The first 200 lines.
"MAD CONCRETE DREAMS"
9 TAHUN LALU
Ini lucu sekali.
Hwal-sung.
Ya?
Apa?
Sungguh?
Tunggu, Hwal-sung.
- Maaf. - Hati-hati.
Sulit dipercaya.
Astaga!
Kau sudah bersusah payah, Yi-gyeong.
Kau juga.
Ya ampun...
Ini sungguhan.
Dua garis.
Sulit dipercaya.
Hei, haruskah kau keluar selarut ini saat Yi-gyeong di rumah?
Berapa usia kehamilannya?
Enam belas pekan.
Ini baru permulaan.
Aku tidak percaya kau akan menjadi ayah.
Aku sangat mencemaskanmu.
Minum dahulu, mi nanti?
Kuterima, tapi tak minum. Aku harus bangun pagi besok.
Yi-gyeong ingin aku mengikuti ujian PNS.
Aku tak pernah belajar seumur hidup, bagaimana aku bisa ikut ujian?
Lupakan saja. Kau akan lebih heroik dengan melakukan hal lain.
Aku setuju.
Demi negaraku, aku tidak akan menjadi PNS.
Kenapa kau tiba-tiba ingin menemuiku?
Kawan.
Kau mau menjadi tuan tanah?
Apa?
Sekarang angkat tanganmu ke depan
dan luruskan.
Aku pulang, Bu Jeon.
Satu, dua, tiga, empat.
Tenang dan bernapaslah.
Tujuh, delapan, sembilan, sepuluh.
Dua, dua, tiga, empat, lima
enam, tujuh, delapan, sembilan...
Angkat tangan, satu, dua...
Entah bayinya laki-laki atau perempuan
dia Jeon dengan darahku, jadi, ingatlah itu.
Baik, Bu Jeon. Tentu saja.
Jaga sikapmu.
Baiklah.
Bu Jeon.
Sebenarnya aku sedang mengerjakan sesuatu.
Ini untuk Yi-gyeong dan anak kami.
Apakah
kau bisa membantuku?
Mari bicara setelah bayinya lahir.
Baiklah.
KIM YEONG-HWA, LEE GYU-HAK GI SU-JONG
Kurasa sudah beres.
- Transfernya berhasil. - Baiklah.
- Tunggu sebentar. - Baik.
- Akan kutuliskan tanda terimanya. - Baiklah.
Astaga.
Halo, Pak Pemilik Gedung.
Dasar gila.
Jika tahu kau akan mentraktir
aku akan pergi ke tempat yang mahal.
Kau terlalu banyak minum.
Ayo kapan-kapan berkumpul bersama Seon dan Yi-gyeong.
Baiklah.
Terima kasih atas hidangan dan minumannya, Pak Pemilik Gedung.
Hati-hati di jalan, Pak Pemilik Gedung.
- Astaga, terima kasih. - Terima kasih.
- Terima kasih banyak. - Kau yang terbaik.
Ini milikku.
- Terima kasih. - Sampai jumpa.
Permisi.
Halo, Bu Jeon.
Apa?
UNIT PERAWATAN INTENSIF KHUSUS STAF BERWENANG
Yi-gyeong.
Sang ibu selamat.
Bayinya?
KODE SANDI SALAH SILAKAN COBA LAGI
Beraninya kau kemari.
Bu Jeon. Apa kau...
Kau mengganti kode sandinya?
Jangan berani pulang
sampai Yi-gyeong pulih sepenuhnya.
Apa maksudmu?
Aku harus menjaganya.
Ini sudah keguguran kedua.
Dengar baik-baik.
Aku tahu satu hal.
Pasangan tidak akan pernah bisa menghadapi kehilangan anak.
Bersiaplah untuk berpisah.
Bu Jeon!
Yi-gyeong!
Yi-gyeong!
SU-JONG
Apa maumu?
Ada apa denganmu?
Apa maksudmu?
Bagaimana dengan sisanya?
Maaf, Kawan.
Kurasa aku tidak bisa membantu.
Apa maksudmu?
Hanya itu yang bisa kau katakan?
Kali ini, Ibu keterlaluan, ya?
Itu bukan salahmu.
Aku bicara dengannya untukmu.
Mari menjaga sikap untuk sementara.
Dia juga terpukul.
Baiklah.
- Jangan. - Apa?
Aku belum sepenuhnya pulih.
Bisa tolong singkirkan itu?
Aku tidak tahan melihatnya.
Kenapa kau membawa pasunya?
Itu pasti sangat sulit bagi Yi-gyeong.
Kupikir dia ingin melihatnya untuk kali terakhir.
Kau tidak tahu apa-apa.
Ayo masuk.
Hwal-sung.
MAD CONCRETE DREAMS
EPISODE 10
Tunggu, siapa kau?
Hwal-sung.
Aku ingin kau mati hari ini.
Apa?
Sampai jumpa di neraka, Kawan.
Begini...
Kami ingin bilang dia tewas terjatuh
saat datang memeriksa properti yang dilelang.
Bisa bantu aku menggendongnya ke sana?
Sial. Aku melakukan berbagai macam hal sekarang.
Ada apa?
Apa yang kau rencanakan?
Jangan mendekat.
Atau apa?
Jangan mendekat.
Jangan mendekat.
Apa yang kau lakukan?
Kau manis.
Kau akan memukulku dengan itu?
Silakan.
Bagaimana jika kalian semua hancur hari ini?
Aku mengikutimu karena firasatku buruk.
Sial...
Tidurlah.
Ae-su.
Mari kita urus itu dahulu.
- Sudah berapa lama? - Sekitar lima menit.
Sial.
- Menjauhlah dari pasien. - Mundur.
Kalibrasi mesin.
Kejutan listrik.
- Menjauhlah dari pasien. - Mundur.
Tekan tombol oranye.
Memberikan kejutan listrik.
Memberikan kejutan listrik.
Mulai CPR.
Ae-su.
Min Hwal-sung.
Bangun, Hwal-sung.
Berhasil.
Dia sudah sadar. Hwal-sung.
Kau baik-baik saja?
Dia baik-baik saja.
- Berhasil. - Ya.
Su-jong?
Bangun, Su-jong.
- Kau baik-baik saja? - Ya.
Kau baik-baik saja?
- Ya, bagaimana denganmu? - Ya.
Bagaimana dengan Hwal-sung?
Dia sudah sadar.
DILARANG MASUK
KHUSUS PETUGAS BERWENANG
DETAIL PRIBADI PIHAK YANG DIKONTRAK
MIN HWAL-SUNG
- Sudah? - Ya, ayo.
Tolong urus sisanya untuk kami.
Tunggu, bagaimana dengannya?
Apa kita akan keluar dengan selamat?
Ya, tentu saja.
JONAH, REAL CAPITAL
Hubungi aku kapan pun kau butuh bantuan.
Kau baik-baik saja?
Bagaimana perasaanmu?
Memiliki orang tua pembunuh.
Kau tidak berhak mengatakan itu.
Maksudmu aku yang salah?
Kurasa ada batasan yang tidak boleh dilewati.
Orang tuamu melewati batas lebih dahulu.
Hanya karena seseorang berbuat salah bukan berarti aku juga boleh.
Kami buat seolah-olah dia jatuh dari ketinggian.
Semua sudah berakhir. Bisakah kami membawa Da-rae?
Serahkan dirimu.
Akan kulakukan setelah jasadnya ditemukan.
Da-rae.
Apa Hwal-sung benar-benar mati?
No comments yet. Be the first to leave one.