The first 200 lines.
Kini aku mempersembahkan...
PERPUSTAKAAN INGGRIS
...salah satu harta paling mengagumkan dari seluruh koleksi Perpustakaan Inggris.
Magna Carta.
Kini, di sebelah sini...
KAPEL TORINO - ITALIA
...mungkin artefak kuno yang paling berharga di dunia Barat.
Kain Kafan Turin.
KYOTO, JEPANG
Pedang Kerajaan!
PARIS, PRANCIS
KANTOR PEMERINTAH PRANCIS
Inspektur Kepala Dreyfus datang menemuimu.
- Inspektur Kepala. - Pak.
Pasti kau tahu kenapa kau ada di sini.
Pemerintah Inggris, Italia dan Jepang mengumpulkan pasukan elit
berisi detektif terbaik mereka,
Regu Impian internasional untuk melacak Tornado ini.
- Dan Prancis akan diwakili? - Benar.
Aku merasa terhormat, tapi tak kaget.
Ini puncak karierku.
Saat yang telah kutunggu-tunggu selama hidupku.
- Tidak. - Bukan seumur hidupku, mungkin...
- Tidak. - Tidak. Bagaimanapun...
Mereka ingin Clouseau, karena dia dianggap detektif terbaik di dunia.
Kita telah diminta apakah Clouseau bisa memimpin Regu Impian.
- Clouseau? - Ya.
- Apa ada masalah? - Tidak, tidak sama sekali.
Apa aku boleh ke kamar mandi sebentar?
- Tentu saja. - Terima kasih.
Clouseau.
Maaf Pak, tapi Clouseau saat ini sedang sibuk.
- Apa? - Aku menugaskan dia untuk misi
yang sangat penting bagi negara kita
hingga aku takut keamanan nasional kita terancam jika dia dicabut dari misi itu.
Jelas pelanggaran.
Tilang parkir.
Ini untuk apa?
Tiga puluh satu sentimeter dari trotoar, terlalu jauh sembilan sentimeter.
Sembilan sentimeter masuk ke dalam kejahatan yang suram.
- Kau harus ambil tilang itu. Ambil. - Tak mau!
Kau harus ambil tilang itu.
Kau tak memakai sabuk pengamanmu.
Kau harus pergi ke sekolah mengemudi.
Maafkan aku.
- Hentikan mobil ini segera. - Baiklah.
Baik.
- Apa kau sudah selesai? - Selesai dan berfungsi.
Inspektur Kepala, sistem baru kita akan memantau dan merekam
setiap kata dan setiap gerakan di ruangan ini.
Jika ada yang masuk dengan paksa, apa yang terjadi?
Kantormu terhubung dengan grup elit Baret Hitam. Mereka akan datang segera.
Pak, Inspektur Clouseau datang menemuimu.
Suruh dia masuk.
- Clouseau? - Aku harus tugaskan dia ke Regu Impian.
- Clouseau? - Jangan tanya, jangan...
Selamat siang, Inspektur Kepala. Aku datang dengan laporanku.
Medali Kehormatan sialan ini.
Kau beruntung tak pernah mendapatkannya, Inspektur Kepala.
Kau tampak rapi tanpa medali kehormatan atau bentuk hiasan terhormat lain.
Pakai saja di balik kemejamu, agar tak terlihat, bisa?
Ide bagus, Inspektur Kepala. Dengan begitu ini takkan bergantung.
Nah, situasi tilang parkir.
Selama enam minggu terakhir ini, aku memberi hampir empat tilang parkir.
Satu di museum, melampaui batas waktu.
Dan satu, kau akan ingat, untukmu, melanggar hukum pelat mobil bengkok.
- Ya, aku ingat. - Semua ada di laporan itu.
Mengagumkan. Aku takkan buang waktu membacanya.
Dan untuk berjaga-jaga, aku menyusun, memberi nomor dan merujuk silang
setiap pelanggaran di buku hitamku yang kecil ini.
Clouseau, kau ingat saat pertama kali aku tugaskan kau dalam soal surat tilang...
Ya, kau menjelaskan bahwa ini penugasan tingkat tertinggi.
Jika ada yang menanyaimu apakah aku yang menugaskanmu
dalam misi yang sangat penting ini, kau akan membantahnya.
Inspektur Kepala, aku bahkan tak tahu apa maksudmu.
Bagus, Clouseau.
Nah, kembali ke masalah. Aku disuruh mengalihkan penugasanmu...
Clouseau?
Clouseau.
Kita telah direkam.
- Baret Hitam. - Kata sandi. Apa kata sandinya?
- Entahlah. - Empat, tiga...
- Kami belum diberi tahu. - ...dua, satu.
Hamburger.
Terima kasih, Pak. Sampai jumpa.
- Kata sandinya "hamburger"? - Bukan, "hamburger."
- Kataku "hamburger". - Tidak, katamu "hamburger."
- Hamburger? - Hamburger.
Bagaimana kau tahu bahwa kita telah direkam?
Mudah, Inspektur.
Pena ini mengeluarkan suara bip bila mendeteksi gelombang mikro.
- RadioShack. $12. - Apa?
- Bagaimana kau tahu kata sandinya? - Cip LED kecil ini pecahkan kaca sandi.
Aku tempelkan di belakang Medali Kehormatanku.
- RadioShack? - eBay. Aku juga beli ini di sana.
- Menurutmu ini apa? - Alat perekam?
Bukan. Hanya tampak seperti perekam. Sebenarnya pena.
Jadi kau bisa menulis dengan itu dan takkan ada yang tahu.
Benar!
Nah, lanjutkan katamu tadi, Inspektur.
