The first 200 lines.
Ayo!
Lewat sini, cepat!
Pak, kapasitor sudah siap.
Bagus. Pindahkan semua ke Abyss.
Waspada!
Gunung Berawan terus mendekat.
Sekarang, jalan ke depan tergantung kepada Lyra.
Jika Hawa selamat dari Kejatuhan sekali lagi...
Semua dunia akan dibebaskan.
Tapi jika Metatron bisa mengendalikan anak-anak...
Dan semua daemon mereka, masa depan jadi miliknya selamanya.
Aku mengabdikan seluruh hidupku untuk sains...
Dan mengejar kebenaran.
Aku bersumpah bahwa ramalan hanyalah cerita yang dibuat...
Untuk mengendalikan orang-orang beriman...
Tapi di sinilah aku berdiri.
Tidak sanggup menghindari...
Kebenaran hal-hal soal ramalan di hadapanku.
Kesuksesan pemberontakan kita...
Tampaknya bergantung pada kelangsungan hidup putri kita.
Jadi, perubahan rencana.
Kita tidak perlu memenangi pertempuran ini.
Kita hanya perlu menjauhkan pasukan Metatron...
Dari anak perempuan dan lelaki itu cukup lama...
Agar mereka bisa bersatu kembali dengan daemon-nya.
Lalu kabur ke dunia yang aman dan jatuh.
Aku akan mengabari kalian...
Saat pembawa pisau itu telah memotong masuk.
Roh bisa merasakan pisau itu.
Semua warga sipil sudah berlindung di bungker bawah markas.
Pasukan manusia kita bisa ditempatkan di sekitar perimeter.
Kaisa terus mencari para daemon.
Saat dia menemukan mereka, aku akan mendatangi mereka.
Bagus. Kau akan membawa mereka ke sini kembali?
Ke sini? Dengan Gunung Berawan di atas kita?
Aku merancang gedung ini untuk menahan kekuatan malaikat.
Bagaimana kau bisa tahu tujuan serangan Metatron?
Aku sudah siap menghadapinya.
Kita bisa pergi ke dunia itu.
Cuaca yang cerah. Aroma yang enak.
Tidak bisa.
Aku punya ide.
Kita harus menemui daemon kita, 'kan?
Jadi, jika aku memotong ke Republik dan menemukan mereka...
Kau bisa pergi ke dunia indah itu dan aku akan menemuimu di sana.
- Kau ingin meninggalkanku. - Bukan meninggalkanmu.
Hanya membiarkanmu pergi ke sana.
Kau baru saja bilang ingin melakukan itu.
Kita sudah sampai sejauh ini dan kau masih tidak mengerti.
Kita melakukan ini bersama-sama.
Cukup jelas kau tidak yakin dengan rencananya.
Ini.
Aku menempatkan kapasitor di dalam Abyss...
Untuk memanfaatkan aliran Debu. Ini mekanisme sakelar sederhana...
Tapi saat detonator dilepaskan...
Kumparan energi bertabrakan untuk menciptakan lonjakan energi.
Mungkin itu cukup kuat...
Untuk menggoyahkan seluruh Gunung Berawan.
Aku akan ke sana.
Aku akan memastikan saat rumahnya dirobohkan...
Metatron masuk ke Abyss itu.
Bagaimana tepatnya kau berniat melakukan itu, Asriel?
Kekuatan fisik semata.
Mereka iri pada kita di atas sana, Marisa.
Para malaikat.
Daging kita, darah kita...
Hidup kita yang singkat dan penting, mereka tidak memilikinya.
Aku harus percaya bahwa daging lebih kuat daripada roh.
Kurasa kau belum yakin soal itu.
Kau tahu satu-satunya hal yang aku yakini?
Bahwa aku dilahirkan untuk mengubah dunia.
Kini tampaknya...
Takdir itu milik orang lain.
Aku belum berikan apa pun kepada anak perempuan itu.
Tapi setidaknya, aku bisa memberinya waktu.
Kau mau melakukan itu untuknya?
Bukan hanya dia.
Jika aku berhasil membawa Metatron ke dalam Abyss...
Maukah kau meledakkan alatnya?
Bahkan jika kau bisa membawanya ke dalam Abyss...
Kau tentu mengerti bukan hanya ada kematian di sana.
Ada ketiadaan abadi.
Tanyakan apa pun yang kau mau.
Kita akan binasa, bukan?
Terlepas dari semua rencana Asriel...
Kita masih belum tahu apa yang akan dihadapi.
Ayolah.
Kau melihat banyak hal, tapi kau hanya berbagi sedikit.
Aku mohon.
- Beri tahu bagaimana akhirnya. - Kau tidak perlu aku beri tahu.
Kau sudah memutuskan.
Semudah itukah pikiranku terbaca?
Cintamu pada Lyra akan menjadi penebusan...
Dan kejatuhanmu.
