Romeo and Promises

Romeo and Promises (Romeo Ingkar Janji)

Download Indonesian Subtitle

Release info

[π‚π¨πŸπŸπžπžππ«π’π¬π¨π§] π‘π¨π¦πžπ¨ 𝐈𝐧𝐠𝐀𝐚𝐫 π‰πšπ§π£π’ (πŸπŸŽπŸπŸ’) ππ•π€πŒπ™π 𝐖𝐄𝐁
A Commentary by Coffee_Prison
π‘«π’–π’“π’‚π’”π’Š : 𝟎𝟏:πŸ“πŸ‘:πŸ’πŸ”|| π‘Ίπ’–π’ƒπ’•π’Šπ’•π’π’† π‘Ήπ’†π’•π’‚π’Šπ’ 𝑷𝑹𝑰𝑴𝑬 𝑽𝑰𝑫𝑬𝑢 || ΰͺ‘ΰ±Ώα₯£Ι‘ოɑ𝗍 π–¬ΰ±Ώπ“£π—ˆπ“£π—π—ˆπ“£

Tags

webdl
Published on: 2026-01-14
Downloads: 15
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Manusia lahir dengan takdirnya masing-masing.

Namun, untuk menjalaninya…

Kita harus menemukan cara kita sendiri-sendiri.

Kadang, hidup terlalu singkat.

Sehingga kita tidak sempat menemukan jalan kita.

Kadang, hidup terlalu panjang.

Sehingga kita menemukan terlalu banyak jalan…

Dan malah tersesat di dalam labirinnya.

Romeo!

Siapa pun yang tinggal di rumah ini, harus mengikuti peraturan.

Harga mati.

Umurnya sudah 21 tahun.

Tapi kamu masih biarkan dia hidup seperti sampah.

Nanti juga dia berubah, Bu.

Jam segini dia belum bangun!

- Selalu begini? - Pagi, Non.

Nggak tahu, Ibu.

Nggak tahu. Apa-apa kamu nggak tahu.

Dia itu, 'kan juga anakmu!

Dia juga cucu Ibu.

Tha.

Tha?

Tha.

Sarapan dulu. Yuk.

Nggak usah, Pa.

Entar ada yang protes, suruh bayar lagi.

Jangan bikin seisi rumah ini kena bakteri dari botol minuman itu.

Pake gelas!

Kalau kamu tidak suka aturan di rumah ini, keluar!

Peraturan di rumah ini dibuat karena Oma tidak suka dengan saya

sejak saya lahir. Ya, 'kan?

- Agatha, sudahlah. - Apa, Pa?

Ngomong, dong! Kok diem aja?

Jalanin tugas sebagai bapa!

Ibu!

Jaga mulut kamu!

Ngapain lo? Ini properti pribadi!

Sori, baru tahu.

Tapi ngasih taunya bisa baik-baik, kok. Gak usah pake teriak.

Kenapa? Ini juga dilarang?

Iya, ngerti.

Tapi 'kan "dilarang mengambil gambar" beda sama "dilarang menggambar".

Intinya, lo nggak boleh ada di sini.

Lama-lama seluruh Bali

jadi properti pribadi.

Gambar lo jelek!

Itu cuma sketsa.

Kalau mau liat hasil gambar yang bener, main dong ke studio tato.

Masih ada yang mau ditato pemandangan kayak gini?

Ya terserah klien.

Kalau kamu mau ditato semua gambar properti pribadi kamu,

aku bisa.

Gue nggak punya properti pribadi.

Lagian gue juga nggak tau ini tanah punya siapa.

Makasih gambarnya.

Lo kenapa, Tha? Berantem lagi sama Oma lo?

Ya, lo tau lah. Dan seperti biasa, bokap diem aja.

Kayaknya gue lebih mending mati, deh.

Apa, sih, Tha? Dari tadi ngomongnya muta-mati-muta-mati.

- Apa tuh? - Tadi, pas lagi jalan ke rumah lo,

gue ketemu seniman gitu, dia bilang dia seniman tato.

- Siapa namanya? - Nah itu gue nggak tau.

Dan gue juga lupa nanya studio tato dia di mana.

Padahal lumayan, 'kan kalau gue mau nato.

Agatha, yang pertama, tu orang nggak jelas.

Yang kedua, emang lo berani? Kalau sakit, ntar gue yang repot.

Ini dia yang gambar?

Terus kenapa lo bawa-bawa?

Karena rumah lo butuh hiasan.

Tunggu.

Kayaknya ini nggak cocok deh sama aura rumah gue.

Kenapa? 'Kan bagus. Tuh.

Nggak pas banget, Tha.

- Dah, yuk. Cabut. - Mau ke mana?

Kadang gue mikir

apa gunanya, ya, ada gue di hidup ini?

Ya takdir, lah, Tha.

Takdir pertemuan bokap dan nyokap gue

yang berujung kutukan?

Lagi-lagi.

Tha, lo tuh mau sampai kapan sih

menyesali kehadiran lo di dunia ini?

Nggak tau, deh.

Oke.

Tha.

Lo jangan gila, deh.

Tha, ini cuma sepuluh meter kali.

- Oh, lo takut? - Gue nggak takut, Runa.

