilang ke ayahmu, "Giovani, kenapa tetap tinggal di Decatur?
Selama tinggal di sana, semua orang akan menganggap kita itu Dago!"
Kau tahu apa kata ayahmu? "Mika!
Vincenzo! Kau harus tahu jati dirimu, Vincenzo!"
Tunggu, angkat ini.
Kemari, bantu mereka!
- Vincent Provenzano. - Tn. Houston.
Vincent. Tampaknya bagiku...
Kau adalah pria yang membuat bisnis Macheca berjalan.
Tn. Macheca bekerja keras, Tn. Houston.
Kau yang membongkar muat buahnya.
Macheca menghasilkan uang. Mantranga mengirimkan anak buah...
Untuk membeli buah dari gudang, menaikkan harga...
Menjualnya di pasar. Dia menghasilkan uang.
Apa yang kau dapat? Ini saudara-saudaramu?
Apa yang mereka dapatkan?
Apa maksudmu sebenarnya, Tn. Houston?
Jika aku memiliki bisnis Macheca, kau tahu yang kukatakan padamu?
Buat lebih mahal bagi Tn. Mantranga.
Buat dia membayar pajak dari hak istimewa membeli buah.
Lalu kukatakan, 'Vincent, simpan uang itu, kau layak mendapatkannya.'
Senang bicara denganmu, Tn. Houston.
Aku tadinya akan bicara pada saudaramu, Giovani...
Tapi diberi tahu, kaulah Provenzano yang berambisi.
Apa aku benar?
Ya, kau benar.
Aku mempertimbangkan membeli bisnis Macheca...
Tapi kurasa dia tak akan menjual dermaga ini...
Selama segalanya berjalan dengan baik.
Tapi saat kubeli, kuharap kita bisa berbisnis bersama.
- Bisnis? - Ya, bersama-sama.
Kau ingin buah, kau bayar hak istimewanya.
Aku bayar untuk buah, bukan hak istimewa.
Apa kau bodoh?
Kau ingin buah, bayar.
Baiklah, siapa berikutnya?
Kembalilah ke Sisilia, Bodoh!
Ayolah!
Ingin berkelahi? Ayo!
Ayo!
Sudah cukup?
Kau ingin buah? Kau menginginkannya?
- Lepaskan! - Ada apa ini?
Tn. Macheca, bocah ini mencoba mencuri buah-buahan.
Dan Tony menghentikannya.
Itu benar, seperti apa kata Paman Vincenzo, Papa.
Mereka tak memberiku buah...
Kecuali kubayar uang ekstra.
Dia pencuri. Dia bohong.
Aku bukan pencuri.
Keluar dari sini. Keluar!
Katakan pada saudara-saudaramu dan putramu...
Aku tidak menoleransi perkelahian.
Sekarang suruh orang-orang ini kembali bekerja!
Tentu. Aku tak paham sepatah kata pun.
Apa?
Anggur ini, berharap untuk dibawa pulang olehmu.
- Terima kasih. - Apa?
Anggurnya berharap mengetahui nama nona cantik...
- Yang akan membawanya. - Apa yang terjadi dengan matamu?
Sayuran itu berbahaya.
Ikutlah, Megan. Kita sudah terlambat.
Megan.
- Marchesi! - Mantranga!
Semua baik-baik saja?
Ya, terima kasih, Tn. Mantranga!
Bagus!
Gaspare!
Ini Tn. Mantranga!
Ini putramu? Gaspare, ya?
Kau mencari nama untuk dirimu, ya?
Anakku menyesal karena berkelahi.
Keluarga Provenzanos mencari untung.
Kau punya nyali melawan mereka!
Kau ingin melakukan pekerjaan untukku?
- Tn. Macheca. - Macheca.
Maaf, telah masuk tanpa izin.
Ada maksud apa dengan kunjunganmu, Tn. Houston?
Aku berpikir, pasti dirimu sangat lelah mengawasi seluruh Dago ini.
Sungguh membuang waktumu.
Kuhargai perhatianmu, Tuan.
Saat aku punya masalah buruh yang membuatku kesal...
Suatu pagi aku terbangun, ingin menjual bisnisnya saat itu juga...
Dan menyelesaikan masalahku.
Tak pernah terpikir untuk menjual bisnisku, kapan pun itu.
Jangan tergesa memutuskan, kau mungkin ingin pertimbangkan...
Pada apa yang akan kutawarkan.
- Apa yang kau tawarkan? - Sebuah kemitraan, kau dan aku.
No comments yet. Be the first to leave one.