The first 200 lines.
Ada apa?
Ketemu kau!
- Apa yang terjadi? - Di sini pun ketahuan!
- Telepon polisi! - Apa yang terjadi?
Hei.
Apa yang terjadi?
- Kamu mengagumkan! - Satu lagi di sini!
Apa yang terjadi?
Apa kita dirampok?
Dasar anak berengsek.
Dasar anak berengsek.
Apa yang kau lakukan pada tengah malam begini?
- Kau mengejutkan Ibu. - Saatnya pesta.
- Kau sebut ini pesta? - Pesta?
- Dasar berengsek! - Tidur...
Baiklah. Tidur lagi.
- Tidur? - Tidur...
Bagaimana Ibu bisa tidur? Bagaimana kami bisa tidur?
Di sini seperti medan perang! Kita seperti sedang perang!
Ya.
Kalian semua, keluar!
Kau pikir mereka suka padamu?
- Mereka hanya menyukai uangmu! - Tentu saja, Ayah!
Zaman sekarang, siapa yang mau dekat jika tak punya uang?
Ayah mau aku serius dengan mereka?
Tunggu sampai usiaku 40 tahun.
Wanda adalah pacar yang baik.
Apa penjelasanmu jika dia melihat semua ini?
Tenang, Bu.
Apa pun ucapanku, Wanda akan memercayainya.
Ken-Ken.
Siapa gadis-gadis itu?
Kemarilah.
Biar kujelaskan.
Mereka teman-teman TK aku.
Hari ini kami mengadakan reuni TK.
Aku percaya.
Aku harus tidur.
Bagus. Tidurlah. Sini.
Ke sini. Tidurlah.
Dasar berengsek. Salah Ayah tak mendisiplinkanmu.
Kini saatnya Ayah memberimu pelajaran.
Pertama, Ayah akan menarik kartu kreditmu.
Kedua, Ayah ambil kembali mobilmu.
Ketiga, kau tak akan mendapatkan uang lagi dari Ayah.
Ayah, aku mengaku salah.
Aku akan menjadi anak baik.
Bisa Ayah memaafkanku? Maafkan aku?
Ayah tidur dengan uang sebanyak ini...
- Kau tak belajar. - Jangan...
Ayah mengusirmu. Keluar!
Keluar!
Berhenti bertengkar. Tarik kembali ucapanmu.
Baik, kalau itu keputusan Ayah.
Jangan menyesal!
- Nak! - Aku putra tunggal Ayah.
Lihat siapa yang akan sembahyang di pemakaman Ayah setelah aku pergi!
Dengar...
Jangan pernah kembali jika kau berani pergi dari sini.
Ayah mengusirmu!
Aku kembali. Ayah mau apa?
Kini aku pergi. Apa tindakan Ayah?
- Aku kembali lagi. - Ayah akan membunuhmu!
Aku pergi lagi.
Ambil tongkatku!
Aku melompat masuk dan keluar.
- Aku kembali. - Beraninya kau...
Ayah mau apa?
Memukulmu memang kejam.
Tapi Ibu merasa salah jika tak memukulmu.
Pergilah!
Pikirkan semua perbuatanmu saat kau di luar sana!
Bibi, Paman, sebaiknya aku pergi bersama Ken-Ken.
Wanda, Bibi mengandalkanmu.
- Tolong urus dia. - Ya.
Mengusirku?
Aku akan buktikan kepada mereka...
...kalau orang sepertiku bisa bertahan hidup di mana saja.
Jadi, apa rencanamu?
Sebenarnya aku dapat ide saat pergi dari rumah.
Tapi saat jatuh dari tangga, aku lupa!
Para kutu buku selalu mengeluh...
..."Kenapa aku tak bisa mendekati gadis cantik?"
Tampaknya mereka tak punya peluang.
Sebenarnya, cinta seperti permainan.
Hanya ada dua cara untuk menang.
Ingatlah namaku. Ken-Ken!
Mulai hari ini, aku akan mengubah takdirmu!
Ingatlah,
hanya Sekolah Strategi Cinta Ken-Ken yang bisa menyelamatkanmu!
Mau dapat teman kencan? Datanglah ke sini!
Katakan "Halo" hari ini, dan dapatkan "Aku bersedia" besok.
Kemah Pelatihan Tn. Impian Ken-Ken.
Delapan hari, tujuh malam, sudah termasuk penginapan.
Pelatih bintang lima. Diskon musim panas!
Harga diskon hanya 298.800 dolar!
