The first 200 lines.
Sebelumnya di The Walking Dead: World Beyond.
Kalian meminjamkan pemikir terhebat,
Dr. Leo Bennett.
Aku yakin Iris sedang membantu seseorang.
Itulah yang kau dapatkan.
Dan Hope? Aku yakin dia bersama teman-temannya.
Mendapat masalah.
- Kau akui. Kau salah satu dari mereka. - Ya.
Ekspedisi pengintaian Will seharusnya kembali beberapa hari lalu.
Kurasa kita dibohongi juga.
Ayahmu tak dalam bahaya. Tak pernah.
Aku harus membantu Ayah dengan risetnya.
Misi Huck membawaku ke sana.
Mereka kira membutuhkanku untuk menyelamatkan dunia,
tapi mereka tak tahu kemampuanmu.
Inilah cara kita membuat hidup berarti.
Will?
Aku kira kalian sudah mati.
Kenapa kau berpikir begitu?
Kau tak tahu?
Yang masih di luar sana, mereka bukan ancaman.
Kita bicara nanti. Banyak yang terjadi sejak kalian pergi.
Keluarga Bennett akan menciptakan hal-hal luar biasa bersama.
Ya. Kami akan melakukannya.
ENAM PEKAN LALU
SEHARI SETELAH HARI MONUMEN
Kosongkan jalur.
Aset ada di area sejauh 3 kilometer.
Siap meledakkan jalan masuk
BOM DEMOLISI
Pemimpin Alpha, bersiap untuk ekstraksi.
BOM DEMOLISI
PERLINDUNGAN BAGI YANG LELAH
PERLINDUNGAN BAGI YANG LELAH
Aset ada di lokasi.
Baik Koloni Kampus dan Portland
khawatir tentang jeda komunikasi.
Ada desas-desus mereka mengirim utusan untuk menyelidiki.
Seperti dugaan kami.
Bebaskan Mayor Mullins untuk menghubungi,
tawarkan diri untuk kolaborasi dalam penyelidikan.
- Dan jalur ke Koloni Kampus? - Amankan.
Kita akan membawa kolom ke sana dalam 72 jam,
setelah pekerjaan di sini selesai.
Bagus.
Keputusanmu untuk tak memberi tahu Sersan Staf Mallick...
Misinya berbeda dari ini.
Jika beruntung, dia... sudah mencapai jarak yang aman.
Nyalakan peledak jalan masuk.
Perintah baru dari Mayor Jendral Beale.
Melakukan ini...
Lalu mengulanginya di Koloni Kampus...
Itu hanyalah awalannya.
Siagakan tim delta. Kita menemukan anggotanya yang kabur.
Tolong... aku.
Musuh.
MASA KINI
Sudah kuduga mendengar seseorang naik.
Aku yakin dia baik-baik saja.
Hari ini ultahnya.
Ya.
Aku yakin ayahmu membuat acara untuknya.
Maukah kau berjanji kepadaku
kau akan mencoba
setidaknya berusaha tidur?
Tidur sebentar?
Aku berjanji jika kau berjanji.
Baiklah.
Doakan aku beruntung.
Apa-apaan ini?
Tempat risetmu di sini?
Perubahan rencana.
Apa-apaan ini?
Kenapa kita di sini?
Hei, apa-apaan ini?
Hope, ini adalah pelajaran.
Jangan khawatir, aku tahu kau tak suka sekolah.
Anggap saja darmawisata.
Kau bilang membawaku menemui ayahku.
Apa itu kebohongan juga?
Untuk apa aku tanyakan lagi?
Nak, dia akan membawamu menemui ayahmu...
Tidak. Belum saatnya.
Kau memberi kami sebuah peta.
Kau bilang itu New York.
Kau mendorong kami dan berbohong tentang...
Helikopter yang lain.
Kau bilang pergi ke universitas sendirian.
Apa artinya semua itu?
Sudah sepuluh tahu kita menjalani dunia yang baru ini, Hope.
Dan ada pasukan zombi... sebut saja kelompok besar,
yang lain menyebutnya kumpulan,
ada yang menyebutnya kawanan...
berkeliaran di benua, setahu kami juga di seluruh dunia.
Dan pasukan zombi ini, kini besar sekali hingga menerobos apa pun.
Mereka melintasi segalanya, bahkan kota-kota.
Sehari setelah Hari Monumen, kami menuju Omaha,
dan kami melihat sebuah pasukan.
Besar sekali, lebih besar dari yang pernah kami lihat.
Tak pernah terbayangkan.
Pasukan itu menembus Omaha dan melaju menuju Koloni Kampus.
Kami sedang melakukan usaha penyelamatan
dan menghubungi pemerintah Koloni Kampus
saat pasukan kedua,
nyaris sama besarnya,
bergabung dengan yang pertama.
