The first 200 lines.
Sudah saatnya!
Sudah saatnya
Bola matamu seperti singa betina
Sangat cantik
Tubuhmu selembut beludru
Kaulah cintaku
Setiap dedaunan dan ranting Semuanya bertanya
Detak jantung yang tak tersadar ini Menanyakan keadaannya
Mari bersenang-senang di masa nestapa ini
Ikuti iramanya
Mari bersenang-senang di masa nestapa ini
Inilah saatnya Ikuti iramanya
Mari bersenang-senang di masa nestapa ini
Inilah saatnya
Mari bersenang-senang di masa nestapa ini Inilah saatnya
Teruslah memanggilku sayang, sayang
Teruslah beri tahu keinginanku
Kau ingin aku menjadi kekasihmu
Kuingin kau tahu aku selalu ada
Ikuti iramanya
Inilah saatnya
Ikuti iramanya Inilah saatnya
Tubuhmu bagaikan emas Hatiku bersamamu
Tubuhmu bagaikan emas Hatiku bersamamu
Saat kesepian di masa sulit Aku hanya mengingatmu
Bumi, langit, bulan, bintang
Semuanya berbahagia
Kau matahari di musim dingin Kau adalah mukjizat Tuhan
Mari bersenang-senang di masa nestapa ini Ikuti iramanya
Mari bersenang-senang di masa nestapa ini Inilah saatnya
Mari bersenang-senang di masa nestapa ini Ikuti iramanya
Mari bersenang-senang di masa nestapa ini Inilah saatnya
Oh Tuhan
Oh Tuhan
Oh Tuhan
Ini musim yang indah, Hati yang muda
Sungguh saat yang indah
Ini musim yang indah, Hati yang muda
Sungguh saat yang indah
Tanpamu Waktu berjalan lambat
Pagi hari penuh warna, malam hari yang indah
Malam menyimpan pertanyaan
Cuaca buruk, napas dingin Ada irama di setiap gelombang
Mari bersenang-senang di masa nestapa ini Ikuti iramanya
Mari bersenang-senang di masa nestapa ini Inilah saatnya
Mari bersenang-senang di masa nestapa ini Ikuti iramanya
Mari bersenang-senang di masa nestapa ini Inilah saatnya
Teruslah memanggilku sayang, sayang
Teruslah beri tahu keinginanku
Teruslah memanggilku sayang, sayang
Teruslah beri tahu keinginanku
Kau ingin aku menjadi kekasihmu
Kuingin kau tahu aku selalu ada
Ikuti iramanya
Inilah saatnya
Ikuti iramanya Inilah saatnya
TAMAN ORBIT, INDIA
Mendekatlah!
Berhenti!
Jangan mendekat.
Astaga! Kembali. Lari! Cepat!
DUA BULAN KEMUDIAN
Meski terluka, harimau itu berhasil membunuh orang asing.
Kami menyebutnya "pemakan manusia" dan menyalahkan mereka atas segalanya.
Tapi tak bisakah mereka melindungi diri?
Turis itu tak hanya kehilangan nyawa dengan melanggar aturan cagar alam...
tapi juga mengurangi jumlah harimau yang...
sudah berkurang di sini.
Selamatkan harimaunya.
Jika tidak, tak lama lagi...
generasi mendatang hanya melihat harimau itu dari buku.
Taman Orbit.
Krish.
Sudah saatnya!
Sudah saatnya, datanglah padaku!
Cintai aku!
Kali ini, aku membutuhkanmu!
Waktumu, waktuku!
Sudah saatnya, datanglah padaku!
Kali ini, aku membutuhkanmu
Kantor pusat London.
- Halo. - Tuan Krish Thapar.
- Ya! - Kau ditugaskan proyek baru.
- Baik. - Rinciannya akan segera dikirim.
Segera kabari kami...
- Baik. - Terima kasih banyak.
Liburan kita berakhir.
Ada yang lebih menarik.
Krish, ada kurir dari National Geographic, Washington.
NATIONAL GEOGRAPHIC
Kantor pusat telah meneliti lebih dari setahun.
Tujuannya adalah menyelamatkan harimau dan habitatnya.
Menurut temuan National Geographic...
perburuan harimau telah mencapai rekor tertinggi.
Kecelakaan yang menimpa ahli harimau dari kantor Inggris, dua bulan lalu...
- masih tanda tanya. - Tapi laporan itu jelas menyatakan...
orang asing itu dengan cerobohnya mendekati harimau.
Kita cenderung selalu percaya apa yang mereka tulis dan yang kita baca.
