We Hunt Together

We Hunt Together

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

We Hunt Together S02 WEB-DL CATCHPLAY
A Commentary by tedi
Murni Retail Catchplay Belum sinkron versi apapun

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2023-08-21
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Sebelumnya"

ID Jackson Mendy. Kau Lola Franks, bukan?

Kita akan menjadi rekan untuk ini.

Simon dibunuh pada Minggu malam.

Kami menganggap kematiannya mencurigakan.

Aku ingin mencintaimu.

Aku ingin jatuh cinta padamu. Aku menginginkan semua itu.

Mata di kaki Simon. Dia pernah menggambarnya.

- Freddy, semua akan aman. - Tidak akan!

Aku membunuh mereka semua.

- Siapa itu? Freddy, bukan? - Aku membunuh mereka semua.

Aku membunuh mereka semua.

Dia bilang ayahnya kaya. Aku bilang jika begitu, aku mau rum dan coke.

Dia bilang, "Baiklah."

Dalam 30 detik, dia bilang...

"Aku ingin hidup seperti orang biasa."

Aku ingin melakukan apa pun yang dilakukan orang biasa.

Aku ingin tidur seperti orang biasa.

Aku ingin tidur dengan orang biasa sepertimu.

Tapi apa lagi yang bisa kulakukan? Kubilang akan kuusahakan.

Kubawa dia ke supermarket.

Entah kenapa, tapi aku harus mulai dari suatu tempat.

Hei, Sayang.

Ya, dia tertidur begitu aku mulai berlari.

Aku akan melakukan beberapa putaran lagi...

sekitar setengah jam lagi, tidak apa-apa?

Ya, aku juga mencintaimu. Sampai jumpa sebentar lagi.

Hei. Permisi? Jangan ganggu. Dia sedang tidur?

Halo?

- Apa? - KD Smart.

Telah terjadi pembunuhan. Kau dan Jackson menyelidikinya.

Ya. Ya. Ya, aku segera ke sana.

Kau siap? Tolong suara drum.

Lalu penonton menggila! Bukan untukmu.

- Kenapa Ibu lebih dahulu? - Bayinya lebih dahulu, bukan ibu.

Benar sekali! Bayinya lebih dahulu. Ibumu yang kedua!

- Kukira aku yang kedua! - Bermimpi sajalah!

Kenapa kau tak menjawab teleponmu?

Ini hari Minggu. Ponselku dalam mode senyap.

Ada pembunuhan. Susan memanggil kita.

Baiklah, tapi aku akan membawa panekukku!

Bersihkan jari lengketmu.

Baiklah. Baik, tempelkan kode pos itu ke petamu, ya?

Sayangnya, tidak bisa.

Aku bersantai di akhir pekan. Membantuku tetap sadar.

Tidak ada yang salah dengan pria kecil ini.

Di Kerajaan Orang Buta, orang bermata satu adalah Raja.

Ini bukan Kerajaan Orang Buta, 'kan?

- Aku hanya bilang... - Ya, tapi itu tak masuk akal!

Jika orang bermata satu boleh masuk...

sekalian saja jadikan pria bermata dua itu Raja!

Setidaknya dia bisa memberimu petunjuk. Itu bodoh!

Kau ingin tahu siapa Raja Kerajaan Orang Buta?

- Tentu, Lola. - Stevie Wonder.

Benar! Sungguh.

Dia seperti bilang, awas pria bermata satu. Stevie di sini.

Ini hari penobatan!

Bagus. Terima kasih, kami akan menghubungimu.

Itu dari rumah sakit. Bayinya baik-baik saja.

- Syukurlah. - Ya.

Tidak ada CCTV di area ini...

tapi kami pikir dia sendirian selama beberapa jam, malangnya.

Namun, dia tertidur saat pengasuh anjing menemukannya.

Dibalut cukup hangat.

- Dia bersama ibunya sekarang? - Ya, mereka berdua di North Mid.

