The first 200 lines.
Ibu, Ayah, aku pulang.
Aku pergi ke sekolah sendiri.
Sama-sama.
Di mana kalian?
Ibu, Ayah, tak ada makanan.
Di mana semua orang?
Apakah ini lelucon yang tak lucu?
Kevin?
Di mana kau?
Ketahuan kau, Kevin.
Aneh sekali.
Makhluk apa itu di rumahku yang mengubah orang tuaku jadi batu bara?
Itu Fianna. Dia iblis. Dikenal sebagai Pemburu.
Aku merasa takut saat melihatnya.
- Dia mengerikan. - Baunya busuk.
Pernah berkencan dengannya.
Tapi rambutnya fantastis.
- Matanya indah. Terlihat kuat. - Dia keren, ya. Tatapannya bagus.
Kenapa tak pernah bilang pada kami kau pernah berkencan dengan iblis itu?
Aku malu. Kau lihat sendiri dia seperti apa. Dia sangat intens.
Dia mengubah orang tuaku menjadi batu bara.
- Tepat. - Hei. Aku mengumpulkan dedaunan.
- Tapi... - Tidak.
Ya, kami tak mau makan daun, Bittelig.
Apakah Kejahatan Murni yang mengirimnya?
Kejahatan Murni?
Dia mengincar peta itu.
Kejahatan Murni tahu kita memegang petanya.
Apa? Astaga. Tidak.
Tapi tak masalah. Aku tahu kita harus apa.
Tidak, tentu aku tak tahu. Tidak, aku tak tahu.
Tapi kita akan cari tahu dan... Tenang saja.
- Kita akan melaluinya. - Bagaimana dengan akar aneh ini?
Tidak, terima kasih.
Jadi, apakah orang tuaku mati?
Mereka terlihat tidak baik-baik saja.
Tapi kita punya rencana,
karena kita punya peta yang membuat kita bisa menjelajahi waktu.
Jika kita bisa tiba tepat waktu.
Ya, dan kita bisa coba menghentikannya.
Menurutmu itu akan berhasil?
- Tidak. - Dia pikir tak bisa.
Menurutku? Mungkin bisa.
Kita tak tahu apa kita bisa mengubah waktu atau memengaruhinya.
Tidak, tapi kita punya Widgit dan dia adalah ahlinya peta itu.
Widgit, di mana kita sekarang?
Menurut perhitunganku, di pusat kota Paris, tahun 1968.
Itu tidak benar, 'kan?
Masih membiasakan diri.
Aku menemukan makanan.
Fosil.
Keren sekali.
Telur.
- Luar biasa. - Wah.
Kalian ingin makan apa? Aku bisa menggoreng telur.
Aku bisa buat roti panggang dengan telur.
Frittata?
- Frittata. - Frittata.
Menurutmu ini telur apa? Burung unta berukuran ganda?
Burung unta ukuran empat kali lipat.
Bittelig, ada potensi bahaya di belakangmu.
Bittelig, bisa tolong letakkan telurnya dan...
ini sangat penting... jangan sampai telurnya pecah.
Apa itu burung unta berukuran empat kali lipat?
Kurasa bukan.
Kurasa kau harus lari.
Kurasa kau harus tetap diam.
Aku harus apa?
Astaga.
Kenapa kau memekik? Dia yang terluka.
Aku ahli empati. Aku merasakan rasa sakit orang lain.
Baik. Besok akan terasa lebih sakit.
- Aku baik-baik saja. - Astaga. Kau tak apa-apa? Ya?
Lari! Lari!
Widgit, di mana portalnya?
- Entahlah. Harus kucari tahu. - Di mana kita?
- Di sana. - Tidak.
Di mana Kevin?
Teman-teman, ini bukan fosil.
Kita sedang di zaman prasejarah.
Kevin, lari!
Tinggalkan tengkorak itu, Kevin.
Mustahil.
Buang saja! Ada dinosaurus. Lari!
- Dinosaurus! - Dinosaurus!
- Dinosaurus! - Sebenarnya itu pterosaurus!
- Ptero... - Pterosaurus! Lari!
Menuju portal!
Lari, Kevin!
- Baik, baguslah. - Aku baik-baik saja.
Hati-hati.
Maaf soal itu.
Ini ganti ruginya.
Ya.
Sepertinya Kevin tak selamat.
Itu sangat menyedihkan.
Baik, sepertinya kita kehilangan seorang bandit lagi.
Jadi, mari luangkan waktu sejenak untuk mengenangnya.
Lihat, dia selamat.
Baik, baguslah.
Kau bisa letakkan lilin di situ dan itu akan menerangi...
Kevin, tinggalkan saja tengkorak bodoh itu.
