Il caso Yara: oltre ogni ragionevole dubbio
The first 200 lines.
Semua orang membanggakan anak-anaknya. Kurasa kalian pun begitu.
Yara gadis yang ceria.
Dia akan selalu menampilkan senyum lebar di wajahnya,
dengan gigi berkawatnya itu.
Keluarga Yara sangat biasa-biasa saja.
Keluarga kelas menengah dari Brembate di Sopra,
sebuah pinggiran kota yang warganya saling mengenal.
Ayahnya seorang penyurvei konstruksi,
dan ibunya adalah perawat anak-anak dengan empat orang anak.
Mereka keluarga yang religius
dan sangat menyukai keseharian mereka sendiri.
Kehidupan Yara hanya melingkupi empat hal.
Sekolah, rumah, saudara-saudaranya, dan minatnya pada senam ritmis.
Pemenang kejuaraan senam tali dan bola regional adalah Yara Gambirasio.
Yara ingin menjadi juara senam ritmis.
Dia adalah gadis kecil yang mau bersusah payah
untuk ke gym atau menemui temannya kapan pun dia bisa.
Terkadang dia menghadiri kelas tari modern,
karena ingin berkongko dengan teman-temannya di gym.
Dia baru saja beranjak ke masa remaja, dan mulai menjalani kehidupan
sebagaimana gadis seusianya, meskipun masih berpenampilan anak kecil.
Dia maskot kami.
Dia adalah pemersatu kami semua, karena dia anak yang istimewa.
Dia akan bermain dengan Gioele, yang berusia empat tahun.
Dia akan menghibur Nathan, yang berusia sembilan tahun.
Dia juga mengajak bersaing kakaknya, Keba, yang usianya dua tahun lebih tua.
Dialah semangat dan jiwa keluarga kami.
16 JUNI 2014 - SERIATE
Berita sela. Hari ini pukul 18.10, Massimo Giuseppe Bossetti
ditangkap atas pembunuhan Yara Gambirasio.
Dia mencoba kabur!
Buruh bangunan usia 43 tahun, dengan tiga anak yang dianggap baik.
Awas, dia kabur. Kejar!
...diidentifikasi melalui DNA-nya.
Dia lari ke sana! Di sana!
...ditangkap atas pembunuhan sang gadis.
- Bagaimana turunnya? - Lewat sini.
Setelah penyelidikan yang panjang,
akhirnya ditemukan kecocokan DNA.
Penyelidik kini menyatakan kasusnya ditutup.
Ayo. Kemarilah. Injak bagian ini.
Dia dituduh menculik, menyiksa, dan membunuh Yara Gambirasio.
Kau punya van, 'kan? Di mana kuncinya? Geledah saja dia.
Tasso. Ambil dokumennya.
Lanjut ke kasus Yara Gambirasio.
Menurut jaksa, ini hampir terpecahkan.
Tolong beri jalan!
LETIZIA RUGGERI - JAKSA
Kau sudah membaca upaya hukum yang kami lakukan terhadapmu.
Kau dituntut atas pembunuhan Yara Gambirasio.
Ada banyak DNA di celana dalam dan celana panjang gadis itu .
DNA-nya cocok dengan DNA-mu, Pak Bossetti.
- Kau Massimo Bossetti? - Benar.
Silakan ikuti kami.
Ini prestasi yang luar biasa berkat kerja sama
antara polisi Italia dan kantor kejaksaan.
Skenario yang dihasilkan sangat jelas. DNA-nya ada di tempat yang buruk.
Kami memburumu selama tiga tahun.
Ini sangat serius.
DNA-mu ada di celana dalam korban.
Yara sekarat dan kau ada di sana. Mengerti? Ada DNA-mu.
Bisa rehat sejenak?
Jaksa Letizia Ruggeri menempuh seluruh tahapan
"penyelidikan yang rumit dan melelahkan."
Ini membuktikan bahwa di negara kita
jika membunuh orang, melakukan kejahatan, akan masuk penjara.
Sejak awal aku sudah sangat yakin, bahwa setahap demi setahap,
kami dengan sabar berupaya merampungkan teka-teki besarnya
dengan menyusun satu per satu bagiannya.
