Sampai Titik Terakhirmu

Sampai Titik Terakhirmu

Download Indonesian Subtitle

Release info

[๐—–๐—ผ๐—ณ๐—ณ๐—ฒ๐—ฒ๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ผ๐—ป] ๐—จ๐—ก๐—ง๐—œ๐—Ÿ ๐—ง๐—›๐—˜ ๐—Ÿ๐—”๐—ฆ๐—ง ๐—ข๐—™ ๐—ฌ๐—ข๐—จ (๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฑ) ๐—ก๐—™๐—ซ ๐—ช๐—˜๐—•
[๐—–๐—ผ๐—ณ๐—ณ๐—ฒ๐—ฒ๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ผ๐—ป] ๐—ฆ๐—”๐— ๐—ฃ๐—”๐—œ ๐—ง๐—œ๐—ง๐—œ๐—ž ๐—ง๐—˜๐—ฅ๐—”๐—ž๐—›๐—œ๐—ฅ๐— ๐—จ (๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฑ) ๐—ก๐—™๐—ซ ๐—ช๐—˜๐—•
A Commentary by Coffee_Prison
๐‘ซ๐’–๐’“๐’‚๐’”๐’Š : ๐ŸŽ๐Ÿ:๐Ÿ“๐Ÿ“:๐Ÿ๐Ÿ• || ๐‘บ๐’–๐’ƒ๐’•๐’Š๐’•๐’๐’† ๐‘น๐’†๐’•๐’‚๐’Š๐’ ๐‘ต๐‘ฌ๐‘ป๐‘ญ๐‘ณ๐‘ฐ๐‘ฟ || *เชกเฑฟแฅฃษ‘แƒษ‘๐— ๐–ฌเฑฟ๐“ฃ๐—ˆ๐“ฃ๐—๐—ˆ๐“ฃ

Tags

webdl
Published on: 2026-03-26
Downloads: 124
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Rini, masuk.

Rin!

Nia!

Shella, oper!

Shella!

Gol!

Balik! Balik!

ALBI KRU

SIBUK MENGANGKUT LUPA LIBURAN

Nggak apa-apa.

Balik! Balik!

Terus!

Terus! Lurus!

Lurus! Stop!

Oke, sama ini semuanya.

Semuanya?

- Tolong, ya. - Ya.

Siap.

Makan, Albi. Lapar.

Itu ada makanan.

Itu untuk nanti siang saja.

Nggak, aku ngantuk. Aku mau tidur.

- Albi! - Albi, temani saja.

- Kau saja. Kau 'kan sudah tidur. - Albi!

Yang ini pakai sambal, ya.

- Bu. - Ya.

Seperti biasa?

- Pakai apa? - Bakwan.

Enak sekali kalian tidur tadi di mobil.

- Aku menyetir sendirian. - Marah-marah melulu kamu.

Bagaimana mau dapat cewek?

Kau pasti belum makan katering yang semalam, 'kan?

- Aduh, Shella. - Astaga, Albi.

Shella, kena orang.

- Sakit, nggak? Albi, bangun. Malu. - Aduhโ€ฆ

Maaf banget, ya, Mas. Maaf banget.

Tisu. Tisu basah.

- Kamu ada tisu? - Aku ada. Sebentar aku ambil.

Mas, nggak apa-apa?

Nggak apa-apa.

Dibantu naik dulu, ya, Mas.

Ya.

Mas nggak apa-apa?

- Benaran nggak apa-apa? - Ya, nggak apa-apa.

Ayo lanjut, main!

- Tisu. - Nggak usah.

Nggak apa-apa, itu kotor banget soalnya.

Untuk ngelap. Bersihkan bajunya.

Terima kasih, ya.

Ya.

Saya Aโ€ฆ

Bola?

Bolanya agak kotor.

- Nggak apa-apa. Jangan. - Nggak apa-apa.

- Maaf. - Nggak apa-apa. Kotor.

Terima kasih, Mas.

Semangat!

Ayo, lanjut!

Kesambet bola anak ini.

Sepertinya kamu harus kontrol kekuatan kamu, deh.

Ya?

Nanti bukannya cetak gol, malah kena orang kayak tadi.

Tahu!

Untung orangnya cakep, ya.

Masa iya?

- Cakep? - Cakep.

Ya sudah coba, sini.

- Coba. Kontrol kekuatan. - Iya.

- Siap nggak? - Siap.

- Coba! - Satuโ€ฆ

Dua, tiga!

Astaga!

Ya Allah!

- Maaf, Bang. - Maaf, ya, Bu.

- Hati-hati, dong! - Yah!

Motor Sport Nanang jadi rusak, deh!

- Sensi. - Bagaimana, sih, cewek-cewek?

- Maaf, Bang! - Rusak!

Bagaimana, sih, cewek-cewek?

Ada apa ini sepi-sepi?