Tempatnya terbatas! Daftar sekarang!
"Harga diskon hanya 298.800 dolar"
Baik! Cut!
Terima kasih, Semuanya.
- Kau sudah mati? - Belum.
Kalau belum, ayo cepat pergi.
Para wanita gila itu mengejar kita.
Ken-Ken.
GARASI
- Bos, mau cuci mobil? - Ya, berapa harganya?
Standar, 188 dolar.
Layanan Super Spesial, 388 dolar.
Layanan Super Spesial? Spesial seperti apa?
- Dijamin puas. - 388 dolar!
Seleramu bagus. Duduk saja dan nikmati.
- Cepat, aku harus jemput istriku! - Baiklah!
Teman-teman!
Ada apa dengan kalian? Kau merusak mobilku.
Selesai, Bos. Semuanya sudah bersih.
Ada juga yang harganya 668 dolar.
Kemarilah.
- Kau pikir ini menarik? - Kenapa kau memukul kami?
Ini harganya 668 dolar?
- Berhenti memukuli kami. - Ini harganya 668 dolar?
Jangan menyerang kami.
- Masuk kalau berani. - Jangan sampai kubalas.
Keluar kalau berani!
Akan kupatahkan kakimu.
- Si pengecut itu kabur. - Dasar bodoh!
Bos, ada apa?
Kenapa pakaianmu keren sementara kami disuruh seperti ini?
Kenapa? Tak ada yang salah dengan pakaian kalian.
Gadis-gadis juga berpakaian seperti itu.
Kenapa? Kalian dipukuli lagi?
Kalau begitu suruh gadis-gadis yang bekerja!
Jaga sikapmu.
Bos, pakaianmu seperti selebritas.
Apa kau mau main sulap?
Apa aku tampak seperti pesulap?
Kurasa kau terlalu tampan.
Aku punya kencan dengan calon istriku malam ini.
Gadis itu...
Jangan bilang seperti itu!
Tahukah kalian? Aku sangat mencintainya.
Aku yakin dia juga sangat mencintaiku.
Da Chun!
Sayang!
Da Chun.
Aku beli beberapa barang hari ini. Kau akan membayarnya, 'kan?
Tak masalah. Tentu saja.
Kemarilah.
Sayang, itu lebih dari beberapa.
Sayang, itu hanya sedikit.
Sebanyak apa pun uang yang kuhabiskan, jumlahnya hanya sedikit.
- Kartuku! - Silakan.
Tidak, kartuku...
Ada apa? Aku tak boleh membeli beberapa barang?
Tak masalah, tentu saja. Terserah kau saja.
Limitnya habis.
Kali ini aku tak bisa membantumu.
Omong kosong.
Aku tahu masih ada kartu lain.
- Aku... - Silakan.
Jumlahnya 1,36 juta dolar. Semuanya lunas. Terima kasih.
Aku pergi.
Tunggu.
Bukankah kita punya acara makan malam?
Sepupuku di Shenzhen bilang dia mau bunuh diri.
Aku harus menemaninya.
Suruh dia ganti hari lain.
Akan kucoba meyakinkannya.
Lalu, kapan kita makan malam?
- Tanggal 31 Februari. - Baiklah, sampai jumpa.
Tanggal 31 Februari sudah dekat.
Tanggal 31 Februari...
Sepupunya tampak maskulin dengan kumis.
Atau dia pamannya?
Bos! Jelas wanita ini membodohimu.
- Apa setidaknya sudah kau tiduri? - Ya.
Belakangan ini aku tak dapat apa pun.
Apa maksudmu? Itu pria kaya.
Mari kita peras dia untuk "uang putus".
Kita akan bagi rata.
Tangkap basah dia selingkuh? Ya, seorang dapat 50.
- Kau pelit. - Tunggu.
- 5.000. - Sepakat!
Kalian memang "setia"!
Sayang!
Sudah satu menit aku berenang.
Apa kau merindukanku?
Aku merasa kau sudah pergi selama satu jam.
Kau nakal.
- Ayo. - Kita minum dahulu.
- Bersulang! - Bersulang!
Ini perzinaan!
Bos.
Akan kutunjukkan kesetiaanku dan maju lebih dahulu!
- Kami di belakangmu! - Bagus!
"Awas, ada kaca!"
Kaca ini lebih kuat dari aku.
Apa sakit?
Siapa kalian?
Sayang.
- Aku ketakutan! - Apa mau kalian?
No comments yet. Be the first to leave one.