The first 200 lines.
Sulit menjadi diriku.
Aku sedih karena merasa diriku tidak cukup baik.
Sudah lama aku tak punya teman.
Setidaknya aku punya teman mengobrol.
Ada orang yang bisa kuajak bicara.
Aku sangat pandai berbicara dengan orang.
Aku tarik napas dalam-dalam lalu berfokus pada orang tersebut.
Cara mereka berjalan, sesuatu di mata atau senyum mereka.
Serap, gunakanlah.
Kau menjadi mereka.
Aku terpesona oleh itu.
Astaga, aku bisa sukses besar dalam hidupku.
Aku berbakat.
Apa yang kulakukan dengan hidupku?
Aku bermain-main...
dengan alam semesta.
BAGIAN 2 JENIS HEWAN YANG BERBEDA
Artikel Ratu Penipu dapat banyak perhatian.
SIAPA "SI GENIUS GILA" DI BALIK KEGADUHAN GLOBAL?
RATU PENIPU YANG MENIRU TOKOH-TOKOH WANITA HOLLYWOOD
Tapi orang masih dipancing ke Indonesia...
JURNALIS
...dan orang yang ditiru bertambah banyak.
'RATU PENIPU HOLLYWOOD' MASIH BERKELIARAN
Sepanjang penyelidikan,
aku sudah bicara dengan lebih dari empat ratus korban.
Kami mendapati bahwa dia sudah menjalankan penipuan ini selama hampir sepuluh tahun.
Butuh waktu sepuluh tahun sampai ada orang yang bertindak,
jadi dia menggunakan suatu MO dan itu manjur baginya
dan tak ada yang menghentikannya.
Kami menangani cukup banyak kasus dengan aspek peniruan identitas
untuk penipuan, tapi yang ini terasa berbeda sejak awal.
Dalam banyak kasus, penipu memilih sasaran,
mengincar uangnya,
dapat uangnya, lalu mencampakkan si korban.
Bukan itu yang terjadi di sini.
Saat bicara dengan para korban,
aku tak pernah melihat dua pendekatan yang serupa.
Itulah yang sangat unik dalam kasus ini
ada sedikit perbedaan di setiap cerita orang,
ada tambahan baru dalam aspek psikologisnya
dan perlakuannya kepada orang lain.
Jika, semoga tidak...
REKAMAN KORBAN ANONIM
...ada orang ingin meniru Amy Pascal...
Maaf. Kenapa kita membahas peniruan identitas?
Untuk apa aku meniru orang lain?
Apa untungnya?
Pertama kali kudengar dari orang yang pernah menghadapinya
dan percakapannya berlanjut,
aku sangat terkejut. Tapi kemudian, hal itu terus terjadi.
Jadi, aku tidak tahu apakah itu hal psikologis
untuk memberi tekanan kepada seseorang, atau lainnya,
tapi itu tidak masuk akal jika dilihat dari sudut pandang penipuan.
Bisa jelaskan lagi bagaimana kau menemukanku?
Aku merasa ada keraguan.
Aku merasa kau seorang gay.
Apa?
Aku sudah banyak menelitimu, Bedebah.
Oh, kau sudah baca tentang aku?
Ya, sudah.
Kau adalah Ratu Penipu.
Kau menipu orang untuk dapat uang.
Aku berusaha memahami
kau melakukannya karena hasilkan banyak uang,
atau karena kau melakukannya hanya untuk bersenang-senang.
Kalau bukan keduanya?
Setiap korban, secara terpisah dari satu sama lain,
punya istilah yang sama untuk menggambarkan dia.
Istilah tersebut adalah, "penyiksaan psikologis",
semacam "pelecehan psikologis".
Aku ingin uangnya disetorkan.
Tentu, tapi kau tidak membunuh orang demi uang.
Kecuali kau penjahat.
Maksudmu ayahmu penjahat?
Dia tidak punya nomor teleponmu. Tapi itu...
Dia punya, aku punya nomornya. Dia meneleponku.
- Jika dia... - Dia ancam akan membunuhku.
Bisa kita kembali ke masalah perbankan ini?
Tidak. Bisa kita kembali membahas ada nyawa orang dalam bahaya?
Aku yakin dia sadar bahwa dia mempermainkan orang.
Mereka ditaruh dalam teka-teki dan dia menonton mereka kebingungan.
Contoh, dia melakukan sesuatu yang sangat aneh terhadap korban ini,
dia menyuruhnya menonton The Truman Show.
Itu sungguh mengejutkanku,
karena The Truman Show adalah metafora yang sempurna
untuk perbuatannya kepada para korban.
Yaitu menciptakan sebuah tipuan yang cerdas dan rumit,
lalu menaruh para korbannya di dalam tipuan tersebut
sebagai tontonan yang menghibur dirinya.
Bagaikan Tuhan yang menciptakan sebuah dunia
dan mengizinkan ciptaannya
untuk merenungkan kemungkinan alam sadar penciptanya.
Dan berkata, "Ha ha ha, lihat apa yang kulakukan kepadamu.
Apakah ini cukup bagimu untuk sadar?"
Aku sangat terpesona oleh psikologisnya.
Aku punya firasat bahwa dia seorang operator tunggal,
dialah dalang penipuan itu.
Ada beberapa informasi biografi dasar.
Aku tahu nama aslinya adalah Hargobind Tahilramani,
dia dipanggil "Harvey" saat masih kecil,
dan sekarang dia berada di London
menggunakan akun Instagram dengan nama "Gavin".