Kini bisa kupastikan bahwa teka-teki itu hampir selesai.
Aku bilang "hampir" karena kami masih mencari barang bukti lainnya.
Berengsek!
Dasar berengsek!
Di mana kau? Berengsek!
Berengsek!
Di mana kau? Berengsek!
Sekarang, katakan kepadaku apa kau akan menanggapi tuntutan itu
atau kau akan menerapkan hakmu untuk tetap diam.
Katakan apa yang kau inginkan.
Aku akan tetap diam saja.
Apa kau yakin? Kau mau pikir-pikir dulu?
Keputusanku ini sudah bulat .
Bajingan! Di mana kau? Berengsek!
BEYOND REASONABLE DOUBT
26 NOVEMBER 2010 BREMBATE DI SOPRA
EMPAT TAHUN SEBELUM PENANGKAPAN
MALAM HILANGNYA YARA
Pada malam tanggal 26 November 2010, di Brembate di Sopra,
Yara Gambirasio meninggalkan rumahnya di Via Rampinelli menuju ke gym,
yang berjarak sekitar 800 meter.
Saat aku berada di dapur bersama anak-anak yang lain,
dia mengambil stereo dan membungkusnya dengan kantong plastik.
Aku bergurau, "Kau pikir ada yang peduli kau berjalan membawa boombox itu?"
Setelah itu, dia berpamitan. Dia memakai sarung tangan, lalu pergi.
Dia tiba sambil membawa boombox-nya itu pada sekitar pukul 17.30.
Setelah meletakkan stereonya,
dia duduk bersama gadis-gadis lebih muda yang sedang latihan.
Dia berada di sana sekitar satu jam.
Dia pergi sekitar pukul 18.30.
Dia menatapku dan melambaikan tangan.
Dia berjalan menuju pintu
yang tak bisa terlihat dari area latihan.
Jadi, aku tak melihatnya pergi.
Sekitar 18.50, dia berkirim pesan dengan Martina Dolci.
DI LOMBA HARI MINGGU KITA BERTEMU PUKUL BERAPA?
KITA HARUS DATANG PUKUL 08.00.
BAIK. TERIMA KASIH. DAH.
Karena pukul 19.00 dia belum pulang, maka aku coba meneleponnya.
Dia pasti menelepon walau untuk hal remeh.
"Maaf, Bu. Lima menit lagi.
Aku di sini 30 menit lagi untuk nonton para penari."
Dia akan terus mengabari keberadaannya.
Kali pertama menghubungi nomornya, ponselnya berdering tiga atau empat kali,
lalu masuk ke pesan suara.
Waktu itu pukul 19.20.
Kata Maura, "Dia belum tiba. Dia mungkin ada masalah."
Dia memang datang terlambat.
Lalu, Keba menghampiriku dan berkata, "Bagaimana jika terjadi apa-apa padanya?"
Aku bilang, "Tidak. Dia mungkin menonton kelas menari."
Sekitar pukul 19.55, Maura mengecek ke gym,
karena dia tak pernah seterlambat ini.
Maura meneleponku, "Tak ada orang di sini. Yara tak di sini."
Aku berkeliling area pusat olahraga itu
dan memeriksa semua jalan di belakang gedung tersebut.
Lalu, aku mendatangi Carabinieri dan berkata,
"Aku mau melaporkan orang hilang. Telah terjadi hal buruk padanya."
Layanan pesan suara Vodafone. Ini adalah layanan pesan suara... Yara.
Gadis berusia 13 tahun menghilang di Brembate, daerah Bergamo.
Dia pesenam ritmis muda yang berbakat.
Mungkin gadis itu telah meninggalkan kota asalnya.
Penyelidikan telah dimulai. Penculikan bukan satu-satunya hipotesis.
"Ini bukan aksi gila," kata ibunya dengan putus asa.
Makin lama, situasi makin mengkhawatirkan.
Letizia Ruggeri, jaksa di kantor kejaksaan Bergamo,
menangani kasus ini secara tak sengaja,
yaitu karena pada hari itu dialah jaksa yang bertugas di sana.
