The first 200 lines.
Di masa jaya dinasti Tang, banyak siluman di Chang'an.
Para Guru Langit bekerja sama membunuh raja siluman Mu Feng.
Pimpinan mereka, Wu Chenzi
menyegel roh siluman di tubuhnya sendiri
dengan harapan Mu Feng bisa dijinakkan.
Dalam upaya menyelamatkan roh siluman
ratu siluman, Feng Siniang melakukan pembantaian
di Kediaman Penguasa Langit karena ketakutan
dan menjagal Wu Chenzi.
Sebelum Wu Chenzi mengembuskan napas terakhirnya
dia memindahkan roh siluman ke tubuh seorang bayi.
Raja siluman Mu Feng ditinggalkan begitu saja di tubuh tanpa jiwa.
ZHONG KUI KILL DEMON LEGEND
Hei, Tuan. Apa kau penguasa langit Zhong Kui?
Kau mengejarku sejauh ini. Apa kau menyukaiku?
Dasar siluman! Berani sekali kau membunuh orang di Kediaman Sima!
Kau sungguh berpikir bisa bebas?
Yang benar saja, Zhong Kui. Bagaimana mungkin aku siluman?
Kau pasti bercanda!
Begitu melihatmu
entah kenapa jantungku berdebar sangat kencang.
Siluman tak punya detak jantung. Jika kau tak percaya
sentuh aku.
Sentuh aku dan rasakan apa aku punya detak jantung.
Aku tak akan menyentuhmu.
Aku setuju. Aku akan menyentuhnya!
Aku senang kau setuju. Sidik jarimu.
Apa ini?
Kau berutang 500 tael perak. Ini buktinya.
- Tuan San, ini namanya penipuan. - Lalu kenapa?
Pembohong menipu pembohong. Begitulah cara kerjanya. Ayo pergi.
Aku hanya berutang lima tael.
Aku hanya tidur sebentar tiba-tiba berutang 500 tael padamu?
- Kau... - Kakak, mereka sudah pergi.
Bagaimana caranya aku mendapatkan 500 tael?
Kakak, apa kau bermimpi jadi penguasa langit
dan mengejar siluman lagi?
Jangan pukul aku! Aku punya ide!
Apa idemu?
Kita tahu di Kediaman Sima ada banyak siluman.
Mereka menawarkan hadiah besar pada siapa pun yang menangkap siluman.
Aku merekomendasikanmu untuk pekerjaan itu.
Zhong
Kui.
Lalu?
Tuan Sima setuju.
Aku bertanya berapa upah kita untuk pekerjaan itu?
Upahnya.
Seribu tael? Seratus tael?
Satu tael?
Kakak.
Bukankah tujuan kita menciptakan pasar penipu di Chang'an?
Baiklah.
Kita tak tahu cara menangkap siluman.
- Apa yang harus kita tangkap? - Apa yang harus kita tangkap?
Keluar!
Tuan menyuruhmu menangkap siluman. Kau malah menangkap kucing?
Tuan-tuan, yang mana dari kalian Tuan Zhong Kui?
Zhong Kui?
Aku pernah mendengar tentangnya tapi belum pernah bertemu dia.
Kami hanya lewat. Sampai jumpa lagi.
Jaga diri. Mari bersalaman.
Berhenti!
Terima kasih, Tuan-tuan.
- Terima kasih, Kawan. - Kalian tak harus mengantar kami.
- Para perundung terkutuk! - Siapa yang kau kutuk?
- Bukan kau. - Bawa barang-barang kalian.
Pergi dari sini.
Cepat atau lambat mereka akan dimakan siluman.
Apa katamu?
Cepat atau lambat mereka akan dimakan siluman.
- Siluman? - Siluman.
Tidak!
Tolong! Ada siluman!
Hei, Siluman!
Kau tertangkap di tempat yang sama dua kali. Bodoh sekali.
Kau pikir aku tak mengenalimu dengan pakaian baru?
Bodoh sekali.
- Apa kau tahu bahwa... - Bahwa kau bukan siluman?
- Aku... - Apa?
Cukup. Kau akan memanggilku Kakak, bukan?
Lalu telanjang untuk menggodaku, bukan?
- Aku menggodamu? - Aku benar, 'kan?
Kau akan bilang saat melihatku
jantungmu berdebar sangat kencang?
Dan bahwa siluman tak punya detak jantung.
Siluman memang tak punya detak jantung.
Benarkah?
Jadi kau punya detak jantung.
Kau seharusnya bilang bahwa kau salah satu dari kami.
Aku Duan Yiyi, murid dari Kediaman Guru Langit.
Aku sudah memeriksanya.
Korban dikeringkan dengan Yang Qi tidak teratur.
Siluman ini aktif. Aku mengejarnya hingga kemari.
Sayangnya aku dihentikan olehnya dan siluman itu melarikan diri.
Aku mengerti. Terima kasih, Nn. Duan.
