The first 200 lines.
Aku telah berkhotbah di banyak pemakaman.
Sebagai pendeta, itu bagian pekerjaan.
Ada saatnya
ketika aku berdiri di sini,
aku tidak punya penghakiman,
karena orang itu meninggal dalam Kristus.
Orang itu berjiwa baik
yang Tuhan akan sambut dengan tangan terbuka.
Saat aku memikirkan tentang Cody Bertrand
yang berusia 39 tahun dan saudaranya,
roh kudus bicara kepadaku
dan berkata, "Lukas
"pasal 16, ayat 27 dan 28."
Jadi, orang kaya itu berkata,
"Bapa Abraham,
"aku mohon kepadamu untuk mengutus Lazarus ke rumah ayahku,
-"karena aku punya lima saudara..." -Lima!
"supaya dia bisa khusyuk memperingatkan dan bersaksi kepada mereka
"agar mereka juga tidak datang ke tempat penyiksaan ini."
Amin.
Jadi, yang dikatakan kitab suci ini
adalah orang kaya itu meninggal dan dia menemukan dirinya di neraka.
Bukan karena dia kaya,
tetapi karena perbuatannya.
Benar.
Berapa banyak dari kalian tahu baik kaya atau miskin,
Tuhan akan menilai perbuatanmu?
Ya!
Amin.
Dia meminta kepada nabi,
memohon agar dia bisa mengirim pesan ke saudaranya
sehingga mereka akan berbuat benar.
Agar mereka tidak berakhir seperti dia
di neraka!
Ya.
Ayah.
Aku memikirkan Cody yang meninggal karena kekerasan,
dan aku memikirkan para saudaranya yang masih hidup.
Aku percaya jika dia bisa,
dia ingin kalian punya kesempatan
-untuk memperbaiki hidup di hadapan Tuhan. -Amin.
Kesempatan untuk tidak menempuh jalan seperti kakak laki-laki kalian.
Aku tidak tahu...
Kau bilang putraku ada di neraka?
Tutup mulutmu dari menghakimi anak-anakku.
Jemaat, aku tanya,
wakil Tuhan seperti apa aku
jika berdiri di tempat suci ini dan tidak berkata yang sebenarnya.
Amin.
Saudaraku, aku tidak ingin melewatkan kesempatan
berbicara dengan keluarga Bertrand. Aku ingin kalian berdoa.
Ini kota kecil.
Banyak kejahatan terjadi, banyak perundungan,
dan kerusakan yang kalian ciptakan.
Kalian masuk SD dan putus sekolah di kelas lima.
Dallas satu-satunya yang lulus SMA,
satu-satunya yang mencoba untuk tidak menempuh jalan kejahatan.
-Itu karena... -Kau berani bilang
itu karena putrimu.
Gadis ini hanya menghakimi putraku dan membuat hidupnya sengsara.
-Itu tidak benar. -Bu Linda,
kau menyengsarakan kota ini karena salah mengasuh anak-anakmu.
Mencuri, memerkosa, melukai, menerobos masuk ke rumah lansia.
Anak ini ada di peti mati tak lama setelah keluar penjara,
karena dia mencoba merampok anggota lansia gereja ini,
dan lansia itu menembaknya hingga mati.
Alkitab mengatakan jika kau hidup dengan pedang,
-kau mati oleh pedang. -Mati oleh pedang.
Aku tidak mau menerima ini.
-Bu Linda... -Diam!
Kau bilang ayahmu akan mengatakan sesuatu yang baik tentang anakku.
Seharusnya aku tidak memercayaimu.
Kau harus tunjukkan respek,
karena dialah kami membayari penguburan putramu.
Ya.
Kami harus berterima kasih untuk itu?
Kau pikir aku peduli?
Kalian selalu memandang rendah kami.
Selalu!
Dalam nama Tuhan!
Kau pikir keluarga Bertrand butuh uangmu?
Kami tidak butuh apa pun darimu. Kau dengar?
Biarkan aku pergi dari sini sebelum aku menumpahkan isi hatiku.
Kau salah.
-Anak-anak... -Ya, Bu?
Bawa Cody.
-Bu, Cody... -Bawa dia!
-Ayo, Bung. -Ya.
Dallas.
Mereka boleh membawanya. Biarkan mereka.
Mundurlah. Biarkan mereka.
-Bu Linda... -Ini ulahmu!
Tidak!
Jaga mulutmu di gereja ini.
Kami mencoba membantumu.
Kumohon, Bu.
Kumohon.
Bu, jangan lakukan.
Bu, jangan lakukan.
Tidak, jangan lakukan.
Dallas.
