Love is Blind

Love is Blind (Love Is Blind)

Download Indonesian Subtitle

Season 5

Release info

Love Is Blind S05E08-09 NF WEB h264-EDITH
A Commentary by tedi
Retail NF

Tags

web
Published on: 2023-10-06
Downloads: 19
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SEBELUMNYA

- Aku jatuh cinta padamu dan mau… - Ya, Sayang.

Dan aku jatuh cinta padamu.

Aku mencintaimu.

Sangat lama menemukannya, tapi dia jodohku.

Cinta itu buta.

Jadi, penampilanku membuatmu berkomunikasi secara berbeda?

Aku lebih suka kau tanpa riasan dan…

Kau tak tahu seperti apa rupaku!

Sekarang aku tahu!

Kau bukan orang yang kucintai.

Aku sudah muak.

Katamu barangku banyak. Kau tak punya apa pun.

Ini seperti anak kuliahan. Ini asramamu.

Dinding putih tanpa apa pun.

Kenapa aku terus menemukan handuk di lantai?

- Ini harus kuapakan? - Gantung.

Usiamu memang 24 tahun. Kau bayi. Kau anak kecil.

Kau tak punya piring.

Jika bertemu denganku di luar bilik,

dan aku tak memakai gelas dan piring,

apakah itu tak memenuhi harapanmu lalu kau menjauh dariku?

Aku memahami cinta itu buta, tapi cinta juga butuh makan.

Cinta butuh atap. Terkadang cinta ingin terbang kelas satu.

Johnie datang!

Bukan, itu Chris. Kami pacaran.

Apa yang kau katakan padaku tak hanya kau ceritakan padaku.

- Kau peringkat pertamaku. - Bukan hanya aku.

Salah satu teman kencanku adalah wanita yang pernah kukencani.

Dia Lydia.

Kami terakhir bertemu tahun ini dan kami bercinta.

Kalian punya sejarah yang panjang.

Rasanya seperti dia mengawasi kita.

Kenapa banyak orang bilang kau mengikuti profil mereka,

dan mereka tak nyaman?

Lalu kau memotret rumahku, dan mengirimkannya padaku.

- "Aku melihatmu." - Aku tak mau membahas ini.

Ini terakhir kalinya kau akan melihat wajahku!

Jika aku dan Milton bisa melewati ini…

Mari menjauh.

…kami bisa melalui apa pun.

13 HARI MENUJU PERNIKAHAN

Aku harus jujur karena aku datang ke bilik

dan aku tak memberitahumu apa pun

tentang Lydia.

- Benar? - Benar.

Aku tak menceritakan hubungan kami,

sementara dia di sisi lain, mencoba memengaruhi Aaliyah.

Dia menceritakan seperti apa rupaku.

Jenis mobil yang kukendarai.

Apa yang dia beli untuk anjingku, dan sebagainya.

Itu membuatku tersadar dia masih kesal tentang akhir hubungan kami.

Dan aku mencoba menjadi pria baik

dan menganggap itu salahku.

Aku bisa membacakan pesan terakhirku.

Kubilang, "Kau luar biasa. Jangan berubah untuk siapa pun.

Aku hanya merasa hubungan kita tak bisa bertahan." Tapi itu tak jujur.

Benar? Ada beberapa hal yang terjadi dalam hubungan kami.

Aku merasa di awal, dia tak jujur padaku,

dan melihat caranya berbohong di depanku tanpa penyesalan…

Aku merasa tak bisa memercayai dia.

Hei, Sayang.

Boleh aku bicara dengan temanku?

- Hei, boleh kami… - Aku siap. Ikut aku.

- Lima menit? - Tidak.

Beri dia lima menit. Jangan mau dikendalikan.

Kau akan membiarkannya mengganggu pertemananmu?

- Milton. - Hei!

- Tidak. Milton. - Percayalah padaku.

- Sebentar saja. - Milton.

Kurasa jika Milton mengatakan ya di altar,

itu akan menjadi salah satu kesalahan terbesarnya.

- Itu berjalan lancar. - Apa yang kau perbuat?

Aku dengar. Kau tak apa?

Aku tak apa, tapi ini… Begini masalahnya.

Aku berkata, "Kau menempatkan kita dalam situasi ini."

Karena aku mendapati dia tahu aku terpilih

ikut eksperimen.

Dia ingin kami mengikuti eksperimen ini bersama.

- Wajahmu baik? - Tunggu.

- Dia memblokir… - Maksudku…

Instagram-ku diblokir.

Wajahmu baik?

- Ya. Aku kaget. - Stacy, tenang.

- Kenapa? - Aku boleh kaget.

- Boleh kuteruskan? - Ya, tapi kau melihatku.

Aku melihat mereka.

Di hari pertama, entah dia memberi tahu siapa,

dia bilang, "Aku merasa akan bertemu seseorang dari masa laluku."

Entah dia tahu aku akan ada di sana,

atau dia punya kekuatan gaib yang memampukannya melihat masa depan.

Apa tujuannya? Dia berharap kami berakhir bersama?

Atau dia mau merusak peluangku untuk bertemu seseorang?

Jika itu tujuannya, dia sukses. Dia merusak peluangku dan Aaliyah.

Aku mau dia bertanggung jawab atas Aaliyah.

Mengikuti seseorang dan mengatakan banyak hal tentangku…

Bukan itu yang terjadi di sisinya.

- Ya, itu… - Kau berasumsi itu yang terjadi.

Aku merasa Lydia tak mau aku jatuh cinta dan mendapat kesempatan.

