The first 200 lines.
Hasil tes sudah keluar!
Positif.
Tidak mungkin!
- Bergegaslah! - Baik!
Saturasi di bawah 90 persen!
Michiko...
- Demon! - Dokter Daimon!
Daimon, bertahanlah!
Michiko!
Inilah kisah seorang dokter wanita yang tidak konvensional.
TIGA BULAN SEBELUMNYA
DOKTER BEDAH LEPAS MICHIKO DAIMON
Manis sekali! Sangat menggemaskan!
Kudengar wanita itu seorang dokter.
Apa?
Perdana Menteri mengatakan bahwa dia dokter bedah
untuk orang yang sangat penting.
Kenapa dia bermain-main di sini?
Pasti dia dokter palsu.
Dokter palsu?
Ayo kita cukur bulu domba.
KEI ICHIKI DOKTER BEDAH PERNAPASAN
Dokter Daimon!
Apa yang kau lakukan di sini?
Operasi emboli paru Wakil Perdana Menteri
dalam dua jam lagi!
Kau harus bergegas!
Aku masih punya dua jam.
- Mau beri mereka makan? - Tidak usah.
Ini menyenangkan. Mereka manis sekali!
Ayolah!
Pasti rusak.
Kakek!
Tolong!
Kakekku!
Tolong! Tolong Kakek!
- Permisi. - Kakekku!
- Hei! - Astaga!
Kumohon! Tolong kakekku!
Jauhkan dia dari kabel itu!
Jangan sentuh dia!
- Kakek... - Jangan!
Tunggu di sini.
Gawat. Gagal jantung. Ini fibrilasi ventrikular.
Aku tidak ingin dia mati!
Aku tidak akan membiarkannya mati. Aku berjanji!
Apa yang akan kita lakukan? Tidak ada AED di sekitar sini.
- Panggil ambulans! - Baik.
Maaf. Aku kehabisan tenaga.
Kau payah, dasar bodoh!
Maaf.
Hei.
Bawakan dua sekop itu.
- Baik. - Terima kasih.
Mundur.
Mari kita coba.
OPERASI
RUANG OPERASI
Operasi yang luar biasa!
Bagus, Dokter Daimon.
Semuanya juga bekerja dengan baik.
Luar biasa.
WAKIL PERDANA MENTERI SELANDIA BARU
Hei!
Aku tahu kau bukan dokter palsu.
Apa maksudmu?
Terima kasih sudah menyelamatkan kakekku.
Untukku?
Terima kasih.
Dokter Daimon!
Ada pesan dari Perdana Menteri.
Apa?
Keputusanku tepat menghubungimu, Dokter Daimon.
Tidak perlu sungkan.
Kudengar kau menyelamatkan nyawa seorang peternak domba
tepat sebelum operasi wakil perdana menteri.
Terima kasih sudah datang ke negara kami menyelamatkan semua nyawa berharga ini.
Aku berterima kasih dari lubuk hatiku paling dalam.
Aku tak pernah gagal.
Itu operasi yang luar biasa. Aku belajar banyak.
Namun, tendanganmu agak keterlaluan.
Kau bukan Tarzan.
Masih sakit.
Kau lebih pengecut daripada domba.
Ada panggilan lain. Dari Tokyo.
Michiko. Akhirnya, aku menemukanmu.
Aku mencari ke mana-mana!
Akira. Ben Casey! Lama tidak berjumpa!
Jangan bersikap santai begitu!
Aku mencemaskanmu.
Kukira kau di New York.
Namun, kau di Selandia Baru?
Hei, datanglah juga kemari, Akira.
Berhenti bercanda.
Kembali ke sini sekarang.
Hampir tidak ada operasi karena COVID.
Agensi Dokterku nyaris bangkrut.
Kita butuh Michiko untuk menghasilkan uang. Benar, Ben Casey?
BEN CASEY
Tahun 2021.
Dampak buruk pandemik, peristiwa sekali seabad ini,
telah menghancurkan sistem kesehatan dunia.
Dengan tekad kuat hewan yang tersudut,
universitas kedokteran Jepang
bertahan melewati badai.
Astaga.
Rumah sakit kita sepenuhnya dikuasai Penyakit Dalam.
Setelah sekian lama. Aku merasa asing di sini saat ini.
Direktur Bedah Ebina.
Ya?
Jangan bersikap menyedihkan.
Baik, Pak. Maaf.
