The first 200 lines.
Apa yang akan kau lakukan jika selama tujuh bulan
hidupmu dikelilingi dinding?
Semua makananmu dipantau.
Tiap satu gram tambahan bobot akan dicatat.
Kini, agar bisa keluar dari sini,
aku tak boleh menjadi gila selama lima menit ke depan.
Apa kau bisa begitu?
Waktu berjalan.
Tik... Tok...
Mia?
Mia.
Dr. Nell menanyaimu.
Ya. Aku mendengarkan.
Bagus. Kami sudah periksa surat keluarmu.
Sudah beres.
Apa dr. Olsen sudah menjelaskan pengobatanmu?
- Ya. Sangat detail. - Itu yang kami suka.
Aku sudah mengirim resep ke apotek,
Ayah tinggal mengambilnya.
Mia, bisa kau ke asrama dan mengemasi barang-barangmu?
Meems, kau baik?
Ya.
Hampir selesai.
Soal jadwal dan rutinitas harianmu, kami sudah bicara dengan sekolahmu.
Guru dan staf makan siang akan siap membantu sepanjang hari.
Di rumah, rencana santapan akan dibuat seperti di sini.
Terakhir, Mia, sebagian besarnya harus kau usahakan sendiri.
Mengetahui tubuhmu sendiri, mematuhi rencana pemulihan.
Kita masih dalam masa penyesuaian.
Siap-siap berbohong...
Agar semua lebih mudah sejak awal.
Sekarang.
Ya.
Bagus.
Bagus. Maka kau bisa pergi.
Pulang.
Konon, kau tak akan ingat bau rumah sampai kau pergi lama.
Ternyata, rumah lebih besar dari yang kukira.
Mobil ini adalah rumah.
London adalah rumah.
Rumah ada di sini.
Ayahku adalah rumahku.
Bagaimana rasanya?
Baik.
Di sana ada spesialis untuk tangani semua.
- Di sini, cuma ada aku. - Juga obat antidepresan.
Selalu ada obat antidepresan.
Juga guru dan teman-teman.
Juga Ibu.
Dia sangat ingin ikut hari ini.
Apa kabar Alex?
Kabarnya baik.
Dia sangat menantikan kepulanganmu.
Saat ini, aku hanya ingin berbaring di ranjangku dan menikmati kesendirianku.
Ya.
Ya, kau pasti menginginkannya, bukan?
Hanya beberapa keluarga, tetangga, dan Bu McGinty.
Ayah.
Kupikir kau ingin bertemu semua orang.
- Astaga, Rick! - Kami semua sangat merindukanmu.
Apa perlu pesta merayakan aku keluar dari RSJ?
- Baiklah. - Ayah mau apa?
- Akan kusuruh mereka pulang. - Tunggu. Jangan lakukan itu.
- Tadi katamu... - Tak apa.
- Kau yakin? - Ya.
Bodohnya aku!
Tolong pura-pura terkejut.
SELAMAT PULANG
- Kejutan! - Kejutan!
Astaga. Kalian tak perlu repot-repot!
Aktingku bagus.
Nenek.
Kami ingin menyambutmu.
- Senang bertemu denganmu. - Kau terlihat cantik.
Sangat sehat.
Kata itu.
Terima kasih.
Hai.
Astaga. Hai.
Kucoba membujuk mereka, percayalah.
Di mana putriku?
Astaga.
Hei, Ibu.
Pelukan canggung.
Putriku sayang. Maaf, aku terlambat.
Bandara sangat payah...
Atau tanpa pelukan. Ya, itu jelas lebih buruk.
Apa kata dr. Nell? Bagus?
Semua baik-baik saja.
Kau memang penyelamat.
Maaf, aku tak bisa membantu.
Lagi?
Kau sudah di sini.
Mia?
Keik untuk merayakan kepulanganmu.
Kau pasti bercanda.
Aku membuat keik bolu kelapa, kesukaanmu.
- Aku permisi sebentar. - Sayang...
Intinya, dia sudah membaik.
Mia, sebutkan lima hal yang bisa kau lihat.
Tisu toilet.
Sikat toilet.