Riya, korban tewas adalah peneliti berpengalaman.
Mereka bukan amatir.
Setelah kecelakaan itu, jumlah insiden meningkat dalam dua bulan.
Dua spesialis lagi dan beberapa turis tewas secara misterius.
Bashir Khan, tersangka utama di balik perburuan harimau.
Tiga tahun tugas di hutan Ranthambore. Lalu memimpin di hutan Kanha...
kini Orbit Park.
Sejak dia ditunjuk,
pembunuhan harimau meningkat. Begitu hutan lindung ditutup,
aktivitas ilegal dapat dilakukan dengan mudah.
Bagaimana menurutmu?
Entahlah.
Tapi aku yakin kematian ini tak hanya terkait dengan harimau.
Ada kepentingan lain.
Setiap kecelakaan menimpa turis atau peneliti...
orang menggunakannya untuk menciptakan teror.
Apa rencananya?
Kita harus ke Orbit dan mencari kebenarannya.
Hanya dengan datang kita bisa yakin.
- Kalau begitu kita akan ke Orbit. - Kita berangkat besok pagi.
Tapi Krish, ini musim hujan...
Cagar alam akan tutup dua atau tiga hari lagi.
Untuk pergi ke sana pada cuaca ini...
Kurasa itu tak disarankan.
Aku yakin dua-tiga hari akan cukup.
Kau setuju, 'kan?
Fotografer andalanku.
Riya, jika riset kita berhasil...
misteri besar akan terpecahkan.
PROFIL DEV MALHOTRA
Sensasi kencan pertama dan perjalanan pertama adalah hal unik.
Hai, cantik!
Aku menunggu hari ini selama dua tahun.
Aku selalu tahu...
Kau tercipta hanya untukku.
MELEBIHI BATAS
Langsung saja.
TURUNKAN KECEPATAN
Langsung saja.
POLISI TIDUR DI DEPAN
Hei, kawan!
Kenapa diam saja?
Astaga!
Bagaimana dengan mobil baruku? Mau coba lagi?
Aku ingin habiskan hidupku bersamamu
Teman baikku
Teman baikku
Aku siap berkorban Karena cintaku padamu
Teman baikku
- Jalanan India! - Berhenti mengeluh.
- Perkebunan Ranjit Singh... - Keren, Bung...
Hei!
Sopir-sopir truk itu. Aku ingin membunuh mereka!
Ishika, dia bicara padamu.
- Ya, benar! - Tolak balik diaktifkan...
Aku tak peduli.
Aksi tunggal, semi-otomatis...
Itu bukan apa-apa. Aku punya senjata otomatis ganda.
Itu mainan.
Tidak lucu.
Satu tarikan pelatuk dan mangsa tergeletak.
- Sudah pasti, 'kan? - Satu tembakan.
Satu buruan.
Rasanya aku ingin membunuhmu.
- Ishika. - Sudah tes mobil ini?
- Mobil hitam! - Mobil baru, 'kan?
- Langsung saja. - Ada yang tak beres!
Langsung saja.
- Dev, kumohon! Pelan-pelan! - Kuberi tahu, ada yang tak beres.
Nitron hitam... GSR...
Selama aku ada tak bisa berburu.
Kalian sulit dipercaya.
Kutarik pelatuknya dan kau jadi mangsa.
- Awas! - Mau berhenti?
Kau sedang apa, Bung?
- Seratus kilometer... - Dev!
- Diskon? - Dia gila!
- Sudah kubilang, Dev. - Astaga!
- Semua hitam. - Panjang laras.
- Hentikan! - Lihat ini.
- Katakan. - Lima inci.
- Ada yang tak beres... - Lihat otot itu!
- Apa, aku? - Ishika...
- Satu peluru 2 buruan. - Tak lucu.
Langsung saja!
Dev, ada kucing hitam. Awas!
Dev, sudah kubilang berkali-kali!
Pelan-pelan!
Kau membunuh kucing hitam. Kau tahu artinya?
Ada yang tak beres. Ini sial!
Aku bersumpah, ini sial.
Diamlah, Vishal.
Sayang, tenanglah. Tenang!
Sudah cukup takhayulnya...
- Beri aku waktu, Sayang. - Dev, ini hari Jumat.
Kucing hitam, mobilnya hitam. Semuanya hitam.
Hei! Rambutku juga hitam.
Mataku hitam dan lidahku juga! Jadi aku harus apa?
Tenang saja, Sayang!
Hei, apa yang kalian ributkan?
Tak ada kucing mati.
Kucingnya selamat. Tenang.
No comments yet. Be the first to leave one.