Crashing Eid

Crashing Eid (جايبة العيد)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Crashing Eid S01 NF WEB h 264-EDITH
A Commentary by tedi

Tags

web
Published on: 2023-11-15
Downloads: 8
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Seharusnya dia bahagia denganku.

Aku tidak licik seperti wanita lain,

tidak menjauhkan dia dari keluarga dan teman.

Aku ini baik, Mona.

Semoga dia mencintaiku.

Bibi Hayatt takkan dicintai suami

jika memukul dan membentak anak-anak Bibi sepanjang hari.

Razan!

Hei, Hassan, lidah putrimu harus dipotong!

- Baba akan potong lidahku? - Tentu tidak!

Kau menuruti hatimu tanpa peduli orang lain.

Kemarilah. Bilang apa kau tadi?

Bibi Hayatt bertanya kenapa suaminya tidak mencintainya.

CRASHING EID

Takut?

Filmnya biasa saja.

Ya, filmnya bikin aku takut.

Baiklah.

Aku mau ke toilet.

Ya. Ayo kita ke sana.

- Tidak! - Tidak!

Baiklah.

Beraksi begitu dia bilang "Ya".

- Hanya ada mereka? - Ya.

- Baik. - "Ya", letuskan.

- Paham. - Ayo!

Hei, kau baik-baik saja?

- Semuanya akan baik-baik saja. - Ya. Aku tak apa.

Sameer.

Razan?

Kita sudah dua tahun pacaran.

Aku tak pernah berpikir ingin punya suami lagi,

apalagi setelah ada Lamar.

Tapi kau...

Kau sederhana, tidak menuntut, dan tidak punya masalah.

Aku kadang ragu apa kau pria.

Dalam arti positif! Sameer! Kau paham, 'kan?

Itu karena kau begitu luar biasa.

- Sameer! - Ya, baik. Dengar.

Ini akan berakhir menyedihkan, jadi katakan saja.

Katakan apa?

Kau mau pulang ke Saudi?

Dengarkan sampai aku selesai. Ya?

- Tunggu! - Ya...

- Perhatikan aku. - Apa itu?

Maaf. Jangan... Jangan pedulikan aku.

Hidup itu aneh. Abaikan dia.

Perhatikan aku saja.

- Baik. - Fokus.

Sameer...

- Kau mau menikah denganku? - Ya, tentu saja aku mau.

Selamat!

Ap... Ini... Apa kau... Kau serius menanyakan ini sekarang?

Kau melamarku?

Serius?

Ya! Tentu aku mau menikahimu!

Razan!

Astaga!

- Lihat ini. - Hei...

Apa orang tuamu mengizinkanmu menikahi orang non-Saudi?

Kenapa tidak?

Karena...

- Orang tuaku dari Pakistan. - Lalu?

Aku pernah hidup di Dunia Arab. Orang Arab sulit menerimaku.

Jangan khawatir.

Biar aku yang bicara.

- Baik. - Dan...

Percayalah, asalkan kau muslim, kita aman.

- Insyaallah. - Insyaallah.

Lihat itu.

Pasangannya di sini?

Tunggu. Lihat itu.

Baik.

Bagaimana jika aku pulang bersamamu dan melamar langsung ke keluargamu?

Tidak.

Bukankah itu adat Saudi?

Bukan! Pertama, Sameer, kau menikahiku atau keluargaku?

Kau, ya.

Aku mencintaimu karena kau berbeda. Titik.

- Baik. - Percayalah.

Aku percaya.

Lihat cincin itu!

Hei. Kau ingin kami menikah?

Apa ini? Lamar!

- Bukan aku. - Kurasa dia kira itu menari.

Baik. Berhenti.

- Ya, Mona. - Halo.

- Tukang mebel datang? - Ya, sudah pergi.

Kau tidak meneleponku?

Aku ingin ranjangnya disetel.

Kenapa tak bilang saat di toko?

Karena yang ini lebih murah.

Aku harus bagaimana?

Ya, sudah, Mona. Baik. Sampai nanti.

Asalamualaikum.

Aku merindukanmu!

Orang zaman sekarang kelewat kebarat-baratan.

Allah Maha Besar.

Anda benar.

Semoga kita diampuni di bulan suci ini.

- Amin! - Amin.

Baba!

Lamar, lihat dirimu, Sayang! Kau sudah dewasa! Masyaallah!

Kakekmu benci cipika-cipiki di depan umum.

