Season 1

Release info

[π‚π¨πŸπŸπžπžππ«π’π¬π¨π§] 𝐒𝐩𝐫𝐒𝐧𝐠 π…πžπ―πžπ« π’πŸŽπŸπ„πŸπŸ 𝐏𝐕-π€πŒπ™π 𝐖𝐄𝐁
A Commentary by Coffee_Prison
π‘«π’–π’“π’‚π’”π’Š : 𝟎𝟏:πŸŽπŸ‘:πŸπŸ” || π‘Ίπ’–π’ƒπ’•π’Šπ’•π’π’† π‘Ήπ’†π’•π’‚π’Šπ’ 𝑷𝑹𝑰𝑴𝑬 𝑽𝑰𝑫𝑬𝑢 || *π‘ͺπ’“π’†π’…π’Šπ’• 𝒕𝒐 𝘈π˜ͺ𝘴𝘺𝘒𝘩 𝘠 (π‘·π’†π’π’†π’“π’‹π’†π’Žπ’‚π’‰) || ΰͺ‘ΰ±Ώα₯£Ι‘ოɑ𝗍 π–¬ΰ±Ώπ“£π—ˆπ“£π—π—ˆπ“£

Tags

webdl
Published on: 2026-02-11
Downloads: 27
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

EPISODE 12

BULETIN SEKOLAH

HALO, AKU YOON BOM, GURU ETIKA

Jangan sembunyi, jangan menghindar, dan jangan kabur.

Semangat.

Han-gyul, sudah lihat?

BULETIN

HALO, AKU YOON BOM, GURU ETIKA

Apa ini?

Bom.

Bom…

Halo.

Aku Yoon Bom, guru etika.

Kurasa banyak orang yang ingin tahu alasan aku datang ke kota ini.

Meski banyak rumor mengelilingiku,

alasan aku tetap diam

adalah karena saat itu

situasi memaksaku diam, bukan membela diri.

Kukira semua orang akan bahagia selama aku tetap diam

dan aku juga percaya luka dalam hatiku akan sembuh seiring waktu.

Namun, kini aku sadar

bahwa kebenaran hanya bisa dilindungi dengan keberanian, bukan waktu.

Kini, aku akan mencoba

menceritakan yang kualami kepada kalian semua.

Ibu.

Sebenarnya, aku…

Jantungku hampir copot.

Siapa lagi itu?

Mungkinkah itu reporter?

Apa?

Kurasa bukan. Biar kulihat.

Maaf jika kau tersinggung.

Namun, seperti katamu, aku tak harus jadi peringkat satu.

Aku tak butuh nilai bagus, juga tak mau kuliah.

Tak ada orang tua yang heboh soal peringkat.

Pasti menyenangkan.

Aku tak tahu apa-apa dan berkata belajar soal stamina.

Aku juga berkata dunia tahu usahaku.

Kau pasti senang melihatku merasa menang karena kemampuanku.

Aku ingin menghadiahkan peringkat satu untukmu.

Hanya itu.

Kau sungguh berpikir itu hadiah?

Memberi orang apa yang paling dia mau, bukankah itu hadiah?

Jangan hubungi aku.

Apa?

Aku akan berhenti berpacaran dan hanya fokus belajar.

Se-jin, kita baru mulai berpacaran.

Peringkat satu hasil usahaku…

Adalah hadiah yang paling kuinginkan.

Halo.

Aku Sun Jae-gyu.

Kusuruh dia datang.

Kata Jae-gyu, ada yang perlu dibahas denganmu.

Selagi kita berkumpul,

kukira sebaiknya kita bahas bersama.

Aku bertemu dengan kepala divisi Disfact sebelum kemari.

Apa?

Kau bisa menghapus semua rekaman percakapan kita, kan?

Di zaman sekarang, salinan mudah sekali dibuat.

Aku harus memastikan.

Begini. Aku harus lihat kau hapus

rekaman asli dan salinan dari perangkat keras

dan penyimpanan awan di depanku. Semuanya.

Tolong batalkan juga permohonan putusan sela.

Aku ini…

Punya kebiasaan buruk untuk mewujudkan niatku.

Jika rekaman itu kuhapus dan artikel keluar,

tak akan ada kesepakatan lagi.

Akan kuambil upaya hukum

untuk semuanya, termasuk kesepakatan ini.

Kau akan menebus…

Kesalahanmu itu.

Dia janji tak akan merilis artikel.

Akhirnya aku bisa bernapas.

Rasanya seperti hidup kembali.

Perihal hukum akan kuselesaikan dengan reporter itu besok.

Bom.

Kau juga seharusnya lega.

Semua sudah berakhir.

Bagiku belum.

Maaf, Bu. Aku…

Aku mengunggahnya di buletin sekolah.

Mengunggah apa?

