The first 200 lines.
WE ARE ALL TRYING HERE
Halo, Semuanya!
- Halo! - Halo!
Kita pasti bisa!
Ini akhir tahun! Ayo cari cuan!
LAYANAN KATERING LOYAL
Baiklah!
- Boleh berangkat! - Baik.
- Hati-hati! - Pasti!
Pernahkah kau minta tolong?
Maksudku,
bukan bantuan kecil.
Tapi saat kau lagi kesusahan.
Siapa yang mau begitu?
Pastikan kau minta tolong ke aku, ya?
Ada satu jenis perasaan yang tak mau kurasakan lagi.
Susah dijelaskan
dengan kata-kata.
Rasanya kayak terjebak di lubang
yang lebarnya cuma 30 senti, tapi dalamnya 100 meter, tak bisa gerak.
Begitu rasanya.
Tapi kini setelah tahu aku bisa minta tolong,
lubang 30 senti itu
serasa jadi selebar satu meter.
Jadi, janji ya,
kau tak sungkan minta tolong.
Baiklah.
Demi menarikmu keluar dari emosi merusak diri,
aku mencebur ke dalamnyaโฆ
Menyelaminya dan menemukan kata-kata untuk menyelamatkanmu.
Kata-kata yang belum pernah kuucapkan.
"Tolong aku".
Tapi ternyata kata-kata yang kutemukan itu
justru menyelamatkan diriku.
TAK ADA YANG HADIR DALAM HIDUPMU SECARA KEBETULAN
Saat kau keluar dari situasi terburuk,
tiba-tiba perspektif baru terbuka,
dan semua hal yang dulu menyusahkan mulai terasa sepele.
Kesuksesan?
Debut?
Persetan semua.
Jika aku cuma ada satu permintaan dalam hidup,
aku ingin mati karena usia tua.
Semoga kucing, pohon,
dan semua makhluk hidup mati karena usia tua.
Bukan karena penyakit,
bukan karena derita.
Semoga semuanya mati karena usia tua,
kayak daun yang gugur sendiri.
MA JAE-YEONG
Kau akan masuk ke bagian kredit.
Dengan nama samaran.
Tak boleh pakai nama asli.
Itu tawaran terakhirku.
Boleh pakai nama "Yeong-sil"
sebagai nama samaranku?
Aku ingin hidup tenang.
Dengan senang hati.
Yeong-sil pasti merasa terhormat.
Terima kasih.
Yeong-sil.
Apa itu?
Nama samaranku.
Yeong-sil.
Kau tahu maksudku.
Kayak cowok yang tak punya kelebihan,
tapi saat si cewek bilang dia punya, dia menunjukkannya.
Kita jadi berpikir, "Dia pasti punya sesuatu."
Karena kau suka Dong-man, dia jadi terlihat keren.
- Benarkah? - Ya.
Akan kuberi tahu dia.
Wah, cepat sekali.
Luar biasa.
- Dia cepat sekali. - Wah, lihat.
Aku pergi, ya.
Tunggu, tapiโฆ
Kakakku sungguh ke Daegwallyeong kali ini.
Sudah lama menunggu?
- Aku baru tiba. - Begitu, ya.
JERUK 5.000 WON
Kelihatannya segar.
Masa yang tenang akan segera tiba,
saat kita ada di bawah selimut, sambil makan jeruk dan baca komik.
Kenapa musim dingin terasa lebih damai?
Karena kita mencari kehangatan?
Benar juga.
Omong-omong, kurasa pekan ini aku bisa mengirimimu draf revisinya.
Skenarionya jadi makin menarik.
Tak sabar ingin membacanya.
Sekarang aku tahu kenapa sutradara ingin skenario mereka dikritik olehmu.
Jika diserahkan ke produser lain,
mereka cuma sibuk bahas struktur cerita dan bagian akhirnya,
menggunakan istilah-istilah teknis.
Tapi kau berbeda.
Kau tahu persis kendalaku di mana,
di mana aku harus fokus secara emosional, biar kisahnya berkembang.
Asal kau tahu,
kau punya bakat alami untuk memahami orang.
Kayaknya itu kemampuanmu
sejak lahir, ya?