Aku sudah memberitahunya kalian akan datang suatu saat.

Menurut laporan, ponsel korban ditemukan di TKP?

- Ya, sudah dibawa ke lab. - Terima kasih, Dom.

James O'Neil ditikam beberapa kali. Ayah muda.

Dibuat khusus untuk berlari. Apa ini rute biasanya?

Jackson? Lihat ini.

Posisi tubuhnya tampak diatur. Lihat beruangnya. Lalu di sini...

- Jari manisnya hilang. - Luka perlawanan?

- Lukanya terlihat terlalu bersih. - Menurutmu apa?

Siapa pun yang melakukan ini jelas bangga dengan pekerjaan mereka.

Ya. Atau ini kesenangan.

- Itu dia. - Aku benci teh.

Kau akan menyukainya.

Laporan di ponsel James. Ada apa dengan lehermu?

- Bukan apa-apa. Bukalah. - Kau garuk leher seharian. Kenapa?

Bukan apa-apa. Buka saja berkasnya, Jackson. Buka berkasnya!

- Itu sangat menarik. - Sumpah demi Tuhan, Jackson.

Maaf. Ada telepon dari ponsel James...

satu menit setelah dia selesai menelepon istrinya.

- Ke siapa? - Itu tak terdaftar di ponselnya...

dan dia belum pernah menelepon nomor itu.

Pukul 23.00 dan dia telepon nomor yang belum pernah dia hubungi?

- Astaga! - Ada apa? Lola?

Aku mengenali nomornya.

Bagaimana kau bisa menge... Lola?

Siapa yang dia telepon?

"Buka"

"Sehari Sebelumnya"

Kau seorang aktris, bukan? Kalau begitu, model?

Bukan, kau?

Namun, sungguh. Sumpah, aku pernah melihatmu.

- Halo. - Hai.

Origami, seni melipat kertas.

Namun, Peru seperti itu. Indah, tapi berbahaya.

Freddy?

Baba?

Baba!

Hai. Aku Robert. Kurasa kau lupa lencana namamu.

Jika namamu Robert, kenapa stikermu tertulis "Bob"?

Kupikir itu mungkin terdengar sedikit lebih santai.

Kurasa Robert lebih cocok untukmu. Kurasa kau harus tetap memakainya.

Itu dia, itu jauh lebih baik. Jadi, Robert.

- Kenapa kau kemari malam ini? - Entahlah. Bagaimana denganmu?

Jelas Robert, aku datang untuk mencari cinta, seperti orang lain.

Atau gagal dalam hal itu, mungkin hanya rekan dalam kejahatan.

Bagaimana menurutmu?

- Kau Frederica Lane. - Serta kau sudah menikah.

Garis bekas cincin.

- Bisa tunjukkan cincinnya? - Kenapa?

Hei. Apa yang kau lakukan?

Aku mau.

Kau tahu waktu kita hanya dua menit, bukan?

Aku berusaha mencari tahu apa kau bunuh mereka seperti kata mereka.

Maksudmu, jika aku bantu bunuh mereka seperti kata mereka?

- Lalu bagaimana sekarang? - Kau harus tetap pakai cincinnya.

Ikuti saja. Ikuti.

Ikuti! Ikuti!

Astaga, apa yang kau lakukan? Ada apa denganmu?

Baiklah. Jangan menangis.

- Titip salam dariku! - Diam!

- Kau gila. - Dah. Senang bertemu denganmu!

Ya, aku tertahan di tempat kerja. Apa yang harus kulakukan?

Benar, bukan salahku dia menangis, bukan?

Baik, aku akan membawanya berlari saat aku kembali. Selalu berhasil.

Dia menelepon Freddy? Astaga, Kawan-kawan.

- Aku tahu. - Sungguh. Astaga.

- Kami tahu. - Kami tahu.

Ini bukti baru. Kasus baru.

Tidak ada hubungannya dengan kali terakhir.