Mana koper lainnya?

Sudah kukirim.

Lebih murah. Akan tiba beberapa hari lagi.

Baiklah. Ayo.

Selamat datang.

JEDDAH PENGANTIN LAUT MERAH

Lamar, Sayang.

Kita putar "Pasang Payungnya" karena mamamu sudah siap ke pantai.

Aku merindukan Baba.

Aku juga, Sayang.

- Kakek. - Ya?

Kukira Paman Sofyan yang menjemput kami.

Kenapa tak datang?

Maaf, Sayang. Pamanmu ada agenda sidang.

Aku tak pernah salah menilai orang.

Saat bertemu ayah pihak sana, aku tahu dua keluarga ini tak cocok.

Tapi Sofyan sangat ingin menikah dan berkeluarga.

Tak ada yang mau sendiri.

Kau tahu, Lamar?

Orang-orang meminta saran dan nasihatku.

Kecuali istri dan anak-anakku.

Kakek bilang apa?

Tak ada. Aku bilang...

Pasang payungnya

Halo! Selamat datang! Lihat dirimu!

Kau sudah menjadi pengantin wanita!

- Nenek, aku baru 15 tahun! - Ya, Sayang!

- Lancar di jalan? - Lancar.

- Kau senang? - Ya.

- Apa ini abaya Inggris? - Apa?

Halo! Akhirnya kita bertemu!

- Hei! - Aku senang kau pulang!

Setelah kau menjauhkan cucuku.

Itu tidak benar, Ma. Mama bicara dengannya setiap hari.

- Kau tak mau aku bicara dengannya? - Sebaliknya.

Aku suka saat kalian mengobrol.

Masyaallah. Lihat kalian berdua. Tanpa abaya, sangat modern.

Itu saja. Tambahkan dua kurma, satu yoghurt, dan satu camilan.

- Seperti ini? - Ya. Anak pintar, Lamar.

Mama...

Tahu kita sedang apa?

Ini namanya takjil.

Kita berikan kepada orang-orang

yang belum sampai rumah sebelum azan magrib.

Semoga Allah mengizinkan kita untuk bertemu cucuku, sepupumu.

Amin. Kami ingin bertemu Baraa, putra Sofyan.

Insyaallah.

Aku tertakdir kehilangan cucu-cucuku.

Orang Inggris tidak mengajarimu bikin takjil, 'kan?

Benar, Nenek.

Yang diajarkan mereka hanya minum.

Minum teh. Aku minum teh.

Ini bukan saatnya.

Tak apa-apa!

Mama tahu? Ada banyak muslim di Britania.

Mereka dari berbagai negara. Ada...

Orang Malaysia, Arab, tentu saja, orang Eropa, dan ada orang Pakistan...

Ya, tapi mereka berbeda. Keyakinan Islam mereka berbeda.

HAYATT SELULER

Ini Nenek Hayatt.

Mau tali silaturahmiku dengannya putus juga?

Tidak.

Aku tak bilang apa-apa. Titip salam.

- Ya, Dokter. - Halo, Sayang.

Ya.

Tentu tidak.

Putriku punya gelar doktor di bidang psikologi.

Ya.

Sebentar, Dokter.

Ini temanku.

Dia punya klinik mewah di Singapura.

- Bisnis ala Singapura? - Ya.

Bagaimana jika bicara nanti?

Hanya basa-basi saja.

Perkenalkan diri dan panggil dia paman karena dia lebih tua dariku.

Baba, terima kasih. Kuhargai.

Rencanaku adalah mengerjakan risetku.

Aku tidak tertarik dengan klinik.

Rencanamu?

Ya.

Baik.

Ya, Dokter.

Kami sedang sibuk bersiap iftar.

Begini, Dokter. Apa kau punya departemen riset?

- Kapan bilang? - Jangan bikin stres.

- Beri tahu sekarang. - Pasti.

Beri tahu mereka tentang Sameer.

Ayo masukkan ini ke tas agar bisa kita bawa.

Kumasukkan semuanya ke tas agar mudah dibawa.

Mama?

Kapan Mama luang? Ada yang ingin kubicarakan.

Tak bisa pakai tas itu. Nanti robek.

Biar kuambilkan tas yang lebih kuat.

Gelarnya doktor, tapi tak bisa memilih tas!

Wow!

- Bayangkan Sameer ke sini! - Nanti Nenek dengar!

Crashing Eid subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left