Kejahatan Murni, aku membawa kabar.
Aku sedang sibuk, Damon.
- Tujuh. - Itu delapan.
Pindahlah.
Ya, ada apa, Damon?
Bukan kau, Demon.
Makhluk Tertinggi punya proyek rahasia.
Makhluk... punya proyek rahasia?
Apa rahasianya?
Aku tak tahu. Itu rahasia.
John, bisa tolong jawab itu?
Fianna, kau dapat petanya?
Tidak.
Bukan jawaban yang kuharapkan.
Orang tua anak itu menghalangiku, maka kuubah mereka jadi batu bara.
Jawaban yang masih bisa diterima.
Aku mencium bau busuk anak itu...
dan akan kutemukan dia.
Jangan sampai gagal, Fianna.
Orang asing!
Aku selalu bilang kalau
- orang asing adalah teman yang... - Penyihir.
Orang asing, berarti penyihir.
- Aku merasakan kemarahan. - Dia tahu apa yang kita pikirkan.
Karena dia penyihir.
Astaga, Abad Pertengahan.
- Penyihir lelaki. - Keren. Di mana?
Aku?
Aku bukan penyihir lelaki. Aku Kevin Haddock.
Apa itu?
Ini...
Naga?
Bukan. Tak masalah.
Apakah benar, Nak, kalau itu kepala naga?
Kurasa ini tengkorak triceratops.
Orang asing ini membunuh naga!
Tidak, aku hanya menemukan tengkorak ini dan membawanya kemari.
Kami tak membunuhnya.
Ya, kami membunuhnya. Kami membunuh naga bersama-sama.
Kami semua melakukan tugas kami selain Kevin yang hanya membawa kepalanya.
- Itu benar. - Selamat datang, Pembunuh Naga Pemberani.
Dan Kevin...
yang hanya membawa kepalanya. Ya.
Selamat datang di pekan raya kota. Kesenangan apa yang ada di sini?
Ini Elizabetta dan dia menjual koleksi ranting yang mengagumkan.
Ada babi memakai wig. Ya.
Ini Merek si Penambul Siput.
- Siputnya kabur lagi, Merek? - Ya.
Aku terpaksa memakannya, Pak.
Tapi yang penting aku yakin aku bisa.
- Itu yang selalu kubilang. - Ya.
Sikap yang bagus.
Kalian datang di saat yang kurang baik, Teman-temanku.
Situasi di sini sedang sulit.
Kucing!
Kucing!
Kenapa kalian takut kucing?
Kau belum tahu?
Paus telah menyatakan bahwa kucing adalah sekutu Setan.
Jadi... Kami menyingkirkan kucing.
Jangan bunuh kucingnya.
Mereka membunuh tikus-tikus yang menyebarkan wabah.
Tidak.
Wabah itu adalah hukuman dari Tuhan atas penyebaran rumor.
Tampaknya begitu.
Terlihat seperti mantan tunanganku Gavin.
Yang bertopi kecil.
Apa menurutmu dia sempat kemari dan mereka membuat permadani tentang dia?
Menurutku semua orang itu terlihat sama.
Seperti segumpal wol dengan hidung.
Aku paham maksudmu.
Patah hati membuatku memproyeksikan Gavin ke gambaran orang-orang ini.
Kau sangat hebat.
Tapi tidak, menurutku itu memang dia.
Permisi, Pak Wali Kota. Makanan ini lezat.
- Aku suka biji pohon ek ini. - Baguslah.
Apa kau punya makanan selain...
- Selain ini? - Ya, selain biji pohon ek?
Sayangnya tidak.
Saat ini kami sedang mengalami sedikit paceklik.
- Sedikit paceklik? - Sedikit paceklik?
Ya, sedikit paceklik. Kami melewatkan makanan penutup dan makan siang.
Dan sarapan. Dan makan malam.
Tapi tak boleh makan camilan di antaranya.
Sebenarnya itu membuatku teringat.
Kamu butuh sedikit bantuan.
- Aku tak bisa... - Apa pun untukmu, Temanku.
Kalian pembunuh naga pemberani dan perkasa,
selain dari Kevin yang hanya membawa kepalanya.
Dan kami butuh bantuan kalian untuk menghadapi musuh kami
yang menyebabkan kami mengalami kesulitan begitu besar.
Baiklah. Aku harus berkonsultasi dengan timku.
- Tentu saja. - Ya.
Mari menjadi pembunuh naga untuk mereka dan kita akan diberi banyak penghargaan.
- Tapi naga itu tak ada. - Tepat sekali, Anak Muda.
Kami akan melakukannya!
Hore!
Aku bersumpah, kami akan membunuh naga demi kalian.
No comments yet. Be the first to leave one.