The first 200 lines.
Hai.
- Di mana kamera lainnya? - Di sini.
Kurasa semua orang tahu sekarang...
Betapa kami suka makan.
Selamat datang di dapur kami!
Kami juga suka memasak...
Tapi kami tak pandai melakukannya.
Kami akan melanjutkan...
Ke babak berikutnya dalam hidup kami bersama.
Benar.
Kami akan segera berjalan menuju altar.
Jadi, ini waktu yang tepat bagi kami...
Untuk mengasah keterampilan memasak kami...
Di dapur kami sendiri.
Itu sebabnya kami merekrut...
Beberapa chef paling terkenal...
Di Thailand untuk mengajari kami.
Mereka akan memasak di rumah mereka...
Sementara kami memasak di rumah kami.
Chef menunggu kita.
Mari kita lihat apakah kita bisa berhasil!
- Halo! - Hai, Chef Black!
Halo.
Hari ini, kita bersama Chef Black...
Phanuphon Bulsuwan.
Dia pemilik restoran terkenal...
Blackitch Artisan Kitchen di Chiang Mai.
Itu adalah restoran gaya meja milik chef...
Yang menyajikan hidangan musiman inovatif...
Yang Chef Black sebut...
Sebagai masakan pengrajin lokal holistik.
Dia juga teman kami.
Kami tak sabar melihat...
Apa yang dia siapkan untuk kami hari ini.
Chef, aku bersama keluarga hari ini.
Jen, Dan, dan Tom.
- Halo! - Halo.
- Halo! - Ini Chef Black.
Boleh kami buka ini?
Aku sudah mengirimkan beberapa bahan.
Buka kantongnya dan lihat isinya.
- Kenapa ada banyak sekali barang? - Banyak sekali!
Bagaimana kami akan melakukan ini?
Sayang, apa ini?
Aku akan kehilangan satu jari hari ini.
Mark, apa kau memilih pakaian...
Yang cocok dengan pisau itu?
Ya.
Kau bisa menusukku berdasarkan warnanya.
Apa?
Baiklah, aku akan melakukannya.
Kau menunjuk Mark sebagai kepala chef hari ini...
Dan aku sebagai sous-chef.
Itu benar.
Apa perbedaan antara...
Kepala chef dan sous-chef?
Seorang kepala chef harus mengatur...
Dan menyusun semuanya di dapur...
Sementara tanggung jawab sous-chef...
Adalah membantu kepala chef.
Jadi, kau harus mengikuti perintahku.
Tapi aku punya firasat kepala Chef...
Yang akan mencuci piring nanti.
Kepala chef akan mencuci piring.
Itu bukan tugas kepala chef.
Itu biasanya tugas asisten.
Ya, tapi hari ini berbeda.
Itu hanya pendapatmu.
Biar kuberi tahu apa yang kita masak hari ini.
Kita membuat...
Schnitzel ayam ala Thailand Utara...
Dengan prickly ash.
Juga sosis Jerman...
Dan zukini...
Disajikan dengan saus khao soi.
Kita juga akan membuat sauerkraut.
Sauerkraut!
Tapi pertama...
Biar kujelaskan pilihan hidanganku hari ini.
Ya, kenapa hidangan ini?
Ada beberapa kesamaan...
Antara masakan Thailand Utara dan Jerman.
Ada beberapa pasta kari Jerman...
Yang punya banyak bahan yang sama...
Dengan khao soi.
Bahan-bahan seperti jintan putih dan masala.
- Begitu rupanya! - Kita bisa padu padan.
Selain itu, hidangan ini mencerminkan...
Latar belakang kalian.
Luar biasa!
Mari mulai dengan hidangan pertama...
Yaitu schnitzel ayam...
Ala Thailand Utara dengan prickly ash.
- Baiklah. - Yang mana prickly ash?
Prickly ash.
- Yang mana? - Yang ini?
- Apa ini? - Ya, itu dia.
Prickly ash adalah rempah utama...
Di banyak hidangan Thailand Utara.