Hei, rame-rame.

Waduh!

Anak-anak perempuan ini memang bandel!

Susah diberi tahu. Nggak pernah dengarin!

Sudah dibilang jangan main bola.

Nanti peranakan kalian turun!

Daripada balap liar kayak Nanang, Bu Nurul.

Memangnya kenapa?

Ujung-ujungnyaโ€ฆ

Apa?

- Budeg. - Apa?

Pada ngejek Nanang budeg, 'kan?

- Hei, tantrum. - Nanang dengar!

Kenapa, sih, Nanang diejek budeg terus?

- Nggak, nggak. - Sudah.

Tenangin, dia sentrum.

- Tantrum. - Ya.

- Apa, sih? Pada ngejek Nanang budeg gitu. - Sudahโ€ฆ

Sudah, sudahโ€ฆ

- Maaf, ya, Bang! - Hei, sini!

Awas, ya!

- Sebentar dulu! - Nggak akan boleh naik odong-odong

selama-lamanya!

Nanang! Hentikan semua ini!

Bunda, mau main bola dulu, ya.

Hei, Panjul. Sebentar dulu!

- Apa? - Panjul, Panji.

- Tenang. - Panjul? Namaku Panji!

Ya, sini dulu!

- Nggak mau! - Ini anak aku!

Hei, Panjul! Mau ke mana kamu?

Asalamualaikum.

Waalaikumsalam.

Bau asem!

- Kakak kali! - Sudah kerjakan PR belum?

- Belum. - Kerjakan dulu, Dide.

Dide, main bola yuk!

- Kerjakan PR dulu! - Cepat!

Adek!

- Dide! - Mbak Shella, kami main bola dulu, ya!

Dah!

- Asalamualaikum. - Waalaikumsalam.

Ada kakakku tersayang. Rajin banget.

Ada maunya ini.

Perhatian sama adek-adeknya.

- Terima kasih! - Sama-sama.

Teteh!

- Dide? - Kodok.

Dide.

Habis main dari mana kamu?

- Kali. Kodok. - Apa ini? Katak?

Aduh.

- Dide, kotor banget. - Nggak ada, Teh, ladanya habis.

Sebentar, urus Dide dulu.

Dide, ayo!

- Nggak mau! - Ayo, sini!

- Sini! - Nggak mau!

Keringkan dulu badannya!

Dide!

- Sini! Nanti masuk angin! - Asalamualaikum.

Hitung, ya. Satuโ€ฆ

- Duaโ€ฆ - Dide.

Ngapain, sih? Kok telanjang?

- Lari-lari lagi. - Susah disuruh pakai baju.

Pakai baju, dong.

Ayo.

Ayo, cepat. Astaga.

Ini kenapa jatuh begini?

- Dide tuh! - Sudah, Ma. Teteh saja.

Papa masih ngojek?

Iya tuh, belum pulang.

- Kamu buat sup, ya? - Ya.

- Terima kasih. - Sama-sama, Mama sayang.

Lidya.

- Ya? - Tolong ambilkan piring-piring, dong.

Sayur lagi, Ma?

- Apa? - Bosan!

Dimakan saja.

'Kan, sehat.

- Asalamualaikum. - Papa!

- Ayam! - Waalaikumsalam.

Ada ayam!

- Hore! - Mana?

Papa tuh, ya.

- Papa! - Apa, sih, Ma?

Tuh, ayam.

Ayam.

Makan ayam!

- Kenapa? - Sudah dimasakin sup sama Teteh.

Sudah, untuk yang mau.

Sekarang makan ayamโ€ฆ

Tapi besok disunat

Kok begitu, sih?

- Mana, piring? - Sakit banget loh, Dide.

- Mau? - Nggak bisa jalan.

Apa ini?

- Teteh nggak makan sambal, 'kan? - Nggak.

Aku bawa, ya.

Abang.

- Lidya. - Lidya, kenapa makan di atas?

Sambil nonton.

- Ya, Bang? - Mama masih di pabrik?

Nggak, Mama di rumah.

Adik-adik mana? Abang kangen, nih.

Sebentar, ya.

Nih.

- Abang. - Hei, Abang.

- Abang. - Halo, Dide.

- Halo, Pa. - Mau makan apa?

- Lagi makan, nih? - Abang sudah makan?

- Sudah makan. - Ya.

- Kamu makan sayur nggak? - Nih!

Ini, Bang. Makan sayur. Lihat.

- Keren! - Liat nih,

- makan lagi. - Cieeee.

Kok bisa begitu? Bagaimana, sih?

- Belum tidur kau? - Makโ€ฆ

Aku saja baru pulang jam enam pagi hari ini, Mak.

Nggak boleh begitu. Nanti sakit.

Walaupun Mamak pasti tetap doakan.

Sampai Titik Terakhirmu subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle โ€” sync, quality, typos.500 characters left