Aku akan dengan senang hati bicara dengan pengacara Freddy dahulu.

Kami akan membawanya sebagai saksi. Itu saja.

- Kau harus baik kepadanya. - Tentu saja, Bu.

Aku tidak bicara denganmu, bukan? Aku bicara denganmu.

Ya. Aku berjanji. Kami akan bersikap baik.

Rasanya harus ada semacam frasa di sana.

Baik seperti sesuatu, kau tahu? Dimulai dengan "n".

- Nelly. Sebaik Nelly? - Siapa Nelly?

- Baiklah. Nacho! - Itu baru benar.

Karena aku amat suka nacho. Namun, kurasa kau butuh semacam saus...

karena jika tidak, itu bisa sangat kering.

Ya, tapi untuk tujuan aliteratif dari frasa itu, jika kau mulai...

- Bisakah kau diam? - Maaf, Susan.

- Frasanya adalah "seenak pai"! - Itu...

Kau harus bicara dengan pengacara. Dia hanya akan menjadi saksi.

Baik, Bu. Apa itu "ya"?

Sial.

Apa hanya aku?

Apa hanya aku, yang merasa setiap kali...

aku membuka koran, Frederica Lane?

"Publisitas Diva Gila! Dengan Shannon McBride"

Selamat datang kembali, semuanya.

Apa hanya saya yang merasa setiap kali...

membuka koran, Frederica Lane ada di sana menatap Anda?

Sampul majalah, dokumenter, dan kini saya diberi tahu...

kesepakatan buku enam digit menceritakan kisah dari sisinya.

Namun, saya tidak akan tertipu, Teman-teman...

dan saya rasa kalian pun tidak.

Kau mau lihat maket untuk sampul depan buku?

Ya, tak masalah. Ya.

Baiklah.

Kita hanya perlu menulis kata-kata yang ada di dalam buku, ya?

Benarkah begitu? Sungguh, Liam?

Kau tak perlu, tapi aku harus atau aku tak dibayar...

jadi, kurasa bisa mulai hari ini dengan membicarakan mata ular.

Kesukaanmu.

Aku suka mata ular.

Kau bilang polisi bahwa Baba pasti melihat mata di buku harianmu...

dan menyalinnya ke kaki Simon saat membunuhnya. Apa itu benar?

Freddy?

Freddy?

Aku akan segera kembali. Jangan ke mana-mana.

Freddy?

Halo? Ada orang di rumah? Sadar, Freddy.

Maafkan aku, Liam.

Aku minta maaf segenap hatiku. Apa kau memaafkanku?

- Maafkan aku. - Kau bisa bahasa Prancis.

Tidak, ayolah, dengar, itu tidak lucu.

Jika kita melewatkan tenggat lagi, habislah kita.

Bukankah kau punya cerita sendiri, Liam?

Menulis ceritaku, pasti tak semenarik itu.

Mata ular, Freddy? Bagaimana bisa ada di kaki Simon?

Shannon McBride melakukan pemungutan suara...

dan 59 persen orang...

berpikir aku membantu Baba membunuh orang-orang itu.

- Kenapa kau menonton acara itu? - Kau tahu bagaimana perasaanku?

Ya, itu sebabnya kita menulis buku ini, bukan?

Untuk menceritakan kisahmu.

Untuk memberi tahu orang-orang kebenaranmu soal yang terjadi.

Benar. Serta karena aku sudah menghabiskan uang mukanya, jadi...

- Kita seperti terjebak. - Baiklah. Jadi, tolong. Mata ular?

Entahlah, aku selalu menggambarnya!

Polisi bilang Baba telah menirunya ke kaki Simon sebagai isyarat.

Isyarat. Baik, Freddy, ini yang ingin kuketahui.

Baba sudah meninggal sepuluh bulan. Apa kau merindukannya?

Sama sekali tidak.

We Hunt Together subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for We Hunt Together

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left