Ayolah.
Kau sendiri bisa mengenali emosi "tolong aku" itu.
Boleh tahu kenapaโฆ
"Tidak diketahui" muncul di jammu?
Tak harus dijawab.
Karena kakakku.
Boleh tahu kenapa
pesan itu muncul di jammu?
Tak harus dijawab juga.
Karena ibuku.
Apa kau akur sama ibumu?
Kami lebih akur
setelah beliau tiada.
Aku tak memahami ungkapan "Jaga ibumu".
Gambaranku soal sosok ibu beda dengan orang lain.
Saat kurasa kayak ditelantarkan,
misalnya saat diputus pacar
atau ada konflik di kantorโฆ
Seluruh tubuhku sakit, dan aku mimisan.
Saat aku cari tahu sumber gejala ini,
semuanya mengarah ke satu orang.
Orang pertama yang mencampakkanku.
Ibuku.
Dulu saat kecil, aku tak paham,
tapi setelah dewasa, aku berpikir,
"Perempuan yang melahirkanku itu
ternyataโฆ
"Perempuan lemah."
Dari situlah aku memutuskan
bakal menjadi ibu dan perempuan yang tangguh.
Sosok yang tak merasa malu
punya anak atau suami kayak apa pun.
Ibu dan perempuan yang tangguh.
Syukurlah jika begitu.
Soalnya,
aku pria yang sangat memalukan.
Bukan "sangat".
Cuma sedikit.
Sedikit memalukan,
tapi sangat menarik hati.
Dewi angin!
Siapa yang berani menelantarkanmu?
Siapa yang berani mencampakkanmu?
Pakai aku saja sesukamu
sampai aku tak dibutuhkan lagi.
Aku akan menunggumu jika kau kembali.
Dewi angin!
Aku pengagum sejatimu
dan orang yang bisa kau temui kapan pun.
Inilah dewi angin!
Jika kau tak suka melihat keadaanku,
akan kutemui wanita lain
untuk sementara.
Cuma sesaat.
Dan jika kau menyuruhku kembali,
aku akan segera kembali padamu.
Tidak, jika aku menemui wanita lain,
"akan kubilang, "Eun-a mengaturku.
Aku harus segera kembali padanya jika dia memanggilku."
Akan kubilang begitu duluan.
Jika kau mau aku tetap menjomlo
atau tetap siaga buat dirimu,
akan kulakukan.
Jika itu mampu menghilangkan rasa cemasmu,
bukankah itu cara hidup yang luar biasa?
Ya ampun, aku harus bagaimana?
Aku memang sangat menarik hati.
Kau tak naik?
Buruan naik.
Penulisnya akan segera tiba.
Buat apa? Lagian tak bakal jadi juga.
Sudah baca tulisannya?
Melihatnya saja sudah muak.
Di baris pertama sudah ada tipo. Sudah gila, ya?
Penulis sejati akan memeriksa karyanya minimal 20 kali sebelum menyerahkannya.
Haruskah kubatalkan
pertemuan dalam 20 menit ini?
Haruskah kusuruh dia balik meski sudah jauh-jauh dari Dongducheon?
Kubilang aku tak butuh penulis lain. Kenapa kau buat janji temu?
Sudah kuperingatkan.
Kali ini kau tak bisa mandiri.
Naik sana.
Naik. Wawancarai penulisnya,
dan lontarkan kritik pedas jika itu maumu.
Tapi akan kucari terus di seluruh negeri penulis pendamping untukmu.
Sudahlah, naik saja.
Jika sudah bikin janji, kau harus hadir.
- Katamu kritik pedas, 'kan? - Silakan!
Ya ampun, berandal itu.
Jangan terlalu keras dengannya.
Kau tahu sifatnya.
Dia itu tipe orang
yang haus akan pujian,
baru otaknya bisa jalan dan berpikir jernih.
Memangnya bocil?
Kau juga, cepat tulis sesuatu daripada duduk-duduk seharian!
Hei, dasarโฆ
Otakku lagi bekerja.
RESUME PARK JEONG-MIN
Dari namamu, kukira kau seorang pria.
No comments yet. Be the first to leave one.