- Maaf. - Mereka datang.
- Apa? - Direktur Cabang, mereka datang.
Rupanya Direktur Penyakit Dalam Hachisuka.
Kukira regu antihuru-hara lapis baja menerobos masuk.
Direktur Cabang Hiruma.
Direktur Cabang Hiruma, tempat itu milik pemimpin rumah sakit,
Direktur Penyakit Dalam Hachisuka.
Dengar.
DIREKTUR CABANG RS UNIVERSITAS TOTEI SHIGEKATSU HIRUMA
Sejak sebelum kau menjadi dokter,
ini selalu menjadi tempatku.
Hanya karena kita sedang mengalami krisis,
rumah sakit ini dikuasai oleh Penyakit Dalam.
Namun, itu hanya situasi sementara.
Aku membawa semua orang di Departemen Bedah kemari
dari rumah sakit cabang
untuk membahas tindakan kita setelah pandemi terkendali.
Benar!
Ludahmu memuncrat!
Titis mikro bisa terbawa sampai lebih dari dua meter!
Tolong jangan berteriak.
Tindakan pencegahan transmisi oleh dokter bedah terlalu longgar.
Beraninya bilang begitu!
Selain divaksinasi dua kali,
kami sangat berhati-hati!
Direktur Bedah Ebina,
sebagai kepala bedah, kau juga harus protes.
Baik.
Dengar. Saat dokter bedah melakukan operasi,
itu jauh lebih menekan daripada kerja internis. Itu melelahkan!
Kalian para internis tidak berhak mengeluhkan kami!
Maaf.
Sejauh apa kalian akan mundur?
Dalam percakapan lima menit, 3,000 titis mikro tersebar,
sama seperti sekali batuk, dan itu berubah menjadi aerosol.
Selanjutnya, rapat akan diadakan dari jarak jauh.
Ucapan "Baik, Pak!" yang bisa menyebar titis mikro dilarang!
Mereka melarang "Baik, Pak."
Siapa yang pedulikan itu?
Hachisuka.
Kau sudah jauh berkembang dibanding saat menjadi pesuruhku.
Kau jadi Direktur Rumah Sakit Sementara,
tetapi kau hanya Direktur Penyakit Dalam.
Levelmu sama dengan Direktur Bedah Ebina di sini.
Itu jauh lebih rendah.
Semuanya berkat COVID.
Direktur Cabang Hiruma, itu komentar yang buruk.
Yang buruk itu wajahmu.
Sangat datar dan tidak berkesan.
Ini...
pertahanan terakhir untuk melawan penyebaran virus.
Jika terjadi wabah di rumah sakit kita,
itu akan menyebabkan runtuhnya sistem kesehatan Jepang.
Tanggung jawab itu sepenuhnya ada padaku!
Hormat macam apa itu?
Pose "Baik, Pak" untuk mencegah titis mikro.
Itu ide Hachisuka.
Benarkah? Dramatis sekali.
Alih-alih selalu memanggil kami bersama,
mulai sekarang, adakan rapat dari jauh.
Hampir lupa. Direktur Cabang Hiruma.
Aku mengkhawatirkan kesehatanmu.
Jadi, mulai sekarang, lakukan tugas kalian dari rumah.
Selamat jalan,
Direktur Cabang Hiruma.
Ada apa?
Aku sangat kesal!
Itu benar-benar membuatku kesal!
Departemen Bedah rumah sakit universitas yang dahulu terkenal
dipindahkan ke rumah sakit cabang.
Jumlah operasi menurun drastis...
RUMAH SAKIT CABANG BEDAH
...dan pemasukannya nyaris merugi.
Ada pemandangan bagus kantor direktur dari sini.
- Direktur Cabang Hiruma. Permisi. - Masuklah.
Izinkan aku membersihkan tanganmu.
Terima kasih.
Terima kasih.
- Permisi. - Sampai jumpa.
- Direktur Cabang Hiruma. - Ya?
Setelah masalah koronavirus mereda, kita akan kembali memimpin.
Benar!
Kita kembali ke RS utama dan buat mereka menjadi menyedihkan, Direktur Cabang!
- Kaji! - Ya?
Berhenti bilang, "Menyedihkannya Direktur cabang"!
- Jangan katakan itu. - Aku tidak mengatakannya.
- Kau mengatakannya. - Benar.
- Apa? - Benar.
No comments yet. Be the first to leave one.