The first 200 lines.
Tujuh tahun lalu...
aku...
Hobi Liburan
Susyi malam ini untuk merayakan! Sebentar lagi trip keluarga!
Baik. Aku langsung pulang!
Pak. Pak Tosu!
Mengagetkan saja.
Besok aku akan ke Kawano Body,
jadi, bisakah kau ikut denganku?
Ada apa, Minamida? Ada masalah?
Aku tidak cocok dengan presdir di sana.
Waktu itu dia bilang,
"Kau tidak mengerti. Bawa Pak Kepala Tosu kemari."
Itu masalahnya.
Baiklah. Ayo pergi sama-sama.
Terima kasih!
Hari ini makan malam keluarga? Itu bagus.
Kau lihat, ya?
Ini perayaan putri kami diterima di departemen impiannya.
Apa?
Kukira anakmu baru berusia lima tahun.
Itu putraku, Akira. Dia punya kakak perempuan yang jauh lebih tua.
Astaga. Mereka berdua manis sekali!
Tunggu!
Aduh! Tulangku bisa patah!
Cukup! Hentikan, Tosu!
Aduh!
Hentikan, Tosu!
Cepat minggir!
Bangun!
Perkenalkan.
Aku Tosu, baru ditugaskan ke Divisi Investigasi Satu.
Divisi Satu!
Aneh, bukan?
Orang semuda ini masuk ke Divisi Satu.
Aku memang sehebat itu.
Ya, luar biasa.
Namun, kita harus bicara nanti.
Tentu saja, Bodoh.
Ayo.
Penjahat itu mungkin punya senjata.
Sudah kukatakan jangan bergerak sampai ada sinyal.
Begini sikapmu saat atasan berbicara?
Aku sudah menilai situasinya.
Dia memegang ponsel di tangan dominannya,
dan tas kecil di tangan kirinya.
Aku menilai pelakunya takkan bisa menyerang balik dengan cepat.
Meski begitu, Tosu...
Ada anak-anak yang pulang dari SD di dekat sana.
Aku tidak bisa membiarkan anak-anak terluka.
Awas!
Hei! Tosu!
Aduh.
Baiklah, Reika. Selamat!
- Bersulang! - Bersulang!
- Lezat! - Lezat!
Mereka sangat mirip!
Kembali ke rumah benar-benar menenangkan.
Omong-omong, aku bisa ikut tahun ini.
Trip keluarga?
Kurasa aku bisa libur.
- Bagus! - Benarkah? Hore!
Tetsuo, sepertinya kau hanya hidup untuk trip keluarga tahunan ini.
- Ya! - Ya!
Namun, sejak menjadi polisi, kau tidak pernah ikut, Reika.
Aku sudah minta maaf.
Namun, tahun ini Kakak pasti ikut.
Hore!
Hati-hati.
Ini tahun pertamaku sebagai detektif, jadi, aku tidak boleh cuti,
tapi bos menyuruhku cuti selagi bisa.
Dia bos yang baik.
Kau mungkin punya kesempatan.
Hentikan. Ibu selalu berusaha menjodohkanku dengan seseorang.
Kita mungkin keluarga, tapi itu tetap pelecehan.
Aku juga tidak mau mendengarnya.
Ibu hanya khawatir.
Makin lama kau makin berotot.
Itu juga pelecehan.
Ini, Bu.
Tambah lagi.
Baiklah.
Ini.
Hari ini,
aku pertama kali menangkap seseorang sejak menjadi detektif.
Itu bagus. Namun, jangan terlalu memaksakan diri.
Tenang saja. Aku olahraga setiap hari.
Aku lebih kuat dari Ayah sekarang.
Apa pun alasan penjahat,
aku takkan pernah memaafkan mereka.
Kami bisa mengandalkanmu.
Aku punya dosa
yang takkan bisa kuceritakan
kepada putriku.
Kau sedang bekerja, Tetsuo?
Apa? Kau menulis novel misteri lagi?
Ya.
Itu satu-satunya hobiku.
Kau juga punya penggemar, meski tidak banyak.
