The first 200 lines.
SOLD OUT ON YOU
Pak Mechoori!
Biarkan aku menginap.
Apa?
Ayo tidur bersama.
Aku tak percaya ini.
Kau sungguh berkemas dan kemari selarut ini?
Kau bilang tak bisa tidur
tanpa aku.
Aku tak bermaksud apa-apa.
Bagaimana dengan kebunmu?
Banyak yang harus dicek sebelum kontrak,
jadi aku akan di Seoul untuk sementara.
Benar tak apa?
Apa kau sendiri yakin soal ini?
Apa aku pergi saja?
Kata siapa aku keberatan?
Biar kuingat-ingat letak kamarmu.
Pak Mechoori, tunggu sebentar.
Kubereskan dulu!
Sebentarโฆ
Kemarilah.
Kau sedang apa?
Kau bilang tak bisa tidur.
Biar kubunyikan sampai kau tertidur.
Ini sangat membantu.
Tak usah.
Lalu kapan kau akan tidur?
Kalau kau sudah tidur, aku akan tidur di sofa.
Apa?
Kenapa? Kenapa di sofa?
Sofanya terlalu sempit, ranjangku besar sekali.
Sofamu besar.
Tidurlah.
Sofaku sangat tak nyaman,
ranjangku nyaman sekali.
Cepatlah tidur.
Jangan bilang
kau ingin menetap di Korea.
Gara-gara pewara itu?
Bu Dam.
Pak Seoโฆ
Maksudku, Tetangga.
Kau boleh terus memanggilku Pak Seo.
Aku bertekad merebut kembali posisiku.
Kau tahu aku mendukungmu, kan?
Kau sudah membuatku bersemangat.
Kau harus makan dengan baik di saat seperti ini.
Akan kukirimkan daftar resto enak di sekitar sini.
Semangat!
Tidak!
Aku lari satu putaran taman.
SEMUR TELUR PUYUH, SALAD LOBAK.
Semuanya asin.
Beras ini baru digiling kemarin, jadi rasanya pasti enak.
Terima kasih.
Aku juga mau beli.
BERAS PREMIUM
Telur puyuh ini lebih segar.
Yang kulitnya kasar lebih bagus.
Apa kau seorang koki?
Aku tahu banyak soal telur puyuh.
Terima kasih.
Aku juga mau beli.
TELUR PUYUH SEGAR
Kau mau makan siang ssambap?
Lauk di rumah terlalu asin, jadi kupikir lebih baik membuat ssambap.
Ya, tak boleh terlalu asin. Kini semua suka yang rendah garam.
Kau benar.
- Permisi. - Ya, silakan.
Rupanya kita bertetangga.
Kau tinggal sendiri?
Tidak.
Kalau begitu, orang yang tinggal denganmu pasti senang karena kau memasak.
Kau juga.
Apa makananku seasin itu?
Benarkah?
Ye-jin.
- Bisa bantu cicipi? - Tentu.
- Ini enak. - Sudah pas?
Syukurlah.
Kau lari dengan Pak Seo?
Kami kebetulan bertemu di taman.
Kau yang membantu Ye-jin, kan?
Direktur Eksekutif Seo Eric.
Aku sudah lama ingin memasak untukmu.
Tapi entah apa ini sesuai seleramu.
Sekarang saja sudah tampak enak.
Aku bisa menebak kalau kau profesional.
Bagaimana kau tahu?
Aku mengajar kelas memasak di pusat komunitas.
Pantas saja kau sangat terampil menggunakan pisau, Pak.
Menurutmu begitu?
Oh, ya. Bawang bombai.
Bawang bombai.
Bawang bombai!
Ada di sini.
Jangan berdiri di situ. Duduklah.
Baik.
Kau ceroboh sekali.
Ini dia.
Wah, itu tampak luar biasa!
Kerja bagus, Pak.
Berikan piringmu.
Biar kuambil sendiri.
Baiklahโฆ
Berikan piringmu.
Terima kasih.
Silakan. Selamat menikmati.
Jika terlalu asin,
makanlah dengan nasi.
Ada sayuran juga.
Ini tidak asin sama sekali!
Inikah yang disebut gurih?
Benar. Itu gurih.
- Berikan piringmu. - Baik.
Aku mau banyak.
Makanlah yang banyak.
Ayah, dia tak kuat pedas.
Bu Dam, kau pasti lapar.
Makanlah.
Tapiโฆ
Ini lezat sekali, Pak.
Benarkah?
- Sesuai seleramu? - Ya.
Rasa gurihnyaโฆ
Syukurlah.
Rupanya kau tahu cara memakannya, Pak Seo.
Aku pernah diberi tahu bahwa caranya seperti ini.
Benar.
Daging babi pedas harus dibungkus selada.
Anak muda memang bernafsu makan besar.
Pak Mechoori.
Pelan-pelan.
Terima kasih makanannya.
Selamat menikmatiโฆ Astagaโฆ
Pelan-pelan saja.
Kunyah sampai halus.
Kau selalu pakai garam rendah natrium. Kenapa memaksakan diri?
Rasa gurihโฆ
Makanannya enak.
Ayahmu sering membawakan lauk untukmu?
Selalu, bukan sering.
Semuanya lauk yang sulit dibuat.
Kenapa tak dimakan?
Itu dia.
Padahal lauknya tak bersalah.
HIT HOMESHOPPING
Hyun-ki,
ada yang ingin kutanyakan.
Ya?
Benarkah pewara Dam Ye-jin
tak tahu soal Krim Selamat Pagi?
Dam Ye-jin
baru direkrut ke tim itu sepekan sebelum siaran.
Apa?
Aku bisa menebak
alasannya mengambil peluang itu meski masih pemula.
Myeong-hwa.
Tiga puluh tahun lalu,
kau tiba-tiba cuti kuliah
dan menghilang setahun penuh.
Ada rumor
kau menghilang.
Lalu tiba-tiba aku ingat Dam Seok-gyeong,
yang kau kencani diam-diam dengan bantuanku.
Kutemui kelompok teater yang mementaskan pertunjukan yang kita lihat bersama
untuk mencari alamatnya.
Aku ke sana
dan melihat kalian berdua.
Bersama anak kalian.
Saat pertama kali melihat Dam Ye-jin,
mustahil aku tak tahu dia putrimu.
Aku merasa seperti melihatmu 30 tahun lalu.
Myeong-hwa,
Ye-jin sungguh ingin melakukan yang terbaik
karena itu siaran bersama ibunya.
Kau sungguh mencoba semua ini?
Tentu saja.
Bagiku, tempat ini seperti kebun jamurmu.
Aku tak menoleransi trik atau penipuan apa pun.
Aku tak pakai trik seperti menekan pelipis agar berkeringat.
Aku terlambat menyadari usaha kerasmu.
Maaf soal waktu itu.
Tak apa-apa.
Prasangka juga menjadi motivasiku.
Bukankah itu berat?
Karena ada di ruangan ini, kurasa aku harus jujur.
Sejujurnyaโฆ
Aku tak merasa seperti ini sejak awal.
Awalnya, aku ingin membuktikan orang seperti apa diriku
kepada ibuku.
Setiap Minggu pukul 20.00,
aku selalu menelepon nomor ini tepat waktu.
Hanya saat itulah aku bisa jadi putri aktris ternama,
Song Myeong-hwa.
Aku tak akan melupakan nomor ini seumur hidupku.
Lalu nomor ini tak aktif sejak lima tahun yang lalu?
Jauh sebelum itu.
Tapi bagaimana ini bisa jadi nomormu?
No comments yet. Be the first to leave one.