The first 200 lines.
"Dunia adalah neraka, dan manusia adalah jiwa yang tersiksa...
serta iblis di dalamnya." Arthur Schopenhauer
"Lihatlah Pria Itu"
"Hull, Inggris, 1859"
Rum.
Aku berangkat di pagi hari dengan Relawan.
Aku akan memberikan catatan tanganku.
Apa aku terlihat seperti orang bodoh?
Kalau begitu, pisauku yang bagus untuk banyak rummu.
Kepala atau ekor?
Ini pisau yang bagus.
Tidak pernah mengecewakan.
Kepala.
Ya, itu pisau yang bagus.
Terima kasih untuk ini.
Sekarang pergi dari barku.
Lempar lagi.
Aku tidak ingin sepatu botmu.
Kau punya pisauku.
Kau tidak bisa mundur sekarang.
Aku tidak ingin sepatu botmu yang bau.
Aku akan mengatakannya sekali lagi.
Kau tidak bisa mundur sekarang.
Aku akan melakukan apa yang kusuka.
Di sini!
Aku akan membelikanmu minuman jika kau tutup mulutmu.
Terima kasih untuk itu.
Aku bekerja sepanjang pagi dan peluitnya kering.
- Akan kubawakan untukmu. - Terima kasih.
Hati-hati.
Aku sudah memegangnya.
- Ayo, turunkan. - Baiklah, jadi...
Ini kamarnya.
- Itu dia, ya. - Tn. McKendrick di sana.
Lalu ini kamarmu.
Aku akan meletakkan kopermu di tempat tidurmu.
Aku Joseph Hannah.
Jika kau butuh sesuatu panggil saja aku.
Jangan khawatir, bagasimu akan aman.
Kapten menunggumu di sana.
- Terima kasih. - Sama-sama.
- Ya? - Tn. Sumner.
Silakan masuk.
- Kudengar kau terluka di India. - Ya.
Tertembak peluru sepoy pada hari pertama penyerangan.
Tulang keringku yang kena.
Tapi aku sudah pulih sekarang.
Bahkan tidak pincang.
Aku senang mendengarnya.
Katakan padaku.
Apa kau melihat Nicholson terbunuh?
Tidak.
Tapi aku memang melihat jasadnya setelah itu.
Di bubungan.
Nicholson pria yang luar biasa.
Seorang pahlawan yang hebat.
Kau tahu...
Kudengar dia membelah Pandy menjadi dua...
dengan satu ayunan pedangnya, seperti memotong mentimun.
Dia memiliki pengawal Pashtun...
yang bertubuh sangat besar bernama Khan.
Dia tidur di luar tendanya untuk melindunginya.
Rumornya, mereka berdua...
Kekasih.
Tidak ada apa-apa selain kecemburuan.
Terima kasih.
Jika bukan karena orang-orang seperti Nicholson...
Kekaisaran akan hilang sejak lama...
lalu di mana kita akan berada?
Aku pernah melihatnya menggantung seorang pria...
hanya karena tersenyum padanya.
Pria malang itu bahkan tidak tersenyum.
Batasan harus ditentukan, Tn. Sumner.
Kau pasti setuju bahwa standar beradab harus dipertahankan?
Terkadang kita harus melawan api dengan api.
Mereka membunuh wanita dan anak-anak...
memerkosa mereka, menggorok leher kecil mereka.
Bukankah hal seperti itu butuh pembalasan yang benar?
Ada banyak hal yang terjadi.
- Ya. - Memang.
Katakan padaku.
Mengapa kau keluar dari militer dan meninggalkan India?
Aku tahu itu bukan karena kakimu.
Ahli bedah tidak membutuhkan dua kaki yang bagus.
Bukan karena kakiku.
Lalu apa?
Delapan bulan lalu pamanku Donal meninggal...
dan meninggalkan peternakan sapi perahnya di County Mayo.
Cukup bagiku untuk membeli sebuah rumah kecil yang cantik...
dan tempat praktik di suatu tempat yang tenang...
tapi kaya di Scarborough, Hastings.
Aku suka berjalan-jalan.
Jadi, mengapa kau tidak menjalani kehidupan janda tua kecil...
dan malah duduk di sini bersamaku?
Pemilik tanah Irlandia yang terkenal sepertimu.
Komplikasi hukum.
Sepupu misterius tiba-tiba muncul dan menggugat.
Selalu begitu.
Kudengar kasus ini dapat memakan waktu satu tahun lagi...
dan sampai saat itu aku tak bisa melakukan apa pun...
atau menggunakan uang itu.