Tuhan, ampunilah.
-Jangan. -Jangan coba-coba.
Kau kira aku butuh pakaian bekas
yang diberikan ibumu kepadaku?
Tidak.
Kami keluarga Bertrand, jangan lupakan itu.
Kami tak butuh apa pun dari kalian.
Kalian semua, bawa dia.
Bawa dia!
Bawa dia!
Tidak!
-Bukan peti matinya. Keluarkan dia. -Apa?
Keluarkan dia!
Katanya mereka membayar peti mati ini.
-Keluarkan dia dari situ! -...akan bawa dia.
Keluarkan dia dari situ!
Ayolah, bawa dia.
Astaga.
Tidak apa-apa. Jemaat, mereka bisa mengambil tubuhnya.
Tuhan sudah menjatuhkan hukuman kepada jiwanya.
Diam!
Bu, jalan!
Dia pasti mau.
Kami mencarimu.
Ya. Aku hanya butuh waktu sebentar.
Ya, aku mengerti. Tadi itu tidak seburuk pernikahanmu.
Rona, yang benar saja.
Maafkan aku. Kau tahu aku orang yang lugas.
Ini pemakaman saudaranya.
Aku tahu. Apa keluarganya tahu?
Sayang, kumohon.
Kami besar di sini. Kota ini berbeda. Kau tak tahu seluk-beluknya.
Meski bukan dari sini, bukan berarti aku tak tahu benar dan salah.
Dia juga temanku.
Sebagai teman, kau seharusnya mendukungku. Benar?
Ya. Namun, mendukungmu bukan berarti berbohong.
-Waktunya tidak tepat. -Baik. Maafkan aku.
Kau dan Rona bawa mobilnya, kembali ke kota.
-Aku akan mengecek Dallas. -Aku tak bisa meninggalkannya.
Aku kenal dia dan keluarganya lebih lama darimu.
Dia bilang dia bisa. Ayo pergi.
Teman macam apa aku jika tidak mengeceknya?
-Jim. -Baiklah, dengar.
Aku tidak ingin kalian bertengkar. Aku bisa. Pergilah.
Baik.
-Sampai jumpa. Ya? -Ya.
-Kami menyayangimu. -Aku juga.
-Kabari jika sudah di rumah. -Ya. Hati-hati di jalan.
Baik-baiklah, Sayang.
Ya.
Kita harus bagaimana?
Kau tahu wanita itu seperti iblis.
Dia menyuruh anak-anaknya mengeluarkan jasad
dan keluar dari sini. Apa maksudnya itu?
Kalian membicarakanku?
Kami selalu membicarakanmu.
Maksud Ayah, lebih banyak berdoa dari berbicara.
Nak, maaf, Ayah sudah berusaha.
Andai Ayah bisa lebih baik.
Namun, anak itu melakukan hal buruk.
Keluarga itu juga...
Clarence, dia melalui banyak hal hari ini.
Ya.
Kau ingin ke rumah dan makan malam?
Tak bisa. Aku harus menjemput Dallas. Kami harus kembali ke Atlanta.
Ava, Sayang, di mana batasanmu?
Di mana?
Apa yang harus dilakukan anak itu agar kau pergi?
Saat kau berlari di trek,
ketika kau sudah dekat garis finis, kau menyerangnya.
Di mana garis finismu?
Ayah, ini bukan trek.
Ayah dan Ibu mengajariku
sejak kecil agar menjadi istri yang baik,
mendukung suamiku, bertahan dalam pernikahan.
Itulah yang Ayah khotbahkan.
Itulah yang kulihat dari kalian.
Ava...
Ibu dan Ayahmu, kami bukan kau dan Dallas.
Ya...
Itu sebabnya biarkan aku melakukan yang terbaik untukku dan Dallas.
Itulah yang kami coba lakukan. Ini hidupmu.
Aku harus pergi. Jadi...
-Baiklah. Kami menyayangimu. -Aku juga.
-Akan kutelepon jika sudah di rumah. -Sampai jumpa.
Tak apa.
Aku harus mengatakan sesuatu. Ini semua salahku.
Sayang.
Aku tidak ingin kau merasa bersalah atau bertanggung jawab,
karena kita membesarkannya sebaik yang kita bisa.
Dia lebih tahu.
Kau dan aku sama-sama tahu yang sudah kita ajarkan kepadanya
akan muncul di waktu yang tepat.
Kuharap demikian.
Maafkan aku.
Itu bukan salahmu.
Bukan apanya.
Ibu sudah bilang kita kuburkan di sini saja
bersama Bertrand lainnya.
No comments yet. Be the first to leave one.