- Ya terus? - Ya gue cuma nggak mau mati konyol aja.

Agatha, gue cuma nyuruh lo lompat ke air, bukan ke api neraka.

Lagian ya, Tha, ini waktu yang tepat

supaya lo bisa mengeluarkan semua hal yang bikin lo penat.

Karena kuping gue juga penat banget tau gak sih dengernya?

Tha, percaya sama gue.

Setelah lompat nanti, lo akan ngerasa semua beban hidup lo hilang.

Jadi, lo harus lepasin semuanya.

Ayo.

Oke.

Gitu dong. Agatha yang pemberani, nih.

- Oke, yuk. - Oke.

Oke, ayo lakukan.

Oke.

- Tiga, dua, satu! - Tiga, dua, satu!

- Sip. - Idih, keren banget, Bro !

Pokoknya pas nyampe rumah, semingguan jangan kena air. Oke?

- Terima kasih. - Sama-sama.

Bu.

- Langsung pergi lagi? - Lagi banyak klien.

- Kue dari siapa? - Tetangga.

Diabetes aman?

Aman. Aman, lah.

Aku udah transfer uangnya. Jalan dulu, Bu.

Iya. Tiati.

Aduh.

- Abis ini, lo langsung balik ke rumah? - Iya.

Yaudah kalau gitu, kita pisah di sini aja.

Ya, Tha, jangan dong, Tha. Please . Lo ke tempat gue aja, ya?

Ya, palingan juga sejam lagi, lo pasti balik, sih, ke tempat gue.

Yaudah, deh.

Tha, gue tuh mau banget menikmati hidup gue sebelum gue pergi.

- Emang lo mau pergi ke mana? - Ke surga. Mau ikut?

Lo aja ama keluarga lo. Yuk.

Lo 'kan keluarga gue!

- Eh sori telat. - Nggak apa-apa.

Hai.

- Belom mulai? - Belom.

Kenapa lagi?

Ini nih Arya, masih aja nyuruh aku ngambil kerjaan di Jakarta.

Terus kenapa ngga?

Dibilangin nggak mau balik ke sana lagi, males sama orang-orangnya, belagu.

Eh, Dayu. Nggak semua orang Jakarta itu belagu.

Ada juga yang belangsak.

Lagian aneh banget sih lo. Alesannya kaya bocil, tau nggak?

Eh, nggak apa-apa kali. Gue juga benci Jakarta.

- Kan? - Hei, Bro .

Gimana bangsa Indonesia mau maju, bro, kalau generasi mudanya kaya kalian?

- Berisik. Udah, ya. Siap-siap dulu. - Bacot.

- Hei. - Bro, biasa, satu.

Iseng banget, lo.

Sejak kapan lo benci Jakarta?

Yah, sejak gue sadar Jakarta itu penuh sama manusia-manusia ambisius

yang pengen menang sendiri.

Sesek, Bro .

Maksudnya, bokap?

Ya, tu juga, tuh. Dah abis dia.

- Dimakan raksasa metropolitan. - Wow!

Siang-siang makan bakso urat. Berat.

- Tuh pantun dari Jakarta, tuh. - Bisa aja lu.

Bersulang untuk yang terbaik…

- Persetan dengan sisanya. - Persetan dengan sisanya.

Lo ngapain di toilet cewe?

Kamu yang salah masuk.

Sial.

Amnesia satu.

Hei.

Sori yang tadi.

Oke.

Aku Romeo.

Agatha.

Bagus nama kamu.

Makasih.

Dari bahasa Yunani…

Yang artinya, perempuan yang baik hati.

Dari tadi pesenan gue dicuekin.

Bro.

Mau mesen apa?

- Amnesia satu. - Dua.

- Hah? Dua apa? - Amnesia, dua.

Oke.

Nyari siapa?

- Temen gue. - Cowok, cewek?

Cewek.

Bro, ntar bawa ke dalem, ya?

Yuk.

Hah?

Wuhu! Dayu!

Kenapa?

Udah lama aja nggak ngeliat orang yang tatonya nggak banget.

Namanya juga tato pertama. Tato sendiri lagi.

Buat apa? Pembuktian diri?

Maksudnya?

Ya, anak SMA, 'kan getol-getolnya tuh ngebuktiin diri.

- Emangnya orang dewasa nggak? - Ya, gue sih nggak, ya.

Oh, jadi kamu menganggap diri kamu orang dewasa

yang sudah selesai dengan dirinya? Gitu?

Bisa aja, lo.

Bisa apa?

Bisa aja nyari bahan buat kita ngobrol lebih lama.

Makasih.

- Bersulang. - Bersulang.

Si monyet.

Lo ngapain aja dari tadi? Gue nyariin lo, tau nggak?

Sori, sori. Tadi gue tiba-tiba migrain.

Terus kenapa lo nggak telefon gue?

Mana coba ponsel lo?

Oh iya. Ponsel lo juga ilang ya, pas kejadian tebing waktu itu?

Lagian, kayaknya tadi gue ngeliat lo lagi asik gitu, ya, sama cowok?

Jadi, lo ngeliat gue?

- Ih dasar, rese banget. - Eh! Ih.

Siapa sih, itu?

Romeo and Promises subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle β€” sync, quality, typos.500 characters left