Aku melewati Liverpool...
dalam perjalanan kembali ke pengacara di Dublin...
ketika aku bertemu Tn. Baxter di bar hotel Adelphi.
Kami berbicara...
dan saat dia tahu aku seorang mantan ahli bedah militer...
yang butuh pekerjaan yang menguntungkan...
dia menyimpulkannya.
Baxter memang cerdas.
Aku tidak mengharapkan pekerjaan yang membuatku kaya...
tapi setidaknya itu akan membuatku sibuk.
Sementara roda penggerak keadilan berputar.
Kami akan memanfaatkanmu dengan satu atau lain cara.
Meski ramuanmu tidak sungguh membuat banyak perbedaan.
Jangan tersinggung, Kapten, tapi ramuan?
Dokter cenderung berpegang pada ilmu pengetahuan...
bukan ilmu sihir atau takhayul.
Kau akan lihat orang-orang di kapal ini...
tak terllau percaya pada ilmu pengetahuan.
Bagaimanapun, aku harus memeriksa peti obat.
Mungkin ada satu atau dua item yang perlu kutambah...
ganti, isi ulang.
Ada peti di kabinmu dan ada apotek di Clifford Street.
Ambil apa pun yang kau butuhkan dari mereka...
dan beri tahu mereka untuk mengirim tagihan ke Baxter.
Kurasa Tn. Baxter takkan menyukainya.
Baxter yang malang.
Kau tidak terdengar seperti orang Irlandia.
Aku telah tinggal di sini sebagian besar hidupku.
Lebih seperti orang Inggris sekarang.
Begitukah?
Ya, Kapten.
Kau tahu orang menyebut pemburu paus apa?
Mereka bilang kami adalah "pengungsi dari peradaban".
Itu terdengar sangat menarik bagiku.
Tentu.
Tapi kau sebaiknya ingat pada titik tertentu kau harus kembali.
Selamat bergabung, Tn. Sumner.
Terima kasih.
Yah...
Terima kasih lagi, Kapten Brownlee.
Roh Squill?
Apa ahli bedah terakhir seorang druid?
Tapi aku akan memastikan...
kau memiliki persediaan Laudanum untuk rasa sakit.
Aku yakin itu akan membantu pikiranmu juga.
"Pai dengan Harga Pasar"
Kabur!
- Halo. - Hai.
Tolong.
Apa Baxter melihat ini?
Kau pikir aku akan merepotkan Baxter dengan ini?
Dia akan bermasalah saat melihat tagihan ini.
Aku kenal Baxter, dia bajingan yang kikir.
Penuhi saja pesanannya.
Aku tidak bisa membiarkanmu mendapatkan semua Laudanum itu.
Mengapa tidak?
Jika aku melakukannya, aku takkan untung.
Kau bisa mendapatkan pasokan reguler.
Apa kau mengerjakan semua ini sendiri?
Ya.
Aku ahli taksidermi terbaik di kota.
Kau bisa bertanya kepada siapa saja.
Apa binatang terbesar yang pernah kau awetkan?
Maksudku, yang paling besar.
- Aku ingin kebenarannya. - Aku pernah menangani walrus.
Ya.
Aku pernah menangani beruang kutub juga.
- Kau mengawtkan beruang? - Ya.
Baiklah.
Aku ingin melihatnya.
Ya, aku melakukannya untuk Tn. Baxter.
Yang kulakukan adalah menjebaknya di kaki paling belakang...
dengan cakar ganasnya menyapu udara dingin seperti ini.
Apa kau pernah mengawetkan paus?
Paus tidak bisa diawetkan.
Maksudku, terlepas dari ukurannya, itu akan membusuk.
Mengapa kita tidak mengubah namanya?
Ubah ini menjadi absinth atau calomel.
- Kita sudah punya calomel. - Ya.
Absinth kalau begitu.
Kurasa kita bisa memasukkan vitriol biru.
Ahli bedah menggunakannya lumayan banyak.
Maka vitriol biru.
Baik.
"Laudanum, Racun"
Kau!
Di sini.
Ambilkan aku sepiring kerang dari penjual ikan di Bourne Street.
Bourne Street, kau mengerti?
Aku tidak ingin buang air besar sampai ke Greenland.
Kau suka itu?
Belikan aku minuman lagi.
Pergi kau.
Hanya satu minuman lagi...
dan itu kali terakhir kau akan mendengarnya.
Lebih baik kupotong bolamu daripada membelikanmu minuman lagi.
Aku bisa memotong hidungmu juga, kuberikan pada babi di belakang.
Aku ingin kau pergi.
Sial!
No comments yet. Be the first to leave one.