The first 200 lines.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat
terhadap bahaya dari kecanduan narkotika,
Kejaksaan mengajukan hukuman mati.
Sepuluh tahun memakai jubah ini,
aku mengetahui satu hal.
Aku bersumpahβ¦
Aku bersumpah
di hadapan Taegeukgi yang agung
di hadapan Taegeukgi yang agung
- untuk mengabdikanβ¦ - β¦untuk mengabdikan
kesetiaanku kepada Presiden
kesetiaanku kepada Presiden
dan kejayaan abadi dari tanah air kita.
Hanya karena kita berpakaian sama dan berdiri di tempat sama,
bukan berarti jalan kita sama.
Sebagian bersumpah setia
kepada negeri ini.
Sebagian
bangkit untuk melindunginya.
Dan sebagian
berkhianat memicu kejatuhannya.
Aku saja.
Baek Kitae tahu persis jalan macam apa
yang dia pilih untuk dirinya sendiri.
Dan pertumpahan darah macam apa yang akan dibutuhkan.
Cuma ada satu alasan orang seperti dia meneriakkan patriotisme.
Untuk mengisi kantongnya sendiri
atas nama negara.
Bagiku,
patriotisme berarti melawan para bajingan itu sampai akhir.
Kakak.
Kakak!
Kakak!
Kakak!
Hyeeun.
- Hyeeun! - Kakakβ¦
Hyeeun!
Kakak.
Hyeeun!
Kenapa kau ada di sini?
Kakak!
Jadiβ¦
Apa kau sudah siuman?
Baek Kitae, dasar keparat!
Kenapa kau menguntit Direktur Hwang hari itu?
Apa kau membunuhnya dengan bantuan Kang Daeil?
Hei!
Apa rencanamu, Bajingan?
Nn. Jang Hyeeun.
Kau kenal Kim Minsu, 'kan?
Instruktur gitarmu.
Atas perintah dari Utara,
dia merekrut gadis buruh pabrik dan membentuk organisasi bawah tanah.
Dan dana operasi yang dia dapat dari Utara?
Kau, Nn. Jang Hyeeun, yang mengelolanya.
Dasar keparat! Kau bicara apa?
Itu cuma uang yang kami kumpulkan untuk aktivitas klubβ¦
Berarti kurasa kakakmu tahu
bahwa kau seorang komunis.
Jaksa Jang ini
membocorkan informasi internal mengenai kasus Kim Minsu,
- dan kau mengabari Kim Minsu, benar? - Itu tak pernah terjadi!
Tidak, Kakak tak melakukan kesalahan!
Apa itu berartiβ¦
Kau yang melakukan sesuatu?
Hyeeun! Hyeeun, tak apa-apa!
Hyeeun, tak apa-apa. Tetap tenang!
- Kau⦠- Percayalah kepadaku!
β¦amat terlibat dengan Kim Minsu.
Benar?
- Hyeeun! - Ituβ¦
Hyeeun! Jangan katakan apa pun!
Hyeeun! Tidak! Jangan katakan apa pun!
Hyeeun! Jangan tertipu dengan itu!
Hyeeun, tak apa-apa!
Aku, Kim Minsu, menerima dana operasi dari Utara
- dan mengelola organisasi bawah tanah⦠- Tidak!
- β¦bersama Jang Hyeeun. - Hyeeun, lihat Kakak.
- Lihat Kakak! Percayalah! - Melalui
kakaknya, Jang Geonyoung, dia memberiku informasiβ¦
Baek Kitae, dasar bajingan! Kemari kau!
Kemari! Bicaralah kepadaku!
Bicara kepadaku, Bajingan!
Kau mengejarkuβ¦
Tanpa ada persiapan untuk ini?
Ini tak akan usai sampai satu dari kita mati.
Yang pasti itu bukan aku.
Pak Jang.
Apa kau sudah lihat jelas sekarang?
MADE IN KOREA
KANTOR KEJAKSAAN DISTRIK BUSAN
Apa yang terjadi?
Kemarin, adik Jaksa Jang
ditangkap oleh KCIA karena melanggar Hukum Antikomunis.
Sepertinya mereka ingin menyeret Jang juga.
Para bajingan sok itu tak tahu sopan santunβ¦
Beraninya mereka mengejar jaksa?
Apa mereka pikir kejaksaan ada di bawah mereka?
Ini bisa mengguncang seluruh organisasi, jadi kita harus segera bertindak, Pak.
Kita akan ajukan protes resmi dan cari cara untuk menarik Jang keluar.
Bagaimana dengan hal yang kau ungkit kepada Pak Na tempo hari?
Sepertinya dia puas dengan itu.
Kita akan perang total.