Alasan aku pindah ke kota itu

dan apa yang kualami.

Semuanya.

Dasar bodoh!

Sayang.

Kau terlalu baik.

Reporternya mau menyerah, kenapa malah kau ungkap lebih dahulu?

Ibu.

Aku masih mimpi buruk setiap malam.

Aku bermimpi wanita itu menamparku di depan kelas

dan pria itu datang ke depan rumahku.

Jika dunia lupa,

kukira akan terhapus juga dari ingatanku.

Rupanya tidak.

Meski dunia lupa,

aku tak bisa lupa.

Saat itu, aku menuruti Ibu.

Kali ini, tolong dengarkan aku.

Kumohon.

Kau sungguh akan baik-baik saja?

Tentu saja tidak.

Kalau begitu, istirahat hari ini, lakukan besok saja.

Atau mungkin kutemani?

Tidak.

Meski aku takut, gugup, dan ingin sembunyi,

aku harus menanganinya sendiri.

Baiklah.

Semoga berhasil. Kutunggu di sini hingga selesai.

Semua sudah baca unggahanku, kan?

Aku selalu menyuruh kalian untuk melakukan yang harus dilakukan.

Namun, aku sendiri menunda apa yang harus kulakukan.

Sebagai guru,

apalagi sebagai pengajar etika,

aku amat malu.

Jika kalian tak percaya, apa boleh buat.

Namun…

Aku harap kalian percaya.

Selain itu, waktuku bersama kalian tak lama lagi.

Mengesampingkan kejadian hari ini,

aku akan berusaha keras untuk mengajar kalian hingga akhir.

Ada pertanyaan?

Ya, Se-jin.

Bu, sekolah kita tak buka kelas khusus untuk latihan ujian?

Biar kubicarakan dengan Kepala Sekolah.

Kalau tidak, sesi belajar mandiri pada jam istirahat juga boleh.

Aduh. Choi Se-jin, kenapa kau berlebihan?

- Kenapa kita harus belajar saat istirahat? - Benar.

Tenang.

Meski UAS sudah berakhir, jangan terlalu banyak main.

Langsung pulang. Mengerti?

Baik, Bu.

Hati-hati.

- Terima kasih! - Terima kasih!

Kelas Bu Bom baru selesai.

Dia segera kemari.

Saat dia datang, jangan ada yang bicara, ya?

Kita tetap harus menanyakan unggahan itu.

Dia menderita karena itu sejak kemarin.

Dia bahkan mengunggahnya sendiri.

Karena dia unggah sendiri, kita harus bertanya

benar ada perselingkuhan atau tidak.

Astaga.

Aku sudah tahu jawabannya. Tanyakan kepadaku jika mau tahu.

Aku dengar dari Pengacara Choi yang amat kau suka itu.

Pengacara Choi?

Dia datang.

Aku makan ceker ayam dengan soju atau ayam tepung dengan bir hari ini?

Soju dan samgyeopsal bagaimana?

Boleh.

Bu Bom.

Kita harus menggelar survei tentang kelas musim panas.

Tolong tulis surat untuk orang tua.

Bu Bom.

Kepala Sekolah sedang bicara.

Baik, akan kuserahkan besok.

Baik.

Reporter Park, ini Hong Jung-pyo.

Apa yang terjadi?

Katamu itu bisa jadi berita besar,

makanya kuberi tahu soal dia memacari preman itu.

Apa?

Batal?

Apa yang kau…

Ya, Choi I-jun.

Aku menangkap narsum artikel itu.

Siapa dia?

Pelakunya adalah…

Halo? Pak Choi, ini Hong Jung-pyo.

Bukan aku pelakunya.

Reporter itu sudah tahu soal perselingkuhan saat dia datang.

Aku hanya mengiyakan sedikit.

Ini tak akan terjadi lagi.

Jadi, tolong jangan beri tahu Gubernur.

Baik. Sampai jumpa.

REPORTER PARK DISFACT

HAPUS

Kau sedang apa?

Katamu tak akan terjadi lagi. Kubantu.

Ini.

SELAMAT DATANG DI PASAR SHINSU

Apakah tak masalah?

Ini tempat paling ramai di kota.

Aku sudah mengungkap rahasiaku. Aku harus terbiasa dikritik.

Jika ada yang mengkritikmu,

aku akan jadi perisai untuk melindungimu.

Bu.

Aku dengar rumornya.

Kukira kalian sudah menikah.

Itu…

Jika belum, cepat menikah.

Lahirkan saja tiga atau empat anak.

Dia akan membesarkan mereka dengan baik.

Aduh.

- Bu Bom. - Oh.

Nenek.

Aku dengar dari Dong-pyo tadi pagi.

Kubuatkan bubur. Ambil di rumah.

Spring Fever subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Spring Fever

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle β€” sync, quality, typos.500 characters left