Mirzapur

Mirzapur

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

Mirzapur S02 HINDI WEBRip AMZN
A Commentary by tedi
Retail AMZN

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2022-12-10
Downloads: 36
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

TANAH HARAPAN UTTAR PRADESH

Seperti ini! Ya!

Kacaukan acaranya.

MUSIM LALU

Tn. Munna!

Tn. Munna untung besar.

Hidup harus dijalani seperti ini!

Kalau tidak, rambut di kemaluan pun hidup.

Siapa pengacaranya?

Ramakant Pandit.

Halo, Bibi.

Jadi, kau tak akan bertemu keluarga pria itu lagi.

Berengsek!

Berengsek!

Bagaimana jika kau tak di sana saat Munna datang lagi?

Berisiko, 'kan?

Bagaimana jika Tn. Munna kembali dalam keadaan mati?

Itu berisiko juga, 'kan, Tn. Kaaleen?

Maukah kau bekerja untukku?

Mustahil kalian berdua anakku.

Kau kupekerjakan untuk mengembangkan bisnis senjata.

Kuberi kau keleluasaan.

Hasilkan sebisamu dengan ini, tetapi ingat, jangan pernah berhenti.

Ada pertumpahan darah di Mirzapur. Bereskan.

Sejauh ini, Rati Shankar lakukan serangan kecil.

Pertama, Munna. Lalu aku jadi targetnya.

F, G, H, I... J.

Kau bisa selamat hari ini andai saja kau mau sekolah.

Aku tak mau ikut bisnis ini.

Aku mau Mirzapur, Sharad.

Kau mendapat Jaunpur. Apa belum cukup?

Kau kuasai Mirzapur, singgasananya Uttar Pradesh timur.

Mana uangku, Tripathi?

Pemilu sebentar lagi. Aku butuh lebih banyak uang.

Aku... hampir ejakulasi.

Jangan!

Aku dibiarkan tak terpuaskan.

Tn. Kaaleen tak pernah tahan selama ini.

Ini keponakan Maqbool, Babar. Jaga dia. Ajari dia.

Jika menerima tanggung jawab, penuhi dengan setia.

Putramu idiot.

Tak penting dia idiot. Yang penting, dia putraku.

Kirimi aku uang untuk Pemilu.

Kita menang, aku bicara ke Ketua Menteri, memberimu Mirzapur.

Aku butuh uang lagi. Dukung aku sekarang, kubantu mengembangkan bisnismu.

Kapan kau jadi Ketua Menteri?

Kau akan berhenti menari?

Kami pesan flat. Atas nama ayahmu.

Tn. Munna akan jadi raja Mirzapur.

Pengantinnya akan menguasai kota.

Apa rencananya?

Menyingkirkan, Sinha. Mulai dari mereka.

Baik, akan kubuatkan kau teh spesialku suatu saat.

Kau akan berhati-hati?

Dengan diriku dan dirimu, Sweety.

-Berengsek! -Hei!

Sweety adalah kekasihku.

-Mau apa kau? -Apa ini?

Tinggalkan aku!

Apa yang kau lakukan?

Hentikan mobilnya atau kutembak.

Kau temanku, 'kan?

Temanmu, Peracik, mencoba membunuhku.

Tn. Guddu, kita harus mengirim Dimpy ke Lucknow untuk belajar.

Mirzapur tak aman lagi.

Berengsek!

Sembunyi beberapa hari. Keluar dari Mirzapur.

Melihat sampelnya saja membuatku tercirit.

Pak, partai lain tertarik.

Gabunglah denganku.

Bersama, kita kuasai Mirzapur.

Anak buahku tak akan menyentuh rambut siapa pun tanpa izinku.

Masalahnya, Pak, aku merasa benar saat itu dan aku memutuskan.

Kau marah karena Peracik mencoba membunuh ayahmu,

atau karena dia gagal?

Aku mau Mirzapur, Sharad.

Saat Guddu dan Bablu bergabung,

mereka bilang akan datang bersama dan pergi bersama.

Jadi, mulailah tarian kehancurannya.

Aku tahu tentang kau dan Raja.

Hanya benih Tripathi yang akan memasukimu.

Kau tak melakukan kejahatan sendirian. Kalian berdua melakukannya.

Potonglah.

Akhanda yang kalian temui adalah pengusaha. Aku ketua mafia.

Hei!

Shabnam!

Kau di sini!

Hei, Paman Bodoh. Istirahatlah. Atau kau akan meninggal dengan tenang.

Munna, ini resepsi pernikahan putriku.

Aku tak dapat undangannya.

Tidak!

Guddu!

Hei!

Nn. Presiden tak tahu cara menembak.

Berikan!

Aku hamil.

Guddu...

Munna... Jangan bunuh dia, tolong. Munna, jangan!

Aku menunggumu untuk membuka matamu agar aku bisa...

Ya, Tn. Guddu.

