Colour of the Loyalty

Colour of the Loyalty (黑白戰場)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Colour of the Loyalty 2005 CHINESE WEB-DL HBOGO
A Commentary by tedi
Murni Retail HBO GO Belum sinkron versi apapun

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2023-10-15
Downloads: 14
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

- Flush! Aku menang! - Kau selalu menang!

"Telepon Rusak"

"Hitam Putih Kesetiaan"

Apa kabar? Lama tidak bertemu.

Kau tidak perlu kemari. Di hotel saja kalau mau bertemu.

Situasi sekarang berbeda. Kepala Eksekutif diburu paparazi.

Akhirnya dia dipecat. Sekarang sulit mencari nafkah.

Benar.

Punya teman anggota geng bisa menimbulkan masalah bagimu.

Aku bisa jadi polisi berkat kau.

Tanpamu aku tidak bisa seperti ini.

Tidak usah diingat-ingat.

Pangkatmu sudah sersan waktu aku masih menjadi Kakak Besar.

Sekarang posisiku naik.

Pangkatmu pun pasti sudah tinggi, 'kan?

Sudah lama aku tidak menemuimu.

Ada yang ingin membunuhmu.

Thailand, Vietnam, dan China sudah menyanggupi.

Aku sudah tahu.

Apa kau mau bilang SDU akan melindungiku?

Tidak?

Lalu kau mau bilang apa?

Polisi minta bantuan geng?

Kau mau mengorek informasi?

- Aku mencemaskanmu. - Terima kasih.

Aku tidak mau ada keributan antar geng.

Baiklah.

Jika terjadi perang antar geng, aku akan segera mengabarimu.

Kau bisa mengumpulkan mayatnya.

Pasti lebih cepat dari wartawan. Aku pergi.

Kau mengelola 120 juta uang geng.

Hati-hati.

Itu uang milik geng, bukan uangku.

Tidak ada yang bisa ambil, sekalipun aku mati.

Ayah.

Kenapa banyak orang? Ada pesta barbeku?

- Maaf, Pak. - Tidak apa-apa.

Tapi jangan kemari. Atau kutangkap kalian.

- Siapa namamu? - Folly Keung.

Benar-benar "folly" (bodoh).

Kenapa Ayah dipanggil polisi?

Ada yang ingin membunuh Ayah.

Telepon Trio. Suruh mereka ke rumah.

Shan, tuangkan teh!

Ini tehnya, Kakak Kiu.

Terlalu panas.

Tidak tahan rasanya. 24 kali main. Leherku sakit.

Bawakan camilan untuk tamu kita.

Apa kau tidak bisa melayani laki-laki?

Dragon tidak mau wanita ikut rapat.

Berarti dia tidak menyukaimu.

- Suamiku! - Sudah selesai main?

Main mahyong bisa kapan saja. Tapi bertemu suami kenapa tidak bisa?

Aku beruntung hari ini.

Main 24 kali, aku menang banyak.

Kalian mau makan apa?

Kubuatkan sup manis untuk kalian.

Tidak mungkin membunuh orang tanpa alasan.

Sudah lama kita mengundurkan diri. Tidak punya musuh.

Polisi bilang apa, Bos Dragon?

Dia sempat menyebutkan...

Uang 120 juta yang kusimpan.

Berarti perbuatan orang dalam.

Jangan sampai kita saling bunuh. Tidak ada gunanya.

Bagaimana menurutmu, Bos Dragon?

Tentu aku tidak percaya pada polisi.

Kita berkumpul malam ini karena aku mau bahas masalah ini.

Aku ingin berhenti dari geng.

Uang itu ingin kubagi-bagikan pada kalian.

Aku juga ingin bagikan daerah kekuasaanku.

Tapi aku ingin minta persetujuan kalian.

Separuh jatahku akan kuberikan pada Peter.

Dia juga dapat?

Apa? Dia? Apa yang sudah dia kerjakan?

Tidak apa-apa.

Dia anak angkat Bos Dragon. Sangat berbakat.

Sekarang dia masih ingusan.

Tidak ada yang setuju bila dia dapat bagian.

Lebih baik aku yang simpan bagiannya sekarang.

Setelah dia dewasa, baru kukembalikan.

Lebih baik aku saja.

Pengikutku paling banyak. Aku yang paling berkuasa.

Tapi tanpamu, kami tidak bisa apa-apa.

Kalau dia bukan siapa-siapa, pasti sudah kubunuh.

Sebaiknya aku mengundurkan diri segera!

Dunia sudah berubah.

Apa gunanya punya banyak pengikut?

Untuk apa? Memborong peti mati?

Bos Dragon, jangan marah.

Marah? Apa aku seperti sedang marah?

Aku akan marah!

Lupakan semua ucapanku barusan.

Lalu untuk apa kita berkumpul? Mau membicarakan apa?

Beri saja kami perintah.

Aku harus pergi.

Telepon aku kapan saja, aku pasti langsung datang.

Kau beruntung punya ayah angkat. Aku juga mau cari.

Telepon dia?

Dia lupa kalau dulu dia cuma pion.

Sudah lama kita tidak mengobrol.

