Pamali: The Little Devil

Pamali: The Little Devil (Pamali: Tumbal)

Download Indonesian Subtitle

Release info

[๐‚๐จ๐Ÿ๐Ÿ๐ž๐ž๐๐ซ๐ข๐ฌ๐จ๐ง] ๐๐š๐ฆ๐š๐ฅ๐ข ๐“๐ฎ๐ฆ๐›๐š๐ฅ (๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ“) ๐ˆ๐๐ƒ๐Ž๐๐„๐’๐ˆ๐€๐ ๐๐… ๐–๐„๐
A Commentary by Coffee_Prison
๐‘ซ๐’–๐’“๐’‚๐’”๐’Š : ๐ŸŽ๐Ÿ:๐Ÿ‘๐Ÿ”:๐ŸŽ๐Ÿ• || ๐‘บ๐’–๐’ƒ๐’•๐’Š๐’•๐’๐’† ๐‘น๐’†๐’•๐’‚๐’Š๐’ ๐‘ต๐‘ฌ๐‘ป๐‘ญ๐‘ณ๐‘ฐ๐‘ฟ || *เชกเฑฟแฅฃษ‘แƒษ‘๐— ๐–ฌเฑฟ๐“ฃ๐—ˆ๐“ฃ๐—๐—ˆ๐“ฃ

Tags

webdl
Published on: 2025-12-31
Downloads: 230
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sialan!

Marni!

Saya tidak mau kembali lagi!

Saya tidak mau jadi alat untuk kekayaan kamu lagi!

Berhenti! Berhenti!

Sampai matipun saya tidak akan memaafkan kamu!

Seperti biasa, Bu Ambar.

Baik, Pak.

Apa, Gus?

Kenapa yah, Pak Kades, setiap tahun selalu ada orang hilang?

- Semuanya perempuan. - Waduh.

Ini Erlin nih, kenal saya.

Dia itu bukannya hilang, Pak, kabur sama pacarnya.

Keluarganya tidak tahu.

Itu masalahnya.

Tidak usah khawatir, Pak.

Tapi tetap mengkhawatirkan, Pak,

karena akhir-akhir ini banyak warga yang kehilangan uang, 'kan, Pak?

Bahkan Bu Sidah ini kemarin habis memecat pegawainya

gara-gara tidak bisa bayar pegawai loh, Pak.

- Mbak Ambar loh terancam dipecat. - Iya, iya.

Apa jangan-jangan kampung kita ini ada maling, ya, Pak?

Waduh.

Kalau soal maling, dari dulu sampai sekarang

tidak pernah dengar saya cerita-cerita seperti itu.

Tidak usah mengada-ada lah, Pak.

Kalau soal Ibu Sidah,

itu 'kan masalahnya orang usaha, Pak.

Iya, 'kan?

Kadang sepi, kadang ramai.

Ya, 'kan? Wajar itu.

Tapi ini pernah kejadian di kampung sebelah, Pak.

Adik saya yang tinggal di sana sering kehilangan uang,

padahal di dalam rumah loh, Pak.

Hampir setiap hari uangnya hilang.

Kalau masalah kampung sebelah itu, saya tidak bisa kasih komentar.

Tapi, tidak usah mengada-ada lah, ya?

Jangan terlalu dipikirkan.

Ya?

Menurut saya, lebih baik ituโ€ฆ

Coba pelatihan kerja di kapal pesiar itu loh.

Pendaftarannya sudah mulai.

Minggu depan sudah bisa daftar.

Ya, 'kan?

Masa seminggu hilangnya lima ratus ribu, Bu?

Iya, ini sudah Ibu ikat.

Ibu tandai, biar tidak hilang.

- Jemput Aji, Put? - Iya, Pak.

Mbar, sudah ditambah ayam belum?

Jangan tahu sama tempe aja.

Tidak usahlah, Bu.

Put, kalau ada rezeki jangan ditolak.

Terima kasih, Bu.

Sampaikan pada suamimu, ya?

Kesempatan bagus ini.

Ibu Sidah itu sudah baik sama kita loh, Put.

Dari semua pekerjanya,

cuma Ibu yang tidak dipecat.

Bu Sidah itu hanya kasihan, Bu, sama kita.

Mau sampai kapan kita hidup dari belas kasihan orang?

Aku tidak mau, Bu, hidup kita seperti ini terus.

Aku mau mengubah nasib keluarga kita, Bu.

Terus Ibu harus bagaimana?

Makanya 'kan, aku sudah bilang, Bu,

aku mau ikut pelatihan pelayaran ini loh.

Buat tambah-tambah, buat aku dan Ibu, buat Aji juga.

Terus uang pendaftarannya bagaimana?

Put, lima ratus ribu itu lebih baik buat uang kontrakan.

Buat bayar SPP Aji.

Sudah dua bulan, Putโ€ฆ

Kita sudah nunggak.

Jangan coret-coret tembok terus, Ji.

Terus diulangin.

Ini makan dulu.

Sejak Bapak tidak ada hidup kita jadi tambah susah, Bu.

Pokoknya aku tidak mau kamu ikut pelatihan

untuk kerja di kapal itu.

Bu, namanya orang mau sukses, mau kaya,

ya, harus ada yang dikorbankan, Bu.

Buat apa sukses, buat apa banyak uang kalau jauh dari keluarga?

