Laundry Show

Laundry Show

Download Indonesian Subtitle

Release info

Laundry Show 2019 INDONESIAN WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF | 1:35:54 Fix common errors

Tags

webdl
Published on: 2024-08-05
Downloads: 24
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 198 lines.

Namaku Uki, dan ini adalah kisah sukses di tempat kerjaku.

- Pagi, Ki. - Pagi.

- Pagi, Mas Uki! - Pagi, Pak Uki!

- Pagi! - Segar sekali, mukanya.

- Pagi, Uki. - Pagi.

- Pagi. - Pagi, Mas Uki.

Eh, Ki?

- Kok masih duduk di sini? - Lah, tempat duduk saya di sini, Pak.

Uki, jabatan kamu itu sudah saya naikkan.

Itu! Ada ruangan khusus untukmu.

Saya beri ruangan sendiri di situ.

Kenapa masih di sini?

- Serius, Pak? -

- Dia pura-pura. - Uki suka begitu.

Bercanda melulu.

Kamu itu karyawan kesayangan saya.

Saya percaya sekali kepadamu. Maka itu saya beri ruangan.

Jadi, saya mau mengucapkan sekali lagi. Selamat.

- Terima kasih, Pak. -

- Saya tunggu di ruangan, ya? - Iya, Pak.

- Uki, selamat ya. - Ya!

Ke ruangan.

- Uki, selamat, ya. - Terima kasih.

- -

Sayangnya, semua itu hanya mimpi. Fantasi.

Tapi tak apa-apa. Aku masih punya semangat.

Kerja keras dan terus mau belajar.

Oke, Mas Ario Keukeuh.

Sebagai sosok sukses yang memulai karirnya dari seorang karyawan biasa

hingga akhirnya sekarang menjadi pimpinan perusahaan yang luar biasa,

kira-kira tips apa yang bisa Mas Ario bagikan untuk penonton kita pada hari ini?

- Ke sini-sini. - Oh, ya.

Tips yang pertama adalah

pilih perusahaan yang bisa jadi tempat kamu untuk belajar.

Dan yang dituju adalah ilmunya, bukan uangnya.

- Agak naik. - Oh, iya.

Tekuni, amati, pelajari, dan berkomitmen.

Ke bawah. Ya.

Tekuni, amati...

pelajari...

dan berkomitmen.

Terima kasih, Pak.

Terima kasih, Pak.

Saya stres tiap hari saat mau berangkat kerja.

Takut didahului oleh Kokoh.

Memang besar ya, Koh, bonusnya kalau datang ke kantor paling pagi?

Kamu punya noda bekas minyak di baju.

- Ini. - Yah.

Tak apa-apa. Taburkan garam saja di atasnya.

Diamkan sebentar, lalu dikucek, pasti hilang.

Seperti yang kalian lihat di sini,

aku selalu jadi orang pertama yang ada di ruangan ini.

- Pagi. - Pagi, Pak.

Coba kamu cek di situ. Ada yang salah hitung.

Berkasnya ada di situ, ya. Kamu cek dahulu.

Put, Hen, selesaikan laporannya,

- lalu taruh di meja saya, ya? - Siap, Bu.

- Pagi! - Pagi.

Pagi, pagi, pagi.

"Kopi Mana Kopi" adalah produk kopi baru yang menyasar anak muda zaman now.

"Kopi Mana Kopi" adalah produk kopi...

Bisa dikutip dan dijadikan meme.

"Kopi Mana Kopi" adalah produk kopi baru yang menyasar anak muda zaman now.

Rajin amat, Ki. Masih pagi, tahu.

Rajin itu pangkal pandai, bukan pangkal kaya atau naik jabatan.

Itulah misteri kehidupan. Aku sudah menjadi karyawan teladan.

Lima tahun aku bekerja di sini, tapi belum sekali pun naik jabatan.

"Kopi Mana Kopi" adalah produk...

Bagaimana? Sudah siap?

Keluarkan ide kreatif kalian

untuk iklan "Kopi Mana Kopi".

Kopi, mana kopi?

Nah, siapa dahulu?

Saya boleh lebih dahulu, Pak?

Silakan.

"Kopi Mana Kopi"

adalah sebuah kopi baru yang menyasar target anak muda zaman now, Pak.

Yang pasti, bukan seperti kita ini.

Jadi, menurut saya, kita butuh

pendekatan yang zaman now.

Dimulai dari sebuah kafe,

di mana ada dua meja bersebelahan.

Duduklah dua orang remaja, cowok dan cewek.

Mereka tidak saling kenal.

Tapi, keduanya murung dan sedih.

Lalu, seorang pelayan meletakkan secangkir kopi hitam panas di hadapan si cewek.

Lalu si cewek berkata, "Maaf, aku tidak pesan kopi."

"Kopi itu pahit. Aku tidak suka."

Lalu, si cowok mendatangi si cewek, dan berkata,

"Tapi hidup itu seperti kopi."

"Di mana pahit dan manis kehidupan dipertemukan."

- Kerja bagus! - Terima kasih, Pak.