Persiapkan diri.
- Baik, Pak. - Baik, Pak.
Jadi, bagaimana pertemuanmu dengan Presiden?
CEO Kim dari Konstruksi Seongwan
mendapat nominasinya,
dan Grup Taejong diberikan sedikit tambahan waktu.
Selamat, Pak.
Pak Cheon tak akan senang saat dia mendengar soal ini.
Dia bisa apa?
Ini keinginan Presiden. Kita bisa apa?
Pak.
Ada apa?
Kita mendapat telepon darurat dari Kantor Kejaksaan.
Sepertinya KCIA menangkap salah satu jaksa mereka.
KEPALA DINAS KEAMANAN PRESIDEN CHEON SEOKJUNG
Pak Na, ada apa kemari?
Menurutmu apa?
Aku tak mau terlibat,
tapi aku baru mendengar sesuatu yang keterlaluan.
Kau tahu seluruh Kantor Kejaksaan sedang gaduh sekarang, 'kan?
Tidak juga.
Apa terjadi sesuatu?
Dengar, semua orang tahu kau mengendalikan KCIA,
tapi jangan terlalu mencolok.
Presiden selalu menekankan
bahwa kita harus tetap di jalur dan melakukan tugas.
Yang berarti ada garis yang tak boleh dilangkahi.
Kau mengatakan itu, tapi kau sepertinyaβ¦
Memberi banyak perhatian pada Kejaksaan belakangan ini?
Pemilu sudah tak lama lagi,
Presiden banyak pikiran.
Mari jangan terlalu berlebihan
dan fokus saja pada tugas masing-masing.
Itu saja yang mau kukatakan.
Maaf, Pak.
Andai aku tahu soal itu, pasti segera kulaporkan kepadamu.
Tapi Baek bertindak sendiri di sini dan aku tak bisaβ¦
Jadi, maksudmuβ¦
Baek Kitae menangkap seorang jaksa
tanpa izin dariku?
Ya, Pak.
Tapi situasinya tak terlalu buruk.
Kami punya bukti kuat terhadap adiknya, jadi walau kejaksaan menentang,
- tak akan mudah bagi mereka⦠- Hei.
Ya, Pak?
- Hei. - Ya, Pak.
Kau tak punya kendali atas Baek?
Kau punya atau tidak?
Aku punya, Pak. Aku punya kendali atas dirinya.
- Lakukan tugasmu dengan benar. - Baik. Akan kulakukan.
Lakukan dengan benar.
Baik, Pak. Akanβ¦
Akan kulakukan dengan benar.
PERNYATAAN TERTULIS
Seperti yang kau lihat,
Kim Minsu mengorbankan adikmu untuk selamatkan dirinya.
Jika yang dia tulis di situ benar,
adikmu bisa terkena hukuman mati atas spionase.
Memakai kasus keamanan publikβ¦
Untuk menjatuhkanku?
Dan menyeret serta adikku?
Pak Baek Kitae.
Kau pikir aku akan terima begitu saja
- pernyataan ini di pengadilan. - Tak peduli kau terima atau tidak.
Jika kami terus ajukan, ini akan memberatkan di pengadilan.
Ayolah, kau sudah tahu itu.
Jika ingin selamatkan adikmu, tanda tanganilah.
Jika kau diberi kesempatan, ambillah.
Kau tak mau adikmu satu-satunya
menjadi seperti ayahmu, 'kan?
Ayo, keluar.
Ini penting.
- Hei. - Ada apa?
Aku dimarahi karena melakukan sesuatu tanpa melaporkannya.
Perintahnya adalah segera lepaskan Jang
dan fokus pada kesepakatan Jepang.
Aku akan mengurusnya.
Urus bagaimana persisnya?
Kau tahu pemilu sebentar lagi.
Jumlah dana yang kita dapatkan sekarang akan menentukan hasilnya.
Itulah sebabnya aku melakukan ini.
Aku harus membereskan Jang untuk fokus pada kesepakatanβ¦
Sepertinya Kejaksaan mendapatkan dukungan Pak Na.
Para petinggi sudah sepakat untuk mengeluarkan Jang,
jadi kau urus saja bisnisnya.
Kau tahu
Pak Cheon tak pernah ulangi ucapannya, 'kan?
Aku sudah sampaikan pesannya.
Lain kali, konfirmasi dulu kepadaku, ya?
Ini tidak bagus.
Ayo keluar.
Jangan bergerak. Hei, tunggu.
Pak Jang.
Tempo hari,
kau tanya apakah aku percaya Baek Kitae.
Aku sudah memikirkannya
dan tak ada alasan kau dan aku tak bisa akur.
No comments yet. Be the first to leave one.