Ini koin untukmu. Tolong terima.
Terima kasih atas kebaikanmu, Tuan.
Menangkap siluman adalah kewajibanku.
Bagus.
Nona, kapan kau bisa menangkap siluman ini?
Para korban punya kesamaan.
Janggut mereka tebal dan energi yang mereka kuat.
Tenanglah, Tuan Sima.
Mereka berdua setuju membantuku.
Dengan lonceng penakluk siluman milikku
aku bisa menangkapnya besok malam.
Nona, kami akan menyiapkan kamar untukmu.
Omong kosong!
Siniang, Zhong Kui sudah masuk ke Penginapan Bebas Siluman.
Mu Feng, demi dirimu aku telah menyerap energi Yang
dan berburu selama 100 tahun.
Ini saat yang sudah kutunggu.
Sial! Ada apa dengan Duan Yiyi?
Dia bilang orang dengan Yang kuat pasti berjanggut tebal
dan sebaliknya.
Yang lebih buruk, dia menggunakan kita sebagai umpan.
Kakak, apa yang harus kita lakukan?
Aku juga tak tahu.
Yang paling penting bagi manusia adalah kepercayaan.
Karena aku sudah setuju, kita harus melakukannya apa pun yang terjadi.
Sayangnya janggutku sudah hilang. Jadi kau yang harus melakukannya.
Benar juga.
Mengesankan sekali!
Aku ingin tahu cara Duan Yiyi menaklukkan siluman itu.
Dia masih punya lonceng penakluk siluman.
Lonceng penakluk siluman...
Aku akan membantumu mencurinya.
Kakak, jangan bercanda. Aku meniupkan asap halusinasi.
Asap halusinasi?
Asap halusinasi apa?
Aku sedang merokok.
Selamat malam, Nona Yiyi.
Kau juga datang untuk meniupkan asap halusinasi?
Asap halusinasi? Apa maksudmu?
Nn. Yiyi, sebenarnya aku datang untuk mengajakmu
melihat bulan denganku.
Melihat bulan? Untuk apa?
Kebetulan hari ini tanggal 15.
Lihat, bulannya besar dan bulat, 'kan?
Melihat pemandangan seperti ini
aku teringat sesuatu yang sudah lama ada dalam pikiranku.
Kurasa ini saatnya mengatakan padamu, Nn. Yiyi.
Mengatakan apa?
Tiga hal yang kucintai di dunia. Matahari, bulan, dan dirimu.
Matahari untuk pagi, bulan untuk malam
dan kau untuk selamanya.
Lalu?
Itu saja.
Saat ini...
Apa kau akan memberiku ciuman, Nn. Yiyi?
Bubuk Bercinta?
Bahan-bahannya
penis domba, rusa, banteng, dan harimau
lokio dan ginjal.
Begitu kau menciumnya, jangankan lonceng
kau bisa mencuri apa pun yang kau inginkan.
Kau ingin menciumku? Jangan harap!
- Nona Yiyi. - Kalian mau ke mana?
Apa kau akan percaya jika kubilang kami akan ke jamban?
Nona Yiyi, kami tak punya janggut
jadi kami tak bisa membantumu. Kau tak bisa menggunakan kami
- sebagai umpan. - Jangan bergerak.
Tak ada yang boleh pergi sebelum aku dapat umpan.
Sebenarnya aku punya ide.
Apa idemu?
Dia bisa pakai janggut palsu. Itu bisa berhasil, 'kan?
- Ide bagus. - Aku mengandalkanmu.
Kakak, apa kita sungguh akan melakukan perintahnya?
Apa tak ada cara lain?
Biar kupikirkan.
Itu bukan ide buruk.
Itu tidak perlu.
Benar, aku pasti akan mencuri lonceng penakluk siluman Duan Yiyi.
Ada siluman di dekat sini.
Bukankah kau mengaku sebagai penguasa langit?
Kenapa kau takut dengan siluman kecil?
Lupakan. Seharusnya kuhajar kau.
- Ada siluman! - Siluman?
Cepat, lepaskan aku!
Cepat!
Tunggu, lonceng penakluk siluman!
Kita harus kembali. Nuraniku terusik. Ayo.
- Apa yang terjadi? - Di mana Duan Yiyi?
- Mengesankan. - Ya.
Jika jadi penguasa langit aku juga pasti bisa sehebat itu!
Menurutmu begitu?
Siapa itu?
Jika ingin bilang sesuatu, tunjukkan dirimu.
Apa mau kalian?
Apa kau yang membunuh siluman itu?
Aku bukan penguasa langit. Mana mungkin aku membunuhnya?
Jangan tuduh aku!
Apa mau kalian?
Jangan harap topeng kalian akan menakuti kami.
Dengar, kami sebenarnya juga siluman.
Siluman apa?
Siluman apa? Kau sendiri?
Aku siluman kucing.
Aku mengerti. Bagaimana denganmu?
No comments yet. Be the first to leave one.