Ada aroma jeruk dan buah...
Yang mirip dengan jeruk dan lemon...
Tapi terkadang aromanya juga seperti prem.
Jangan dimakan!
Baru saja kumakan.
Itu akan membuat lidahmu mati rasa.
Baik, bisa kita mulai?
Baik, mari kita mulai.
Pertama, cuci tanganmu.
Mark, kau bisa mencoba memisahkan tulang ayamnya.
Ini dia.
Pertama, tarik kulit ayamnya...
Jika kau tidak mau makan kulitnya.
Kau selalu bisa simpan dan goreng nanti.
Itu akan menjadi taburan yang renyah.
Kurasa kau bisa memakai ini sebagai masker wajah.
Tidak!
Berikutnya, ambil pisau pengupas.
Potong dagingnya dengan hati-hati...
Di sepanjang tulang seperti ini.
Sayang, awas jarimu!
Lakukan di talenan!
Aku melakukannya sepertimu!
Kau melakukannya seperti itu.
Aku hanya menunjukkan caranya.
Jadi, dengan ujung pisaumu...
Potong di sepanjang tulangnya dengan hati-hati.
Lihat? Potong dan buka perlahan.
Chef, punyaku tidak terlihat bagus.
Lakukan perlahan.
Selesai.
Tunjukkan hasil pekerjaanmu.
Tidak apa-apa! Itu cukup bagus.
Sous-chef kita mulai menguasainya.
Selanjutnya, kita akan merendam ayam...
Dengan garam prickly ash.
Baik, garam prickly ash.
Ambil sejumput dan taburkan...
Pada ayam dari atas.
Terlalu tinggi!
Pastikan untuk menaburkannya...
Secara merata di atas ayam.
Taburkan di atasnya.
Maksudmu di seluruh permukaan meja?
Bukan di meja!
Di seluruh ayam.
Baik, sekarang balikkan.
Setelah selesai dengan ini...
Kita akan tambahkan paprika.
Taburkan dengan cara yang sama...
Jangan terlalu banyak di kedua sisi.
Sudah selesai. Ada di tanganku.
Di seluruh tanganku.
Pijatlah sedikit.
Pijat ayamnya?
Memijat ayam akan memastikan...
Garam dan paprikanya melapisi ayamnya secara merata.
Selanjutnya, bungkus dengan plastik seperti ini.
Baik.
Tarik keluar seperti ini.
Aku tidak bisa. Kau bisa?
Berikutnya, pelunak daging!
Apa ini akan berhasil?
Kurasa tidak.
Lebih baik menggunakan palu.
Silakan tumbuk.
Tumbuk secara berirama.
Daging ayam yang kita miliki di sini...
Memiliki ketebalan yang tidak rata.
Dengan memukulnya, kita meratakan dagingnya...
Untuk memberikan ketebalan yang sama...
Agar dagingnya matang secara merata.
Jadi, itu sebabnya kita melakukan ini.
- Ratakan. - Kuratakan.
- Sekarang sudah rata. - Sekarang sudah rata.
Baiklah.
Aku punya pertanyaan, Chef.
Tanyakan saja.
Bagaimana kau bisa menjadi chef?
Keluargaku punya restoran.
Saat aku masih kecil...
Kami akan mengunjungi nenekku...
Di restoran setiap musim panas.
Aku akan berlarian...
Dan membantu menyiapkan makanan...
Di dapur.
Aku jatuh cinta dengan memasak saat itu.
Saat tumbuh dewasa, aku masuk sekolah kuliner...
Tempat aku belajar tentang makanan...
Dan itu membangkitkan kembali...
Gairah masa kecilku untuk memasak.
Jadi, ada cerita di balik pilihan kariermu.
Benar.
- Kau sudah selesai, Mark? - Ya, aku sudah selesai.
Kita akan menyiapkan tepung.
Tepung
Serta telur.
Pecahkan dua telur
Astaga! Aku berhasil!
Bagus sekali!
Bagus sekali.
No comments yet. Be the first to leave one.