MUSIM KEDUA

Berengsek, akan kubunuh kau.

Akan kubunuh kau, Berengsek!

Berengsek!

Aku tak akan mati.

Aku tak akan mati.

Tembak aku sesukamu, aku tak akan mati.

Tak peduli sedalam apa selokannya, aku tak akan jatuh.

Aku tak akan jatuh.

Aku akan membunuhmu.

Tn. Munna.

Ini Tn. Kaaleen.

Aku akan membunuhmu. Akan kubunuh kalian semua.

Tn. Munna.

Ibunya adalah nenekmu.

Benar, Ayah? Benar, 'kan?

Aku... Guddu... Apa yang terjadi pada Guddu, Ayah?

Nak, fokus untuk sembuh, kita bicarakan itu nanti.

Setelah sekian hari, akhirnya kau siuman.

Maqbool. Apa yang terjadi pada Guddu?

Kami temukan mobilnya di hutan. Terbakar habis.

Tempat itu dipenuhi hewan liar. Kami tak yakin.

Ayah kirim anak buah mencarinya.

-Mana Beena? -Masih belum sehat, Tuan.

Dia minum obat dan tidur.

Yang satu bangun setelah minum pil dan satunya lagi tidur setelah minum pil.

Ini rumah yang aneh.

Tak apa-apa, Akhanda. Biarkan dia istirahat jika tak sehat.

Ini pertama kali Ayah memberiku pekerjaan yang sangat penting, dan aku...

Kau lakukan itu dengan baik.

Ya, tetapi tak bisa kuselesaikan.

Aku ingin Ayah bangga kepadaku.

Jika kau lakukan yang diinginkan keluargamu,

kau akan membuat keluargamu makin bangga kepadamu.

Akan kulakukan, Ayah. Pasti akan kulakukan.

Kematian pun tak lagi menakutiku.

Maqbool.

Kirim persembahan ke Kuil Dewi Vindhyavasini untuknya.

Kematian tak lagi menakutinya. Hebat sekali.

Ayah...

Hei, kau tetap di sini.

Bagaimana Pankaj?

Pankaj tak selamat, Tuan. Dadanya ditembak.

-Namun, kau selamat, Berengsek? -Peluru hanya menyentuhku.

Hitung lukaku.

Baiklah, Tuan.

Satu, dua, tiga, empat...

Berengsek, jangan hitung lagi. Itu lubang bokongku.

Tuan, aku tak bodoh. Aku tahu apa itu lubang bokong.

Kau sering mengancam akan menyakiti lubang bokongku. Tuan, lima.

Lima lubang bekas peluru

dan aku belum mati.

Aku seperti pahlawan di film Hindi.

Tak ada yang bisa membunuhku.

Aku... abadi.

Abadi...

Aku berharga.

-Tuan Shukla... -Panjang umur!

-Tuan Shukla... -Panjang umur!

-Tuan Shukla... -Panjang umur!

-Tuan Shukla... -Panjang umur!

-Tuan Shukla... -Panjang umur!

-Tuan Shukla... -Panjang umur!

-Tuan Shukla... -Panjang umur!

-Tuan Shukla... -Panjang umur!

-Tuan Shukla... -Panjang umur!

-Tuan Shukla... -Panjang umur!

Tuan Shukla...

Kau merindukan Ayah?

Kau telah menjadi ketua mafia Jaunpur.

Kau mau menjauhi semua ini, 'kan, Sharad?

Aku tadinya mau menjauhi semua ini

tetapi ditakdirkan menjadi bagiannya.

Kita tak mau warisan ayah adalah

membiarkan dua penjahat yang menembaknya di depan umum.

Sampai aku mengubah itu,

aku akan ada di sini.

Kau harus mengambil alih Mirzapur untuk itu.

Itu yang ayahmu inginkan.

Kemenangan hanya bisa dipastikan jika

kemenangan dan kekalahan

ada di bawah kendalimu.

TN. KALEEN RAJA MIRZAPUR

Maaf, Tn. Lala, kami harus menanyaimu.

Ada lagi yang kau ingat tentang kejadian di resepsi putrimu?

Aku tak tahu siapa mereka.

Kalian sudah dapat informasi?

Kami belum mendapatkan saksi.

Kami kabari jika ada informasi baru,

dan jika kau tahu hal baru, beri tahu kami.

Kau sangat mengenal Munna. Kenapa tak cerita soal dia kepada mereka?

Jika polisi terlibat,

mereka akan menyelidiki semuanya.

Mereka akan mengendus opiumku juga. Itu berisiko.

Tunggu waktu yang tepat.

Kita akan melakukannya dengan caraku. Sabarlah, Yusuf.

Mudah bagimu untuk bersabar, Lala.

Namun, aku kehilangan putraku.

Mereka yang tewas tak merasa kesakitan.

Yang ditinggalkanlah yang merasa kesakitan.

More Indonesian subtitles for Mirzapur

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left