Totalnya pasti lebih dari seratus ribu zombi.
Kami melakukan segalanya demi menyelamatkan sebanyak mungkin,
tapi usaha kami tak memadai.
Dari segelintir yang selamat,
kami angkut dengan helikopter ke Portland, tapi...
Baik Omaha dan Koloni Kampus telah hancur.
Apa?
- Tidak. Itu mustahil. - Apa maksudmu?
Ya. Tim pencari dan penyelamat masih...
masih menyisir lokasi, tapi saat ini...
Tidak, kau salah. Kau...
Jangan sentuh aku!
Kalian berdua, maafkan aku.
Memang kata-kata tak penting untuk bencana sebesar ini, tapi...
Aku tak peduli.
Aku bawa kita ke sini dari Albany,
karena dulu ini pernah jadi rumahku.
Aku bekerja di sini sebagai atase Menteri Pertahanan Britania Raya
saat segalanya hancur.
Dan saat itulah aku menyadari
betapa cepatnya peluang masa depan bisa hancur,
meski saat semua berjuang keras.
Kau sudah mengalami banyak hal
tapi dengan semua yang terjadi, Hope,
kau yakin masa depan masih mungkin?
Aku...
Tadinya aku percaya.
Kau harus percaya.
Karena meski semua kota hancur, masa depan masih mungkin.
Dan membuatmu berpikir secara berbeda,
berpikir lebih positif tentang masa depan,
ya, itulah sebabnya kami mendorongmu menempuh perjalanan ini.
Dan maafkan aku, tapi kini kau melihat betapa rapuhnya peradaban,
agar kau memahami tak ada yang selamat jika sendirian.
Tak ada. Itu membuat semua bersatu
demi sebuah peluang masa depan.
Tidak. Kau bilang akan membawaku menemui ayahku.
Semoga aku bisa.
Semoga?
Kita berdua tahu kau belum siap.
Untuk sebuah komunitas dengan rencana jangka panjang,
didasarkan pada pendidikan generasi
dan kemajuan ilmu pengetahuan,
para jenius adalah sumber daya yang sangat berharga.
Namun, seorang jenius yang pemberontak,
pembuat ulah yang keras kepala?
Itu adalah risiko.
Jika melawan kami,
kualitas itu bisa menyebar ibarat kebusukan,
dan akibatnya tujuan biasa saja tak bisa tercapai.
Kami tak bisa membawa masuk seseorang yang bisa membahayakan itu.
Jangan salah paham.
Kami ingin kau bekerja untuk kami, dan kau punya banyak potensi,
tapi aku tak bisa membawamu bergabung dengan ayahmu
sebelum aku tahu, meski kau merasa berduka dan penuh amarah,
kau berkomitmen penuh menjadi aset masa depan.
Benar, 'kan? Agar mendedikasikan seluruh hidupmu untuk belajar,
melanjutkan riset ayahmu,
dan meneruskan pengetahuan itu kepada generasi selanjutnya,
karena hanya saat itulah, kau menjadi aset masa depan.
Akulah aset itu.
Karena itulah aku ikut kalian, karena aku sudah siap.
- Kurasa kau butuh waktu. - Untuk apa?
Pikirkan yang kau inginkan, Hope.
Apa yang sungguh kau inginkan?
Aku butuh jawabannya saat fajar nanti.
Setelah semua masalah yang kau limpahkan kepadaku,
aku boleh pergi dan kau akan membiarkannya?
Ya, aku memberimu pilihan itu.
Kau berhak melakukannya,
mengingat begitu besar manipulasi kami.
Aku akan ambil risiko. Sendirian!
Kau pikir bisa menemukan saudarimu dan teman-temanmu?
Kau tak bisa.
Sendirian di luar sana, kau tak akan bisa keluar kota,
apalagi punya masa depan apa pun.
Bisa hidup hari ini, itu adalah berkah.
Kau bisa memilih membuatnya sia-sia, sendirian, bakatmu terbuang percuma,
atau kau bisa memperjuangkan masa depan bersama dan untuk yang lain,
agar yang terjadi di sini, dan ratusan ribu jiwa di Omaha,
dan teman-temanmu di kotamu, tak akan terjadi lagi.
Kau tak perlu menyukai kami,
tapi kau harus menerima yang kami perjuangkan.
Pilihan itu milikmu.
Hope!
Jalan keluarnya hanya lewat Jembatan Memorial Dunn.
Delapan blok ke arah timur.
Aku tak menyarankannya.
Ibu sungguh melakukan ini?
Setelah semua yang aku lakukan demi membawanya ke sini?
- Dia bisa tewas. - Ya, benar.
Atau dia bisa memilih bergabung dengan kita. Harus berdasarkan pilihannya.
Misi tidak selesai.
Ceritakan kejadiannya.
No comments yet. Be the first to leave one.