- Penugasanmu dialihkan. - Biar kubaca benakmu.
Tornado belum tertangkap, dan kau ingin aku melindungi Pink Panther.
- Tidak. - Tidak?
Tugaskulah untuk melindungi Pink Panther.
Kau hanya ditugaskan dalam Regu Impian.
Itu adalah kehormatan,
- tapi aku tak bisa menerima. - Apa?
Jika Inspektur Clouseau akan meninggalkan Prancis,
Tornado pasti akan menyerang Pink Panther.
- Aku menjaganya! - Tapi...
Jangan membantah. Kau akan terbang ke Kyoto besok pagi.
Tapi aku tak bisa terbang.
Naik pesawat!
- Tapi tetap saja... - Itu perintah.
Nicole.
Kau bepergian?
Ya, Inspektur Dreyfus mengirimku untuk misi yang sangat berbahaya.
- Berapa lama? Kapan kau kembali? - Aku akan kembali bila penjahat ditangkap.
Bisa sebulan, bisa setahun. Kau paham, Nicole.
- Ya, tentu saja. - Tentu saja, kita harus tetap berjauhan.
Jika penjahat, misalnya, menculikmu, dia akan menguasaiku.
Kenapa dia akan menguasaimu?
Karena, begini,
kau seperti adik lelaki bagiku.
Adik lelaki yang menarik dan seksi memakai gaun.
Nicole, kuharap kau memaafkan aku untuk satu malam itu.
Ya, Inspektur, sudah dilupakan.
- Aku belum lupa. - Aku juga belum.
ROMA - TIGA BULAN YANG LALU
Jadi, walaupun, secara teknis, kita sedang dinas,
menurutmu tak apa-apa berbagi sebotol anggur?
Kurasa tak apa-apa.
Jadi aku akan pilih anggurnya. Salah satu keahlianku.
Aku ingin memilih anggurku sendiri.
Dan omong-omong, aku Inspektur Jacques Clouseau.
Ingatlah wajah ini.
- Ini botol yang amat istimewa. - Lezat.
Ada sesuatu tentang membakar restoran
yang memicu api lain yang lebih terlarang.
- Maafkan aku tentang itu. - Aku juga. Sangat menyesal.
Itu adalah malam kenangan yang harus kita lupakan.
Kita tak boleh melupakan untuk tidak mengingatnya.
Dan jika kita mengingatnya, kita harus langsung melupakannya.
Mari kita berpelukan pamit secara profesional.
Aku segera ke sana. Sampai jumpa beberapa bulan lagi.
- Tak masalah. - Kuharap pendengaranmu membaik.
Ponton, aku khawatir tentang kepergianku dari Prancis.
Tornado tak terkendali. Pink Panther begitu menggiurkan,
dan tak ada Clouseau untuk melindunginya.
Tapi kau mengunjungi museum itu sendiri, kau memeriksa keamanannya.
- Akan baik-baik saja. - Ya, kurasa kau benar.
- Kau menyetir? - Aku ingin tetap mempraktikkannya.
- Baiklah. - Ingatkan aku di mana remnya.
- Di sini. Ya. - Di situ?
- Ya. - Lalu kau putar di sini.
- Tentu, ya. - Baiklah.
- Dan ini memutarnya. - Ya.
Baik, kita jalan.
- Ponton. - Ya.
- Kasus ini aneh sekali. - Mengapa begitu, Inspektur?
Selama 10 tahun, Tornado meneror Eropa,
mencuri artefak yang bernilai lebih dari seperempat miliar dolar.
Lalu, tanpa alasan, tiba-tiba dia berhenti.
Mungkin Tornado mengira dia sudah punya cukup uang.
Jika dia punya cukup uang, jadi kenapa, setelah 10 tahun tak berkegiatan,
tiba-tiba dia beraksi kembali?
London, Magna Carta. Italia, Kain Kafan suci.
Pedang Kerajaan. Kenapa sekarang? Kenapa tiba-tiba? Kenapa?
Kau harus tenang.
BANDARA CHARLES DE GAULLE - PARIS
Hei!
Ada apa, Ponton? Kau tampak agak depresi hari ini.
- Apa karena istrimu lagi? - Ya.
Dia masih merasa pekerjaanku terlalu banyak menyita waktuku.
Hal yang sama.
Minggu depan ulang tahun pernikahan kami yang ke-10. Dia pikir kami harus berwisata.
Ponton, apa kau mau aku bicara dengannya?
Tidak.
Masalah ini harus dibahas antara suami dan istri.
Kau harus menjelaskan kepadanya bahwa kita pria penegak hukum.
Selalu hidup dalam rahasia.
Bodoh.
Aku akan merindukanmu, Inspektur.
Aku juga akan rindu kepadamu, Ponton.
- Dan, Ponton. - Ya?
Aku prihatin kau tak bisa memuaskan istrimu.
"Kini aku meninggalkan Prancis."
Ini ide yang buruk.
Berlian Pink Panther legendaris telah dicuri.
Pihak berwenang mencurigai pelakunya adalah Tornado yang terkenal.
Apa kataku tadi?
Pencurian Pink Panther adalah kejahatan tingkat tinggi keempat...
Ya Tuhan! Dia benar.
Regu Impian seharusnya memulai penyelidikannya di Kyoto, Jepang,
tapi baru dialihkan ke Paris.
Prancis sedang terkejut.
Regu Impian detektif internasional akan memulai...
Aku berdiri di luar Grand Palais tempat Pink Panther dicuri.
Kenapa mereka bersorak? Ini tragedi nasional.
Kita hidup dalam era media. Kau harus belajar beradaptasi.
No comments yet. Be the first to leave one.