The first 200 lines.
TAK MELUKAI HEWAN DI FILM INI
LOKASI BELUM DIUNGKAPKAN TIMUR ARABIA
Beberapa kotak di sana.
Truknya kosong.
- Ada empat kotak lagi di sini. - Bawa ke sini.
Bos ingin kita cepat!
Apakah kau tuli?
Masukkan ke dalam keranjang.
Ayo! Ayo cepat!
Cepat.
Kenapa kotak itu masih ada?
Bawa ke sini, kalian berdua!
Hanya beberapa kotak lagi.
Penembak jitu!
Di mana penembak jitu itu?
Jangan biarkan mereka datang!
CINTA
Biru adalah laut dan langit penuh awan
Menujumu membutuhkan kecepatan Yang tidak mengenal batas
Mataku tidak bisa menolakmu
Sebuah jebakan diatur dengan mata birumu
Hidupku menjadi manis bersamamu
Pada waktunya, aku menjadi satu denganmu
Kau masuk ke dalam hidupku yang sepi
Dan berikan sihirmu
Waktu berhenti ketika kau melihatku
Itu terjadi setiap kau di sampingku
Momen ini dirindukan oleh kecantikanku
Jatuh cinta padamu adalah Semua yang kuharapkan
INTERPOL
Kau membuatku menemukan diriku sendiri
Selamanya di hatimu, aku akan berada
Aku akan menjadi kau
Cintamu memberikan mantra padaku
Bepergian denganmu Semakin lama kita pergi
Kau adalah pasanganku Kau adalah hidupku, kau tahu
Siapa yang akan tahu Bahwa kita ditakdirkan menjadi pasangan?
Waktu berhenti ketika kau melihatku
Terjadi setiap kau di sampingku
Momen inilah yang sangat Dirindukan oleh kecantikanku
Jatuh cinta padamu adalah Semua yang kuharapkan
Vikram!
Vikram, berhenti!
- Berhenti! - Bajingan!
- Tidak! Tenang! - Lepaskan aku!
- Lepaskan! - Kau kenapa?
- Aku baik-baik saja. - Ada apa?
Dasar bajingan.
Ini omong kosong!
Bukan aku yang harus di evaluasi psikiatri.
Tapi yang melecehkan gadis di pom bensin.
Landasan terbangnya?
Mereka itu penjahat!
Kau bermasalah dengan kemarahanmu, Vikram.
Itu harus dikendalikan.
Kembalilah setelah evaluasi mentalmu.
DIREKTUR INTERPOL
Ada apa?
Kau menyuruhku ke dokter!
ANGGOTA DSPO
- Kesehatan mentalku baik. - Ya.
Tapi kau harus pergi.
Ini hanya protokol. Ayo pergi.
DR. IYER, PSIKIATRI
Setengah darimu, biarkan aku menjadi
Biarkan aku mengamankanmu di hatiku
Biarkan aku memberimu esensi hatiku
Biarkan aku meleleh dalam pelukan hangatmu
Hatiku selalu menginginkanmu Usia cinta tak pernah pudar
Cinta tidak pernah berakhir kapan pun
Pasangan kita akan bertahan selamanya Kau, sayangku, seperti bayanganku
Waktu berhenti ketika kau melihatku
Itu terjadi setiap kau di sampingku
Momen ini dirindukan oleh kecantikanku
Jatuh cinta padamu adalah Semua yang kuharapkan
Kau baik-baik saja. Aku di sini.
Oke? Tenang.
Tenang, sayang.
Aku di sini bersamamu.
Ini keadaan darurat.
Anak diplomat India diculik,
dan aku ingin kalian segera atasi.
Sial!
Vikram, awas!
- Oke! - Ada anak kecil.
Sial!
Ayo tangkap aku!
- Priya! Potong dia! - Aku bisa atasi.
- Tabrak! - Akan kuatasi!
Dasar bodoh!
Mereka kabur.
- Cepat! - Ibu!
Pegang dia.
Ibu!
- Vikram, awas! - Aku tahu apa yang aku lakukan!
Ahmed!
Ahmed!
Dasar bodoh!
Apa yang terjadi?
Ahmed tertembak!
Oh, sial!
Ibu!
Awas!
Kembali! Cepat!
Ya Tuhan!
Priya, awas!
Berengsek!
Minggir!
- Pergi! Minggir! - Turun!
Kutantang kau untuk menangkap aku!
Sial!
- Halo? - Singkirkan dia.
Habisi mereka.
Aku suka ini! Aku suka bagian ini!
Farooq!
Farooq, kau hidup?
Farooq!
Sial!
Diam!
Hei!
Aku akan meledakkan otaknya!
Jatuhkan senjatamu!
Teman-temanmu mati.
Kau tak harus mati.
Lepaskan dia.
Diam! Aku tidak punya waktu.
Keluar dari sini!
- Jangan tembak. - Aku punya kesempatan.
Turunkan senjatamu.
Diam! Berhentilah menangis!
Sial!
Hubungi paramedis!
Anak itu tertembak!
Butuh paramedis!
Segera!
Priya!
Bawakan pertolongan pertama!
Priya!
Air!
Pergi!
AMBULANS
Bittu!
Biarkan mereka.
- Bittu! - Bittu!
Bittu!
Dia kehilangan banyak darah.
- Bittu! - Bittu!
Bittu...
Menurut Kepolisian Dubai,
istri maestro IT India Adinarayana Rao,
telah bunuh diri.
Menurut laporan,
setelah anaknya tewas dalam operasi penyelamatan,
dia mengalami trauma berat
dan bunuh diri di Hotel Four Seasons.
Serangkaian penculikan petinggi selama enam bulan terakhir
telah tanamkan rasa takut ke dalam elite Dubai.
Sayang, cukup.
Polisi bekerja tanpa henti mencari petunjuk untuk menangkap para penculik.
Ayo. Segarkan dirimu.
Pakaianmu kotor.
Sudah selesai, Vikram.
Sudah berakhir.
Tidak, belum selesai.
Akan ada bom di suatu tempat besok.
Pesawat atau kereta api dibajak.
Ada anak-anak di dalamnya.
Tak akan berhenti.
Itu tidak akan berhenti.
- Tidak apa-apa. - Selalu.
Tidak apa-apa.
Akan kita lewati.
Akan kubuat janji dengan Dokter.
Kita cari bantuan.
Itu tidak pernah berhenti.
Itu bukan salahmu.
Ini bukan harimu. Itu saja.
Ini bukan hariku.
Ini bukan hariku.
Tentu saja bukan!
Vikram...
2 November 1984.
Karol Bagh, Delhi.
Kerusuhan Hindu-Muslim.
POLISI
Bocah umur sepuluh tahun menangis di atas mayat orang tuanya.
Ibu, bangunlah!
Ibu!
POLISI
Jika kolonel tak tiba tepat waktu...
mereka akan bunuh anak itu.
Dia bawa pulang anak itu.
Ayo.
Aku punya banyak mainan untuk bermain.
Dia membesarkan anak itu.
Hei, Vicky! Berhenti!
Jangan bunuh aku.
Tidak...
Jangan bunuh aku.
- Hei! Jangan takut. - Jangan bunuh aku.
No comments yet. Be the first to leave one.