- Saya suka itu. - Ya!

Ya.

Mohon maaf, Pak.

Presentasi yang tadi dipresentasikan oleh Handi ini

mirip persis dengan punya saya, Pak.

- Maksud kamu apa? - Dia mencuri ide saya, Pak.

- Ini ada satu cewek duduk di sini... - Ki, Ki, Ki.

- Ini. - Cukup, cukup!

Kita teruskan dahulu rapat ini. Nanti kita bicara.

Kubilang, itu tidak mungkin!

Pak, selama ini saya berusaha menjadi karyawan yang baik demi perusahaan Bapak.

Saya memiliki integritas yang tinggi untuk perusahaan ini, Pak.

Saya tidak pernah datang telat ke kantor Bapak.

Malah saya orang pertama yang ada di kantor Bapak setiap pagi, Pak.

Penjilat.

Saya tidak ingin punya karyawan penjilat di kantor saya ini, Ki.

Menurut Bapak, saya penjilat?

Penjilat itu, 'kan,

menaikkan dirinya sendiri, lalu menjatuhkan orang lain.

Ya, masuk.

Maaf, Pak. Saya tadi belikan kopi kesukaan Bapak.

Wah!

- Enak sekali! - Enak, Pak?

Inilah contoh karyawan terbaik.

- Peduli dengan bos. - Aduh.

Ya sudah, Pak. Saya kerja lagi.

Ya.

- Terima kasih. - Terima kasih, ya.

Ki, Ki, Ki. Uh... Begini sajalah.

Kalau kamu bilang kamu

karyawan terbaik. Karyawan yang punya intentitas...

Integritas yang tinggi untuk perusahaan saya.

Kamu saya beri kesempatan.

Kamu buat iklan "Kopi Mana Kopi"

versi kamu.

Besok, kamu presentasi dengan saya.

Para hadirin.

- Jadi bos! - Jadi bos!

- Kaya raya! - Kaya raya!

- Hidup bahagia! - Hidup bahagia!

Luar biasa sekali. Anda semua luar biasa.

Sekarang, giliran sahabat saya

yang luar biasa yang ada di rumah yang akan saya tanya.

Apakah tempat kerja Anda membuat Anda semangat dalam bekerja?

Sekali lagi, saya tanya.

Apakah tempat kerja Anda membuat Anda semangat dalam bekerja?

Ayo, jangan cuma geleng-geleng.

Jawab dengan serius.

Tidak.

- Apakah Anda merasa tertekan? - Ya.

Apakah Anda sering dimarahi oleh bos Anda setiap hari?

- Ayo. Jawab dengan serius. - Iya.

Apakah Anda merasa senang dimarahi oleh bos Anda?

- Tidak. - Nah.

Nah apa?

Apakah Anda mau mengubah nasib Anda?

Ayo. Mau atau tidak?

- Ayo! - Woi!

Mau atau tidak?

- Mau atau tidak? - Mau, Pak, mau!

Nah, itu baru karakter sahabat saya yang luar biasa.

Caranya cuma satu.

Jangan mau jadi bawahan.

Anda harus menjadi bos untuk diri Anda sendiri.

Anda harus berhenti bekerja dan buka usaha.

- Jadi bos? - Jadi bos!

- Kaya raya? - Kaya raya!

- Hidup bahagia! - Hidup bahagia!

Luar biasa!

Jadi bos.

Kaya raya. Hidup bahagia.

Jadi bos!

Kaya raya. Hidup bahagia.

Bos. Kaya raya. Hidup bahagia!

Bos, kaya raya, hidup bahagia.

Jadi bos, kaya raya, hidup bahagia!

Jadi bos, kaya raya, hidup bahagia!

Bos, kaya raya, hidup bahagia.

Jadi bos, kaya raya, hidup bahagia.

Maaf, Pak.

Ah. Ya, Uki?

- Bagaimana? Presentasi sudah dibuat? - Sudah, Pak.

Bagus.

Tapi, mohon maaf, Pak. Saya mengundurkan diri.

Cukup sudah, Pak.

Barusan, dia menyebut judul lagu?

Seperti sarannya Ario Keukeuh,

dengan modal nekat, aku berhenti kerja.

Aku pamit dahulu.

Uki. Beri kabar, ya?

Kalau sudah sukses!

Kalau!

Mulai besok, kamu tak perlu stres berangkat kerja pagi-pagi sekali.

Saya sudah berhenti kerja.

Permisi.

Ya!

Minumannya, Koh.

Terima kasih.

Jadi, Kokoh yakin mau membuka usaha laundry?

Yakin, Ma.

Kalau kata Ario Kekeuh, kita harus punya usaha sendiri yang kita suka, Ma.

Ya, kalau Mama pasti mendukung apa pun yang Kokoh lakukan.

Yang penting, pertimbangkan dengan matang ya, Koh.

'Kan, tidak gampang membuka usaha dan langsung sukses seperti itu.

Yah, waktu kecil dahulu, hidup keluargaku bisa dibilang susah.

Mama!

Laundry Show subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left