- Aku harus mendukung Lydia… - Ya.

Saat Aaliyah menangis karena berbagi tentang perselingkuhannya padamu,

dan kau muak mendengarnya, Lydia duduk menghibur temannya

yang mengencani mantannya.

Lalu setelah tahu?

Tapi emosi saat dia menghibur Aaliyah bukan pura-pura.

Tapi setelah dia mengetahuinya…

Lydia dan Aaliyah datang, bergandengan dan menangis bersama…

Tapi itu sebelum dia tahu kita mengetahui semuanya, bukan?

- Tidak. - Dia bercerita!

- Miriam, berhenti. - Jangan suruh aku berhenti.

- Jangan memerintahnya. - Aku mau dengar Stacy.

Jangan memerintahku kapan boleh dan tak boleh bicara.

- Selesai. - Jangan sok maskulin.

- Aku akan ambil minuman lagi. - Ya. Mundur.

Kau mau bicara? Aku mau dengar perspektifmu, Stacy.

- Bicara di sini. - Stacy, bisa bicara?

Aku tak mau mendengarnya.

- Tak mau dengar… - Miriam sengit.

- Sengit? Kau egois. - Aku mencoba mengobrol.

Tentang Lydia. Jika mau membahas itu…

Tak penting kau ke mana.

- Pergi. - Aku mau minum.

Aku tak sengit.

- Kau sengit. - Kau payah.

- Kau sengit dan palsu. - Boleh membual, tapi tidak di depanku.

- Kau tinggal di Arab Saudi atau Houston? - Di keduanya.

- Punya pekerjaan? - Aku punya!

Tunggu. Kalian dengar pria ini?

Kau punya bisnis atau tak punya bisnis?

Kau punya pacar atau tak punya pacar?

- Tidak. - Aku pergi.

- Kau ingin disorot kamera. - Tunggu.

- Disorot? Kembali biar kujawab! - Itu maumu. Kau palsu.

Ya, aku bekerja di Arab Saudi.

Aku punya gelar dari Universitas Johns Hopkins.

Kau bisa lihat.

Tahu siapa yang ingin disorot kamera?

Aku bukan Lydia atau Aaliyah. Aku tak akan menangis. Aku tahu tipemu.

Pecundang.

Tarik napas.

Percuma bicara padanya.

Seharusnya kau lihat pipisku. Butuh 20 menit.

Bertanya apa aku bekerja di Arab Saudi?

Hei, Bu.

- Tolong jaga Lydia. Makasih. - Ya, akan kami jaga.

Bagus kau bicara.

Dia melihat ponselnya. Dia tak peduli.

Dia itu pengecut.

Jika dia ingin membuatku tampak gila, silakan.

Itu definisi narsistik.

Dia mengatakan aku ini pembohong,

padahal dia yang pembohong. Dia meniduri wanita lain saat bersamaku.

Dia tak mengatakannya. Karena aku tahu siapa diriku,

dan aku tahu siapa dia.

Dan dia sampah.

Tak seorang pun boleh menghinaku seperti yang dia lakukan.

- Ya. - Tak seorang pun.

Aku bertumbuh, bahagia, dan aku mencintai tunanganku.

- Ya. - Itu mengganggunya.

Percuma meladeninya.

Siapa yang mau minum lagi? Kalian mau apa?

Aku harus bangun dari sofa ini.

Aku bingung. Aku tahu situasinya.

Aku tahu niatmu baik.

Tapi Uche sangat meyakinkan.

Uche bilang kau tahu dia akan ada di sana.

- Caranya? - Katanya kau tahu.

- Bagaimana? - Saat itu aku kaget.

Dia bilang begitu.

Dia bilang kau menguntitnya.

Dia menunjukkan tangkapan layar temannya yang bilang aku melihat Stories-nya.

Kau tak lihat Stories mantanmu? Aku lihat.

- Ya. - Maaf. Aku mau tahu keadaanmu tanpaku.

Dia bilang aku gila. Entahlah. Aku tak peduli.

Begitu banyak informasi dari kedua belah pihak,

dan aku sudah dengar darimu, Aaliyah, dan Uche.

Entahlah. Banyak informasi.

Milton cukup dewasa untuk tahu dia tak perlu mendengarkan

omong kosongnya. Lihat mereka.

Sekarang Milton dan Uche mengobrol?

Aku mencoba jujur malam ini dan dia mengamuk.

Tahun lalu, wanita mengirimiku pesan di Instagram,

"Hei, kuperhatikan dia melihat Stories-ku berminggu-minggu.

Dia tak mengikutiku. Dia cuma mengikutimu. Kupikir kau harus tahu."

Lalu kutunjukkan tangkapan layarnya.

Bukannya ingin menunjukkannya, tapi aku tak mau bohong…

Baiklah.

- Dan mengarang. - Percayalah, aku…

- Kau tak butuh. - Aku tak meragukannya.

Oke. Aku tak ingin ini memengaruhi hubunganmu dengannya,

tapi kurasa aku bukan teman yang baik jika tak menemuimu

dan memberitahumu bahwa Lydia berencana berada di sini bersamaku

agar kami bisa berakhir bersama.

Dia datang dan memberi tahu semua wanita,

"Aku akan bertemu seseorang dari masa lalu,

jika benar, itu takdir."

Itu bukan takdir. Dia merencanakan agar kami tampil di sini

karena tak bisa melepaskanku.

- Berat. Aku tahu. - Jadi…

Ibuku selalu bilang persepsimu adalah realitasmu.

More Indonesian subtitles for Love is Blind

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left