Trigger Point

Trigger Point

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Trigger Point 2022 S01 WEB-DL CATCHPLAY
A Commentary by tedi
Murni Retail Catchplay Belum sinkron versi apapun

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2023-08-21
Downloads: 23
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

- Trojan Satu, di mana lokasimu? - Trojan Satu, diterima.

Kami di posisi di Westhaven, menunggu instruksi.

Risiko tinggi bom rakitan di lokasi. Bersiap untuk EXPO.

Trojan Satu, diterima. Apa kita punya konfirmasi target?

Negatif, Trojan Satu. Bertahanlah.

Trojan Satu, diterima. Di mana EXPO-ku?

- EXPO Satu, di mana lokasimu? - Ini EXPO Satu, lampu biru.

Perkiraan waktu tiba satu menit.

Ini EXPO Dua. Perkiraan waktu tiba tiga menit.

RVP adalah jalan kecil, Jalan Gavenny.

- EXPO Satu, diterima. - Trojan Satu, diterima.

EXPO Dua, diterima.

Penduduk Westhaven Estate, ini pesan dari polisi.

Kami butuh bantuan kalian.

Kami mengevakuasi area ini karena ancaman.

Cukup panas untukmu?

Mereka meminta dua EXPO untuk pekerjaan ini. Pasti besar.

Entah itu atau mereka meragukanmu. Kita mau ke mana?

- Ke atas sana. - Dasar gila.

Kau kenal ID Desai dari SO15. Dia memimpin operasi ini.

Inspektur Robins, ini Lana Washington.

- Kurasa kalian belum pernah... - Kami bertindak berdasarkan info.

Ada individu berbahaya...

yang menyiapkan pabrik bom di apartemen ini.

Apartemen ini disewakan kepada Andy Phelan...

terletak di lantai empat di gedung selatan.

Kita harus bergerak. Tetap di belakang kami.

Baik.

Sungguh memesona. Bersiap?

Hanya butuh keberanianku dan disruptor.

Baiklah, bersiaplah.

Kami minta demi keselamatan kalian untuk segera meninggalkan...

tempat ini dan dengan tenang menuju pintu keluar terdekat.

Polisiku akan memandu kalian ke area yang lebih aman.

Ayo.

Kami minta demi keselamatan kalian untuk segera mengosongkan...

Kami akan memindahkan penjagaan ke sisi timur properti.

Ya. Bagus. Keren sekali.

- Ayo. - Kau harus pakai punyamu sendiri.

Itu alat keberuntunganku. Ayo.

Terima kasih.

- Aman? - Aman.

Flat 127 diidentifikasi...

- sebagai pabrik bom. - Ya.

Pendekatan senyap.

Lewat sini.

Itu dia. Ayo.

- Polisi bersenjata! - Polisi bersenjata! Jangan gerak!

- Polisi bersenjata! Jangan gerak! - Polisi bersenjata!

Jangan bergerak!

Lorong aman!

Pintu belakang kiri!

Pintu belakang kanan!

Dapur aman!

Kamar aman!

- Dua aman! - Semua aman, Pak.

Diterima.

Semua aman. Giliranmu.

Wash, Robins. Kamar tidur.

Brown, ikut aku! Mundur!

Polisi bersenjata! Keluar dengan tangan di atas!

- Tiga! Dua! - Tunggu!

Lihat.

Astaga.

Hei. Trojan Satu di sini.

- Ada wanita dan anak kecil... - Biar kukeluarkan.

- Butuh perawatan medis. - Aku akan mengeluarkannya...

Tak ada tanda Andy Phelan atau pabrik bom.

Pusat Tujuh Empat, diterima. Kami kirim unit bantuan darurat.

- Tempat persembunyian yang lucu. - Baiklah.

Kau baik-baik saja? Kau terluka?

- Ya? - Aku baik-baik saja.

- Siapa namamu? - Evie.

- Evie. Nama yang indah. - Hei, Evie, aku Joel...

dan yang tampak menakutkan ini adalah Lana.

Namun, jangan khawatir, kami tim penjinak bom.

- Kau aman sekarang. - Di mana Andy?

Mereka menyuruhku melaporkan ancaman.

Mereka menodongkan pistol ke kepalanya.

- Siapa? - Apa ayahku baik-baik saja?

- EXPO, kamar mandi, sekarang. - Tunggu di sana, ya?

Di sana.

Astaga.

Kau baik-baik saja.

Kita harus mengendalikan situasi di lapangan lebih ketat.

Kami dapat laporan pertama dari Angie Phelan, istri Andy Phelan.

Katanya dia dibangunkan pukul 04.00 oleh penyusup bertopeng.

Dia pikir mereka memakai kunci Andy untuk masuk ke apartemen...

karena dia mendengar pintu depan dan mengira itu Andy.

Mereka memberi tahu Evie dan dia...

bahwa mereka akan dibunuh jika bersuara

Itu sebabnya mereka diam saat timmu memasuki flat.

- Dia melihat penyerangnya? - Mereka terus memakai topeng.

