The first 200 lines.
BERDASARKAN KEJADIAN NYATA.
BAGIAN TERTENTU DIBUAT FIKSI ATAU DIKARANG UNTUK TUJUAN DRAMATIS.
Sebelumnya di Under The Bridge...
Ya, ini aku. Aku di halte bus, dekat jembatan.
Bilang Ibu aku segera pulang.
- Ayo ke bawah jembatan. - Ya!
- Ya! - Ya!
Kenapa putrimu nongkrong di panti asuhan?
Apa ada masalah di keluarga?
Keponakanku hilang, dan tak seorang pun peduli dengannya.
Aku menulis buku.
Kenapa kau ke sini?
Karena aku punya teman yang dulu tinggal di sini
saat aku masih kecil.
Kau tinggal di New York?
Mungkin aku bisa tinggal denganmu.
Mereka menyebut diri mereka CMC.
Kartel Mafia Crip.
Ada yang bilang Reena mungkin mengambang entah di mana.
Jika mau bawa ini ke tim selam
kau dapat izin dariku, tapi ini memengaruhi reputasimu.
- Ya. - Ada sesuatu.
Aku pikir ini miliknya.
Sebaiknya kau memberiku pengacara John Gotti.
Cam teman lamaku. Dia bilang aku boleh bicara dengan Josephine.
Kau bisa menyimpan rahasia?
10 Maret 1997
8 Bulan sebelumnya
Selamat pagi, Smooch.
Tebak hari apa ini.
- Ini hari... - Reena?
Sarapan untukmu, Pangeran.
Dan untukmu, Putri.
- Nikmatilah. - Reena.
Jangan keluar dengan rambut berantakan, ya?
Sudah selesaikan pekerjaan rumahmu?
Ya.
Ini untukmu, Ratuku.
Ada apa?
Aku mau sesuatu yang spesial.
Reena, ingat yang kita pelajari di Kingdom Hall?
Hari kematian seseorang lebih baik dari hari lahirnya.
Ayo, makanlah.
Polisi bodoh selalu menggangguku.
Biar mereka masuk ke sini.
Akan kusuruh mereka pergi mati saja.
Kau tahu alasanmu di sini?
Mereka bilang apa?
Jangan sekarang.
Jika kau pikir aku mau bicara, kau salah.
Kau pikir aku punya ekor?
Apanya yang lucu?
Kau dengar dia minta pengacara dari John Gotti?
Kau carikan pengacara untuknya?
Dia tak butuh pengacara. Cuma butuh rehat.
Itu pelanggaran besar kebebasan pribadinya.
Itu bukan masalah. Dia bebas pergi.
Kupikir dia sedang diinterogasi tentang pembunuhan.
Tidak. Tak ada pembunuhan.
Cuma sekelompok anak bermain-main di bawah jembatan.
Kau menyeret anak-anak ke sini di tengah malam tanpa alasan jelas?
Sepertinya begitu.
Mungkin jam tidurmu belum terlewat jika langsung pulang.
Menjaga keamanan Saanich, ya?
Senang bertemu denganmu, Rebecca.
Di sini, dia tampak cedera.
Sesuatu terjadi di bawah jembatan,
harusnya kita tak melepas mereka sebelum interogasi.
Kau beruntung Ayah tidak memintamu bereskan kekacauan ini.
Ya ampun, maaf kalian jadi repot begini.
Kel baik saja, bukan begitu, Kel?
Baiklah, ayo kita pulang.
Dia marah.
Kurasa bukan geng Crip.
Mungkin geng Blood?
Oh, ya. Aku lupa bilang Rebecca Godfrey ke sini.
Itu pelanggaran kebebasan pribadinya.
Kau buat polisi itu marah.
Itu cara keren untuk katakan pergi dan mati saja kau.
Mereka semua berengsek.
Mereka suka sewenang-wenang.
Tampaknya kau sangat familier dengan semua polisi di sini.
Mereka sering menangkapku karena mengutil.
Karena itu kini aku punya anak buah.
- Anak buah? - Ya.
Anak buahku.
Mereka mengutil barang untukku di mal.
Mereka ambil ini untukku.
Ini lemak bayi.
Aku merasa seperti mafia dengan jaket bulu.
Oke, jadi...
Apa lagi yang bisa kubantu?
Mau kembali ke Seven Oaks?
Mereka kunci pintu saat tengah malam.
