The first 200 lines.
Rini, masuk.
Rin!
Nia!
Shella, oper!
Shella!
Gol!
Balik! Balik!
ALBI KRU
SIBUK MENGANGKUT LUPA LIBURAN
Nggak apa-apa.
Balik! Balik!
Terus!
Terus! Lurus!
Lurus! Stop!
Oke, sama ini semuanya.
Semuanya?
- Tolong, ya. - Ya.
Siap.
Makan, Albi. Lapar.
Itu ada makanan.
Itu untuk nanti siang saja.
Nggak, aku ngantuk. Aku mau tidur.
- Albi! - Albi, temani saja.
- Kau saja. Kau 'kan sudah tidur. - Albi!
Yang ini pakai sambal, ya.
- Bu. - Ya.
Seperti biasa?
- Pakai apa? - Bakwan.
Enak sekali kalian tidur tadi di mobil.
- Aku menyetir sendirian. - Marah-marah melulu kamu.
Bagaimana mau dapat cewek?
Kau pasti belum makan katering yang semalam, 'kan?
- Aduh, Shella. - Astaga, Albi.
Shella, kena orang.
- Sakit, nggak? Albi, bangun. Malu. - Aduhโฆ
Maaf banget, ya, Mas. Maaf banget.
Tisu. Tisu basah.
- Kamu ada tisu? - Aku ada. Sebentar aku ambil.
Mas, nggak apa-apa?
Nggak apa-apa.
Dibantu naik dulu, ya, Mas.
Ya.
Mas nggak apa-apa?
- Benaran nggak apa-apa? - Ya, nggak apa-apa.
Ayo lanjut, main!
- Tisu. - Nggak usah.
Nggak apa-apa, itu kotor banget soalnya.
Untuk ngelap. Bersihkan bajunya.
Terima kasih, ya.
Ya.
Saya Aโฆ
Bola?
Bolanya agak kotor.
- Nggak apa-apa. Jangan. - Nggak apa-apa.
- Maaf. - Nggak apa-apa. Kotor.
Terima kasih, Mas.
Semangat!
Ayo, lanjut!
Kesambet bola anak ini.
Sepertinya kamu harus kontrol kekuatan kamu, deh.
Ya?
Nanti bukannya cetak gol, malah kena orang kayak tadi.
Tahu!
Untung orangnya cakep, ya.
Masa iya?
- Cakep? - Cakep.
Ya sudah coba, sini.
- Coba. Kontrol kekuatan. - Iya.
- Siap nggak? - Siap.
- Coba! - Satuโฆ
Dua, tiga!
Astaga!
Ya Allah!
- Maaf, Bang. - Maaf, ya, Bu.
- Hati-hati, dong! - Yah!
Motor Sport Nanang jadi rusak, deh!
- Sensi. - Bagaimana, sih, cewek-cewek?
- Maaf, Bang! - Rusak!
Bagaimana, sih, cewek-cewek?
Ada apa ini sepi-sepi?
Hei, rame-rame.
Waduh!
Anak-anak perempuan ini memang bandel!
Susah diberi tahu. Nggak pernah dengarin!
Sudah dibilang jangan main bola.
Nanti peranakan kalian turun!
Daripada balap liar kayak Nanang, Bu Nurul.
Memangnya kenapa?
Ujung-ujungnyaโฆ
Apa?
- Budeg. - Apa?
Pada ngejek Nanang budeg, 'kan?
- Hei, tantrum. - Nanang dengar!
Kenapa, sih, Nanang diejek budeg terus?
- Nggak, nggak. - Sudah.
Tenangin, dia sentrum.
- Tantrum. - Ya.
- Apa, sih? Pada ngejek Nanang budeg gitu. - Sudahโฆ
Sudah, sudahโฆ
- Maaf, ya, Bang! - Hei, sini!
Awas, ya!
- Sebentar dulu! - Nggak akan boleh naik odong-odong
selama-lamanya!
Nanang! Hentikan semua ini!
Bunda, mau main bola dulu, ya.
Hei, Panjul. Sebentar dulu!
- Apa? - Panjul, Panji.
- Tenang. - Panjul? Namaku Panji!
Ya, sini dulu!
- Nggak mau! - Ini anak aku!
Hei, Panjul! Mau ke mana kamu?
Asalamualaikum.
Waalaikumsalam.
Bau asem!
- Kakak kali! - Sudah kerjakan PR belum?
- Belum. - Kerjakan dulu, Dide.
Dide, main bola yuk!
- Kerjakan PR dulu! - Cepat!
Adek!
- Dide! - Mbak Shella, kami main bola dulu, ya!
Dah!
- Asalamualaikum. - Waalaikumsalam.
Ada kakakku tersayang. Rajin banget.
Ada maunya ini.
Perhatian sama adek-adeknya.
- Terima kasih! - Sama-sama.
Teteh!
- Dide? - Kodok.
Dide.
Habis main dari mana kamu?
- Kali. Kodok. - Apa ini? Katak?
Aduh.
- Dide, kotor banget. - Nggak ada, Teh, ladanya habis.
Sebentar, urus Dide dulu.
Dide, ayo!
- Nggak mau! - Ayo, sini!
- Sini! - Nggak mau!
Keringkan dulu badannya!
Dide!
- Sini! Nanti masuk angin! - Asalamualaikum.
Hitung, ya. Satuโฆ
- Duaโฆ - Dide.
Ngapain, sih? Kok telanjang?
- Lari-lari lagi. - Susah disuruh pakai baju.
Pakai baju, dong.
Ayo.
Ayo, cepat. Astaga.
Ini kenapa jatuh begini?
- Dide tuh! - Sudah, Ma. Teteh saja.
Papa masih ngojek?
Iya tuh, belum pulang.
- Kamu buat sup, ya? - Ya.
- Terima kasih. - Sama-sama, Mama sayang.
Lidya.
- Ya? - Tolong ambilkan piring-piring, dong.
Sayur lagi, Ma?
- Apa? - Bosan!
Dimakan saja.
'Kan, sehat.
- Asalamualaikum. - Papa!
- Ayam! - Waalaikumsalam.
Ada ayam!
- Hore! - Mana?
Papa tuh, ya.
- Papa! - Apa, sih, Ma?
Tuh, ayam.
Ayam.
Makan ayam!
- Kenapa? - Sudah dimasakin sup sama Teteh.
Sudah, untuk yang mau.
Sekarang makan ayamโฆ
Tapi besok disunat
Kok begitu, sih?
- Mana, piring? - Sakit banget loh, Dide.
- Mau? - Nggak bisa jalan.
Apa ini?
- Teteh nggak makan sambal, 'kan? - Nggak.
Aku bawa, ya.
Abang.
- Lidya. - Lidya, kenapa makan di atas?
Sambil nonton.
- Ya, Bang? - Mama masih di pabrik?
Nggak, Mama di rumah.
Adik-adik mana? Abang kangen, nih.
Sebentar, ya.
Nih.
- Abang. - Hei, Abang.
- Abang. - Halo, Dide.
- Halo, Pa. - Mau makan apa?
- Lagi makan, nih? - Abang sudah makan?
- Sudah makan. - Ya.
- Kamu makan sayur nggak? - Nih!
Ini, Bang. Makan sayur. Lihat.
- Keren! - Liat nih,
- makan lagi. - Cieeee.
Kok bisa begitu? Bagaimana, sih?
- Belum tidur kau? - Makโฆ
Aku saja baru pulang jam enam pagi hari ini, Mak.
Nggak boleh begitu. Nanti sakit.
Walaupun Mamak pasti tetap doakan.
No comments yet. Be the first to leave one.