The first 200 lines.
Selamat pagi.
Selamat pagi.
WAWANCARA KERJA
Selamat pagi.
Sisa berapa kandidat lagi?
Dari 5,000, tersisa 80 kandidat.
Ini riwayat pendidikan dan wawancara mereka sejauh ini.
Kita mencari potensi bisnis, bukan pendidikan.
Merekrut pegawai sepertimu akan sia-sia.
Mari mulai.
Dragon Bank adalah pemimpin industri TI.
Bekerja di Dragon Bank adalah impianku.
Sejak kanak-kanak,
hobi dan keterampilanku berhubungan dengan komputer.
Aku pembaca setia majalah komputer perusahaanmu.
Memanfaatkan sepenuhnya kualitas unikku,
aku bercita-cita menjadi rekayasawan.
Aku akan berupaya untuk berkontribusi besar bagi perusahaan.
Terima kasih atas waktumu.
Aku Manabu Taira.
Hadir wawancara kerja.
Silakan duduk.
Terima kasih.
Maaf.
Perkenalkan dirimu dan alasanmu melamar.
Baik, Pak.
Adapun perusahaanmu...
Tunggu, bukan...
Bekerja di perusahaanmu adalah impianku sejak muda.
Aku menyukai komputer...
sedari belia.
Keluargaku tidak kaya dan temanku tidak banyak,
jadi aku selalu membaca majalah komputermu.
Kami sudah lama tak berkecimpung di dunia penerbitan.
Anu...
Pada saat informasi pribadi perusahaanmu bocor,
aku jadi teringat majalah itu.
Aku terutamanya menyukai pustaka di majalahmu.
Ada bagian perihal deserialisasi kuki.
Kusadari, bisa kujalankan kode arbitrer.
Maksudmu, kau meretas sistem kami dengan mengeksploitasi kerentanan?
Bukan, aku hanya berpikir itu mungkin.
Aku belum meretas apa pun.
Namun, muatan virus bisa dipakai menjalankan perintah.
Pustaka yang rentan ini dipakai di sistem internalmu.
Itu akan berdampak signifikan pada RCE...
Aku minta maaf.
Mohon diabaikan.
Terjadi lagi.
Tamatlah aku.
Tamat.
Tak mungkin berhasil.
Mengapa dia salah satu kandidat terakhir?
Itu berarti kemampuan lainnya unggul.
Permisi.
WAWANCARA KERJA
Namun, aku terlahir dengan keberuntungan.
Keberuntungan itu salah satu bentuk bakat.
Jadi, maksudku,
jangan hanya andalkan keberuntungan.
Semua membutuhkan persiapan, usaha yang matang, dan ketekunan.
Dalam hal itu, para eksekutif dan tim manajemen saat ini luar biasa.
Aku ingin dibina kalian.
Kalian berhasil melewati krisis ekonomi dan hipotek.
Aku mau dengar cerita perjuangan korporasi dan belajar dari kalian.
Namun, cerita
tentang perjalanan lintas benua itu,
tidakkah itu berlebihan?
Tentu tidak.
Untuk apa aku melebihkan aibku?
Itu benar.
Dia mungkin berkata jujur.
Semua cerita yang dia tuturkan tanpa ragu-ragu adalah...
Dusta.
Dusta berlebih bisa terungkap.
Namun, jika semua dusta,
tak perlu melebihkan atau cemas akan terungkap.
Omong-omong,
apa maksudmu di bagian kemahiran bahasa?
"Kemahiran bahasa."
"Semua."
Aku memang memiliki aura "Aku sangat fasih berbahasa".
Bahasa, negara apa pun.
Baik, biar kuuji.
Bahasa apa itu?
Wah...
Bagaimana?
Sudah benar?
Memang...
Benar.
Itu benar, bukan?
Apa?
Gaku!
Lama tak jumpa!
Haru!
- Dari SMP! - Ya.
Pelanggan berikutnya, silakan.
Tiap lamaran kerjamu diterima?
Bank-bank besar,
perusahaan dagang, pabrik,
dan perusahaan TI.
Kau selalu meyakinkan.
Kalau kau?
Belum.
Tak satu pun.
Tak satu pun tawaran pekerjaan?
Serius? Kau ditolak semua?
Impianku adalah menjadi rekayasawan di Dragon Bank.
Itu seharusnya mudah bagimu.
Bahkan saat itu...
Hentikan. Ayo pergi.
Tak apa-apa.
- Ada laptop! - Laptop bagus.
Laptopmu bagus.
Dompetnya tertemu!
Apa ini?
- Hanya uang receh. - Kau serius?
- Hei. - Apa?
Ini.
Siapa kau?
Hei!
- Bajingan! - Hei!
Hentikan!
Hentikan!
Hei...
Gawat.
Lari!
Apa?
Aku mengacau.
Semuanya terekam.
Aku akan dikeluarkan bahkan sebelum SMA.
Hei...
Mengapa kau membantuku?
Kulihat teman sekelas dipukuli.
Kenapa tak aku bantu?
Jangan mencemaskanku.
Pulang saja.
Aku minta maaf.
Ini lahan parkir lama, jadi ada WEP untuk Wi-Fi.
Wah, seorang peretas super!
Jika bisa masuk dengan serangan PTW,
bisa kuakses panel kontrol mereka.
Jika kuketahui kata sandinya...
Ini dia. Kata sandinya.
Aku akan bisa menghapusnya lewat GUI.
Aku tak mengerti sepatah kata pun.
Itu rekamannya.
ANDA INGIN HAPUS VIDEO INI?
VIDEO TELAH DIHAPUS
Aku menghapusnya.
Data kamera pengawas.
Sungguh?
Kau luar biasa!
Bagus sekali.
Kau kelak akan mencari nafkah dari komputer.
Aku jamin itu.
Betapa baiknya itu, tapi...
Kita ada di titik buta,
jadi kurasa bisa kupukuli mereka tanpa terekam.
Siapa yang mengira truk itu akan pindah?
Jadi, itu yang kausesali?
Memangnya apa lagi?
Benar.
Dia sangat pintar, tapi tak tahu kapan harus berhenti.
Dia masih sama.
Dia masih berbahaya.
Makan dan bergembiralah,
Peretas Super.
Tak ada perusahaan yang menginginkanku.
Aku tak meyakinkan atau tangkas.
Komunikasiku kurang, jadi perusahaan enggan melirik.
Kau bicara apa?
Mari bertemu di orientasi.
Pekerja paruh waktu!
Di sini!
Baik.
Kenapa harus gedung ini?
...kami telah membuatnya.
Untuk melestarikan nilai ini, penting untuk memiliki perspektif global.
Mulai tahun depan dan seterusnya, kalian masing-masing
akan melebarkan sayap di dunia sebagai profesional bisnis.
Hei!
Gaku!
Hei!
Gaku!
Apa?
Hei!
Itu si pria tua dari wawancara.
Hei, lihat!
Haru! Diam!
Ada apa? Bukankah kau diterima?
Aku sudah berhenti.
Apa? Mengapa?
Karena tak ada kau.
Orang-orang seperti aku yang berbicara dan menggertak
butuh orang sepertimu
dengan pengatahuan dan kemampuan untuk menunjukkan kapasitasnya.
Sulit berkomunikasi?
Itu tugasku.
Akan kubeli perusahaan-perusahaan yang tak berkembang.
No comments yet. Be the first to leave one.