The first 200 lines.
Ini saatnya.
Kuda pintar.
Lewat sini. Ayo.
Terakhir. Lompat yang bagus.
Astaga.
Ibu marah jika tahu kau bawa Mary Lou keluar peternakan.
Dugaanku dia akan bilang,
"Jangan bawa Mary Lou keluar peternakan."
Untungnya, Ibu tak perlu tahu.
Ibu membuat makan malam dan lasagna selalu merepotkannya.
Memang. Aku pesan piza.
Yang akan kubawa ke dalam.
Hei, Bu.
Jangan sok polos. Berapa kali kubilang tak boleh keluar peternakan?
Mary Lou perlu meregangkan kaki. Tidak jauh.
- Ayah dan aku selalu mengendarainya. - Sophia, aku hanya melindungimu.
Aku sudah mahir, Bu. Tak perlu mengkhawatirkanku.
Sungguh? Pekan lalu, kau kejar ayam kabur saat badai.
Sebelumnya, dengan banteng.
Benar.
Kenapa tak melakukan hal khas remaja yang tidak berbahaya?
Kau bisa berteman, pergi ke bioskop, menginap.
Teman terlalu merepotkan. Aku lebih suka sendirian,
bertualang sampai Ibu khawatir.
Kau benar.
- Soal menyelinap? - Saat dihukum?
- Ya. - Sudah kuduga.
Pagi, Ayah.
Aku saja.
Halo?
SOPHIA
Jangan lama-lama atau panekuknya dihabiskan adikmu.
- Apa itu? - Entahlah.
"Kami mengundangmu ke Akademi Nuncior, sekolah terkemuka di dunia
bagi penunggang berbakat."
Sekolah untuk berkuda seharian?
- Luar biasa. Boleh ke sana? - Kamarnya untukku?
- Lalu sekolahmu di sini? - Di sana dilarang bawa kuda.
- Tak ada yang merindukanku. - Ibu dan Marco akan rindu.
Kamar tidur baru bisa obati rindu.
Akan kuhabiskan panekukku.
Aku tahu ibu khawatir,
tapi firasatku, aku harus lakukan ini.
- Maaf. Kurasa ini bukan ide bagus. - Apa? Serius?
Bu, ini akademi berkuda. Ini impianku. Ayah pasti setuju.
- Jika Ayah di sini... - Dia tak ada.
Kita sudah cukup kehilangan. Aku tak mau kau pergi, Sophia.
Kuharap kau tak kena masalah karena aku kemarin.
Ibu tak paham kau harus berlari.
Ingat saat berkuda dengan Ayah?
Ayah selalu bilang aku punya takdir luar biasa.
Aku ingin tahu apa artinya itu.
Pernah merasa ada hal lain di luar sana?
Seperti ada sesuatu di dalam dirimu yang akan meledak?
Kau juga merasakannya?
Seperti cahaya yang menyala Makin terang
Perasaan yang tak bisa kuabaikan
Dorongan untuk terus menuju cakrawala Ke tempat yang belum pernah kudatangi
Sebuah dunia untuk dijelajahi
Aku harus menjelajahinya
Tahukah semua buku Yang mengisahkan petualangan?
Kisah itu memanggilku
Kutahu satu hal
Tetap di satu tempat Tak akan ajarkan apa pun
Aku harus bertualang
Aku siap untuk petualangan lainnya
Aku bermimpi tentang apa yang bisa terjadi
Ada semangat yang menyala untuk dibebaskan
Ada cahaya di dalam diriku
Aku merasakan angin perubahan yang kuat Memanduku ke suatu tempat
Aku tahu. Itu memang aneh.
Mungkinkah takdir yang memanggilku?
Takdirku?
Dan haruskah aku mengikuti cahaya Di dalam diriku?
Pasti ada petualangan lain
Lebih banyak petualangan
Aku bermimpi tentang apa yang bisa terjadi
Ada semangat yang menyala untuk dibebaskan
Ada cahaya di dalam diriku
Aku ditakdirkan menjadi apa?
Cahaya menyala di dalam diriku
Apa itu yang disebut takdir?
Hai.
Hai.
Aku juga rindu dia.
Tak percaya sudah lima tahun.
Dia akan senang kau memakai kalung darinya.
Kau bintangnya yang bersinar.
Dia pun akan senang kau pakai bajunya,
tapi itu jelas harus dicuci.
Saat kami bersama, aku bisa lakukan apa pun.
Seolah dunia dalam genggamanku.
Kadang aku cuma ingin merasakannya lagi.
Dia sangat menyayangimu, Sophia.
Dia punya banyak mimpi untukmu.
Katanya, kau ditakdirkan untuk sesuatu yang luar biasa.
Kau sangat mirip dengannya.
