Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2

Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2

Download Indonesian Subtitle

Release info

Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss Part 2 2017 INDONESIAN WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF | 1h 31m Fix common errors

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2023-09-28
Downloads: 79
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

TERUNTUK ORANG TUA KAMI YANG TERSAYANG SRI HIROO & SRI VINITA BHARWANI

- Jadi begini, Pak. - Sudah. Sudah mengerti, Don.

Bagaimana kalau kita ngepet?

Jangkrik, Bos.

Indro.

Di mana pasirnya?

Tas yang kau bawa itu milik siapa?

Ini tas punya Kasino, Pakde.

Minggu lalu beli di Pasar Kampret.

Kalian bertiga saya tugaskan untuk menyelidiki...

bahkan kalau perlu, menangkap para pelaku begal.

Mas, tolong! Tolong kerja samanya, Mas!

Ini!

Kemarin, tak ada suaminya. Kita pun bingung, janda atau bukan.

Terdakwa yang adalah satuan CHIPS dijatuhkan

hukuman dan ganti rugi sebesar delapan miliar.

Cari uangnya dan bayar mereka!

Satu minggu.

Kalau sampai saya terseret masalah ini,

CHIPS saya bubarkan!

Kami mencari Pak Slamet.

Sebentar, saya panggilkan.

Pak Slamet!

Pak Slamet, ada yang mencari!

Astaga, saya lupa.

Saya Pak Slamet.

Itu kode harta karun warisan kakek saya.

Saya belum sempat mencarinya.

Kodenya sama, tapi tak satu.

Upin Ipin, Ndro.

Kalau begitu, harta karunnya ada di Malaysia.

- Di Malaysia? - Betul.

Biyung!

Bemo! Kau salah mengambil tas!

Itu, tasmu diambil perempuan berbaju merah!

Itu dia! Menaiki taksi!

- Hei! - Kabur, Don!

- Bagaimana? - Cepat!

- Sungguh, aku menyerah. - Ini dia. Jangankan bajunya,

sampai dalamannya pun merah, Don.

Kalau begini, sampai Bang Toyib pulang pun tidak akan ketemu!

Ikat pinggang! Saya tak jual tali kasut.

Ikat pinggang. Ini panas sekali.

Ikat pinggang!

Bang, berapa harganya?

Ikat pinggang! Diskon, harganya murah!

Bang! Dijual harga berapa?

Kakak, pelan-pelan. Saya masih bisa dengar.

Kita masih peka.

Abang mau yang mana?

- Ini. Ini berapa? - Yang ini?

Yang ini mahal. Ini harganya 100 ringgit.

Mahal. Saya beri harga murah.

Ini harga 20 ringgit. Murah.

Inang, aku diremehkan.

Tas. Murah-murah.

Bayar 50 ringgit.

Tidak. Toilet di mana?

Terdekat di sana.

- Ada di sana, Bang. - Di sana.

Bukan. Terdekat di sana.

Itu bukan yang terdekat!

- Terdekat di sana. - Terdekat di sini.

Tunggu. Mana yang benar? Di mana?

- Di sana, Bang. - Di sana.

Kau tak paham?

- Paling dekat sebelah sana. - Sana lebih dekat!

TOKO OLEH-OLEH PLANET BAHAGIA

Hilang ke mana perempuan ini?

Sangat minta dicari.

Ini toko apa, ya?

Meriah sekali.

Sepatu mereknya naik dan turun.

Kau kira eskalator? Ugal-ugalan.

Dia belum tahu.

- Ini berapa? - Kalau tak mampu, jangan beli.

Ini 200 ringgit. Lebih mahal, tapi saya beri Abang yang murah.

Ini sesuai.

Cocok dengan Abang tampak murah. Abang pun tampak murah hari ini.

- Ini. - Belum tahu kau.

- Aku mau ini! - Jangan ini!

- Ini berapa? - Ini mahal.

Abang tak mampu bayar. Harganya mahal.

- Kenapa menyepelekanku dari tadi? Berapa? - Jangan ini!

- Jangan ini! - Aku punya uang. Aku mampu!

Ternyata tak mampu. Permisi.

Jangan pergi! Siapa yang bayar ini?

Ini tas selempang yang sering dipakai Syahroni.

Pantas saja jalannya maju mundur.

Mungkin perih.

Kaos pun ikut-ikutan.

Gila.