Aku mau menginap di rumah temanku, Connor.
Dah.
Jo.
Apa rahasia yang mau kau katakan padaku?
Aku terlalu lunak, ya?
- Apa? - Melihatmu dan mainanmu lagi.
Apa pun yang kau minta saat masih kecil, aku lari dan belikan
karena kupikir kau alami masa sulit
sebelum kami mendapatkanmu dan kau layak menerima itu.
Ayah, apa yang kau bicarakan?
Aku biarkan kau berbuat sesukamu, Cam.
Kau mau menyisir sungai dan aku izinkan kau bermain dengan itu.
Aku muak memanjakanmu.
Setidaknya, bukankah seseorang harus beri tahu keluarga Virk yang terjadi?
Cukup dengan keluarga Virk!
Cam...
kau buat polsek ini tampak seperti anak Pramuka.
Jangan kerahkan pasukan untuk tiap anak yang kabur di Victoria.
Menurutmu Reena cuma kabur, ya?
- Entah. - Dia kabur dari apa?
Kau beri tahu aku.
Kau yang mau pergi dari sini
secepat mungkin.
Ayah, ayolah.
Aku tak paham alasannya.
Pulau ini bagai surga.
Di sini aman.
Di sini bersih.
Kenapa ada yang mau pergi?
Usianya 14 tahun, kulit putih dan pirang,
rentan seperti boneka baru, tapi bercita-cita jadi gangster.
Baginya, hanya itu cara untuk keluar dari lubang gelap Victoria.
- Untuk apa itu? - Untuk bicara pada diri sendiri.
Ini membantuku untuk menulis.
Kau bicara omong-kosong tentangku?
Ya.
Ini Jo Gotti, Jalang.
Persetan dengan polisi.
Aku mau stik mozarela.
Atau susu kocok.
Bagus.
Aku beli keduanya.
Sumpah, yang ada di Seven Oaks untuk kita, hanya sampah.
Bagaimana kau bisa ada di Seven Oaks?
Pacar ibuku tak bisa mengatasiku.
Pria itu bilang, pilih aku atau dia, jadi aku...
Bagus. Lagi pula, aku suka hidup sendiri.
Bagaimana dengan ayahmu?
Beri tahu aku, jika kau bisa temukan dia.
Hei, kalian berdua.
Mau pesan apa?
Kami pesan dua susu kocok cokelat...
Stroberi.
Dan satu porsi stik mozarela.
Dan burger keju.
Dan pai jeruk nipis.
Dan tambahkan banyak krim Cool Whip.
Dan kentang goreng.
Kau Rebecca Godfrey, 'kan?
Ya.
Aku dulu sekelas dengan Gabe.
Dia...
Dia orang yang sangat baik.
Siapa Gabe?
Mantan pacarmu.
Dia saudaraku.
Dia tewas saat kami masih kecil.
Bagaimana dia bisa tewas?
Aku tidak suka membahas itu, kalau bisa.
Apa rahasia besarnya?
Kenapa kau ditangkap?
Kau pernah ditangkap sebelumnya?
Ya. Jelas.
Aku dulu anak yang sangat nakal.
Ingat Reena yang aku ceritakan itu?
Ya, temanmu yang menghilang?
Dia bukan temanku.
Dia mau hancurkan hidupku.
Dia bilang ke semua orang, aku penderita AIDS.
Dan dia mencuri dariku, jadi...
Aku harus beri dia pelajaran.
Apa yang kau lakukan?
Aku beri kau penawaran.
Aku bawa kau ke sana, tunjukkan yang terjadi.
Tapi kau harus bawa aku ke New York bersamamu.
Dan aku mau jadi bintang di bukumu.
Aku segera mengantarmu ke rumah temanmu.
Ayo makan.
Halo?
Halo?
Halo?
Sial.
Hai.
Hai.
Kau mau ini, atau kau masih hanya minum vodka?
Tidak, tidak perlu, terima kasih.
Aku datang bukan mau menginap.
KONSER "COMATOSE RELIC" GUDANG DI 5TH
TIKET TERSEDIA 30 MARET ULTRA VIOLENCE
Jadi, kini kau polisi.
Itu agak...
mengerikan.
Ya, aku beri tahu seluruh keluargaku kau bilang begitu.
Apa yang sebenarnya terjadi di sini?
Dengan apa?
Kau pergi dari Victoria selama sepuluh tahun...
No comments yet. Be the first to leave one.