Kirim saja SMS.

Berapa lama kita sudah saling kenal?

Delapan tahun, sejak tahun 1996.

Ingatanmu bagus. Kau sudah kerja keras selama ini.

Bagaimana kabar Kiu?

- Baik. - Baik? Aku tidak percaya.

Aku sungguh menyesal dia tahu aku selingkuh denganmu.

Aku bawa kau kemari dan kau dijadikan pembantu olehnya.

Kemari.

Duduklah.

Untukmu.

- Harganya mahal. - Tidak apa-apa.

Sudah lama aku tidak memberi hadiah.

Apa Kakak Kiu juga dibelikan?

Tidak perlu. Setiap hari dia membeli perhiasan.

- Aku takut dia marah. - Lupakan saja.

20 tahun lalu dia benci istriku. 20 tahun kemudian dia membencimu.

Tidak usah pikirkan dia. Ada lagi.

- Apa ini? - Kunci kotak deposito di bank.

Nomor sandinya adalah tanggal pertemuan kita. Masih ingat?

Tentu saja.

Kalau terjadi apa-apa padaku, cepatlah kau pergi.

Tunggu sebentar baru kembali. Ingat?

Ada apa sebenarnya?

Bukan urusanmu. Aku janji...

Jika setelah ini aku selamat, kita akan menikah.

Kau pasti selamat.

Pasti. Aku tidak akan apa-apa.

"Toko Kelontong Chai 0427433"

"Telepon Rusak"

Big Cow, teleponnya rusak, 'kan?

Jangan! Aku saja yang angkat.

Halo? Ya, Bos Dragon.

Ya.

Mengerti. Kami akan datang tepat waktu.

- Ada misi baru, Fat. - Kakak Besar yang telepon?

Lama berlatih, saatnya untuk beraksi.

Katamu bosan tidak ada pekerjaan. Misi pertama besok.

- Suamiku, kenapa lama sekali? - Ada urusan. Aku datang!

Ada urusan. Ayo kita tidur.

- Kakak Besar? Kenapa tidak cerita? - Kau pergi saja.

- Apakah berbahaya? - Ya. Besok kutelepon. Pulanglah.

Sebentar!

Big Cow, tutup toko.

Kenapa sudah tutup?

Mau merampok bank, ya?

Kakak Gui, mau bir? Dua lusin cukup?

Aku lapar. Buatkan aku mi.

Bawa meja keluar. Lebih sejuk.

Tokonya sudah tutup.

Kau mau kuhajar, ya?

Maaf, Kakak Gui.

Fasha, masak mi!

Sudah lama aku ingin membunuhmu.

Fat, kau sudah gila?

Sudah kubilang jangan buat Kakak Gui marah. Kau lupa?

Berhenti!

Maaf, Kakak Gui. Cuma luka ringan. Jangan, Kakak Gui!

Sudahlah. Aku minta maaf.

Ayo.

- Kenapa kau kembali? - Selendangku tertinggal.

Tutup dulu toko.

Bos Dragon, Kakak Besar kami.

Lima tahun yang lalu dia mengirimku ke Malaysia. Di sana aku dipenjara.

Pulang dari sana, aku membuka toko ini.

Dari luar, bisnisku tampak biasa.

Sebenarnya Bos Dragon menyuruhku untuk melatih kalian.

Itu sebabnya kami digaji meski tidak bekerja.

Ya. Kusuruh kalian belajar kung fu dan tinju.

Tapi kalian kularang main hakim sendiri. Sampai tadi.

Bertahun-tahun kita menahan diri. Kenapa kali ini tidak bisa?

Maaf.

Sudahlah. Kakak Besar ingin kami melakukan apa?

Ada yang ingin membunuh Bos Dragon. Kita lindungi dia diam-diam.

Besok keluarkan senjata.

Kau sudah kuanggap orang sendiri. Jangan cerita pada siapa pun.

Aku takut geng Gui datang lagi.

Fat, Sai Ling dan Fasha, kalian tinggal di motel malam ini.

Nanti kabari aku nama motelnya.

Kita bertemu di Tube Station pukul 10.00.

Sampai nanti, Paman Chai.

Hati-hati!

"Akhirnya tiba hari di mana aku terbang bersama Naga dan Phoenix."

"Akankah celana ini kembali terasa menusuk?"

"Toko Kelontong Chai"

- Kenapa tidak pergi? - Aku mau ikut denganmu.

Tapi aku tidak bisa apa-apa.

Baiklah. Kalau berbahaya, aku pergi.

Pegang kata-katamu itu.

Paman Chai, Golden Motel. Kamar nomor 218, 219.

Aku agak khawatir.

Waktu mengenalmu, kau dikepung kira-kira 20 orang. Kau tidak takut.

Waktu itu kita hanya berkelahi. Tapi kali ini berbeda.

Aku tahu kau berlatih menembak.

Mereka bayar berapa? Boleh kuminta?

Berjanjilah, jangan sok pahlawan.

Jaga keselamatanmu. Mengerti?

Bangun! Pergi!

Ada pepatah, "Sudah luka terkena garam pula."

Seperti apa rasanya?

Colour of the Loyalty subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left