Tidur saja lebih dulu.
Aku tidak akan lama.
Baiklah. Selamat malam.
Selamat malam.
"Di langit yang memutih,
tangisan burung cerek bergema.
Pria itu, setelah mengubur jasadnya,
berteriak ke langit.
Seolah mengumpat. Seolah berdoa.
Mungkin akan tiba hari saat semua ini akan dimaafkan."
Tujuh tahun lalu.
Saat itulah aku membunuh
pacar putriku.
Putriku satu-satunya, Reika, adalah hartaku.
Kejutan.
Dia berlatih sangat keras untuk ini.
Namun...
Wajahmu kenapa?
Kau dipukul!
Pacar Reika,
- Nobuto Matori, penjahat berbahaya. - Aku akan membunuhmu.
Menjijikkan.
Aku menghajarnya habis-habisan!
Bos minta banyak bulan ini, 'kan?
Lagi pula, belakangan ini Reika membuatku kesal.
Kita lakukan saja.
Beraninya kau, Reika!
Kubunuh dia!
Untuk melindungi putriku...
aku membunuh...
Nobuto.
Kau melakukan ini demi Reika, 'kan?
Kita harus mencari jalan keluar bersama.
Lalu aku membuang jasad Nobuto.
Aku melenyapkannya.
Namun,
aku dicurigai rekan kriminal Nobuto, Kyoichi Majima.
Kau membunuh Nobuto, 'kan?
Tentu saja tidak!
Lalu keluarga kami
menjadi target Sindikat Mano yang mengendalikan para penjahat ini.
Ayo, kemari.
Pergilah.
Kyoichi pandai. Dia penjahat profesional.
Bagaimana kalau kita bekerja sama?
Apa?
Meski begitu, berkat pengetahuan misteriku selama bertahun-tahun,
aku bekerja sama dengan Kasen
untuk menjebak Kyoichi atas pembunuhan Nobuto.
Kau yang menaruhnya?
Jangan bicara omong kosong.
Berhenti berteriak, Bodoh.
Seharusnya semua berakhir di sana.
Kalau saja waktu itu, aku tidak bertemu ayah Nobuto,
Yoshitatsu Matori...
Dia tewas di sini.
Nobuto.
Matori adalah bos besar di Sindikat Mano.
Sudah berakhir.
Dia bunuh diri
dan mencoba menjebakku sebagai pembunuh.
Itu caranya menghancurkan keluarga kami.
Aku harus melindungi keluargaku.
Aku mengubur
jasad Yoshitatsu Matori di gunung.
Mungkin
akan tiba hari saat semua ini
akan dimaafkan.
Tujuh tahun berlalu sejak saat itu.
Tidak sehari pun aku melupakan insiden itu.
Aku melarikan diri dengan mengubah rasa bersalah dan penyesalanku menjadi cerita.
Mungkin akan tiba hari saat semua ini akan dimaafkan.
Novel serial: Pengakuan Pendosa
Novel terunggah
Apa pun alasan penjahat,
aku takkan pernah memaafkan mereka.
Reika
yang tidak tahu dosaku...
telah menjadi polisi.
My Home Hero
Semalam, akibat Topan Nomor Tiga yang langsung menghantam wilayah Kanto,
tanah longsor parah terjadi di Gunung Ongo, Okutama.
Jalan di sekelilingnya tidak bisa dilewati.
Banyak polisi...
Kau bangun pagi.
...pers bergegas ke lokasi.
Jalan di depan...
Aku mengubur jasad Matori di gunung itu.
Kalau jasad Matori ditemukan...
Kau jurnalis?
Kendaraan darurat akan lewat sini. Tolong minggir.
Bukan.
Tetsuo?
Pak Yasumoto?
Berapa tahun kita tak bertemu?
Sejak pemakaman orang tuaku.
Pak Yasumoto, kau masih menjadi polisi?
Benar. Aku juga bekerja hari ini.
Sedang apa kau di sini?
Mengamati burung.
Lalu kudengar ada tanah longsor di dekat sini,
No comments yet. Be the first to leave one.