Pagi itu, kasus orang hilang Yara Gambirio datang ke mejanya.
Kepala polisi dari Bergamo
dan Kolonel Roberto Tortorella dari Carabinieri
mengunjungi orang tua gadis itu.
Dia di rumah temannya.
Ponselnya tidak aktif. Lagi pula, usianya masih 13 tahun.
Jadi, aku berkata pada kapten dan anak buahku,
"Mari lanjutkan pencarian, dan lihat nanti. Patroli dan tanya warga."
Itu kumaksudkan secara informal, karena kami belum memikirkan hal terburuk.
Penyelidik melakukan tugasnya,
karena 90% orang meninggalkan keluarganya
dipicu pertengkaran atau percintaan remaja.
Aku bukan mencari sensasi, tapi aku memang yakin.
Yara adalah gadis kecil yang belum menemukan
romansa dan lain sebagainya .
Jelas, kami tidak tahu apakah orang tua Yara
jujur dengan apa yang telah terjadi.
Oleh karena itu, kami juga menyadap rumah keluarga Gambirasio.
Mereka menyelidiki setiap aspek kehidupan kami,
dan seperti yang kukatakan sejak awal, mereka tak menemukan apa pun.
Ditanya, "Ada kenalan?"
Kujawab, "Hidup Yara adalah gym dan saudara-saudaranya."
Waktu terus berlalu, dan ini bukan petualangan.
Dia akan ke mana di cuaca dingin dan tanpa uang?
Dompet dan uang sakunya tertinggal di sini.
Dia selalu lewat jalan itu. Dia tidak berlatih pada hari Jumat.
Dia hanya membawa stereo itu.
Aku yang bilang padanya, "Selesaikan PR-mu, lalu bawa kemari
agar bisa dibawa ke lomba hari Minggu." Jika tidak, dia masih hidup.
Seiring berjalannya waktu,
kami menyadari ada yang tidak beres.
Aku ingin dia pulang, bagaimanapun caranya.
Pencarian Yara Gambirasio dilanjutkan saat fajar.
Gadis 13 tahun dari Brembate, Bergamo...
...menghilang tanpa alasan sejak Jumat.
Sejak pagi, lebih dari 500 orang dari seluruh wilayah itu mencarinya.
Operasi pencarian dimulai
dari pangkalan operasional,
yaitu pusat olahraga tempat Yara Gambirasio terakhir terlihat.
Dia mengenakan legging hitam, kaus Freddy,
sweter logo Hello Kitty di belakang,
atasan jaket hitam, dan sarung tangan bergliter.
Pusat olahraga tempat Yara menghilang secara misterius merupakan area sibuk.
Pusat olahraga itu masih baru.
Ada kolam renang dan arena dalam ruangan.
Banyak atlet datang dan pergi,
dan tempat itu terletak di jalanan ramai dengan lalu lintas yang padat.
Tidak ada orang yang melihatnya setelah kelasnya usai.
Gurunya pun tak melihatnya.
Adakah kamera CCTV di sepanjang jalan ini yang merekam sesuatu?
Dulu pernah ada CCTV di depan gym.
Kamera itu rusak akibat badai saat musim panas lalu,
dan itu tak bisa membantu.
Kami sama sekali tak melihat Yara keluar dari pintu belakang.
Hal anehnya adalah tak ada yang menyadari apa pun.
Tidak ada yang menyadari gadis yang menghilang di malam November itu.
Aku mendengar berita itu dan saat dengar nama Gambirasio, aku jadi ketakutan.
Aku bilang, "Astaga, itu putri Fulvio." Maksudku...
Dia bagaikan lenyap ditelan bumi. Tidak ada saksi mata yang melihatnya.
Menghilangnya Yara. Hari pencarian yang sia-sia lagi.
Seiring waktu, kecemasan meningkat.
Selama masa itu, situasi terkait Yara memberikan nuansa misterius,
ketakutan yang menjalar dan tiada henti. Maksudku...
Menghilangnya Yara Gambirasio adalah mimpi buruk bagi semua keluarga.
No comments yet. Be the first to leave one.