Ibu tidak peduli kalau ada orang mau ikut, ada orang mau daftar,

tapi kamu tidak boleh.

Kita sudah tinggal bertiga.

Masa kamu mau meninggalkan Ibu, mau meninggalkan Aji juga?

Berisik, Ji!

Kiโ€ฆ

Kiki!

Aduh.

Dengerin aku tidak, sih? Foto-foto terus.

Iya, dengar, aku dengar. Kupingku belum budek, Put.

Put, kalau kataku nih,

selagi masih ada orang tua, sudah nurut aja.

Aku dari kecil hidup berdua saja sama Bang Nurdin,

tidak punya orang tua.

Lagian 'kan, benar apa kata ibumu.

Kamu 'kan, perempuan, cakep.

Mending kamu ikut Bintang Idol aja, audisi sana, cocok!

Terus aku harus bagaimana?

Hidup dari belas kasihan orang seumur hidup, gitu?

Tidak enak loh, Ki, lihat pandangan orang ke kita.

Seperti merendahkan, gitu loh.

Zaman sekarang mau dapat uang gampang, Put.

Jual kesedihan, dapat uang.

Korupsi, dapat uang.

Pesugihan, dapat uang.

Tinggal kamu pilih aja, mau cara yang mana.

Kalau cari uang itu gampang, ya, semua orang sudah kaya.

Aku juga mungkin sudah kaya.

Mau apa-apa, tidak susah seperti ini.

Iya, setiap hari ke mal, deh, kamu.

Beli baju, beli apalah, kalau sudah kaya. Iya, tidak?

Gitu, dong, senyum!

Dari tadi muka ditekuk aja seperti pintu angkot.

Aku hanya tidak mau dari lahir sampai mati hidup miskin, Ki.

Serba susah.

Ya sudah biar tidak sedih, kita foto dulu aja, deh, ya?

Tidak, tidak.

Foto-foto terus.

Foto 'kan, buat kenang-kenangan doang!

- Makan nih! Makan, buka mulut. - Apaan?

Tolong!

Balikin sini!

- Mbar. - Iya, Bu?

Maaf, ya, Ibu terpaksa memberhentikan kamu.

Ya, kamu mengertilah,

uang Ibu belakangan ini hilang-hilang terus.

Jadi, untuk gajimu yang terakhir,

Ibu baru bisa bayar kamu bulan depan.

Tidak apa-apa, ya?

Buโ€ฆ

Tapi aku boleh pinjam dulu tidak, Bu?

Buat bayar SPP Aji, Bu.

Bagaimana, ya, Mbar?

Buat bayar gajimu aja, Ibu belum bisa.

Maaf, ya?

Tidak apa-apa, Bu.

Terima kasih, selama ini sudah baik ke aku.

Tembong.

Pak Kades ada?

Cerobongโ€ฆ

Cerobong hitamโ€ฆ

Cerobong hitamโ€ฆ

Buโ€ฆ

- Ibuโ€ฆ - Cerobong hitamโ€ฆ

Cerobong hitamโ€ฆ

Cerobong hitamโ€ฆ

Cerobong hitamโ€ฆ

Ibuโ€ฆ

Ibu mau ke mana, Bu?

Ibu? Buโ€ฆ

Mbak Putri!

Mbak Putri!

Bu!

Ada apa, Ji?

Buโ€ฆ Buโ€ฆ

Ibuโ€ฆ

- Bu. Mau ke mana, Bu? Bu! - Buโ€ฆ

Bu! Ibu!

Bu!

Kenapa, Bu?

Ibu mau ke mana?

Kok panas badannya?

Yuk, ke kamar, ya?

Ayo, Bu.

Ayo, Ji.

Buโ€ฆ

Buโ€ฆ Ayo, Bu.

Kenapa, Bu?

Sebentar, Ji.

Mbak ambil kompres sebentar, ya.

Sebentar, Bu.

Kucing mungkin, Put.

Kucing? Kucing dari mana? 'Kan aku tidak punya kucing di rumah.

'Kan mungkin, abis siapa lagi?

Aji, bukan. Ibu kamu, bukan.

Tapi aneh loh, Ki.

Ibuku tuh demam, sampai tidur berjalan, gitu loh.

Ibuku tidak pernah seperti itu.

Seperti orang sini, deh, kamu sekarang mikirnya.

Apa-apa mistis, apa-apa hantu.

Put, kalau ibumu sakit, bawa ke puskesmas.

'Kan aku juga jadi khawatir.

Apa lagi ibumu 'kan, janda, Put.

Maksudnya?

Maksudnya, kalau janda 'kan, biasanya diโ€ฆ

Apa?

Dilupakan aja, ya? Kita tidak usah bahas.

Cep, ini uang seribu, fotokopi empat lembar, delapan ratus.

Sisanya buat kamu, dua ratus.

Kamu bebas dah beli apa saja.

Dua ratus, Bang?

Dua ratus, Bang Nurdin?

Ya sudah, nanti uang kembaliannya saya kumpulin.

Saya mau belikan motor, 'kan tinggal tambahin sepuluh juta.

Itu mah kamu ngelunjak namanya.

Sudah pada kenal belum, nih?

Tidak usah kenalan, Bang.

Tidak penting, Put. Dia tidak penting.

Penting, Ki, ini mah.

Putri, ini Cecep, sepupunya Kiki.

Pamali: The Little Devil subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle โ€” sync, quality, typos.500 characters left