Dia bilang mereka berbahasa Inggris dan Arab.

- Arab? - Ya.

Dia bilang mereka mengambil kunci Phelan.

Kita harus tahu akses apa yang mereka berikan.

Ada intelijen A1 di pabrik bom.

Nama Andy Phelan diberikan. Kita harus menemukannya.

Kenapa lama sekali, EXPO?

Kau harus menarik kembali kerumunan sebelum kami bisa masuk kembali.

Kami berusaha mengendalikan situasi yang makin rusuh...

yang disebabkan langsung oleh penundaan.

- Ya, aku tahu itu. - Dari tampilan bom rakitan...

Ada sejumlah besar HME.

Kita akan butuh zona pengecualian yang lebih luas...

sebelum kami mulai.

Komando, ini Trojan Satu.

Bersemangatlah dan bawa kerumunan itu mundur lebih jauh.

- Diterima, Trojan Satu. - Terima kasih. Akan kami urus ini.

Penduduk Westhaven Estate, ini pesan dari polisi.

Kami butuh bantuan kalian.

Kami mengevakuasi area ini karena ancaman.

Istirahat lima menit, Kawan. Sepertinya ini bom besar.

Pak.

Terima kasih atas kerja sama kalian.

Benar. Mari kita lihat.

Mari kita lihat apa yang bisa kita lihat.

Kenapa aku memilih pekerjaan...

tempatku menghabiskan banyak waktu berlutut?

Karena kau bodoh.

Baiklah.

Wash, ada lempengan tekanan di bawah keset ini.

Biar kutandai.

Itu dia.

Baiklah.

- Kita harus menyiapkan katrol... - Baik.

Terima kasih.

Aku tak bisa lihat apa pun di sini.

Ini dia.

- Tidak! Tunggu. Jangan bergerak - Apa?

Tahan. Tahan, Kawan.

- Apa? - Sial.

- Apa, Nut? - Wash, ada pemicu kedua.

- Sial. - Kurasa...

Ya, itu terhubung...

ke sakelar lampu.

Bagus.

- Tunggu... - Tidak, lari saja.

- Tolong lari saja. - Tidak.

Sirkuitnya belum selesai karena kau belum menekannya...

jadi, kita punya beberapa detik.

Nut, aku takkan bunuh kita berdua. Bisakah kau lari saja? Ini salahku.

Kau harus membunuh kita berdua, karena aku tidak akan ke mana-mana.

Aku tidak akan meninggalkanmu.

Astaga, Nut.

Jangan bergerak. Kau bisa. Jangan bergerak.

Pemicu lain. Pasti ada sumber daya lain, di bawah sini.

- Sial. - Ketemu persimpangannya.

Persimpangannya mengarah ke...

- Secepat yang kau bisa, Nut. - Sepanjang pelat ini. Diam.

Itu tak bergerak, tapi itu...

- Baiklah. - Tanganku gemetar.

- Baiklah, tunggu. - Sudah dapat?

Baik, itu masuk ke lemari. Baiklah. Pelan-pelan.

Baiklah.

Nut, bisa bicara denganku? Apa yang kau lihat?

Ya, baiklah. Di mana?

Di mana? Kau ke mana?

- Sumber dayanya ditemukan. - Sial, kurasa ini tergelincir.

Baiklah. Kau baik-baik saja. Jangan gerakkan tanganmu.

Tanganku basah, Nut.

- Wash, bisa ambilkan cerminmu? - Apa?

Ambilkan cerminmu. Aku butuh cerminmu. Aku sudah memegangnya.

Astaga.

Jangan gerakkan tanganmu. Kau pasti bisa.

Itu dia.

Ya. Dapat. Ada apa di sini?

- Kau dapat? - Ya. Hanya mencari...

Bagus, koneksi standar.

Astaga! Kau bawa guntingku, Kawan?

- Ya, Kawan. Ada di sana. - Baiklah.

- Hati-hati. - Baiklah, pelan-pelan.

- Maafkan aku. - Kau hebat.

- Tidak, ini akan tergelincir. - Baiklah. Baiklah.

Baiklah. Ya, ini dia. Siap?

Lima, empat, tiga, dua.

Ya. Aku memegang kendali.

- Nut? - Aku dapat kendali.

- Ya? - Dapat kendali.

Astaga.

Astaga.

Astaga.

- Astaga. - Tak kukira itu akan berhasil.

Dasar berengsek.

Aku juga mencintaimu, Kawan.

Hanya tak sampai berkeping-keping.

- Kini beri mereka laporan situasi. - Baiklah.

- Bisa kau rekatkan untukku? - Ya.

- Rekatkan. - Ya.

Aku terlalu tua untuk ini.

Astaga.

Pusat Tujuh Empat, dari EXPO Satu.

Kami menemukan sekunder.

Tolong tetap matikan radio sampai kami keluar dari lokasi.

Lalu kami akan mengganggu pengisi daya utama.

Pusat Tujuh Empat, diterima.

Itu konyol.

Itu konyol.

"1912"

More Indonesian subtitles for Trigger Point

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left