Krim tangan.
Sabun.
Cermin.
Kendalikan dirimu, Mia. Itu hanya keik.
Jangan sampai ke RSJ lagi.
Dia tidak makan keik.
Namun, dia tampak sehat.
Dia punya masalah makanan.
Sehat.
Mereka tak izinkan keluar jika dia belum pulih.
- Kau tak tahu... - Dia sudah pulih.
Keik itu tampak enak,
tetapi akan kumakan nanti saja.
Ini karena obat. Rasanya agak aneh.
Tentu saja, Sayang.
Terima kasih, Nek.
Apa kau mau beristirahat?
Rehat sebentar.
- Ya. - Ya.
AWAS KACA PECAH
Jika kau jatuhkan gelas dan pecah, kau bisa merekatkannya kembali.
Namun, jika dijatuhkan berulang kali,
pada akhirnya, akan ada lebih banyak lem daripada kaca.
Entah seperti apa aku sekarang.
Dahulu, aku menulis tiap hari.
Aku selalu makan sampai kenyang.
Kupikir makan membantuku menghilangkan pemikiran buruk.
Aku tak sadar pemikiran baik ikut hilang juga.
Semua keindahan sehari-hari yang kulupakan.
Kini, semua itu harus kutemukan kembali.
Itu dia. Bagaimana kabarmu, Putri?
Bagus. Senang.
Itu baru semangat.
Pagi, Semua.
Selamat pagi.
Ada sarapan untukmu.
Buru-buru. Ada klien baru.
Harus yakinkan soal lavender warna baru.
- Siapa mau smoothie? - Ingat pesan dr. Nell? Santap keluarga.
Ya, tapi aku tak sempat hari ini.
Bisa luangkan waktu?
Senang melihat tak ada yang berubah.
- Kau bilang apa? - Sebaiknya kita makan bersama.
Jika aku tak bekerja, kita tak bisa makan.
Sebelum kau pergi...
Bagus, "obrolan singkat."
Kami pikir mengobrol denganmu mungkin hal yang terbaik.
- Sayang, bisa mengobrol? - Ya...
Mia. Apa kau tahu betapa berartinya hari ini?
Pergi sendiri untuk pertama kalinya dalam enam bulan...
Tujuh bulan.
Kami memberimu kesempatan untuk menunjukkan kau siap.
Kami ingin kau tinggal di sini, bahagia bersama kami.
Kami ingin kau jujur kali ini.
Aku tahu.
Jadi, hanya untuk keadaan darurat...
Di mana ponselku?
Ya, saran dokter, tak ada media sosial.
Mungkin aku diberi telepon kaleng saja.
Baik, semua sudah beres. Ayo ke kantor bersamaku.
Kayu manis.
Terima kasih sudah bertahan.
Mereka memang gila, bukan?
Kau ceria sekali pagi ini.
Lihat aku, berjalan di bawah sinar matahari.
Tak ada yang mendikte tujuan dan aktivitasku.
Inilah hidup, Saudaraku.
Inilah...
Sial.
Aku akan ada di dekat sini.
Cameron.
Teman pertamaku.
Sahabatku.
Dahulu kukira begitu.
Hei, Kurus.
Luar biasa.
Apa?
Dari yang kubaca, seharusnya kau mengakuinya. Jangan memendamnya.
Kau makin tinggi.
Ya, lama tak jumpa.
Yang benar saja.
Aku merindukanmu, M.
Ya.
- Maafkan aku. - Sejak kapan mulai merokok?
Itu nasihat terselubung?
Aku suka paru-paruku, selalu ada di sisiku.
Begini, M...
Bisa kita bahas itu?
Soal peristiwa itu.
Lihat pemandangan ini!
Becca, teman yang sangat pintar.
Juga Will, istriku.
Apa aku tidak salah lihat?
Kita berkumpul lagi.
Kalau lebih lama, aku ketakutan.
- Kau mengunjungiku tiga hari lalu. - Tiga hari yang buruk.
Inilah orang-orang terbaik sepanjang masa.
- Lama tak jumpa. - Sangat lama.
No comments yet. Be the first to leave one.