Kau tahu ayahmu juga sekolah di akademi berkuda?
Sungguh? Tunggu.
Apa maksudnya "juga"?
Tidurlah.
Harus berkemas besok jika kau mau ke sekolah baru.
Terima kasih.
Kita sampai.
Aku naik itu.
Bus sekolahmu sebuah perahu?
Beruntung.
Sophia, kami akan rindu kau.
Sering-sering kabari kami.
Aku janji.
Kini tugasmu membuat masalah kecil selagi aku pergi.
Dah!
Terima kasih. Aku Soph...
Aku tahu ada mobil tanpa sopir, tapi perahu tanpa awak?
Akademi ini canggih.
Apa yang terjadi?
Sekolah macam apa ini?
Baik, Sophia. Kau tertidur dan ini hanya mimpi.
Halo!
Ini bukan mimpi. Namun, hari seindah mimpi.
Sinar mentari dengan angin sejuk. Perjalananmu menyenangkan?
Luar biasa. Makasih.
Aku punya pertanyaan.
Di mana aku? Siapa kau? Kenapa perahu terbang bersayap peri?
Astaga! Waktunya sempit.
- Tolong ikuti aku. - Hei.
Aku Fernakus. Selamat datang.
Maaf.
Kami, para Dwerpin, membantu keseharian di akademi selama beberapa generasi.
Dwerpin? Apa... Maaf.
Tunggu!
Dengar, Fernakus. Aku sangat bingung.
Aku akan masuk akademi berkuda. Kuda, istal.
Ada undangannya. "Kami mengundangmu ke..."
Akademi Unicorn"?
Ayo. Orientasi akan dimulai sebentar lagi.
Maaf. Unicorn?
Tidak mungkin.
Aku mengerti. Kau salah satu dari orang bodoh
yang percaya bahwa sihir dan unicorn itu tidak nyata.
Itu memang tak ada.
Selanjutnya, kau akan bilang Dwerpin tak punya dua kaki kiri.
Tunggu. Kau serius?
Itu informasi rahasia.
Sihir itu nyata seperti kau atau aku.
Pulau Unicorn adalah sumber semuanya.
Permisi.
Aku suka bajumu.
Ini salah satu warna favoritku.
Namaku Ava. Senang berkenalan.
Baiklah.
Namaku Sophia.
Selama ini, aku selalu suka unicorn.
Kau percaya kita ada di sini?
Tidak. Aku tak percaya semua ini.
Bukan turunan, ya? Semua kakakku ke sini.
Saat aku dapat undangan, mereka ceritakan semua.
Kau pasti bingung dan terkejut.
Hanya sedikit.
Itu unicorn.
Unicorn sungguhan?
Selamat datang di Akademi Unicorn.
Cubit aku.
Seharusnya lebih meriah pada hari penting. Benar, Ethera?
Ini lebih pas.
Namaku Bu Primrose, kepala sekolah di Akademi Unicorn.
Lalu ini adalah Pulau Unicorn.
Semua keajaiban dunia berasal dari sini.
Unicorn adalah pelindungnya,
satu-satunya makhluk kuat yang menjaga pulau dari bahaya.
Kalian semua diundang untuk bergabung dengan sejarah panjang penunggang unicorn.
Bukan akademi berkuda seperti dugaanku.
Beberapa orang dipilih karena keterampilan dan bakat luar biasa.
Yang lain mengikuti jejak keluarga
yang jadi penunggang unicorn.
Kalian punya potensi terikat dengan unicorn.
Bersiaplah. Pelajaran dimulai besok.
- Keren! - Luar biasa.
Tempat ini...
menakjubkan.
Siswa baru, berkumpul untuk pembagian kamar.
Peri takdir akan pilih permata yang sesuai.
Lanjutkan ke asrama yang ditentukan.
Kita di Asrama Safir. Ini takdir. Aku tahu kita akan menjadi sahabat.
Rapikan rambut. Tagar "Mimpi nyata." Tagar "Apa ini mimpi?"
Tagar "Tolong. Aku terjebak dalam mimpi."
Kalian melihat ini?
Kami menerapkan kerahasiaan dengan ketat, Tn. Carmichael.
Benar. Aku mengerti. Tutup mulut.
Aku penasaran, apa aku diundang karena keahlianku mengendari motor
atau selera humor legendaris?
Pasti karena motor.
Hei. Jika kau tak tahu, ada orang di sini.
- Siapa dia? - Itu Valentina.
Dia semacam keturunan super.
Kerabatnya adalah pendiri Akademi Unicorn.
Bibinya adalah Bu Furi, guru sihir.
Valentina semacam bangsawan Akademi Unicorn.
Jelas tak terbiasa dikritik.
Aku mau tinggal di sini.
No comments yet. Be the first to leave one.