Merek Billabo'ong.

Seperti partai politik saja.

Toko ini luar biasa.

Luar biasa aneh.

Cari apa, Pak?

Sampai tiruanku juga ada di sini!

Ada kloningannya juga!

Aku mulai ragu.

- Apa aku yang palsu? - Kau, gila, ya?

Minggat. Permisi.

Mencarinya susah, semua merah.

Astaga, kaget aku.

Bagaimana?

Nihil. Nehi Mohabbat Kya Ho.

Apa itu, Kas?

Mana kutahu? Kucuri dari film yang dulu.

- Baiklah. Sekarang kita cari hotel, ya? - Ya.

Besok saja kita cari lagi tasnya.

Jadi, apa rencana kita selanjutnya?

Coba cek saja dulu tasnya. Mungkin ada info.

Kau cerdas, Ndro.

Tas ini isinya dalaman semua.

Jangan-jangan pemiliknya model celana dalam.

Kalau begitu, sebaiknya kita selidiki ke pantai.

Kemungkinannya terlalu kecil kita menemukannya di pantai.

Bagai mencari jarum dalam jerami.

- Tumben cerdas, Ndro. - Hei, kalian perhatikan ini.

Di semua buku ini, ada cap Perpustakaan Nasional Malaysia.

Kita ke sana.

Tumben cerdas, Ndro.

Sudahlah. Aku mandi dulu.

- Tumben mandi, Ndro. - Tumben mandi, Ndro.

"Tumben, Ndro."

Inang. Aku jadi buta ini!

- Benar ini, Ndro? - Ya. Sepertinya.

HARAP TENANG

Saya ke toilet dulu.

Aku ikut.

Tidak usah, terima kasih.

Ke mana pun kau pergi, aku ikut.

Tidak perlu, Dono.

Soalnya saya mau...

Mau apa?

Berak. Permisi.

Antarkan dia, Don!

Kau mengekor saja, seperti kutil.

Itu kalau di Thailand namanya ngising.

Permisi, Mbak.

Ya?

Cabang bayi.

Ada yang bisa saya bantu?

Ini, Mbak. Mau tanya, apakah buku ini dipinjam dari sini?

Tunggu.

Biar saya periksa

nama peminjamnya.

Orang ini habis menelan paralon, ya?

Mulutnya distorsi.

Salah, Kas. Bukan paralon. Ampli.

Kalian ini bagaimana? Sekarang itu disebut speaker.

- Sudah berubah? - Dari dulu.

Buku ini...

kena denda!

Dipinjam, tapi tak dikembalikan!

Hari ini harus bayar!

Lain kali, kalau kalian pinjam buku,

- kembalikan bukunya! - Ya, tapi ini bukan kami yang pinjam!

Maaf.

Bisa tolong hormati sedikit?

Ini perpustakaan.

Jangan berisik!

Ya.

Jadi, begini.

Kami cuma mau bilang, bukan kami yang pinjam buku itu.

- Bukan urusan saya! - Kau sajalah, Ndro.

Kalian yang membawa buku ini ke sini!

Jadi, kalian semua yang harus membayar denda!

Denda!

Denda! Dia dan dia denda.

Lama-lama kutendang orang ini.

Yang pinjam buku ini bukan kami!

Dia ikut-ikutan segala.

Bukan kami yang meminjam.

Ya!

Apa peduli saya? Sekarang ini, kalau kalian tidak bayar denda,

saya akan berteriak dan menjerit-jerit!

Saya akan panggil polisi! Polisi! Polisi, tolong!

Itu babi, Dro.

Kalau dia kenapa tak ada yang protes?

- Sudah, tenang saja. - Sudah. Pelankan suaranya.

Biar Mas Dono yang bicara, ya, Sayang.

Nanti dendanya saya yang bayar.

Tapi setelah bayar denda,

- beri tahu siapa yang meminjam bukunya. - Ya.

Hajar. Tidak ada pinggirannya, Don.

Pelabuhan cintaku.

Diremas.

Betulkah, kau yang bayar dendanya?

Apakah wajah saya seperti pembohong?

Awas remuk, Don!

Di- slo-mot.

Lembut.

Harum.

Baiklah.

Kasihan komputernya, ya, Ndro?

Nama peminjam buku ini ialah

Nadia!

Seorang peneliti di Lab Arann

di Universitas Putra Malaysia.

Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2 subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left