Saat kau memikirkannya...
Aku bisa membaca pikiranmu sejelas pantulan di air tenang.
Kau punya kekuatan luar biasa...
Untuk menekan sisi terbaik dirimu.
Saat waktunya tiba...
Manfaatkanlah.
Metatron adalah peramal.
Manusia yang belum menghadapi kegelapan diri mereka sendiri...
Sama tidak berdayanya dengan anak di hadapannya.
Kalau begitu, Asriel bukan apa-apa baginya.
Benar. Kita memang akan binasa.
Sebagian dari kita akan mati hari ini.
Otoritas menginginkan kalian merasa takut akan hal itu.
Kenapa tidak? Kita semua di sini adalah manusia.
Entah masa hidup kita tiga atau 300 tahun...
Waktu kita di Bumi terbatas.
Jadi, kita ketakutan.
Kita ketakutan di bawah tirani Otoritas...
Yang menyebut dirinya sebagai Pencipta.
Yang memberi tahu kita bahwa neraka menanti bagi mereka yang tak patuh.
Surga hanya ada bagi mereka yang patuh.
Ini adalah kebohongan.
Kebohongan yang menghalangi kita...
Menjalani hidup sebaik mungkin.
Hari ini adalah kesempatan kita.
Kesempatan kita untuk memberitahunya...
Bahwa hidup kita indah dan berharga.
Dan kita harus diizinkan untuk merasakan...
Semua yang mereka tawarkan tanpa takut pembalasan.
Karena jika kita tidak berjuang sampai akhir...
Kita akan kehilangan segalanya.
Jadi, benar, sebagian dari kalian akan mati hari ini.
Tapi berkat putriku...
Berkat Lyra...
Kita tidak perlu lagi takut pada takdir itu.
Karena mulai hari ini, kematian bukan lagi akhir...
Melainkan perjalanan kembali ke kehidupan.
Jadi mulai hari ini, Otoritas tidak punya kuasa atas kita.
Hari ini, kehidupan berhadapan dengan kematian.
Dan cahaya kita bersinar melalui kegelapan.
Hari ini, kita akan memberitahunya anak-anak kita...
Akan merasakan surga, tapi mereka akan alami di sini...
Di Bumi.
Hari ini, kita bebas!
Kita bebas!
Kita bebas!
Kita bebas!
Kita bebas!
Kerajaan Surga sudah dekat.
Mari kita hancurkan.
Aku lega saat mengatakan tak perlu memenangi pertempuran ini.
Jadi, memang ada keuntungan dengan tidak menjadi yang terpilih.
Kau yakin sudah siap?
Ya.
Tidak mungkin lebih buruk daripada negeri orang mati, 'kan?
Bertahan di posisi.
Mereka di sini.
Ke arah selatan...
di mana pegunungan menjulang dari dataran tinggi.
Serang.
Komandan, masuk.
Sudah waktunya. Pergi ke perimeter selatan.
Dimengerti. Kita menuju punggung bukit. Ayo!
Bagaimana kita bisa menemukan Pan di tengah semua ini?
Setidaknya kita di dunia yang sama dengan mereka.
Pan dan daemon-mu akan bersama.
Saling menjaga.
Ayo terus bergerak.
Kau dibutuhkan.
Untuk Lyra?
Metatron melepas pemakan daemon.
Dia membuat semua makhluk melawan kita.
Mereka ada di mana-mana!
Tunggu perintahku!
Tembak sekarang!
Datanglah kepadaku.
Ayo.
Aku menemukan Pantalaimon.
Letakkan pisaunya.
- Kau Will dan kau Lyra. - Siapa kau?
Aku Komandan Ogunwe. Aku di sini untuk melindungi kalian.
Aku akan membawa kalilan ke kamp Asriel.
- Aku bisa membawa kita ke sana. - Tidak! Jangan gunakan pisau itu.
Dia akan melakukan apa yang dia inginkan.
Kalian lihat para malaikat di atas? Karena kalian ada di dunia ini...
Mereka bisa merasakan saat kau menggunakan pisau itu.
Mereka akan tahu kalian terpisah dari daemon kalian...
Dan mereka akan mengincar daemon kalian.
Kita harus terus bergerak. Di sini tidak aman.
Ikuti aku.
Kalian bisa memercayaiku.
Cepat.
Pantalaimon?
Kau sudah melalui banyak penderitaan.
Tapi kau harus bersatu kembali dengan Lyra.
Kalian dalam bahaya besar.
Mereka meninggalkan kami.
Aku tahu. Tapi mereka berdua telah kembali untuk kalian.
Kita harus bergegas. Maukah kalian memercayaiku?
Berubahlah menjadi burung.
Apakah ayahku yang mengutusmu?
Diam.
Mundur.
Kau memercayainya?
Seharusnya jangan.
Dia memanfaatkan orang-orang.
No comments yet. Be the first to leave one.