Menurutku, mungkin Purebytes adalah jalan keluarnya.
Cara untuk memulai kembali hidupnya setelah tinggalkan Indonesia.
Ya ampun! Kita berada di puncak dunia. Mari jelajahi.
Kita jadi bertanya, "Apa tujuannya?"
Apakah karena dia ingin sukses
dan punya akun media sosial yang sah,
dan itu akan memberikan hidupnya hakikat dan makna?
Atau apa untuk membangun media sosialnya
agar dia bisa gunakan untuk tujuan jahat?
Aku kagum bahwa aku bisa melakukan
apa saja dan apa pun jika berniat.
Kau juga bisa.
Aku pegawai restoran
bernama Goodman, restoran steik.
SOMELIER
Kira-kira aku sudah enam tahun kerja di sana ketika bertemu Gavin.
Kami segera mengenalnya
karena dia selalu agak bermasalah.
Steik kami tidak pernah benar baginya
dan dia hanya menaruh dalam mulutnya,
mengunyah, memuntahkannya, taruh dalam serbet linen
menyerahkannya sambil berkata, "Ini salah, Julian."
Anehnya, kami tetap menagih dia apa adanya,
dia selalu senang untuk membayar.
Dia menjelaskan kepada staf bahwa dia influenser makanan di Instagram.
Di restoran, terkadang dia memotret makanan...
Saat ini kita berada di Goodman's Steakhouse.
Steiknya lezat dan pegawainya baik. Ayo.
Akhirnya, setelah mengenal dia
dia mulai mengikuti Instagramku.
Lalu aku berhenti dari restoran itu dan menerima pesan darinya.
"Hai, Julian. Aku punya ide.
Aku bisa menggunakan jasamu untuk akun Purebytes-ku.
Mau bertemu untuk membahasnya?"
Kami bertemu di kedai kopi lalu dia berkata,
"Intinya, pekerjaanmu adalah
kalau aku pergi makan siang, pergi ke restoran, kau ikut aku,
memotret semuanya untuk akun Instagramku.
Itu akan membuat foto-fotonya lebih profesional dan kubayar.
Kau kubayar. Kerjanya dari Senin sampai Jumat."
Kataku, "Baiklah. Sepertinya bisa dilakukan.
Kita lihat hasilnya."
Lalu katanya, "Rekam aku."
Aku sudah jelaskan kepadanya aku cukup baik untuk fotografi,
tapi aku bukan videografer yang terlatih atau mahir,
tapi kita bisa berusaha sebaiknya. Katanya, "Tak peduli. Rekam saja."
- Action. - Aku berada di Pecinan
dan teman baikku, Tuan Julian...
Ya, Tuan...
Menyuruhku untuk mencicipi makanan khas ini.
Ini adalah kustar berbentuk ikan yang istimewa.
Sekitar pukul 14.00, dia bilang, "Aku harus menelepon."
Kataku, "Baiklah."
Kemudian dia berkata kepadaku,
"Kau harus pergi. Enyahlah! Menghilang."
Gavin selalu mengalami gangguan-gangguan biasa.
Katanya, "Aku belum tidur." Dan, "Aku terjaga sepanjang malam."
Antara apa yang dia lakukan untuk Purebytes
dan kegiatan penipuannya,
dia pasti sibuk dengan ponsel seharian.
Dia menelepon orang setiap waktu.
Bisa pukul empat pagi, waktu Inggris Raya,
lalu dia berbincang-bincang dengan seseorang di Indonesia.
Pada hari yang sama, dia bicara dengan seseorang di LA,
yang baru saja beli tiket pesawat.
Jadi, jelas dia punya orang-orang
dalam tahap penipuan yang berbeda pada waktu yang sama.
Kudapati dari sumber bahwa dia menelepon sekitar 50 orang setiap hari
untuk mengukur apakah orang tersebut bisa dijadikan sasaran.
Dia membuat catatan mengenai semua korbannya
dalam folder draf Gmail.
DRAF - 446
Sungguh sebuah keahlian untuk bisa menjaga simfoni tetap dimainkan
sambil berada di dunia nyata
terus mengingat beragam cerita tentang dirinya.
Dia memulai dengan mengaku seorang produser di industri perfilman
lalu dia mulai menceritakan bahwa dia bekerja untuk Netflix.
Ada referensi di seluruh laman mengenai pekerjaannya di Netflix,
jadi dia bisa menciptakan interaksi dan pekerjaan
yang pura-pura sedang dia kerjakan.
Menunjukkan bahwa ini upaya yang disengaja
dan rencana yang tersusun rapi untuk menipu orang.
Seakan-akan dia tidak bisa mengendalikannya.
Itu terus terjadi lagi dan lagi.
PAL HANSEN FOTOGRAFER
MENGENAI/KONTAK
KONTAK PÅL HANSEN
PESAN BARU PÅL HANSEN
GAVIN AMBANI - INTRO DAN RAPAT
Ya. Bagus. Sekarang lihat ke kiri.
Bagus.
Sebagai fotografer, terutama aku dikenal suka memotret.
Sering kali, selebritas...
tapi juga potret koki, orang-orang di industri makanan.
Gavin Ambani mengirimkan aku surel.
Katanya dia menghubungiku karena Itamar dan Sarit,
dua koki yang sangat dihormati, merekomendasikanku.
No comments yet. Be the first to leave one.